Kesedihan yang menjadi awal Kebahagiaan (cerita panjang dan lebar :) )

     Seorang gadis remaja berjalan dengan langkah gontai dan tergesa-gesa.Keringat mulai membasahi wajahnya karena terik matahari di siang itu sangat menyengat,terlihat rambutnya yang tak di sisir rapi,juga matanya yang sembab akibat tangisannya semalam.
     “siang,neng chacha?” sapa seorang ibu pedagang es buah
     “siang!” balas chacha dengan nada datar
     Ibu itu merasa sangat heran atas sikap chacha tadi,karena tak biasanya chacha bersikap begitu,sebelumnya chacha dikenal sebagai gadis periang,ramah,dan baik hati.tanpa menghiraukan ibu itu chacha telah jauh berjalan meninggalkan ibu itu dan menyusuri jalan untuk sampai ke rumahnya. Tapi ada yang menghentikan langkahnya. Seorang anak laki-laki bersepeda yang tak lain adalah ferry.
     “Hai,nona manis!kok jalan kaki?sendirian lagi,kemana nich sepedanya? Goda ferry sambil cengengesan
     (chacha hanya terdiam)                    
     “Woi,bisa denger nggak sich?”,orang nanya juga! Bentak ferry
     Chacha pun terbangun dari lamunannya
     “Berisik…..!” jawabnya dengan nada datar
     “Dasar anak aneh!” balas ferry
     “Udah deh minggir,aku lagi males berurusan sama orang kaya kamu!” balas chacha sambil meneruskan langkahnya.
     Tanpa menghiraukan ferry lagi chacha pun pergi dan akhirnya tiba di rumahnya. Chacha menekan bel dan terlihatlah seorang security membukakan pintu gerbang.
     “Siang…non,ibu dan bapak sudah menunggu di dalam” sapa security itu
     Chacha tak menjawab apa-apa. Dia langsung berjalan melewati taman yang luas untuk sampai  ke depan pintu rumah yang besar dan megah dengan cat berwarna putih yang membuatnya tampil elegant.chacha menekan bel,lalu muncul lah seseorang yang membukakan pintu untuknya,
     “Assalamualaikum!” terdengar ucapan salam dari bibir chacha
     “Wa’alaikumsalam wr,wb!” balas Mbo Ijah salah satu pembantunya itu
     Lalu chacha pun masuk melangkah ke dalam rumah.tapi,ketika dia menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.kedua orang  tuanya yang sudah siap di meja makan untuk makan siang pun menyapanya.
     “Tumben anak mama ke sekolahnya nggak pake sepeda?” sapa ibu Sylvia yang tak lain adalah ibunda chacha
   Chacha hanya diam membisu seperti patung
     “Cha,kalo mama nanya tuh di jawab donk,kamu kenapa sich?akhir-akhir ini sikap kamu aneh banget?” tambah pak peter ayah chacha yg bingung dengan tingkah laku anaknya
     Akhirnya chacha pun mengeluarkan suara
     “apa peduli kalian sama aku?kalian gak pernah ada di rumah kan!kalian juga gak pernah tau bagaimana keadaanku,apa yang aku alami pun kalian gak pernah tau kan?” balas chacha dengan lantangnya
     “Cha, kamu apa-apaan sich?papa dan mama gak pernah mengajari kamu untuk berbicara tidak sopan kepada orang tua!dan bukankah selama ini kamu baik-baik saja?kami selama ini berusaha untuk memenuhi semua kebutuhanmu,kami ini orang tua kamu nak,tentu saja kami peduli sama kamu!” balas pak peter yg berusaha menahan amarahnya
     Chacha belum menjawab pertanyaan ayahnya itu
     “Sayang kamu kenapa,nak?kenapa mata kamu sembab begitu?apa yg terjadi?biasanya kamu tak pernah bicara sekasar itu pada kami.” Tambah ibu Sylvia yg terlihat cemas
     “udahlah,ini bukan urusan kalian!lagi pula kemana aja kalian selama ini?kemana………..?!di saat aku butuh perhatian dan kasih sayang kalian kemana?chacha gak butuh materi,chacha Cuma ingin merasakan kehangatan keluarga ini!” balas chacha kesal
     Lalu chacha pun berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya tanpa memperdulikan perkataan ayah dan ibunya itu.chacha pun masuk kedalam kamarnya,lalu mengunci pintu dan menjatuhkan diri di tempat tidur,tak terasa air matanya pun menetes di pipinya.
     Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh ibu Sylvia yg mengajaknya untuk turun dan makan bersama.karena sejak 3 tahun yang lalu mereka tak pernah berkumpul dan makan siang bersama.padahal chacha adalah anak semata wayang mereka.mereka sibuk bekerja mencari uang untuk chacha,tapi yang chacha inginkan hanyalah kasih sayang.
     “Cha,turun yu,nak?kita makan bareng!mama kangen pengen makan bareng sama papa dan chacha!” bujuk Ibu Sylvia
     “Mama pergi aja!chacha gak laper!chacha mau sendiri,chacha mau istirahat!mama sama papa pergi aja ke kantor masing-masing!” teriak chacha dengan suara tersedu-sedu
     “Cha…….!” Panggil ibu Sylvia
     “Pergiiiiiii…………!!!” teriak chacha dari dalam kamarnya
     Akhirnya Ibu Sylvia menyerah dan turun kembali untuk menuju ke ruang makan menemui suaminya.Ibu Sylvia pun duduk di kursi makannya sambil meneguk segelas air putih,karena kerongkongannya terasa kering.
