Hilangkan Stress Bersama SUCA Indosiar


Setelah cukup lama iklannya berseliweran di Indosiar, akhirnya Stand Up Comedy Academy atau disingkat SUCA ini resmi tayang pertanggal 05 Oktober 2015 dengan tagline : "Lucunya Tuh Di sini Gerrrr ...." SUCA tayang dari hari senin-kamis mulai pukul 20.00 WIB. Terdiri dari 24 peserta, 5 mentor, 5 juri (tetap dan tamu) serta 3 host.

Sebelum tayang, sebagai salah satu program televisi terbaru di Indosiar tentu saja SUCA ini menuai pro dan kontra. Bahkan di cap kurang bagus bagi segelintir orang yang berkoar-koar di beberapa forum media sosial. Karena mereka terlanjur memberikan cap Indosiar sebagai televisi khusus tayangan Dangdut. Lha emang kenapa kalau dangdut? Lha terus kalau menayangkan Stand Up bakal dangdutan juga? Belum nonton kok udah sebel duluan. Gak asih ah. Tonton dulu gih sekarang di vidio.com baru deh komentar.

Komposisi peserta dan mentor :


*catatan : Arief Didu di daulat sebagai supervisor mentor

Komposisi Juri dan Host :


 

*catatan : Selain menjadi juri, Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono merupakan mentor spesial.

24 peserta dengan mentor yang berbeda itu dibagi menjadi 4 group. Setiap shownya ada satu komika yang di eliminasi (gantung mic). Dari 24 peserta di atas di antaranya ada beberapa komika yang sudah pernah mengikuti acara stand up comedy di televisi sebelah. Jadi nama serta tampilan fisiknya sudah tidak asing lagi. 

Episode 1 - Show 24 Besar Group 1 (Tayang 05 Oktober 2015)

Para komika menampilkan penampilan yang cukup menggelitik. Tapi yang paling pecah lucunya dan "Gerrr nya berantakan," kata Mas Eko adalah Musdalifah. Satu-satunya komika perempuan dan termuda. Dan yang harus gantung mic adalah Melon (Jakarta) anak didik dari Mo Sidik.

Episode 2 - Show 24 Besar Group 2 (Tayang 06 Oktober 2015)


Materi-materi yang dibawakan oleh setiap komika tidak kalah menggelitiknya dari group pertama. Dono tampil sebagai komika yang paling Gerr berantakan dengan teknik penggunaan mic yang harus diperbaiki. Dan yang harus gantung mic malam itu adalah Aby (Balikpapan) anak didik dari Daned.

Episode 3 - Show 24 Besar Group 3 (Tayang 07 Oktober 2015)

Seperti dua group yang sudah tampil sebelumnya, penampilan keenam komika di group ini pun tak kalah menggelitiknya. Bahkan beberapa komika mendapatkan pujiannya Gerrr nya berantakan. Mereka adalah Heri Hore yang menceritakan kehidupan dia bersama sang istri, Ipul yang menceritakan pengalaman bekerja di laut dan Cemen yang menceritakan keresahannya terhadap musik dangdut yang dianggap kampungan. Cemenlah yang paling Grrr berantakan. Dan yang gantung mic di group ketiga ini adalah Putra (Ambon) anak didik dari Gilang Bhaskara (Gilbhas).

Episode 4 - Show 24 Besar Group 4 (Tayang 08 Oktober 2015)

Group keempat pun tak kalah menggelitik dari tiga group sebelumnya. Denny Gitong dan Yudha Keling menjadi komika yang mendapatkan pujian cukup Grrr berantakan malam itu. Sementara Bendhanio (Balikpapan) anak didiknya Mo Sidik  yang katanya pernah stand up saat tinggal di Australia akhirnya harus gantung mic.

Komika yang tersisa kemudian tampil dibabak Show 20 Besar dengan komposisi group yang sama.

Episode 5 - Show 20 Besar Group 1 (Tayang 12 Oktober 2015)


Berbeda dengan minggu lalu, kali ini komposisi host terdiri dari Gading, Gilang dan Uus (menggantikan Andhika yang berhalangan hadir). Kemudian adanya komika tamu sebagai pembuka acara (Ge Pamungkas) dan penutup acara (Boris Bokir). Dari kelima komika yang berkompetisi malam itu, Otnamree (Semarang) anak didik Gilbhas lah yang akhirnya gantung mic.

Episode 6 - Show 20 Besar Group 2 (Tayang 13 Oktober 2015)


Group kedua ini tak kalah menariknya dari group pertama dan salah satu komikanya mendapatkan komentar yang cukup pedas dari para dewan juri. Lagi-lagi anak didik Gilbhas, Yudha (Jakarta) yang gantung mic malam itu.

Episode 7 - Show 20 Besar Group 3 (Tayang 14 Oktober 2015)
Radikal Jamil tampil sebagai komika tamu sekaligus pembuka acara SUCA show 20 besar group 3. Dan yang gantung mic malam itu adalah Fadhil (Jakarta) anak didik dari Mo Sidik.

