PaRT 2 Hadiah Special Untuk Nenek Tersayang (masih tentang chacha)



            Akhirnya chacha pun tiba di rumah neneknya.Disana dia di sambut dengan ramah,terlebih chacha adalah satu-satunya cucu perempuan di keluarga besar ibu Fitria yang tak lain adalah nenek chacha.Ibu Fitria tinggal sendiri di Bandung,sebab suaminya telah tiada sejak 4 tahun yang lalu.Sedangkan ke-5 anaknya tinggal di 5 tempat yang berbeda,,selama ini Ibu Fitria hanya di temani pembantu dan para pegawai perkebunan tehnya.
            “chacha…??!” ibu fitria tercengang melihat cucunya yang sudah tumbuh besar
            “Iya,eyang!ini chacha!masa lupa sich sama chacha?!” jawab chacha sembari tersenyum dan memeluk neneknya itu
            Tidak berapa lama kemudian tetesan air mata bahagia pun menetes membasahi pelupuk mata ibu fitria.suasana haru pun menyelimuti keluarga itu.Setelah melepas rindu bersama cucunya itu,ibu fitria pun menyuruh Mbo Ipah untuk mengantar chacha ke kamarnya untuk beristirahat.setelah chacha beranjak dari ruang tamu,ibu fitria pun melepas rindu bersama putri bungsunya dan menantunya.
            “Bu……!!!maafkan Via,bu!via tidak pernah memberi kabar pada ibu selama 3 tahun… via juga tidak pernah menanyakan kabar ibu.. dan via….” Ibu Sylvia terisak sebelum meneruskan perkataannya
            “Sudahlah,Vi!kamu tidak usah merasa bersalah… ibu sudah memaafkan semua kesalahan kamu,lagi pula selama ini ibu memantau keadaan kalian lewat pak Toto.ibu juga tahu kalau kalian baru bisa memperbaiki hubungan kalian dengan chacha kan?” Ibu Fitria menjelaskan kepada anaknya itu
            Pak Peter pun menyadari apa yang di inginkan istrinya,dia pun meminta izin untuk pergi jalan-jalan keluar dan melihat perkebunan teh. Ibu Fitria meneruskan percakapan bersama putrinya itu dan tanpa mereka sadari chacha mendengarkan percakapan mereka lewat celah pintu.sebenarnya chacha tak sengaja menguping,dia hanya ingin mengambil segelas air untuk minum.tapi dia mengurungkan niatnya ketika ibu dan neneknya itu terlihat sedang bicara serius.
            “Ma…,,bagaimana dengan mbak Vanie…?” Tanya ibu Sylvia
            “Entahlah,vi!dia tak pernah mengabari ibu lagi,,mungkin dia marah pada ibu karena ibu tak mau tinggal bersamanya di Surabaya.”
            “Tapi,Bu…. Seharusnya mbak vanie mengerti kalau ibu tidak mau meninggalkan perkebunan teh yang di bangun dengan susah payah oleh ayah!”
            “Pemikiran mu dengan vanie itu berbeda,,vanie lebih dewasa dari kamu,,tapi pemikiran kamu lebih dewasa dari vanie!sudahlah vi,,pasti suatu saat nanti dia akan sadar kenapa ibu tidak mau tinggal di Surabaya”
            “Tapi,,mungkin saja,mbak vanie merasa malu untuk datang kemari,bu!bagaimana kalau kita aja yang ke rumah mbak vanie,bu?”
            “Via…. Kamu ini kok bisa berfikiran seperti itu?tidak mungkin vanie seperti itu,,asalkan dia mau pasti dia akan datang kemari….!”
