Saling Melengkapi



Banyak sekali manusia yang menganggap ukuran kebahagiaan itu adalah mempunyai jabatan yang tinggi dan hidup bergelimang harta, tapi Vio tidak berpikir demikian. Vio hidup bergelimang harta dari kedua orangtuanya, ukuran kamarnya sangat luas disertai dengan fasilitas yang lengkap, tapi Vio tidak bahagia. Orangtuanya selalu sibuk bekerja dan tidak pernah ada waktu untuk Vio. Sampai pada akhirnya Vio bertemu dengan Bayu. Bayu adalah pria yang mampu membuat jantung Vio berdegup kencang, membuatku tertawa, membuatku bahagia dan membuatku jatuh cinta.
            “Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu ya, Bay? Padahal kamu bukan tipe cowok yang aku inginkan” Vio berbicara pada bingkai foto ditangannya.
            “Tapi aku bahagia punya pacar kayak kamu Bay, meskipun temen-temen aku nggak pernah setuju aku sama kamu”.
            “Mereka nggak tahu sih kalau kamu itu baik, romantis, sederhana, pekerja keras, lucu dan tulus”.
            Vio terkenang kejadian tiga tahun yang lalu ketika dia memperkenalkan Bayu kepada teman-temannya sepulang sekolah. Mereka segera menarik Vio dan menjauh dari tempat Bayu berdiri. Bayu sadar betul kalau teman-teman Vio tidak akan bisa menerima semua keadaan yang ada pada dirinya.
            “Vio, kamu gila apa.. cowok gendut dan sederhana kayak gitu kamu pacarin? Sementara cowok keren dengan tubuh ideal dan juga kaya raya kamu anggurin”.
            “Keterlaluan kamu Vio!” tambah Nadya.
            “Semua orang dimata Tuhan itu sama Nad, gak peduli ukuran pakaiannya apa, mau S, M, L, XL, double XL, semuanya sama!”.
            “Dan perlu kalian ketahui kalau cinta itu nggak diukur dari ukuran badan atau apapaun itu. Cinta itu tulus dari hati dan mau menerima kekurangan ataupun kelebihan pasangan kita” tambah Vio sedikit emosi.
            “Kita nggak suka kamu pacaran sama dia.. apalagi dia nggak kuliah”.
            “Kenapa sih kalian harus liat orang dari kekayaan, pendidikan dan bentuk tubuhnya?perlu kalian tahu kalau Bayu itu seribukali lebih hebat daripada pacar kalian yang cuma minta-minta dari orangtuanya”.
            “Bayu itu dewasa, dia bisa ngebiayain hidupnya sendiri bahkan hidup keluarganya!”.
            Cinta itu saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Cinta tidak peduli sejauh apapun mereka terpisah, sekalipun jaraknya tidak bisa diukur tapi kedua hati itu selalu dekat dan saling menjaga kesetiaannya masing-masing. Cinta juga tidak terbatas, tidak ada si kaya dan si miskin, tidak ada si kurus dan si gendut. Semuanya bisa bersatu tanpa perlu diukur.
***
Hari ini masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Vio dan Bayu selalu bertemu disini, ditempat yang sama. Di tempat pertama kalinya Bayu mengutarakan seluruh isi hatinya pada Vio. Sebuah restoran sederhana dan nampak semakin tua ini adalah saksi tumbuhnya cinta mereka dari tahun ke tahun. Ukurannya tidak terlalu besar dan seluruh furniturenya sudah tua sama seperti pemiliknya. Vio tersenyum geli setiap kali ingat kejadian itu, kursi tua dihadapannya itu tidak mampu menahan berat tubuh Bayu hingga dia terjatuh ke lantai.
            “Aku telat, ya?” sosok tinggi besar itu berdiri dihadapan Vio dan tersenyum lebar.
            “Aku yang kecepetan kok” balas Vio.
            “Kamu sih nggak mau aku jemput” Bayu duduk dikursi itu dengan sangat hati-hati.
            “Tenang mas, kursinya aman kok.. walaupun tua tapi masih kuat nahan beban berat” pak Asep menghampiri mereka dan membawakan pesanan Vio beserta senyumannya yang khas.
            “Aku pengennya dijemput pake motor jadul kamu itu Bay, yang sering ngambek.. aku kangen ngedorong motor kamu yang mogok. Kalau naik motor baru kamu nggak seru ah” Vio meneruskan pembicaraan mereka.
            “Kamu tuh aneh deh, anak orang kaya tapi nggak mau pake kendaraan yang bagus. Aku beli motor baru kan biar kamu nggak diledek temen-temen kamu terus”.
            “Kan aku udah bilang kalau aku nerima kamu apa adanya Bay.. , nggak ngukur kekayaan, juga kesuksesan. Cinta aku ke kamu itu nggak pake ukuran… karna cinta aku terlalu besar dan gak bisa diukur, Bay”.
            “Sama dong kayak aku” Bayu tersenyum lebar dan memberikan sebuah kado untuk Vio, dipertemuan mereka yang singkat dan terjadi satu tahun sekali ini.
            Bayu bekerja di salah satu perusahaan swasta ternama di Jakarta, sementara Vio masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Karena kesibukkan Bayu bekerja, intensitas pertemuan mereka tentu saja berkurang. Mereka membina hubungan jarak jauh setiap tahunannya. Vio tidak peduli meskipun ukuran tubuh Bayu bertambah lebar ataupun berkurang. Karena cinta Vio kepada Bayu tidak diukur berdasarkan ukuran pakaian. Cinta Vio kepada Bayu itu tulus dan penuh kesederhanaan. Kebahagiaan Vio tidak bisa diukur dengan apapun, karena bersama Bayu dia selalu mendapatkan kebahagiaan dimanapun dia berada, sejauh apapun Bayu pergi dia akan tetap kembali untuk Vio.
            “Aku percaya Bay, cowok gendut itu jarang banget yang selingkuh… mereka itu setia.. sama seperti kamu selalu setia sama aku… padahal aku yakin.. di Jakarta sana pasti ada cewek yang naksir kamu karena jabatan kamu naik” kata Vio didalam hatinya.
            “Aku percaya Vi, kamu menerima aku apa adanya… kamu menerima cowok berukuran lebar seperti aku dengan tulus ikhlas.. kamu juga selalu menjaga kesetiaan kamu.. padahal aku yakin.. disini banyak banget cowok yang ngejar-ngejar kamu” kata Bayu didalam hatinya.
            “Sekarang aku benar-benar yakin sama kata-kata kamu yang bilang kalau cinta dan kebahagiaan itu nggak punya ukuran dan nggak bisa diukur pake apapun” Bayu tersenyum kepada Vio.
            Kedua pasangan ini sangat berbahagia dan menikmati kebersamaan mereka yang pendek setiap tahunnya.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)