Benci dan Cinta 22nya Bikin Sakit! bagian 1


Kurang beruntung itu adalah salah satu bagian dari kehidupan cinta Tata, cewek berumur 15 tahun yang kini duduk dibangku kelas 1 SMA ini selalu mengalami perjalanan cinta yang buruk, dari mulai jadian sama cowok playboy yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri, diputusin pacar kesayangannya dan ditolak habis-habisan oleh Miko, cowok terkeren seantero sekolah itu membuat harga dirinya hancur.
            Entah hal apa yang menyebabkan itu semua terjadi tapi yang pasti itu semua  membuat Tata sedikit stress. Dilihat dari penampilannya tak ada sedikitpun kekurangan dari Tata. Tata cantik, tubuhnya tinggi semampai, rambutnya hitam panjang bergelombang, alisnya tipis, matanya sipit, hidungnya mancung dan Tata termasuk cewek smart disekolahnya.
            “Tata bangun Ta.. ini udah siang, kamu harus sekolah nanti terlambat lagi” ibu Diana berusaha membangunkan putri satu-satunya itu.
            “Argh, Tata masih ngantuk Ma, semaleman ngerjain tugas” balas Tata yang masih mengigau.
            Namun ibu Diana tidak kehabisan akal, dia segera membawa microphone dan seember air agar Tata segera bangun. Ibu Diana meletakkan bibir microphonenya tepat didekat telinga Tata lalu meneriakan nama Tata dan itu berhasil membuat Tata bangun karena kaget kemudian Tata terjatuh dari atas tempat tidurnya dan kepalanya masuk ke dalam ember yang terisi air.
            Tata bangun dalam kondisi wajah dan rambut yang basah kuyup sementara ibu Diana sangat puas karena berhasil membangunkan Tata.
            “Sarapan dulu sayang” kata ibu Diana ketika melihat Tata yang sudah berpakaian seragam rapi menghampirinya dimeja makan.
            “Nggak sempet Ma, udah siang ini”.
            “Tata langsung berangkat aja, ya” Tata mencium tangan mamanya dan berpamitan.
            Ibu Diana memberikan kotak makanan yang berisi nasi goreng untuk Tata.
            “Aduh Ma, Tata udah gede masa masih harus bawa bekal dari rumah. Tata nggak mau ah” rengek Tata.
            Raut wajah ibu Diana terlihat sedikit kecewa “Yaudah, Mama cuma khawatir kamu nanti kelaperan aja sih soalnya kan kamu masih dihukum papa jadi uang jajan kamu cuma cukup buat beli bensin aja”.
            ‘Tetooot’ Tata baru ingat kalau dia sedang kena hukuman sang Ayah yang memotong seluruh uang jajanannya kecuali uang untuk membeli bensin motornya akibat keborosannya dua hari yang lalu. Akhirnya mau tidak mau Tata menerima bekal dari Mamanya dan memasukkannya kedalam tas beserta air minumnya.
***
            Tata tiba diparkiran sekolah lalu memarkir sepeda motornya ditempat biasa, namun ada pemandangan yang luar biasa menyakitkan untuk dia. Tata melihat Lala yang baru saja turun dari sepeda motor Miko dengan wajah yang riang gembira begitupun Miko. Ternyata Lala dan Miko menyadari kalau Tata sedang memandang mereka berdua.
            “Hai Tata” sapa keduanya dengan senyuman yang tulus tapi bagi Tata ini terlalu menyakitkan.
            “Hai, duluan ya” balas Tata sembari melambaikan tangannya dan berusaha tersenyum namun hatinya terlalu sakit.
            “Tata tunggu” kata Lala dan itu membuat Tata harus berbalik lagi menatap mereka.
            “Ada apa lagi, ya?” tanya Tata yang kini mengkerutkan keningnya.
            “Itu” tunjuk Lala kepada sepatu Tata yang talinya tidak terikat.
            Tata melirik sepatunya lalu segera mengikat tali sepatunya dengan perasaan yang hancur berkeping-keping dan tanpa dia sadari dia mengikatnya dengan tali sepatunya yang sebelah kanan. Ketika Tata berdiri dan baru tiga langkah berjalan dia terjatuh dan menabrak Ivan, cowok paling rese yang selalu menghiasi hari-harinya.
            Tata dan Ivan bertatapan cukup lama ketika Tata jatuh tepat diatas badan Ivan. Mereka tersadar ketika orang-orang disekelilingnya menertawakan mereka. Tata malu bukan main dibuatnya, tanpa berkata-kata dia segera bangun lalu melepas kedua sepatunya. Sebelum pergi Tata menatap kearah Lala dan Miko yang juga menertawakannya. ‘jleb’ rasanya Tata ingin melarikan diri sejauh mungkin dari mereka.
            Dengan wajah yang matang bagaikan kepiting rebus, Tata masuk ke dalam kelasnya dan segera duduk.
            “Kamu kenapa, Ta?” tanya Tiara sahabat dekatnya Tata ketika melihat wajah Tata yang sangat kacau pagi ini.
            “Aku sebel Ra, sebel banget pagi ini sebeeeeeeeel!” seru Tata.
            “Sebel kenapa sih, Ta? Ayo cerita” pinta Tiara.
            “Tapi janji ya, jangan ngetawain aku ya” pinta Tata.
            Tiara hanya mengangguk. Tiara mendengarkan cerita Tata dengan seksama dan begitu Tata selesai bercerita Tiara langsung tertawa terbahak-bahak.
            “Ih, Tiara kamu kan udah janji gak ngetawain aku” protes Tata.
            “Sorry Ta, abisnya lucu banget sih udah kamu kepergok ngeliatan Lala dan Miko terus Lala ngingetin tali sepatu kamu lepas terus kamu iket tali sepatunya gak bener dan nabrak Ivan musuh bebuyutan kamu dan akhirnya jatuh diatas badan Ivan” Tiara kembali tertawa terbahak-bahak.
***
           

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

1 comment:

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)