Tentang Mama


// Walau tak dapat slalu ku ungkapkan
   Kata cintaku tuk Mama
   Namun dengarlah hatiku berkata
   Sungguh ku sayang padamu // Kenny - Cinta Untuk Mama

Ya, seperti potongan lirik lagu di atas. Aku memang tak dapat mengungkapkan kata cintaku pada Mama. Terlebih memberikan sesuatu yang di sukai Mama. Ya ... lagi-lagi karena alasan klise : masih menganggur. Tapi akhirnya bisa memberikan seperangkat produk untuk solusi dari masalah rambut yang dialami Mama secara gratis satu bulan yang lalu.


Mama ...

Harus dari manakah aku memulai cerita tentangnya? Sungguh, satu-satunya tema tulisan yang selalu membuatku nyaris kehilangan kata-kata adalah tema tentang 'Ibu.' Karena bagiku, sosok Mama dan segala pengorbanannya begitu sulit diungkapkan ke dalam kata-kata apalagi dengan adanya jumlah batasan halaman dan maksimal kata. Untungnya giveaway mba Rosi Meilani ini adanya jumlah minimum. 


Mama, seorang wanita yang 27, 25, dan 22 tahun lalu berjuang dengan sekuat tenaga, bahkan mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anak-anaknya ke dunia ini. Bahkan harus  menerima kenyataan pahit ketika putra pertamanya berpulang kepada Sang Pencipta selang satu minggu setelah dilahirkan. 

Kehilangan anak laki-laki pertamanya yang baru saja satu minggu dilahirkan tentu merupakan pukulan terberat bagi kedua keluarga besar, terlebih untuk Mama sendiri. Tapi Mama sadar, ia tak boleh terus menerus menangisi kehilangan itu, karena hidup harus tetap berjalan. Terkadang ketika sedang melaksanakan sholat, Mama seperti melihat kakak pertamaku muncul di hadapannya. Dan sesegera mungkin Mama akan mengirimkan do'a untuknya. Setidaknya itulah yang pernah diceritakan Mama padaku. Kehilangan itu juga yang membuat Mama mampu memberikan semangat kepada adik iparnya yang tiga tahun lalu mengalami hal serupa.


Mama, seorang wanita yang tak pernah bercita-cita menjadi Guru sebelumnya. Jangankan menjadi Guru, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi saja begitu sulit untuk dilaksanakan. Ya, almarhumah Nenek selalu berkata pada Mama : "Tidak usah sekolah tinggi-tinggi, perempuan itu cukup mengurusi urusan dapur saja." Tapi Mama yang sedikit tomboy akhirnya nekad melanjutkan sekolah ke SPG untuk menunda pernikahannya dengan lelaki pilihan Nenek dan Kakek. Ya, lelaki itu adalah Bapak. Yang pada akhirnya tetap menikahi Mama. 

Mama bekerja sebagai guru honorer selama belasan tahun dan berhasil membiayai kuliah D2 nya sendiri sambil membagi waktu mengurusi urusan rumah tangga. Dan baru diangkat menjadi CPNS pada tahun 2007. Saat kakak hampir lulus SMK dan aku lulus SMP. Dan saat itu juga Mama melanjutkan S1. Terlepas dari title Mama sebagai Guru SD, bagiku Mama adalah Guru kehidupan yang mempunyai begitu banyak pengalaman yang dapat diambil sebagai pembelajaran untukku ... kelak ketika menjadi seorang istri, juga ibu untuk anak-anakku.

Mama, sosok yang pandai berpura-pura. Ya, Mama selalu tampak baik-baik saja dari luar. Tapi hatinya? sungguh aku pun tak tahu, karena hanya Mama dan Tuhan yang tahu. Mama selalu memendam semua masalahnya sendiri. Sementara aku tanpa disadari menambah deretan masalahku yang harus diberikan solusi. Namun pada akhirnya, sejak usiaku menginjak 18 tahun hingga saat ini ... Mama mempercayaiku sebagai tempatnya mencurahkan apa yang sedang dialaminya. Sejak saat itu kami saling bertukar cerita, juga pendapat. Dan rahasiaku pasti aman bersama Mama.