            Ibu fitria  tertawa mendengar ucapan putri kesayangannya itu, sementara ibu sylvia cemberut dan mengerutkan keningnya , dia bingung kenapa wanita paruh baya yang tak lain mamanya itu malah menertawakannya. Sementara chacha yang mendengarkan pembicaraan mereka pun kaget ketika ada seseorang yang menarik gagang pintu dapur, chacha pun secepat mungkin berlari dan bersembunyi dibelakang guci yang besar yang diletakkan di dekat pintu dapur itu. Ternyata yang muncul dari balik pintu dapur itu adalah ibu fitria yang hendak membawa mangkuk besar dilemari kaca yang diletakkan di ruang makan . ibu fitria pun kembali ke dapur dan chacha pun keluar dari balik guci dan pergi menuju ke arah kamarnya. Ternyata dia berpura-pura turun dari arah tangga dan beralri-lari kecil  menuju ke arah dapur. Dia pun tiba didapur dan bercakap-cakap bersama ibu dan neneknya itu.
            “Cha,ada apa?bukannya kamu mau tidur?” tanya ibu sylvia
            “Emmm… ini,ma!chacha haus pengen minum!: balas chacha sembari berusaha tersenyum
            “Loh… kenapa engga panggil bi santi atau mbok ipah saja sayaang??” sergah ibu sylvia
            “ya ngga boleh dong bu..nanti kebiasaan buruk jadinya!” potong ibu sylvia
            “iya,nek! Di rumah kan chacha harus mandiri.. begitupun disini,lagipula ngambil minum apa susahnya sih?” jawab chacha dengan simpel
            Setelah mengambil air minumnya chacha pun kembali menuju kamarnya. Dia merenung dan memikirkan bagaimana caranya supaya tante vanie bisa datang ke bandung untuk menemui neneknya. Akhirnya setelah beberapa lama chacha menemukan solusinya. Chacha pun menelpon sepupunya yang bernama raka. Telpon pun tersambung dan percakapan dimulai.
            “hallo.. ka…?” chacha menyapa sepupunya itu
            “iya,hallo siapa ini?”
            “ini chacha! Masa ngga inget sih loe?”
            “oohh.. chacha si jail yg anaknya tante sylvi yah?” sembari terdengar tertawa kecil
            “iya bener… apa kabar loe,ka?”
            “baik,cha!loe sendiri gimana?”
            “alhamdulillah sih kalau chacha mah baik-baik aja, tapi…………….” Chacha tak meneruskan perkataannya
            “tapi.. apa cha?” raka terdengar heran
            “tapi kantong gue yang ngga baik ka…!” chacha berusaha mengalihkan pembicaraan dan berusaha menyimpan pembicaraan seriusnya itu
            Raka terdengar ngakak ditelpon dia merasa geli mendengar perkataan sepupunya itu.
            “yeii.. kok malah ketawa sih?” chacha terdengar kesal
            “ya abiss loe tetep aja lucu, jadi gemes  gua! Lagian udah 3 tahun ya kita kagak ketemu???”
            “iya,makannya selama tiga tahun kamu kemana aja sih sama kelurga kamu? Gak ada kabarnya terus?”
            “iya, sebenernya tiap liburan gue pengen ke bandung, tapi gak tau tuh nyokap suka ngelarang-larang gue gitu!jadinya  gue gak jadi ke bandung mulu?”
            “hah… kenapa dilarang?”
            “gua gak tahu cha.. suer deh.. yang pasti tuh nyokap tiap hari ultah nenek plus hari raya idul fitri suka nangis sendiri  sambil ngeliat foto kakek and nenek gitu.. terus katanya gini :” buu,maafin vanie yah.. vanie sudah memaksa dan memusuhi ibu.. vanie malu untuk datang lagi ke bandung. Vanie malu sama ibu.. vanie takut ibu marah sama vanie. Gitu cha… ga jadi bingung sendiri deh ..”
            “oh gitu yah, ka.. sebenernya ada hal penting yang mau gue omongin dari tadi,ka..”
            “apa…?”