     “Bagaimana,mah?” Tanya pak Peter
     Ibu Sylvia hanya menggeleng tanpa berkata apa-apa
     “Sebenarnya ada apa dengan anak kita,mah?” Tanya pak peter lagi
     “Entahlah,pah!mama juga bingung!” balas ibu Sylvia
     Tak lama kemudian Mbok Yum datang membawakan buah-buahan
     “Permisi Nyonya,Tuan!ini cuci mulutnya!” sapa Mbok Yum
     “Makasih ya,Yum!” balas tuan dan nyonya peter
     Ketika Mbok Yum akan kembali ke dapur tiba-tiba ibu Sylvia memanggilnya
     “Ech,Yum tunggu dulu!saya mau nanya sebenarnya chacha kenapa sich?” Tanya Ibu Sylvia
     “Emh……………..anu Nyonya…………!” Yum tak meneruskan pembicaraannya
     “Anu apa Yum?Bicara saja tak usah sungkan!” jawab Pak Peter
     “Sebenarnya saya juga tidak tahu tapi semalam saya mendengar non chacha nangis di kamarnya!” jawab Yum dengan terbata-bata
     “Lalu……………?” sergah ibu Sylvia dengan penuh rasa heran
     “Yum juga tidak tahu,tiba-tiba saja non chacha sikapnya jadi judes gitu tadi pagi!” jawab Mbok Yum
    “Kalau nyonya dan tuan ingin tahu,Tanya saja pada non Pepey temannya non chacha yang sering main kesini!” sambung Bi Ratri pembantunya yang masih cukup muda
     “Kamu tahu nomor telponnya?” Tanya pak peter
     “Oh,jelas ada tuan.non Pepey kan ngasih kartu namanya sama Ratri!” jawab Bi Ratri dengan bangganya
     Lalu Bi Ratri memberikan nomor telpon Pepey kepada tuan Peter dan nyonya sylvi panggilan akrab Ibu Sylvia.Kemudian pak peter mencoba menghubunginya.Beralih dari rumah chacha sekarang terdengar bunyi handphone di kamar Veina yang akrab di panggil Pepey itu dan Veina pun mengangkat telponnya karena itu nomor telpon rumah chacha
     “Hallo,cha!baik-baik aja kan?” Tanya Veina
     “Hallo,assalamualaikum,bisa bicara dengan pepey?” balas tuan Peter
   Veina tercengang mendengar suara di handphone nya itu
     “Waalaikumsalam.wr.wb,ya…ini dengan saya sendiri!ini dengan siapa ya?” Tanya Veina yang merasa heran
     “Ini dengan ayahnya chacha!” jawab telpon di seberang
     “Oh,Om!maaf ya,Om Veina kira,Om itu chacha!” balas Veina dengan nada bersalah dan penuh rasa hormat
     “Gak papa Pey!Om Cuma mau nanya,sebenarnya apa yang terjadi sama chacha?” Tanya Pak Peter
     “Ini,Om chacha sedih karena harus kehilangan seorang sahabatnya yang paling chacha sayangi,kemarin!kemarin Zaskia meninggal dunia akibat kecelakaan,Om!dan chacha sangat terpukul sekali,terlebih lagi karena chacha merasa kehilangan untuk ketiga kalinya,Om! Jawab Veina
     “Ketiga kalinya?” Pak Peter tercengang
     “Iya,Om!karena chacha berfikir dia sudah kehilangan om dan tante karna om dan tante tidak pernah ada di rumah,walau satu jam saja untuk menemani chacha,dan sekarang chacha kehilangan Zaskia,Om!” Veina memperjelas perkataannya
     “Oh,ya sudah pey,makasih ya atas kejujuran kamu sama Om!makasih,pey!assalamualaikum!” Pak Peter menutup pembicaraan
     “sama-sama,waalaikumsalam” balas Veina sambil mematikan Hpnya
     Setelah selesai menelpon pak Peter pun memberitahukannya pada Istrinya lalu mereka merasa bingung dan bersalah pada chacha,karena mereka tidak pernah ada di rumah untuk menemaninya.malam pun tiba tetapi chacha tetap tidak mau keluar dari dalm kamarnya.kira-kira pukul 10 malam chacha terbangun dari tidurnya,lalu untuk mengusir sedikit kesedihannya chacha menyanyikan 2 buah lagu Favoritnya sambil memetik senar gitarnya.
    1.adaband feat gita gutawa
                             Terbaik Untukmu
      Teringat masa kecilku,,kau peluk dan kau manja……
      Indahnya saat i..tu.. buatku melambung,,disisimu terngiang
      Hangat nafas segar harum tubuhmu kau tuturkan segala mimpi-mimpi
      Serta harapanmu……………..
      Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu,patuhi perintahmu
      Tahan godaan…yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
      Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
                             Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya….
                             Ku’trus berjanji takkan hianati pintanya…
                             Ayah,dengarlah..betapa sesungguhnya ku mencintaimu….
                             Kan ku buktikan,,ku mampu penuhi maumu….
