Menunggumu

hari ini.... aku mengirimkan pesan singkat padamu... mengajakmu bertemu di tempat pertama kali bertemu. karna akhir-akhir ini kamu tak pernah memberiku kabar... bahkan telpon pun tak pernah kamu angkat... bahkan kamu tak mengucapkan selamat ulang tahun padaku ... seminggu yang lalu....

aku berangkat dari rumahku dengan segenggam harapan ,, berharap kamu datang walaupun kamu tak membalas pesanku..
tak lama kemudian aku tiba di tempat pertama kali kita bertemu..
aku menunggu... menunggu... terus menunggu... berharap kamu akan datang menemuiku...
detik demi detik ku menunggumu dengan perasaan gundah.... entah sudah berapa lama aku menunggumu di tempat ini...menunggu tanpa ada kepastian kamu akan datang...
tak terasa air mata mulai membasahi pipiku.... mengalir begitu saja tanpa bisa ku bendung lagi...
hujan pun turun mengiringi kesedihanku, semakin lama semakin deras layaknya pengiring air mataku yang semakin lama juga semakin deras... aku tidak peduli walaupun hujan akan turun lebih deras lagi,  aku tetap bertahan di tempat ini sampai hujan pun kian mereda... aku tetap setia menunggu kedatanganmu... membiarkan tanganku dingin membeku..malampun tiba tapi aku masih bertahan di tempat kenangan terindah kita....aku dan kamu...

mama mengirimkan pesan singkat padaku... menanyakan keberadaanku,,, tapi aku tak membalasnya.
mama menelponku tapi aku mengabaikannya.
aku tahu.. mama akan sangat marah jika tahu aku berhubungan denganmu lagi...
dari dulu aku selalu berusaha agar mama bisa menerima kamu..
tapi pengorbananku sia-sia.... aku kecewa dengan hilangnya kamu tanpa sepatah katapun...

kamu tahu aku tetap setia menunggumu di sini..... aku mengirimimu pesan singkat lagi... didalamnya aku memaparkan segala kekecewaanku padamu.... tapi tetap kamu tak membalasnya...
aku memutuskan untuk pulang....
dan keesokan harinya aku kembali ke tempat kenangan kita...

aku menunggu lagi.... menunggu menunggu dan menunggu kamu....
sampai sore pun tiba...
ada seorang gadis kecil yang menghampiriku.... dan aku hafal betul kalau gadis itu adalah adikmu
dia memberikan sebuah boneka panda.. dan sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun dari kamu untuk aku, lalu dia pergi begitu saja ....

aku bingung dan merasa dipermainkan...
akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi rumahmu...
tempat dimana kamu tinggal dan kamu tidak pernah mengijinkan aku untuk berkunjung ke sana
setibanya dirumahmu.. aku mengetuk pintu dan mengucap salam

Perlahan seorang wanita paruh baya membukakan pintu besar di hadapanku dan aku yakin itu adalah ibumu.
aku bertanya apa kamu ada
tapi ibumu hanya terdiam dan matanya mulai berkaca-kaca
ibumu langsung masuk dan terduduk lemas di sofa..
aku kemudian masuk dan bertanya lagi apa kamu ada dirumah dan
ibumu semakin terisak
aku bingung ada apa sebenarnya

beberapa saat kemudian ibumu  pergi ke sebuah ruangan dan kembali menemuiku dan memberikan sebuah surat yang ada bercak darahnya. ibumu bilang.. kanker paru-paru telah merenggut nyawamu seminggu yang lalu tepat di hari ulang tahunku. sekarang, apa masih bisa aku menunggumu?

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)