Benci Jadi Cinta

Kepada : Cowok hitam manis di kelas delapan

Hai apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja di manapun berada. Entah kenapa di hari ketiga ini aku ingin menuliskan surat untukmu. Mungkin karena kamu pernah menjadi bagian spesial dalam perjalanan hidupku ... masa remajaku. Atau karena aku masih dendam dengan insiden kamu tak mau meminjamkan penghapusmu saat ujian masuk SMP.

Kalimat jangan terlalu membenci seseorang apalagi lawan jenis, nanti bisa berubah jadi cinta ataupun sebaliknya seolah menjadi mantra sihir untukku. Karena saking sebalnya aku kepadamu saat itu ... kenyataannya aku jadi mengingatmu setiap waktu. Meskipun saat kelas tujuh kita tidak berada di kelas yang sama, tapi aku senang bisa melihatmu berkeliaran di area sekolah. Dan saat kita berpapasan kamu tidak menyadarinya ... aku melihatmu dengan tatapan yang berbeda.

Ya, ternyata aku jatuh cinta. Ah ... apa itu bisa disebut cinta? apakah itu yang dinamakan cinta? perasaan aneh seperti malu, senang, sedih melihatmu dekat cewek lain? Bukankah aku hanya bocah ingusan berusia 12 tahun saat itu. Terlalu cepat bukan jika menganggap perasaan itu sebagai cinta? Tapi biarlah ... biarlah aku tak tahu apa arti cinta yang sebenarnya, yang penting aku menganggapmu sebagai cinta pertamaku. Karena bocah ingusan tidak akan memikirkan hal-hal yang terlalu rumit.

Kamu harus tahu, betapa bahagianya aku saat kelas delapan, saat melihatmu berada di kelas yang sama. Aku mempunyai kesempatan untuk melihatmu setiap hari, sejak pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Bahkan saat satu kelompok bahasa Indonesia, aku bisa duduk bersebelahan denganmu. Belum lagi setiap kali menyelesaikan soal-soal matematika, ketika maju menuju meja guru, disanalah selama beberapa menit aku bisa berdiri di dekat tempat dudukmu. Kamu juga pernah menjadi gitaris dadakan saat mata pelajaran kesenian ... waktu itu dalam kelompokku tak ada satupun yang bisa bermain gitar.

Sekalipun kelas kita terkenal paling buruk, nakal dan lainnya di mata para guru terutama guru BP, bagiku kelas delapan merupakan kenangan indah sepanjang masa karena di sana ada kamu. Apalagi saat pelajaran Biologi hari itu. saat teman sebangkumu yang jahil dan tengil berkata : kamu suka sama aku dan kamu hanya tersenyum samar. Aku berusaha tetap tenang dan menganggap itu sebuah lelucon tapi temanmu terus menerus menganggu, bahkan sampai menyampaikan pesan itu secara estapet. Andai kamu membaca surat ini dan mengingat kejadian hari itu, aku ingin bertanya, apakah itu benar? ataukah hanya sebatas lelucon? kamu boleh menjawabnya di kolom komentar sebagai anonim.

Walaupun rasaku ini tak pernah terbalas, aku berterima kasih kepadamu. Karenamu aku berhasil membuat sebuah mini novel yang terinspirasi dari potongan-potongan masa lalu tentangmu. Meskipun ada bagian-bagian yang kutambahkan bumbu-bumbu fiksi.

Setiap kali angkatan 2008 mengadakan acara buka bersama, aku selalu berharap kamu menghadirinya. Jujur saja aku ingin melihat sosokmu yang sekarang. Tapi itu belum juga terjadi. Jadi kapan kamu mau datang? Biar nanti aku juga datang untuk melihatmu. Aku mohon maaf karena pernah mencintaimu secara diam-diam, mencuri-curi pandang dan lain sebagainya. Maaf karena aku menjadikanmu sebagai cinta pertamaku.

Ketika kamu selesai membaca surat ini, ketahuilah ... aku sedang jatuh cinta kepadamu, aku yang masih berumur 13 tahun yang menulisnya dalam raga 22 tahun.

Yang menganggapmu sebagai cinta pertama,



Gilang.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. HUaaaaaaaa...keingetan pengalaman pribadiku nih cyntttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah loh nah loh inget pengalaman pribadi hehe

      Delete
  2. Aduh ini terbawa gimana gitu sama alunan tulisannya.
    Kok so sweet sih, Mbak. Hehehe.
    Semoga yang hitam manis ini baca dan datang ya jika suatu saat ada kumpul angkatan lagi haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena aku kan sweet #mintadigampar :D Gak tau nih tiba-tiba bisa nulis yang agak manis :D

      aamiin.

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)