          Andaikan detik itu kan bergulir kembali,,ku renungkan suasana,basuh
          Basuh jiwaku…,membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
          Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati……………
   Lalu ia menyanyikan lagu berjudul Bunda dari Melly goeslaw
          “Ku buka album biru…. Penuh debu dan using…………
           Ku pandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda….
           Pikirku pun melayang…dahulu penuh kasih….hi teringat
           Semua cerita orang…tentang riwayatku…..
                             Ka..ta.mereka diriku slalu di manja….
                             Ka..ta.mereka diriku slalu di timang….
Nada-nada yang indah…slalu terurai darinya…
Tangisan nakal dari bibirku…takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci…tlah mengangkat tubuh ini,,
Jiwa raga dan seluruh hidup..rela dia berikan
          Ka..ta mereka diriku.. slalu di manja
          Ka..ta mereka diriku.. slalu di timang
          O..Oh bunda ada dan tiada dirimu…
          ‘kan slalu ada di dalam hatiku………….
     Tak lama kemudian air matapun menetes dari mata chacha,lalu dia memandangi sebuah foto yang sudah mulai using.kira-kira foto 5 tahun yang lalu yang di beri bingkai foto.foto bahagia di taman safari,bersama ayah dan ibunya.tetesan air mata itu pun berubah menjadi tangisan ketika dia melihat potret 3 orang remaja bersahabat yang tak lain adalah dirinya bersama zaskia dan veina.lalu………………
     “Zas,kenapa kamu pergi ninggalin aku?kenapa………….?”
     Air matapun sudah tak terbendung lagi.dan ternyata di saat bersamaan ibu Sylvia mendengarkan semua yang di lakukan chacha,,kemudian ibu Sylvia memutuskan untuk menemui buah hatinya itu..
     “Cha,,kamu kenapa nak?” Tanya ibu Sylvia sambil mengetuk pintu kamar chacha…
     Sejenak rumah pun menjadi sepi karena chacha menghentikan tangisnya dan ibu Sylvia masih di luar menunggu jawaban dari anaknya itu…..
     “Cha,kamu baik-baik aja kan?” Tanya ibu Sylvia lagi
     “Mama pergi aja…!” bentak chacha dengan tersedu-sedu
     “Sayang,,kamu cerita dong sama mama?” bujuk ibu Sylvia
     “Udah chacha bilang kan,,mama pergi aja!percuma mama disini,mama urusin aja kantor mama!” teriak chacha dari dalam kamarnya
     “Cha…? Panggil ibu Sylvia
     “Pergiiiiiiiiiiiiiiii!!” teriak chacha lagi
     Akhirnya ibu Sylvia menyerah dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya
     Keesokan paginya
     “Sarapan dulu,cha?” sapa ibu Sylvia sambil tersenyum
     “Gak laper!” jawab chacha singkat
     “Chacha…?” tukas pak peter
    “Tumben papa dan mama ada di rumah?biasanya kan sibuk di kantor!” balas chacha sinis
    “Cha,papa dan mama pengen nemenin kamu,,emm 3 minggu lagi kamu liburan kan?” jawab ibu Sylvia
    “apa..?Nemenin?gak salah denger kan?ya udah deh terserah aja,chacha mau berangkat!”assalamualaikum”!!! balas chacha sambil meninggalkan ruang makan
    “wa’alaikum salam” balas papa dan mamanya
    “Cha………!” pak peter memanggil anaknya
     Chacha pun menghentikan langkahnya
    “Apa lagi sich?” jawab chacha kesal
    “Mau papa antar?” ajak pak peter
    “gak usah!chacha kan bukan anak tk yang masih di anter-anter,lagi pula chacha kan punya sepeda!
     Chacha pun melanjutkan langkahnya kembali menuju  ke garasi untuk mengambil sepedanya.chacha keluar dari garasi dan security pun membukakan pintu gerbang.chacha pun langsung melesat,mengayuh sepedanya dengan cepat,al hasil dalam sekejap saja dia menghilang dari pandangan security rumahnya dan sudah tiba di jalan utama.banyak lalu lalang kendaraan di sana,maklum lah akhir pekan.
     “Huh,,slalu saja begini,macet lagi-macet lagi!” desah chacha
     Lampu lalu lintas pun berubah menjadi warna merah,itu artinya chacha harus menghentikan laju sepedanya di samping mobil Honda jazz berwarna pink.chacha masih dengan sabar menunggu sedangkan dari kaca mobil itu muncullah kepala seorang gadis memanggil-manggil chacha.
     “Hai,chacha….” Sapanya
   Chacha pun clingak clinguk kanan,kiri,depan,belakang,ternyata yang menyapanya itu adalah tere yang tak lain adalah temannya
     “Tere!!!tumben-tumbenan ke sekolah pake mobil?pantesan aja tadi aku tungguin gak ada!!” sahut chacha
     “Sorry,cha!soalnya aku di beliin mobil baru ama bonyok,so aku gak usah panas-panasan lagi naik sepeda deh…!” tere menjelaskan dengan bangganya
     “Syukur deh,aku turut berbahagia!” balas chacha biasa saja
   Tak terasa lampu stoppan pun berubah hijau
     “Re,aku duluan yach!” teriak chacha sambil melaju meninggalkan mobil pink itu
     “Chacha……………!” teriak tere yang merasa di acuhkan
     Tapi teriakan itu tak di hiraukan oleh chacha.dia tak memperlambat laju sepedanya sedikitpun.tere pun menyuruh sopirnya untuk mengendarai mobilnya dengan cepat.