            “asal loe tau aja kak.. nenek lagi sakit dan Cuma keluarga loe doang yang belum jenguk dan asal kamu tau nenek itu udah maafin mama kamu. Nenek gak pernah marah ataupun benci  sama keluarga kamu.. malah nenek kangen banget sama kalian, jadi tolong sampein  ama mama kamu, pliss dateng ke banduung, aku kasian ama nenek!” chacha menerangkan pada raka dengan penuh kesungguhan agar tidak ketahuan bohong J
            “jujur,cha!gue juga kangen banget sama nenek.. aku bakal sampein pesen kamu sama nyokap gue”
            “ya, udah ka… udah dulu ya percakapan kita kali ini  and tolong ya besok-besok loe yang nelpon soalnya gue gak punya pulsa” chacha tertawa meledek
            “sialan lu… gua pikir apaan!”
            “yaa,,, udah dulu deh ya.. assalamualaikum..”
            “yuu. Waalaikumsalam!”
            Mereka pun mengakhiri percakapan di sore itu dan itu artinya chacha tinggal menunggu reaksi keluarga tantenya itu. Makan malam pun tiba, berbagai jenis lauk pauk pun dihidangkan diatas meja. Mungkin makan malam ini menjadi moment yang sangat menyenangkan bagi ibu fitria karena suasana malam ini terasa sangat hangat dan ramai. Selesai makan malam chacha beranjak menuju kamar tidurnya… tapi ketika dia akan tidur tiba-tiba hp nya berbunyi. Ada telpon dari nomor raka sepupunya itu dan dengan spontan chacha pun mengangkat telpon itu
            “hallo, assalamualaikum ka,.. ada apa loe telpon gue malem-malem?”
            “hallo, waalaikumsalam.. bisa bicara dengan chacha?” balas suara telpon diseberang yang sedikit terisak
            Chacha tercengang ketika mengenali suara itu yang tak lain adalah suara tante vanie.
            “iya, saya sendiri…ini tante vanie yah.. maaf ya,tan.. chacha kira raka?”
            “iya, gak papa kok cha,, tante Cuma mau mastiin perkataannya raka itu bener atau ngga,,, emang nenek bener sakit ya?”
            “oh… soal itu ya tan? Chacha beneran kok … nenek emang lagi sakit… nenek jadi suka uring-uringan gitu.. katanya kenapa yah vanie ngga dateng2 buat jenguk ibu…”
            “ tapi cha, apakah nenek udah maafin tante? Tante malu untuk datang menemui nenek, tante takut nenek tidak memaafkan tante”
            “ tante, asal tante tau aja dari dulu nenek itu udah memaafkan tante.. jadi tante gak perlu takut dan malu” chacha mencoba meyakinkan
            Keadaan pun terdiam sesaat .. tapi tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Chacha pun kaget dan segera mengakhiri percakapan dengan tantenya itu.
            “chaaaa…..!” terdengar suara seorang perempuan dibalik pintu kamar chacha tapi chacha belum menyahutnya
            “chaa… kamu belum tidur ,kan? “ suara itu memanggil lagi
            Chacha pun bergegas mendekati pintu kamarnya dan membukanya lalu terlihatlah seorang gadis remaja dihadapannya…. Samar-samar chacha memperhatikan gadis remaja itu .
            “velii… sha?” chacha kaget ketika ia teringat wjah itu
            “yuupz.. ternyata kamu masih inget sama aku yahh? Jawab gadis itu sembari melempar senyuman manisnya
            “ kapan pulang dari yogya?kesini sama siapa?kok bisa tahu aku disini?”
            Velisha pun tersenyum ketika chacha tak berhenti memberikan pertanyaan padanya… maklum saja sudah 5 tahun mereka tidak bertemu. Velisha adalah teman sewaktu chacha tinggal dan sekolah di bandung, tapi mereka sudah seperti saudara sendiri.
            “ baru tadi sore,cha aku bareng sama mama dan papa aku… aku tahu kamu ada disini dari eyang fitri.. velii kangen banget sama kamu , udah lama banget kita ngga ketemu, ngasih kabar juga ngga kan?” jawab velisha sembari memeluk chacha
            Chacha pun memeluk erat sahabat kecilnya itu. Seraya meneteskan airmata menandakan betapa bahagianya dia. Tapi berhubung sudah larut malam akhirnya velisha pun menginap bersama chacha. Walaupun malam semakin larut tapi kedua gadis remaja itu masih belum menutup kedua matanya . dan mereka malah asyik berbincang.
