Masih Belajar Mencintai

Kepada : Negeri yang sejak lahir kutinggali

Hallo Indonesia, apa kabar? Apa mungkin kau menjawab pertanyaanku ini? Tidak. Bukan kau yang akan menjawabnya, tapi manusia-manusia yang berada di dalamnya ... termasuk aku. Tapi aku lebih memilih untuk tidak menjawabnya, aku memilih diam, tutup mata juga telinga atas apa yang terjadi di negeri ini. Karena aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini dan akupun bukanlah orang yang mengerti tentang masalah-masalah politik. 

Apa aku mencintaimu? mencintai negeri ini? Tidak, aku tidak mencintaimu namun sedang belajar mencintaimu. Bukankah dengan belajar aku akan terus menerus berusaha? Karena bila aku berkata aku mencintaimu itu akan terdengar seperti sebuah kebohongan. Aku mencintaimu tapi kenyataannya aku lebih suka beberapa produk luar negeri yang harganya lebih terjangkau. Aku mencintaimu tapi yang kutahu hanyalah Bandung, dan Garut. Aku bahkan jarang mengunjungi tempat wisata. Aku mencintaimu tapi bahasa Indonesiaku belum baik dan benar, bahkan sering lupa dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Aku mencintaimu tapi aku lebih menyukai aktor dari negara lain. Aku mencintai tapi masih sering mengeluh karena sulit mendapat pekerjaan. Aku mencintai tapi aku belum mempersembahkan apapun untukmu. Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak mencintaimu namun belajar mencintaimu.

Sesungguhnya tidak ada satu alasan pun untuk tidak mencintaimu dan bangga menjadi bagian darimu. Ya, bisa kulihat betapa sumber daya alam dan manusiamu melimpah ruah. Bisa kulihat betapa banyak orang-orang cerdas serta kreatif di negeri ini yang sukses baik di dalam maupun luar negeri. Bisa kulihat generasi-generasi penerus bangsa yang menciptakan inovasi-inovasi baru yang ramah lingkungan. Bisa kulihat betapa indahnya alam yang kau miliki.

Wahai Indonesiaku, semoga kau lekas bangkit kembali. Wahai Indonesiaku semoga semakin banyak sumber daya manusia yang memimpin setulus hati bukan mementingkan kesenangan pribadi. Wahai Indonesiaku, semoga nilai-nilai Pancasila diterapkan ke dalam kehidupan rakyatmu agar mereka bisa saling menghargai dan hidup dalam kedamaian.

Aku yang masih belajar mencintaimu,



Gilang.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

1 comment:

  1. Nasionalisme banget ya :D

    Sebutsajatius.blogspot.co.id

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)