     Akhirnya chacha pun tiba di sekolah,dia menuju ke parkiran untuk memarkir sepedanya.di saat yang bersamaan juga mobil Honda jazz milik tere tiba di parkiran.lalu tere pun beranjak turun dari mobil barunya itu dan mendekati chacha.
     “Chacha……….!!” Teriak tere sambil menepuk pundak chacha
     “Apaan sich loe,Re??” balas chacha dengan penuh rasa heran
     “Ikh,chacha… kok gak kaget sich?”
     “oh,jadi maksud kamu tadi itu mau ngagetin aku?” Tanya chacha
     “yaiyalah… masa yaiyadonk….”
     Chacha tak menghiraukan perkataan tere itu,tere pun menjadi cemberut karena sejak kemarin sikap chacha jadi dingin pada semua orang.akhirnya mereka pun berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke kelas IIIA,tapi di tengah perjalan itu,lagi-lagi Ferry dating menghampiri dan menggoda chacha.
     “Chacha…,abis nangis yach?” godanya sambil cengengesan
     Chacha tak mengeluarkan kata-kata apapun tapi malah tere yang sibuk pengen ngobrol sama Ferry
     “Hai,Ferr…?kantin yuuk….? Sapa tere
     “Idiiiih…,,Ogah gua bareng ama loe…!” balas Ferry
     “Ferry!!!emangnya apa sich yang kurang dari aku….?” Sergah tere
     “Gak ada sich…!tapi gua gak suka ama loe aja…!”
     “Re,udah dech mendingan kamu cari cowok yang lebih perfect dari dia…ngapain ngurusin cowok aneh kaya dia…!” sambung chacha
     “Tapi,cha…..” rengek tere
     “Susah ya loe di bilangin,,lagian hari gini masih aja mikirin cinta…!anak masih bau kencur kaya kita tuh gak pantes mikir-mikir soal cinta,,yangtudah pada berpengalaman aja bisa salah cari pendamping hidupnya!!!udahlah,pergi aja yuuk!?” ajak chacha pada tere
     Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan ferry yang masih bingung mencari makna dari kata-kata chacha itu.dan ketika chacha melewati koridor kelas IIIB chacha berhenti sejenak dan memandang tempat duduk tepat di depan meja guru.Perasaan galau dan sedih menyelimuti hatinya.karna biasanya setiap pagi selalu ada gadis yang menduduki kursi itu dengan melempar sebuah senyuman manis kepada setiap orang yang lewat,tanpa pernah menghapus senyuman itu walau hatinya sedang terluka,,dan… gadis itu tidak lain adalah Zaskia.Sahabat baiknya yang paling mengerti perasaannya,,tapi kini dia telah tiada dan berada nan jauh di sana,di langit yang tinggi,di alam yang berbeda.Tak terasa airmatapun menetes dari pelupuk mata chacha dan jatuh di pipinya.Tapi tak lama kemudian tere membuyarkan lamunan chacha beserta kegalauan hati yang menyelimutinya itu.Chacha pun menghapus air matanya dan meneruskan langkahnya menuju kelas IIIA.Setibanya di sana Veina sudah menunggu di tempat duduknya sembari melempar senyumannya.
     “Pagi,cha….?” Sapa veina dengan ramahnya
     “Pagi juga,pey!” balasnya
     “Kamu baik-baik aja kan?” Tanya Veina
     “Keliatannya….?”
     “Cha,kemaren papa dan mama kamu telpon pepey,kedengerannya mereka khawatir banget deh sama kamu…!”
     “Gak mungkin banget pey mereka khawatir sama aku…”
     “Cha,bagaimanapun mereka itu orangtua kamu,cha…setiap orangtua itu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya!” Veina mencoba menasehati
     “Ya,sich… tapi kayaknya orangtua aku gak gitu deh…!!!
     “Cha,percaya deh,,mereka itu sayang sama kamu…!!!”
     “Veina,,kalo mereka emang sayang sama aku,kenapa baru sekarang?kenapa gak dari dulu aja…?kemana aja coba mereka?” Tanya chacha
     Chacha memandang sahabatnya itu dengan tatapan tajam
     “Mungkin mereka fikir kamu akan bahagia kalo semua kebutuhan kamu terpenuhi,cha!dan mereka lupa kalo kamu juga gak Cuma butuh uang,tapi juga butuh kasih sayang dan mungkin mereka baru menyadarinya,cha!” balas veina dengan penuh kesabaran menghadapi chacha
     Chacha pun tersenyum tapi dengan senyuman yang di paksakan
     “Kamu bercanda ya,pey?udahlah aku cape bahas soal ini!aku…
     Sebelum chacha menyelesaikan perkataannya tiba-tiba bel pun di bunyikan anak-anak pun masuk ke kelas di susul dengan ibu shifa guru matematika mereka yang masih muda,cantik,penyayang,penyabar dan baik hati itu.
