Kembalinya Si Nanai Dan Pembasmian Cacing Di Ususnya

Senin, 16 Maret 2015

Gue seneng banget, asli seneng pas liat si Nanai tiba-tiba ada di kamar mandi, lagi minum di ember kecil. Meskipun dengan kondisi yang bisa dibilang mengenaskan. Gue nggak tahu selama dua hari ini dia ngilang kemana, yang pasti gue seneng nggak ketulungan liat dia masih hidup. Tubuhnya makin kurus, bulunya agak bau dan indera pendengarannya nggak berfungsi. Dia udah cuek banget, nggak mau mandi, makan dan denger panggilan pun nggak.

Akhirnya gue putusin maksa dia makan, yang akhirnya tangan gue kena cakar.

Setelah gue cekokin makanan ke mulutnya, akhirnya dia muntah-muntah. Dan apa yang ikut keluar sama muntahannya? Cacing gelang, cacing  jahanam yang gue pastikan penyebab si Nanai sakit. 
Bentuknya kira-kira seperti gambar di atas. Dan jumlahnya ada lima yang ikut keluar sama muntahan Nanai yang jelas-jelas cuma air sama ikan yang tadi masuk ke perutnya, seuprit. Berhubung petshopnya jauh tuh, adanya di Cileunyi. Akhirnya gue kasih aja dia Combantrin malem itu juga. dosisnya satu tablet dibagi empat. Sebelumnya gue nyari-nyari artikel di internet seputar gejala kucing cacingan. Dan itu terlihat jelas sama si Nanai, awalnya tubuhnya demam ... panas banget, terus nggak mau makan, terus kalau minum batuk-batuk dan muntahannya berisi cacing gelang.

Dan hasilnya ... baru sekitar sepuluh menit masuk ke perut si Nanai, ini kucing langsung bereaksi. seenggaknya dia jadi mau mandiin bulunya sendiri.

Paginya dia udah mulai normal lagi, mau naik ke deket tempat makan mereka. Dan dia makan meskipun cuma sedikit. Gue girang banget liatnya, pagi-paginya gue kasih lagi combantrin buat doi dan hasilnya ... giilaa dia balik kayak dulu, minta makan paling dulu. Suaranya juga ada kemajuan, lumayan agak keras meskipun terkesan maksa sampai nafasnya terengah-engah. 

Ini dia sekarang, lumayan berisi lagi ...


Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)