Kalian

Kepada : Kalian yang selalu membuatku tersenyum

Hai apa kabar? Lagi-lagi aku mengulang pertanyaan yang tak seharusnya dipertanyakan karena sudah kutahu jawabannya. Bukankah baru tiga hari lalu kita dipertemukan pada sebuah momen bahagia dari salah satu personil kita? Dan pikiranku masih tertahan pada pertemuan bersama kalian.

Bersama kalian, masalah yang sedang kuhadapi seolah lenyap tak berbekas, meskipun pada akhirnya kembali muncul ke permukaan ketika kebersamaan hari itu berakhir. Bagiku kalian selalu teristimewa, mampu mengubah hal yang tak lucu sekalipun menjadi sebuah tawa bahagia.

Duhai kalian yang kini berada di belahan bumi berbeda, dengan kesibukan masing-masing. Rasanya baru kemarin kita dipertemukan. Wajah-wajah polos yang mengikuti seluruh instruksi senior demi lulus kegiatan ospek. Baru kemarin kita berada di dalam kelas yang sama, berjuang menyelesaikan tugas akhir demi sebuah gelar diploma.

Hingga detik ini aku tak pernah tahu apa yang sebenarnya membuat kita bersama, yang kutahu kebersamaan kita indah adanya. Bersama kalian hal sesulit apa pun bisa di sulap menjadi ringan dan terselesaikan. Bersama kalian makanan sesederhana apa pun selalu menjadi santapan terlezat.

Tiga hari yang lalu aku seperti mengulang kembali saat-saat terindah bersama kalian, meskipun kita tak lagi lengkap berlima, ya ... salah satu dari kita resmi melepas masa lajangnya. Dan sepanjang perjalanan menuju tempat pesta pernikahannya kita membahas hal-hal seputar masalah cinta yang tak pernah ada habisnya.

Dalam bayanganku, akan begitu menyenangkan jika suatu saat nanti kita dipertemukan kembali dan masing-masing dari kita sudah memiliki teman hidup berikut malaikat kecil dengan kaki-kaki mungil yang tak pernah lelah berlari.

Wahai kalian yang sudah membuat rasa rindu yang menumpuk di dalam diri terurai perlahan, terima kasih sudah memberikan warna dalam kehidupanku. Semoga suatu saat kita bisa dipertemukan kembali.

Terima kasih untuk dua tahun terindah, tiga tahun lalu. Terima kasih untuk saat-saat terindah dalam pertemuan singkat di setiap tahunnya.

Yang menyayangi kalian,



Gilang

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)