Episode 8 - Show 20 Besar Group 4 (Tayang 15 Oktober 2015)
Group terakhir ini tidak kalah menariknya. Tapi Tama Randy (Bandung) anak didik dari Gilbhas menuai banyak kritikan dari para juri dan akhirnya harus rela gantung mic.

Babak 16 besar, persaingan di antara para komika semakin ketat dan seru. Masih dengan komposisi group yang sama ini.

Episode 9 - Show 16 Besar Group 1 ( Tayang 19 Oktober 2015)
Dimeriahkan oleh Vikri Rasta sebagai komika pembuka kemudian improve komedi dari group 4 serta penampilan Topeng sebagai penutup acara. Awan (Jakarta) anak didik Mo Sidik resmi gantung mic.

Episode 10 - Show 16 Besar Group 2 (Tayang 20 Oktober 2015)
Dibuka oleh penampilan komika tamu Arya Novianus yang mengocok perut kemudian di tutup oleh penampilan komika dari group 1 dengan melakukan improve komedi. Akhirnya Dono (Surabaya) anak didik Mo Sidik yang harus gantung mic.

Episode 11 - Show 16 Besar Group 3 (Tayang 21 Oktober 2015)
Dibuka oleh komika unyu-unyu eh anak berusia 10 tahun maksudnya, bernama Fatih Unru yang menggelitik. Komika yang gantung mic malam itu adalah Heri Hore (Jakarta) anak didik dari Isman.

Episode 12 - Show 16 Besar Group 4 (Tayang 22 Oktober 2015)
Seperti sebelumnya dibuka oleh komika tamu dan ditutup oleh improve komedi dari group lain. Komika yang gantung mic di group 4 adalah Falah (Jakarta) anak didik dari Isman. Tapi setelah itu para host memberikan kabar gembira untuk dua komika yang sudah gantung mic, yaitu Heri Hore dan Falah, dua-duanya anak didik Isman untuk ambil mic alias diberi kesempatan untuk stand up lagi di SUCA.

Babak 14 besar, komika dibagi menjadi dua group. Group 1 ada Musdalifah, Yudha Keling, Ephy, Falah, Heri Hore, Ipul, Newendi. Di Group 2 ada Cemen, Lolox, Denny Gitong, Benny Siregar, Popon, dan Pandu.

Episode 13 - Show 14 Besar Group 1 (Tayang 26 Oktober 2015)
Dibuka dengan penampilan Anang Batas dan ditutup oleh penampilan Madegani serta Wira Negara. Falah (Jakarta) anak didik Isman akhirnya gantung mic untuk kedua kalinya.

Episode 14 - Show 14 Besar Group 2 (Tayang 27 Oktober 2015)
Dibuka oleh penampilan Hifdzi Khoir. Popon (Medan) anak didik Daned gantung mic.

Babak 12 besar, dengan group yang sama tapi personil berkurang 1.

Episode 15 - Show 12 Besar Group 1 (Tayang 29 Oktober 2015)
Dimeriahkan oleh penampilan David Nurbianto serta Gilang Dirga yang open mic. Heri Hore gantung mic untuk kedua kalinya.

Episode 16 - Show 12 Besar Group 2 (Tayang 02 November 2015)


Dimeriahkan oleh penampilan Dwi Purwo. Benny Siregar (Medan) anak didik Gilbhas gantung mic.

Babak 10 besar, dengan group yang masih sama dan berkurang lagi 1 personil di masing-masing group.

Episode 17 - Show 10 Besar Group 1 (Tayang 03 November 2015)

Dimeriahkan oleh komika tamu Fico dan Sri Rahayu. Newendi (Lampung) anak didik terakhir Mo Sidik gantung mic.

Episode 18 - Show 10 Besar Group 2 (Tayang 04 November 2015)

 
Dimeriahkan oleh Awe dan Wawan. Pandu (Tegal), yang telah mencukur habis kumis serta rambutnya berkat tawaran uang dari mak Soimah dan anak didik dari Isman akhirnya gantung mic.

Babak 8 besar, kali ini para komika berada dalam satu group.

Episode 19 - Show 8 Besar (Tayang 05 November 2015)
Denny Gitong (Jakarta) anak didik dari Daned gantung mic.

Episode 20 - Show 7 Besar (Tayang 09 November 2015)

Ricky Wattimena (Ambon) anak didik terakhir Ghilbas yang akhirnya gantung mic.

