Proses Jual Beli Yang Tidak Kasat Mata

Pulsa menjadi kebutuhan mendasar bagi pemilik telepon genggam/ponsel. Tanpa pulsa, ponsel tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Seiring dengan meningkatnya pengguna telepon genggam, maka berjualan pulsa bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan.

Sumber gambar : google.com

Sejak duduk di kelas 2 SMP saya, kakak serta mama memutuskan untuk berjualan pulsa berbentuk voucher fisik dan juga elektrik. Pada saat itu kami masih mengandalkan stok pulsa dari salah satu saudara mama, jadi tidak mengeluarkan modal deposit sepeserpun ... hanya mengandalkan ponsel, pulsa, sms ke nomor beliau dan meraup keuntungan dari harga yang kami naikan sedikit dari patokan harga yang ditawarkan kepada kami.




Kami tinggal di daerah pedesaan yang lumayan jauh dari jalan raya, meskipun pengguna ponsel di desa kami masih tergolong sedikit, tapi omset penjualan pulsa kami lumayan menguntungkan, ini dikarenakan baru kami saja yang berjualan pulsa. Berjualan pulsa itu terlihat mudah dan menguntungkan di mata sebagian orang padahal kenyataannya tidak semudah membalikan telapak tangan.


Signal telepon sellular di desa kami belum begitu bagus, apalagi untuk operator tertentu seperti Flexi, XL dan Esia. Tidak usah menanyakan tentang sinyal 3 dan Axis ... itu jelas tidak ada. Ketika ada pembeli Esia dan Flexi yang datang, kami harus mencari tempat strategis untuk memasukkan kode voucher pulsa ke dalam ponsel pembeli. Entah itu naik ke loteng rumah, ke atas tembok kamar mandi yang belum ditutup, atau pun berdiri malam-malam di depan wc (entah mengapa sinyalnya lebih bagus)

 Sekilas penampakan voucher fisik, sumber gambar dari google


Lain halnya dengan Pulsa Elektrik, terkadang masuknya cepat, terkadang lambat sampai-sampai harus melihat muka pembeli yang mirip hulk.


Lambat laun omset penjualan menurun karena ada tetangga yang membuat konter pulsa. Kami pun mengalami kerugian apalagi setelah banyak pembeli yang berhutang bahkan sampai sekarang pun tidak membayar. 

 Bukan hanya untung yang ter-ambil, modal pun ikut raib.
Seperti yang bapak saya katakan, jual pulsa itu seperti menjual angin ... kalau sudah masuk tidak bisa ditarik kembali, dan bagi penghutang bermuka badak jelas tidak akan mengingatnya dan tidak memperdulikan kerugian kami yang mencapai Rp. 1.000.000,- Akhirnya kami pun memutuskan untuk berhenti. Jadi jangan sekali-kali membiarkan pembeli berhutang dengan alasan apapun.


Memasuki semester dua perkuliahan saya mulai kekurangan uang untuk membeli buku-buku referensi dan membeli kebutuhan lain di luar kebutuhan pokok yang biayanya dikirim kakak serta orangtua setiap satu bulan sekali. Di kelas ada teman saya yang berjualan pulsa, dia bilang untungnya lumayan. Bahkan beberapa dari kami termasuk saya rajin isi pulsa baik untuk ponsel dan modem kepada dia. 


Saya pun akhirnya tergerak kembali untuk berjualan pulsa, daftar menjadi agennya dengan modal Rp. 450.000,-. Harga beli dari server pulsa teman saya ini cukup mahal. Apalagi banyak teman-teman saya yang komplain jika Rp. 12.000 untuk nominal Rp. 10.000 itu terlalu mahal. Alhasil saya turunkan harganya menjadi Rp. 11.000 harga perkotaan padahal untung yang saya dapatkan hanya Rp. 200,-


Akhirnya saya mencari dealer pulsa lain di internet, dan saya memutuskan untuk menanamkan modal pada dua dealer pulsa yang paling terpercaya (masing-masing Rp. 200.000) hasil yang saya dapatkan kali ini lebih lumayan. Buka 24 jam dengan catatan saya masih bangun, dan nomor saya masih aktif.


Walaupun hasilnya lumayan, tak jarang saya harus menelan kekecewaan dan keluhan para pelanggan.


Bulan tujuh, 2013 sebelum lulus kuliah saya berhenti berjualan pulsa karena faktor kebutuhan lain yang membuat saya mengalihkan modal berjualan pulsa. Barulah awal tahun 2014 saya memulai kembali bisnis ini dan sempat mengalami kerugian sebesar Rp. 180.000,- 


Ternyata dealer yang dulu saya percayai sedang mengalami trouble dan saya lupa melihat aktivitas di fanpage facebooknya terlebih dahulu. Hasilnya sampai detik ini deposit tersebut tidak bisa dipakai transaksi. Pesan saya untuk anda yang ingin menjadi agen pulsa, harus teliti sebelum bergabung. Dan akan lebih baik jika bergabung dengan dealer pulsa murah terdekat di kota anda.

Saya pun mencari dealer baru yang dapat dipercaya, dari Pulsa Murah Jakarta dan Pulsa Elektrik Jakarta. Selain pulsa elektrik saya juga menjual pulsa listrik isi ulang.


Alhamdulillah sampai detik ini kedua dealer tersebut tidak bermasalah. Kalaupun ada keluhan dan trouble, saya bisa menghubungi customer service-nya. Transaksi pun menjadi lebih mudah karena :



Ke depannya saya sangat ingin bergabung menjadi agen Pojok Pulsa jika rezekinya memungkinkan, apalagi jika saya memenangkan kompetisi blog ini. Karena setelah saya melihat brosur harga, ternyata pojok pulsa memberikan harga yang lebih murah dari dealer pulsa saya saat ini. Mari, untuk yang ingin berjualan pulsa, bergabunglah segera dengan Pulsa Murah Jakarta, Pulsa Elektrik Jakarta, dan tentunya Pojok Pulsa. Dengan modal awal Rp.50.000,- saja anda sudah bisa berjualan Pulsa Murah.


Itulah suka duka menjadi seorang agen pulsa, di mana transaksi jual-belinya tidak kasat mata. Tempat berjualannya fleksible, bisa di mana saja dan kapan saja.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)