Antologi ke 19 dari event sekolah hantu "Semangat Untuk Poci" oleh Raditeens Publisher



“Biasalah, Gun, masalah klasik. Aku gak siap dengan ujian minggu depan. Kamu tau kan aku punya penyakit latah, mana bisa aku melewati ujian praktik dari Bunda Lampir,” jawab Poci lesu.
Poci memang mempunyai penyakit latah. Saat semester pertama, pelajaran dari Bunda Lampir, yaitu teknik menakuti manusia. Manusia yang mereka takuti adalah mereka yang tidak salat, pemabuk, koruptor, pencuri, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Hororesia.
Pertama kali Bunda Lampir mencontohkan kepada murid–muridnya, kebetulan ada segerombolan pamabuk lewat. Dengan menaiki sapu lidi ajaibnya, Bunda Lampir melayang–layang di udara sambil cekikikan. Kemudian ia berkata, “Hai anak muda, jangan sia-siakan tubuhmu dengan meminum minuman haram itu.”
Tak ayal para pemuda tersebut lari tunggang langgang dan meninggalkan botol minumannya. Murid–murid pun tampak memperhatikan aksi Bunda Lampir dengan saksama.
Bunda Lampir mengatakan bahwa praktik kali ini bukan hanya untuk menakuti mereka, tapi juga harus mampu untuk menyampaikan pesan–pesan bijak. Murid–murid mengangguk serentak tanda mengerti. Termasuk Poci, ini kali pertama baginya karena ia adalah murid baru di sekolah Hororesia.

Judul : Semangat Untuk Poci
Tebal : viii + 152 Hlm
Harga Asli : Rp.42.500
Harga Pre Order : Rp.38.250 (Dis. 10 %)
Harga Kontributor: Rp. 34.400
Penerbit : Raditeens Publisher
ISBN : Dalam Proses

Ongkir ke seluruh Indonesia :
Order 1-2 Ongkir Rp.15.000
Order 3-4 Ongkir Rp.20.000
Order 5-6 Ongkir Rp.25.000
Deadline Pre Order tanggal 10 Juli 2014

Cara Order : sms dengan format
nama_judul_jumlah_Alamat lengkap_no hp ke 087757691882
Dan sertakan foto bukti transfer ke inbox Raditeens Publisher

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)