     “Pey,kita lanjutin nanti aja!” kata chacha sambil berbisik
     Veina pun mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Ibu shifa pun memulai pelajaran pagi itu,pelajaran di bab terakhir dan pertemuan terakhir,karena minggu depan mereka akan menghadapi UN,tapi sepertinya hari ini tak ada satu penjelasan pun yang masuk ke dalam pikiran chacha.Karena dari tadi chacha hanya melamun,dengan pandangan lurus ke depan dan tatapan kosong,ia teringat kata-kata veina tadi.Di dalam hatinya bertanya-tanya.”benarkah mereka menyayangiku?”.chacha merasa resah tak menentu,hatinya terus bertanya-tanya tanpa henti.
     Ibu shifa masih menjelaskan di dalam kelas sembari memperhatikan murid kesayangannya itu,yang biasanya sangat bersemangat dalam pelajaran matematika.Setelah selesai menjelaskan dan juga karena waktunya sudah hampir habis,Ibu shifa pun mengabsen siswanya satu persatu.Pertama Andhika,lalu Alisha,Ari,Andre,Anggita,Berry,Brian,Brenda dan….
     “Clarine Chatarina Putri!” panggil ibu shifa
     Chacha belum mengangkat tangannya,dia masih berada dalam lamunannya.Lalu ibu shifa memenggilnya lagi,tapi chacha masih juga belum menyahut seisi kelas pun memandang ke arah chacha,mereka pun bertanya-tanya ada apakah dengan chacha?Akhirnya veina pun membuyarkan lamunan chacha dengan menyikut tangannya.Akhirnya chacha sadar dan mengangkat tangannya,menandakan bahwa dia hadir.Setelah ibu shifa beres mengabsen semua siswa dan memberi nasehat kepada mereka,,bel istirahat pun berbunyi.semua siswa berhamburan keluar kelas.tapi,ibu shifa masih berada di dalam kelas sembari memperhatikan chacha yang masih duduk di kursinya sambil di temani veina,tere dan Brenda.Lalu mereka pun mengajak chacha keluar kelas dan akhirnya chacha pun beranjak dari tempat duduknya.
     “Chacha!!!” panggil ibu shifa
     “Iya,bu!” jawab chacha sembari menghentikan langkahnya yang sudah sampai di ambang pintu
     Ibu shifa pun menghampiri chacha yang berhenti karena panggilannya itu.Sedangkan ketiga temannya itu menunggu di luar sambil duduk-duduk di koridor depan kelas.
     “Cha,kamu sedang ada masalah?” Tanya ibu shifa
     Chacha menggeleng dan berkata
     “Gak ada kok,bu!chacha baik-baik aja!” balas chacha sembari berusaha tersenyum ceria
     “Yang bener?” sergah ibu shifa
     “Bener kok,,ibuku yang cantik!!! Balas chacha sambil memaksakan tertawa
     “Kamu ini bisa aja..!tapi kok ibu liat tadi kamu di kelas hanya melamun saja!Apa karna Zaskia?” Tanya ibu shifa
     Chacha terdiam,jiwanya terguncang,keringat mulai membasahi keningnya dan ibu shifa pun akhirnya membuyarkan lamunan chacha.
     “Cha…!” panggil ibu shifa sembari menepuk pundaknya
     “Kamu baik-baik aja kan?” Tanya ibu shifa lagi
     “cha..chacha baik-baik aja kok bu!” jawab chacha dengan sedikit gugup
     “Mungkin kehilangan orang yang sangat kita cintai dan sayangi itu bukan hal mudah untuk kita semua… tapi jika kamu terus tenggelam dalam kesedihan,tanpa kita sadari orang yang kita sayangi pun bersedih melihat keadaan kita,kita boleh bersedih tapi jangan terlalu larut di dalam kesedihan itu!kamu ngerti kan,cha?” ibu shifa mencoba menasehati chacha
     Chacha pun mengangguk kemudian dia menundukkan kepalanya berusaha untuk menyembunyikan linangan air matanya yang siap untuk tumpah.Akhirnya ibu shifa pun pergi meninggalkan chacha.Setelah ibu shifa pergi veina,tere dan Brenda menghampirinya.
     “Sabar yah,cha!” perkataan itu keluar dari bibir tere
     “Ia,cha!kalo kamu terus sedih kita semua kan juga ikut sedih dan aku yakin kalo zaskia juga bakalan sedih ngeliat kamu kayak gini terus!” tambah Brenda
     “Cha,percaya deh,pasti zaskia juga ngeliatin kamu di alam sana.kamu tenang aja,kamu kan masih punya kita!?” tambah veina
     Chacha pun mengangkat kepalanya dan memandangi ketiga sahabatnya itu yang masih mencoba menenangkannya,air matapun membasahi pipi ketiga sahabatnya itu.Ketiga sahabatnya pun kini terdiam dan menyerah untuk membuat chacha bangkit.Setelah beberapa lama berada dalam keheningan,terlihatlah senyum simpul dari bibir chacha tak lama kemudian chacha pun memeluk erat ketiga sahabatnya itu…
     “Makasih yah pey,re,nda! Kalian emang sahabat yang baik banget!maafin aku yah?aku udah egois,aku ngerasa Cuma aku yang kehilangan zaskia… padahal…”
     Sebelum chacha meneruskan perkataannya,ketiga sahabatnya itu memotongnya
     “Padahal kita semua juga ngerasain hal yang sama!” teriak ketiga sahabatnya itu serempak
     Tiba-tiba ada seorang cowok keluar dari lab.komputer.dan…
     “Hei!tolong yah kalian jangan berisik soalnya anak-anak OSIS lagi bikin konsep!”
