Antologi ke 23 sudah terbit


 
Telah Terbit
Buku dari event Warna-Warni di Pesantren (ff)

Judul Buku: Warna-Warni di Pesantren
ISBN: 978-602-1334-12-6
Penerbit: Pena Indis
Editor: Nitha Ayesha
Desain cover dan Layout: Fandy Said
Ukuran: 13 x 18 cm
Tebal: 142 Halaman
Harga Buku: 37.000 (Di luar Ongkir)
Harga Kontributor: 33.000 (Di luar Ongkir)

Pre Order= 23 Juli s/d 12 Agustus 2014

Cara Pesan:
Ketik: Judul Buku_Nama Pemesan_Alamat Lengkap_No.Hp_jumlah pesanan
Kirim ke: inbox fb Pena Indis atau Pena Indis II atau ke 082113883062 (Fandy Said)

Toko Buku Online Pena Indis: www.indhisbook.com

Sinopsis:

Aku mulai membuka rakaat pertama salat tahajudku. Kulantunkan ayat demi ayat dalam kekhusyukan. Ayat-ayat Al-Quran yang menciptakan getaran di relung-relung hatiku. Sebuah getaran yang muncul bukan semata-mata karena menghafal kalam-Nya, tetapi karena kalam-kalam itu perlahan telah mewarnai hatiku dengan keagungan cinta-Nya, hingga aku jatuh pada kenikmatan yang tiada tara. Rupanya kenikmatan seperti inilah yang membuat para santri tak pernah jemu dengan aktivitas ibadahnya. Kenikmatan yang didapatkan ketika sebuah ibadah tak lagi dirasakan sebagai suatu beban, melainkan sebuah kebutuhan. Kenikmatan ibadah yang dibangun atas dasar cinta pada-Nya. Sebuah cinta yang hakiki yang mewarnai setiap malam, khususnya di sepertiga malam terakhir. Warna-warni yang membuat langit pesantren telah berwarna bahkan sebelum fajar muncul. Warna-warni meneduhkan yang menenteramkan hatiku.

Kontributor:

Rahmi NS, Embun Tsauqi, Muhrodin “AM”, Melani Ika Savitri, Rere Zivago, Lenni Ika Wahyudiasti, Nikmatus Sholiha, Ika Mawarni, Fadhilatul Hasnah, Andrian Eksa, Ratna Juwita, Gorih Huka, Farida Salsabila, Ratnani Latifah, Ridha al-Maula, Ge Maulani, Asri Hanifah Putri, Sri Suparmi, Ditha A. Said, Siti Ratnawati, Nur Laili Hidayati, Nurul Fauziah, Sri Ayu Aulia, dan Yanuari Purnawan.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)