            “veli, gmana yogya? Asyik ngga?” chacha menggoda velisha
            “ asyik doong.. aku seneng banget tinggal disana.. temen-temennya juga pada baik and gak kalah serunya itu cowok-cowoknya ganteng-ganteng.. hihihi!” velisha menerangkan dengan asyiknya
            “ akhh elu ngaco banget sih vel… pikirannya cowo mulu…dari SD ampe sekarang gak berubah-berubah!”
            “ biarin aja.. itung-itung buat motivasi belajar aja.. hehehe… ooh iya aku udah punya cowok loh cha… namanya fandy.. dia baik banget sama aku.. pengertian,perhatian,cakep dan yang gak kalah penting itu.. tajir pastinya.. hahaha!” veli tertawa puas
            Gubrak… chacha jatuh dari atas ranjang mendengar perkataan veli barusan
            “ giila ni anak udah genit .. matre lagi..” chacha berubah menjadi sewoot
            “ ihh si eneng kok sewot gitu..hiihihi…by the way… loe udah punya cowok belum,cha? Akhirnya veli mengeluarkan pertanyaan itu
            “ gue?” chacha menunjuk ke dirinya sendiri sembari menatap wajah velisha
            Velisha pun mengangguk ketika chacha berbalik bertanya padanya
            “ udah ah gue males cerita…. Lagian gue udah ngantuk banget nih… cape vel.. tadi siang baru nyampe sini…!” chacha memberi alasan sambil pura-pura menguap
            Velisha pun tidak berkata apa-apa lagi.. karena veli sudah mengenali sifat chacha. . jika dia mencari alasan.. berarti dia tidak mau menceritakan rahasianya. Akhirnya mereka pun terlelap tidur.
            Keesokan paginya…..
            Chacha terbangun lebih dulu daripada veli karena mendengar ponselnya berbunyi.. ada satu pesan masuk dari nomor raka, chacha lalu membukanya.. ternyata isi sms nya menyatakan bahwa keluarga tante vanie hari ini akan datang dan mereka sudah memulai perjalanan dari surabaya tadi malam. Chacha pun tersenyum penuh kemenangan sembari membalas sms nya.
            “ emmm.. pasti ini bakalan jadi kado special buat nenek and bakalan jadi moment yang indah bisa menyatukan mereka kembali” chacha bergumam dalam hati
            Disaat bersamaan veli yang sudah terbangun memperhatikan tingkah laku chacha dari tadi dan merasa heran karena chacha senyam senyum sendiri alias s3 kaya orang giila .
            “ cha, kamu baik-baik aja kan?” tanya veli penuh keheranan dan melemparkan sebuuah boneka kearah chacha
            “ yeahh.. gue baik-baik aja jeng vel..!” balas chacha sembari melempar kembali bonekanya
            Ketika mereka tengah asyik bercanda tiba-tiba terdengar suara panggilan yang memanggil nama mereka berdua. Mereka pun bergegas menuju ke asal suara itu. Dan mereka tiba diruang tengah disana ada ibu sylvia dan  ibu tata(mama velisha).
            “ ada apa,sih ma?” chacha merengek manja pada ibu sylvia
            “ iya,, nih mama rese pake teriak-teriak segala!” tambah veli pada mamanya
            “ hello.. chacha.. kamu lupa atau amnesia sih?” ibu sylvia balik bertanya
            “ mama.. kenapa sih? Kok sinis gitu?” chacha pun cemberut
            “ aduuh chacha ini kan ulangtahun nenek!jangan-jangan kamu lupa lagi bawa kadonya!” sergah ibu sylvia
            “ engga tuh … chacha udah siapin kado special buat nenek!”