Episode 21 - Show 6 Besar (Tayang 10 November 2015)
Dibuka dengan penampilan komika tamu Ajis Do'a ibu serta Anaknya Roy Martin yang open mic eh Gading Martin maksudnya. Entah ini kebetulan atau apa namanya, yang tersisa dibabak ini adalah anak didik Daned dan Isman ... masing-masing 3. Babak 6 besar merupakan babak battle.  Di mana Musdalifah melawan Cemen dengan tema musik, yang dibahas Dangdut. Seperti biasa Musdalifah mengeluarkan joget mautnya. Akan tetapi materi serta penguasaan panggungnya kalah dari Cemen. Ephy melawan Ipul dengan tema masa kecil, kemudian Yudha Keling melawan Lolox dengan tema cita-cita. Dan akhirnya ketiga anak didik Daned berada di posisi tiga terendah. Para juri memutuskan Lolox (Medan) dan Ipul (Tegal) yang gantung mic malam itu.

Episode 22 - Show 4 Besar (Tayang 11 November 2015)

Yudha Keling gagal melaju ke babak grand final. Penampilannya kurang maksimal malam itu, kurang semangat, tidak ekspresif dan seperti orang yang terbebani.

Dan akhirnya yang melaju ke babak grand final adalah Cemen, Ephy dan Musdalifah. Grand final diadakan pada tanggal 13 November. Peserta diberikan kesempatan untuk beristirahat selama satu hari. Dan untuk mengisi kekosongan itu diadakan-lah Stand Up Comedy Special Show yang benar-benar seru.

Episode terakhir - Grand Final (Tayang 13 November 2015)


Saat-saat yang paling dinantikan. Dimeriahkan oleh Uus dan bandnya (Sepuluh Tura), kemudian Ge Pamungkas, Ernest Prakasa, Abdel & Temon. Penampilan Cemen lah yang paling Gerrrrr berantakan malam itu, materinya sangat siap dan menghibur. Sementara Musdalifah terlihat nervous dengan membawakan materi sambil terbata-bata. Yes, mas Cemen keluar sebagai juara pertama (100 juta) dan mendapatkan kejutan dengan datangnya sang artis idola "Zaskia Gotik." Sementara Ephy mendapatkan juara 2 (50 Juta) dan Musdalifah juara 3 (25 Juta)

***
Baiklah, berdasarkan pengalaman menonton SUCA di layar kaca Indosiar dari episode pertama hingga terakhir. Aku cukup puas dan terhibur, tentu saja segala stress dan kegalauan yang melanda hancur lebur berkat menonton tayangan SUCA ini.

Menurut aku pribadi, kelebihan SUCA adalah : tayang di jam prime time (orang-orang masih pada melek), Live taping, jadi kata-kata yang berunsur SARA atau Pornografi sudah tersensor (aman untuk anak-anak), Para mentor ikut ditampilkan dan memberi penjelasan atas ketidakpuasan juri terhadap anak didiknya, Ada banyak kejutan, ilmu stand up serta komika tamu yang keren-keren di setiap episodenya.

Sementara kekurangan SUCA Indosiar ini adalah : host terlalu banyak (2 cukup kali ya *hee), Juri pun terlalu banyak serta beberapa juri memberikan komentar yang bertele-tele ... terlalu panjang lebar, Pembagian group di babak awal terlalu banyak, tayang terlalu sering yang berimbas pada kurang maksimalnya penampilan para komika dan tayangan cepat berakhir, terakhir ... panggung serta studio yang kurang luas.

Semoga ada SUCA-SUCA berikutnya dan lebih sukses dari SUCA 2015. Semoga para komika dari SUCA ini pun terus eksis. By the way Stand Up Comedy Club juga oke tuh. Tapi jam tayangnya kagok ... sebelum maghrib.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

8 comments:

  1. Hidup CEMEN! hihi

    enggak ada masalah sih sama komik-komiknya, yang sedikit kurang sreg itu karena aroma-aroma acara karbitan Indo***r ikut dibawa disana. Bener kata Mas Dodit waktu itu, Stand Up Comedy jadi murahan. Jadi kurang eksklusif, tapi di satu sisi oke juga karena makin banyak yang kenal dengan Stand Up Comedy ini. Yaa semuanya memang ada positif negatifnya sih :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah ada ceman cemen :D

      iyes, dalam hal apa pun selalu ada sisi negatif dan positifnya, apalagi tayangan televisi :)

      Delete
  2. saya lebih suka yang di toko sebelah,, lebih gimana gitu :D... tapi ulasannya lengkap banget,,, terima kasih telah meliput Stand Up Comedy Salam Comic tangerang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. apaah toko sebelah? :D aku mah di stasiun tv yang manapun suka kok kalau nanyangin stand up comedy. yang penting materi komikanya menarik dan masih baru :D

      Lho heh, mas Irwin selain blogger, komika juga nih sekarang :D

      Delete
    2. iseng aja karena orang nya humoris, :D

      Delete
  3. adik saya suka banget acara stand up comedy academy ini :)

    ReplyDelete
  4. Saya teman musdalifa dari pinrang, sejak saya baca paparan di atas, saya mulai berfikir tentang penulisnya " Ngehabisin Cofee berpa bungkus Yah??

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)