     Mereka berempat pun menengok ke belakang dan meminta maaf kepada anak itu.
     “Ech,maaf yah!kita janji gak akan berisik lagi deh!” jawab mereka dengan penuh rasa bersalah
     “Ya udah,makasih!” balas anak laki-laki itu sinis
     Setelah anak cowok itu masuk kembali ke lab.komputer mereka pun berjalan sambil berbincang-bincang menuju kantin
     “Ikh,rese banget sich tuh anak!baru kelas dua aja udah blagu!” celetuk tere dengan wajah kesal dan tangannya yang mengepal
     “Iya ikh,kita emang salah tapi gak usah sesinis itu kaleee…!!” tambah Brenda
     “Udahlah lupain aja lagian kan bentar lagi kita masuk SMA!” balas veina
     “Iya,pepey bener!udahlah re!lupain aja?” tambah chacha
     “Ya,udah deh.kantin aja yuuk???” balas tere dengan riangnya
     Tapi ketika mereka menuruni anak tangga untuk menuju ke kantin,,tiba-tiba bel tanda istirahat pun berbunyi dan akhirnya mereka berbalik arah,kembali menuju kelas IIIA.mereka pun tiba di dalam kelas dan duduk di bangku masing-masing.Wali kelas mereka pun datang dan memperingatkan agar menjaga kesehatan fisik maupun mental dengan sebaik-baiknya untyk ujian nasional hari senin besok.Itu artinya tinggal selangkah lagi mereka akan duduk di bangku SMA.Usailah nasehat yang di berikan pak hadi siang itu.Bel pulang pun di bunyikan,,anak-anak bergegas untuk pulang.keempat sahabat itupun memisahkan diri.tere menaiki mobil barunya itu di ikuti Brenda yang numpang pulang.Sedangkan veina sudah di tunggu kakaknya di depan gerbang sekolah dan chacha sendiri melesat dengan sepeda kesayangannya itu.
     Mereka semua pun telah meninggalkan daerah sekolah dan menuju ke arah rumah masing-masing.Ketika chacha sedang enak-enak melesat dengan leluasa di jalanan yang sepi tiba-tiba ada sebuah mobil zaguar hitam melesat kencang melewati sepeda chacha dari arah belakang.Akhirnya chacha tak mampu mengendalikan sepedanya,sepedanya pun terbalik dan chacha pun jatuh ke pinggir trotoar.Mobil itupun ngerem mendadak hingga terdengar bunyi decitan yang keras.Seorang laki-laki turun dari dalam mobil itu lalu menghampiri chacha yang masih berusaha bangkit dan membersihkan bajunya yg kotor akibat terkena debu.Anak laki-laki itupun mengulurkan tangannya untuk membantu chacha berdiri.chacha pun menerima uluran tangan itu,dia pun berdiri dan mendekati sepedanya yang terbalik itu.
     “Ooopss,sorry…gw gak sengaja bikin loe jatuh tadi!!!” anak laki-laki itupun mengeluarkan suaranya
     Chacha belum berkata apa-apa dia masih sibuk dengan sepedanya,,bahkan wajahnya saja masih tertutupi rambutnya yang berantakan,sikut dan lututnya berdarah.
     “Hello,,gw ngomong ama loe kalee…!”
     “Gak usah khawatir!!ntar sepeda loe gw yg bawa ke bengkel deh!and biaya rumah sakit loe gw yang tanggung!” tambahnya…
     Akhirnya chacha bersuara dan….
     “What?”
     “Iya,biar gw yg tanggung jawab!”
     Chacha masih belum berbalik dia bicara lagi tanpa melihat laki-laki yang berseragam SMA itu.
     “Kamu fikir semuanya bisa di bayar gitu aja dengan uang kamu?”
     “Maksud loe?gw juga kan udah minta maaf?!” balas anak laki-laki itu dengan penuh rasa heran
     “Kamu mestinya mikir donk!gimana kalo yang ke serempet itu nenek-nenek?gimana kalo orangnya meninggal?” balas chacha dengan penuh emosi
     “iya… tapi loe gak kenapa-napa kan?Cuma luka kecil doank!”
     “Aku emang gak kenapa-napa!tapi harusnya kamu itu belajat nyetir dulu yang bener,biar gak nyelakain orang!!!” bentak chacha
     “Mau loe apaan sich?gw udah bias nyetir,,makannya gw nyetir di jalan raya!loenya aja yang belum lancar naik sepeda,coba kalo udah bisa…pasti kalo kejadiannya kayak tadi loe bias ngendaliin sepeda loe!” balas anak laki-laki itu penuh amarah
     “Seandainya loe bukan cewek,,udah gw gampar loe!!!” tambahnya
     Akhirnya chacha pun berbalik sambil merapikan wajahnya yang tertutupi rambutnya itu.
     “Jangan mentang-mentang kamu cowok,,jadi bisa seenaknya ama cewek!!!” bentak chacha penuh emosi
     Anak laki-laki itupun terdiam dan terpana memandang wajah chacha yang cantik juga pemberani itu dalam hatinya berkata “aduh,,ni cewek cantik banget”.Chacha pun membuyarkan lamunan anak laki-laki itu.Lalu dia pun meminta maaf pada chacha.Mereka pun berkenalan dan asyik berbincang-bincang.Kemudian Handphone Chacha berbunyi,Chacha pun mengangkat telpon dari mamanya itu,,barangkali ada yang penting.Mamanya menyuruh chacha agar cepat pulang karena hewan kesayangannya itu sakit.setelah mengakhiri percakapan dengan mamanya itu chacha terlihat sangat panik.