            “ apa..????” veli,mamanya dan mama veli serempak bertanya
            “ ih kompakan yah ini ibu-ibu,hahahaha!” chacha tertawa terbahak
            “cha.. kamu mau ngasih apa sih? Tanya ibu sylvia keheranan
            “ pokoknya surprise deh ma!”
            “ awas ya kalo kamu macem-macem…” ibu sylvia melotot ke arah chacha memberikan sebuah peringatan
            “ eitss.. sabar mama ku sayang.. yang chacha kasih Cuma satu macem kok jadi ngga macem-macem..”
            “ ya udah deh ya,,, mama pusing..sekarang lebih baik kamu pergi mandi dan dandan yang rapi… perayaan ultah nenek mulainya jam 8!” perintah ibu sylvia
            “ ok.. siip bu bos!” chacha pun segera pergi mandi bersama veli
            Sementara itu ibu sylvia dan yang lainnya masih sibuk menyiapkan pesta untuk ibu fitria yang akan dimulai pukul 08.00 pagi itu. Akhirnya persiapan pun selesai. Semua tamu undangan datang dan pesta pun dimulai. Acara pun semakin semarak setelah ibu fitria meniup lilin dan sekarang saatnya acara membuka kado, seluruh hadiah telah dibuka oleh ibu fitria tinggal chacha yang belum membberikan hadiahnya.
            “ cha, hadiah kamu mana?” tanya ibu sylvia
            Chacha hanya tersenyum dan senyumannya itu membuat semua orang penasaran dengan hadiah yang akan dia berikan, chacha pun melangkah menuju pintu keluar dan…
            “ ini dia kadonya…!” teriak chacha sembari membuka pintu
            Semua orang memperhatikan dengan seksama . ketika pintu terbuka terlihatlah wajha-wajah  yang sudah tidak asing lagi.. yang tak lain adalah ibu vanie, raka, robin, ryan dan pak jordy. Seketika suasana pun menjadi hening dan penuh dengan keharuan ketika ibu vanie berlari memeluk ibu fitria dengan erat. Isak tangis pun tak ter elakan lagi , sementara raka robin ryan dan pak jordy bergabung dengan keluarga besar lainnya.
            “ ma, maafkan vanie ma!” vanie banyak salah. Vanie malu sama mama..!” teriak ibu vanie
            “ sudahlah van, mama sudah memaafkanmu.. mama tidak pernah marah sama kamu.” Balas ibu fitria sembari mengelus-elus rambut putri ke empatnya itu dan mencium keningnya.
            “ vanie juga minta maaf karena tidak bisa merawat ibu ketika ibu sakit! Maafin vanie ya bu?”
            “ loh.. kapan ibu sakit? Orang ibu eger buger gini.. kok dibilang sakit?”
            “ jadi….????” Ibu vanie belum meneruskan perkataannya karena chacha terlebih dahulu memotongnya
            “ emmm.. sebelumnya chacha minta maaf sama nenek,tante vanie dan smuanya… soalnya chacha udah bohong bilang ke tante vanie kalau nenek sakit.”
            “ dasar anak nakal! Persis sekali dengan mamanya!” teriak ibu sylvia dan ibu vanie
            “ ya,habisnya tante vanie sama-sama egois sih.. jadi….”
            “ ya sudah cucu nenek yang satu ini dan cucu perempuan nenek satu-satunya… nenek ucapkan terimakasih banyak karena niat baik kamu menyatukan kami kembali berhasil.. nenek juga beterimakasih karena chacha sudah memberikan kado yang sangat special sekali  buat nenek.”
            Hari ulang tahun ibu fitria pun berakhir dengan bahagia berkat chacha dan itulah kado special yang diberikan oleh chacha untuk neneknya.
            Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Sudah hampir 1 ½ minggu chacha ada dibandung dan sisanya tinggal 3 hari lagi. Di waktu yang singkat itu chacha mencoba memanfaatkannya untuk mencari oleh-oleh khas bandung dan berjalan-jalan di keramaian kota diantar oleh sopir ibu fitria.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)