Tentang Surat

Surat ... aku punya beberapa surat yang tentunya akan selalu menjadi kenangan indah di dalam ingatan. Walau kadang isinya ada yang bikin aku malu banget. Childish banget!

Tahun 2006, kelas tujuh semester dua. Orang lain udah pada pake hape tapi aku belum. Dan surat yang pertama aku punya itu surat balesan dari cowok yang pernah nyatain perasaannya. kenapa aku nulis surat buat dia? Karena dulu aku cewek pemalu, sekarang pun masih ... Plus malu-maluin ngoahaha. Aku kirim surat tiga kali, yang ketiga nggak dibales karena isinya penolakan. Jujur, selain nggak suka sama dia, aku sudah berniat untuk tidak pacaran dulu. Kenapa? Simpel, selain pengen fokus belajar, aku nggak mau patah hati. Setelah aku nolak dia, surat dari dia yang tulisan kepadanya pake yts atau ytc gilang alias yang tersayang atau yang tercinta, hoek. bikin aku nggak bisa lupa sama surat balesannya itu. Tapi suratnya udah nggak ada karena aku bakar sampai habis. Takut ketauan kakak, nanti dia bales ngeledek karena aku ngeledikin surat dari dua orang cewek buat dia.

Surat kedua itu hasil surat-suratan sama temen lama. Kenal waktu menjalani program kemandirian di PSPA Cisurupan Garut tahun 2004. Namanya Ai Neni Syarifah. Dan isi surat aku itu pastinya nanyain kabar beserta curhat colongan tentang keluhan hidupku. Kalau dipikir-pikir aku emang cengeng sering banget curhat. Termasuk sekarang ini hahaha. Dan yang jadi perantara alias bu posnya adalah Nurhalimah, temen sekelas. Rasanya pengen gali lubang dalem-dalem baca surat balesan dari dia. Suer aku malu banget udah curhat panjang lebar di dalem surat. Nih suratnya masih ada.


Surat ketiga itu dari Diana, isinya cuma ucapan selamat ulang tahun.


Surat keempat itu surat-suratan sama Asta, ya isinya curhatan doang dan terakhir ucapan selamat ulang tahun dari dia.





Ucapan selamat ulang tahun. 

Semuanya di blur demi privasi :)

Surat terakhir, tahun 2013 dari negeri sakura nun jauh di sana beserta sebuah boneka favoritku dan kaos bertuliskan huruf Jepang. Surat yang isinya simpel tapi membuat aku terenyuh. Dia ngasih hadiah dari hasil kerjanya sendiri, bukan dari uang orang tuanya. Yang nggak pernah lupa sama aku, meskipun sekarang ngejauh, terbawa angin. Karena dinding penghalang tak terlihat yang ku bangun tinggi-tinggi. Aku tahu dia pasti merasakan sakit yang teramat sangat, tapi aku ... aku tidak bisa berbuat apa-apa karena ada banyak hal membuatku memilih melakukan hal ini. Hal yang tidak kamu tahu, tapi salah satu sahabatku tahu. Setidaknya aku senang bisa berbagi cerita dengan salah satu sahabatku yang paling terpercaya, yang bisa menjaga rahasia ini. Rahasia tentang kamu.



Terima kasih untuk kamu, ya kamu! Kamu yang sudah move on dari aku :)


Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)