     “Kamu kenapa,cha?” Tanya anak laki-laki yang bernama Chicko itu
     “Kucing aku sakit!” balas chacha dengan perasaan sedih
     “What?kamu panik gara-gara kucing?” balas chicko
     Chicko pun tersenyum memandang chacha yang sangat gelisah
     “Aduh,gimana nich?mana sepeda rusak,,gak ada taksi lagi…!!!” chacha ngomel sendiri
     “Ya udah,gimana kalo kamu aku anter pulang?” Chicko menawarkan diri
     “Tapi…tapi…!” balas chacha penuh keraguan sambil memandangi sepedanya yang rusak
     “Udah gak usah khawatir,,soal sepeda kamu aku udah sms sopir aku!biar dia yang bawa ke bengkel!”
     Chacha hanya terdiam seperti orang bodoh di dekat cowok tampan itu
     “Tunggu apa lagi?ayo naik ke mobil aku?” ajak chicko
     Chacha tak mengeluarkan kata-kata lagi,chicko pun menarik tangan chacha untuk segera naik ke mobil.Chicko pun menghidupkan mesin mobilnya,,di perjalanan chicko menanyakan alamat rumah chacha dan tidak kurang dari 20 menit mereka pun tiba di depan gerbang rumah chacha.Tadinya chicko akan turun dari mobilnya dan mengantar chacha sampai ke dalam rumah sembari meminta maaf tapi chacha melarangnya.Chacha pun keluar dari mobil chicko.dan setelah chicko pergi chacha menghampiri pintu gerbang.Security pun membukakan pintu gerbang untuk chacha.
     “Silahkan,non!” sapa pak toto securitynya itu
     “Makasih,pak!” balas chacha sambil melempar senyum cerianya
     “Non chacha kenapa?” pak toto merasa heran melihat sikut dan lutut chacha yang berdarah itu,serta pakaian seragamnya yang kotor
    “Emh,,ini pak,tadi chacha jatuh dari sepeda!jadi gini deh!!” jawab chacha sembari tersenyum dan berlari-lari kecil menuju rumahnya.
    Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,chacha langsung saja mendorong pintu rumah dan mengucapkan salam.lalu terdengar balasan salam dari mamanya.Chacha pun berlari menuju mamanya yang sedang menggendong kucing kesayangannya itu.
     “Ma,Billy kenapa ma?” Tanya chacha yang sangat panik
     “Mama juga gak tahu,cha!tadi waktu mama mau ngasih makan billy dia udah terkapar di taman” ibu Sylvia memberi penjelasan
     Ibu Sylvia mencoba menenangkan putrinya yang sedang panik dengan cara member saran padanya.lalu chacha pun setuju dengan saran mamanya itu,akhirnya ibu Sylvia pun menelpon dokter hewan untuk datang ke rumah.dan ketika chacha ingin menyentuh billy ibu Sylvia pun melarangnya apalagi ketika dia melihat putrinya sangat kotor dan penuh luka.Ketika ibu Sylvia menanyakan kenapa tangan dan kakinya terluka,,chacha memberi alasan bahwa dia jatuh dari sepeda dan ibu Sylvia pun menyuruh putrinya itu untuk membersihkan lukanya kepada bi ratri.Chacha pun menyerah dan tak bisa menolak perintah mamanya itu.Chacha pun berjalan menuju ke dapur untuk menemui bi ratri.
     “Bi……..!!!!” teriak chacha pada bi ratri sambil menepuk punggung pembantunya itu
     Dengan seketika bi ratri pun menjadi latah dan kaget,dia menghentikan memotong sayuran dan berbalik
     “Iiikh,,non chacha slalu aja bikin kaget bibi!walaah…si enon ini kenapa lagi sich?berdarah gitu,,kotor lagi!!!” Bi ratri ngomel sendiri
     “Aduh bibi gimana sich?kok malah ceramah terus!!cepetan donk ambil P3K nya chacha kan mau cepet-cepet mandi!”
     “Iya,sabar dong,non!bentar bibi ambil dulu P3K nya!”
     “Bi,cepetan donk…!” teriak chacha tak sabar
     “Iya,non tunggu sebentar!”
     Karna chacha bosan menunggu bi ratri dia pun ke samping rumah untuk menggoda Mbok Yum yang sedang menjemur pakaian.Chacha bercakap-cakap dengan Mbok Yum,tapi tak lama kemudian bi ratri pun datang menghampiri mereka.
