Hari Ini Empat Tahun Yang Lalu

Kepada : Anggota Padus MKC 2012

Hallo kakak-kakak, teman satu angkatan padus selama tahun di atas, apa kabar? Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan di manapun berada. Dan untuk mas Doni yang jauh di sana bersama Sang Pencipta ... semoga bahagia selalu di sana ya mas.

Sore ini tepat empat tahun lalu acara sertijab ukm padus dari mba Ira ke kak Bowo di ruang 103. Semua memakai kemeja dengan luaran jasket orange menyala khas kampus tercinta. Sambil menunggu mba Ira datang, kita sibuk berfoto menggunakan ponsel Sri.

Acarapun berlangsung dengan lancar, kemudian mba Ira, teh Ayu, teh Juju, kak Jejen, kak Bowo, kak Tama, kak Lucky, teh Melda, teh Feni tampil di depan kami dengan almarhum mas Doni sebagai konduktornya. Ya, mas Doni yang selalu luwes dan semangat setiap kali menjadi konduktor.

Untuk pertama kalinya aku bergabung dalam sebuah organisasi, meskipun hanya sebatas unit kegiatan mahasiswa bukan himpunan. Aku memutuskan bergabung karena ingin mencoba hal yang baru dalam hidup, minimal dua kali dalam seminggu sejak pukul 17.00 sampai dengan 22.00 WIB ada kegiatan lain selain mengerjakan tugas dan tiduran di tempat kost. Aku sadar betul kalau suaraku ini tak semerdu suara kakak-kakak senior dan mereka. Tapi aku berusaha untuk belajar bernyanyi dengan baik ... walau sering tak tepat nada dan menghancurkan suara Alto. Maaf.

Bersama padus aku yang pemalu dan sulit berekspresi ini mulai tampil di beberapa acara kampus seperti ulang tahun jurusan Logistik Bisnis, ulang tahun ukm seni tari, diesnatalis kampus, pertemuan orang tua maba, pembukaan ospek mahasiswa baru, pengenalan ukm padus, sampai wisuda kampus.

Meskipun padus angkatan kita mungkin yang tersesuatu di antara angkatan yang lain, tapi aku merindukan saat-saat bersama kalian. Rindu dibilang muka bantal dan di suruh cuci muka padahal tidak mengantuk. Rindu latihan di auditorium atas, di taman, di depan BAAK, di dekat perpustakaan. Rindu pemanasan dari mulai lari, lari sambil bernyanyi mars dan hyme, tahan nafas, humming, menyanyikan lagu taman kanak-kanak.

Dengan mengikuti padus aku jadi mengenal kalian dari jurusan yang berbeda. Melalui padus juga aku belajar apa arti kebersamaan dan kekrluargaan. Merasakan susahnya cari uang malam-malam di sekitar lampu merah jalan Dago. Merasakan rapat sampai tengah malam di KFC Setiabudhi. Diceritakan kisah-kisah mistik yang membuat bulu tengkuk berdiri.

Hampir setiap kali latihan dan tampil di depan ratusan pasang mata posisiku selalu di depan, mungkin karena postur tubuhku yang pendek, sialnya lagi tepat bersisian dengan suara Sopran. Yang terkadang di beberapa lagu aku sering khilaf malah ikutan nada Sopran.

Aku pernah absen latihan persiapan menjelang acara wisuda selama satu minggu karena radang tenggorokan, begitu kembali hadir masih dengan batuk dan flu yang menganggu konsentrasi. Ada yang pernah bilang kalau suaraku terdengar tambah bulat dan ada yang menyahut kalau suaraku itu terdengar bulat karena sedang batuk. Hihihi terima kasih, berarti aku harus terserang batuk dulu ya?

Berapa kali ditegur mba Ira karena sering makan gorengan dan mendoan sebelum latihan? sering kan? Berapa kali bisa merasakan oleh-oleh makanan dari berbagai daerah setiap pulang liburan semester? sering juga. Berapa kali ditegur karena pas latihan malah bercanda? sering juga.

Aku pernah mengikuti yang namanya mikrab alias minggu akrab. Dari mulai pemanasan, jogging ke Setra Duta sampai di tes nyanyi perkelompok. Terus main beberapa games yang mengasyikan yang salah jawab kena coret bedak dan lipstik. Dan Azis, Siska juga aku terpilih sebagai kelompok terkompak. Yeay, hidup kuning.

Kepada kakak-kakak yang tak pernah lelah mengajarkan aku, memotivasi dan mendukung ... terima kasih banyak. Kepada teman-teman yang begitu menyenangkan dan selalu berbagi kebahagiaan terima kasih sudah mau mengenalku dan berteman denganku. Aku senang pernah bergabung dengan ukm ini. Aku senang bisa mengenal orang-orang hebat seperti kalian. Salam sayang dan rindu selalu dariku.


Gadis tanpa ekspresi aka muka bantal,



Gilang.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)