Mama, seseorang yang menyumbangkan sebuah tanda tangan untukku. Ya, saat penanda tanganan ijazah sekolah dasar. Aku yang belum memiliki tanda tangan, akhirnya dibuatkan tanda tangan oleh Mama. Tanda tangan yang susah ditiru buat nitip daftar hadir perkuliahan. *kata 3 orang yang kuanggap sahabat.

Mama itu jarang sakit dan sekalinya sakit suka bikin aku khawatir. Mama juga tidak pernah marah jika aku salah, tapi lebih suka menasihati penuh kelembutan. Mama juga memberikan kepercayaan penuh terhadap anak-anaknya. Tidak ada larangan untuk bergaul dengan siapapun. "Berteman itu dengan siapa saja, mau yang baik atau yang buruk. Yang penting tidak terbawa ke arah yang buruknya. Syukur-syukur kalau bisa membawa yang buruk itu ke arah yang baik," begitu kata Mama.

Mama itu ... kurang update informasi terkini, kurang lebih sama seperti anak perempuannya yang sedang menuliskan tentang Mama ini. Kami sama-sama jarang nonton tivi, paling sesekali nonton berita. Disaat orang-orang sedang ribut bahas goyang caesar Mama nggak ngerti, aku pun sama. "Apaan sih goyang caesar? ibu-ibu yang joget pasca operasi caesar kah?" Dan akhirnya aku googling lalu menjelaskannya kepada Mama.

Mama itu ... ah sepertinya aku mulai kehabisan kata-kata. Pokoknya Mama itu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mama itu suka makanan yang manis, pedas dan minum kopi. Bahkan saking seringnya minum kopi, efek yang ditimbulkan tidak lagi terasa. Tetap ngantuk katanya. Masakan Mama juga selalu yang terenak untukku. Meskipun Mama jarang masak. 


Mama minta dipakaikan kerudung pada saat hari kartini. "Mau kerudung yang Ugiw waktu wisuda itu modelnya." Dengan susah payah, aku yang tidak terbiasa memakaikan kerudung pada orang lain akhirnya bisa memakaikan kerudung pada Mama. Meskipun hasilnya kurang sempurna.

Mama suka main game ular-ularan di ponselnya, nah kemarin saat aku ajakin main Tap N Grow eh malah ketagihan. Seru katanya.

Mama juga suka kalau diajak foto bareng.

28 November lalu, di usianya yang ke 48 tahun ... lagi-lagi belum bisa memberikan apa-apa untuk Mama. Untunglah murid-muridnya memberikan kejutan berupa kue dan puding.

Dan betapa bahagianya diriku saat produk gratisan untuk perawatan rambut hasil ikutan kuis tiba di rumah. Akhirnya bisa memberi perawatan pada rambut lepek Mama dan juga ketombenya yang membandel. Ini dia ketiga produknya.


"Jadi habis keramas dipakein conditioner?"

Aku mengangguk, "iya, nanti tunggu lima menit terus dibilas lagi rambutnya."

Setelah Mama keramas dan rambutnya mulai mengering. Lalu aku semprotkan Makarizo hair repair di bagian yang ketombenya membandel. Dan hasilnya baru tiga kali pemakaian setiap keramas efeknya sudah terlihat. Rambut Mama lebih bervolume dan ketombenya mulai hilang. Mama senang, aku pun sama. Pokoknya apa pun kegiatan yang dilakukan bersama Mama itu selalu menyenangkan.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kisah Ibu

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

7 comments:

  1. mirip sekali sama ibunya, like mother like daughter

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sekarang mirip, dulu nggak mirip hehehe

      Delete
  2. Terima kasih telah meramaikan GA Sejuta Kisah Ibu di rosimeilani.com

    ReplyDelete
  3. 1000 kata cinta tak akan mampu mengukir betapa besarnya kemuliaan seoarang ibu/ Mamah :'(

    ReplyDelete
  4. hihi...tanda tangan yang susah diduplikat ya mbak. saya dulu juga nyontek tanda tangan dari ibu. jadinya ada miripnya. sedikit. hehe...

    iya, setuju sama Mamah Tira, mirip. cantik dua-duanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kata temen tanda tangannya susah di tiru :D.

      Dulu padahal nggak mirip hehe, makasih mba :)

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)