     “Non chacha sini!biar ta bersihin lukanya!” panggil bi ratri dengan logat jawanya
     Chacha pun menghampirinya
     “Non chacha kenapa lagi sich?bibi heran cantik-cantik kok babak belur begitu?” Tanya bi ratri sambil membersihkan luka chacha dengan antiseptic
     “Ya,jatuh lah bi!gimana sich?kalo gak jatuh sich gak bakalan kayak gini kaleee…!” balas chacha dengan kesal
     Bi ratri pun tak bertanya apa-apa lagi,setelah luka chacha di beri plester,,chacha pun bergegas pergi meninggalkannya dan menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk pergi mandi dan ganti baju,karena tubuhnya sangat kotor.Setelah selesai mandi chacha pun turun dari kamarnya dengan tergesa-gesa menuju ruang depan untuk melihat keadaan billy.Chacha pun tiba di sana dan billy pun telah selesai di periksa oleh dokter anton.Dokter anton menyatakan bahwa billy sakit akibat tidak di beri makan dari kemarin.dan chacha menyadari bahwa dia lupa memberi makan billy karena kesedihannya.dan karena kejadian billy sakit itu hubungan chacha dan mamanya menjadi akrab kembali.
     Dan akhir pekan pun menjadi indah karena di lewati bersama kedua orang tuanya.
     Keesokan paginya.ketika mereka semua sedang sarapan pagi,,tiba-tiba ada yang menekan bel rumah.lalu bi ratri pun membukakan pintu dan mempersilakan tamu itu masuk,kemudian dia datang menghampiri chacha.
     “Non,,maaf ganggu!di sana ada teman non menunggu,ingin bertemu dengan,non!”
     “Siapa,bi?Veina?
     Bi ratri menggelengkan kepalanya.dan akhirnya chacha pun meminta izin kepada orang tuanya untuk menemui orang itu,chacha pun beranjak dari kursinya dia segera menuju ruang tamu.
     “Lho,,Chicko!!!” chacha tercengang melihat cowok itu datang ke rumahnya
     “Hai,cha!sorry nih pagi-pagi aku dah ganggu?” sapa chicko sambil tersenyum
     “Oh,gak papa kok,,tapi aneh aja!emangnya ada apa sich?” Tanya chacha penuh rasa heran
     “Emm… aku Cuma mau ngembaliin sepeda kamu aja!!”
     “Oh… makasih!!”
     “Ini kucing kamu yah??” chicko menunjuk kucing yang ada di pangkuannya
     “Lho,billy…,,kok bisa akrab sama kamu sich?padahal biasanya dia susah akrab sama orang lain!!!” chacha merasa heran
     “Oh,,jadi namanya billy?lucu juga,,kucingnya lucu banget…pantesan aja kamu khawatir banget kemaren!tapi… lebih lucu yang punyanya sich!!!” chicko menggoda chacha
     “Apa..?”
     “Engga kok gak papa!kalo gitu aku permisi yah!!!” chicko izin pamit sambil menyerahkan billy yang duduk di pangkuannya itu
     Chicko pun beranjak pergi sambil mengucapkan salam pada chacha.chacha mengantarnya sampai ke pintu depan.chicko pun lenyap dalam sekejap dari hadapan chacha.di perjalanan chicko mampir ke rumah Andre mereka pun berbincang-bincang sebentar.
     “Ndre,,gua baru aja dapet gebetan baru!!!cakep banget,ndre!!!”
     “Syukur deh… tapi loe gak lupa minta nomor telponnya kan?”
     “Aduh,ndre,,gue lupa minta!!!”
     “Yah,loe mah kebiasaan banget sich,lupa mulu!!!”
     “Tapi gak papa deh…setidaknya gue tau dimana rumahnya!!!” chicko tersenyum pada temannya itu
     Usai berbincang dengan sahabatnya itu chicko pun bergegas pulang ke rumah.dan beralih ke rumah chacha… di sana chacha merasa heran karna tak biasanya billy akrab dengan orang yang baru datang ke rumahnya… Tapi itu tak terlalu di pikirkannya sebab dia harus bersiap-siap menghadapi UN besok.Usai sholat isya chacha bergegas mengambil buku pelajaran bahasa indonesianya.setelah selesai belajar chacha pun segera tidur.Malampun berganti pagi,,terdengar kicauan burung camar di taman… rumput-rumput pun basah terkena embun pagi.Chacha pun ke sekolah dengan di antar oleh papanya.
     Ujian itupun berlangsung selama 4 hari… tak terasa ujian pun telah terlewati,,hanya perasaan gundah gulana menyelimuti hatinya menunggu hasil ujiannya itu.Dua minggu pun berlalu,chacha melewatinya sambil berlibur.dan keesokan paginya chacha kembali ke sekolah.Sebelum berangkat chacha meminta do’a kepada ayah dan ibunya agar dia lulus.Chacha pun berangkat dan tiba di sekolahnya.Disana dia bertemu teman-temannya.
     “Horree….!!!” Chacha berteriak riang gembira ketika melihat papan pengumuman yang mencantumkan bahwa dia lulus dengan urutan pertama
     Lalu teriakan chacha pun di susul oleh anak-anak lainnya.di tengah kegembiraan itu,kembali muncul perasaan sedih.terlintas di benak chacha memikirkan zaskia,harusnya dia pun bisa berteriak sama sepertinya.dan dalam hatinya chacha pun berkata: “Zas,kita semua lulus!aku harap kamu melihatnya dari atas sana!semoga kamu bahagia zas!!!aku gak akan pernah lupain kamu!”.Kegembiraan itu pun di sambut dengan penuh sukacita oleh pak peter dan ibu Sylvia,,mereka sangat bangga kepada putri semata wayangnya itu.2 hari kemudian chacha pun berlibur ke bandung bersama ayah dan ibunya.itulah sebuah kesedihan yang menjadi awal kebahagiaan chacha.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)