Si Keriting

Hai, sudah berapa lama aku mengenalmu? Sejak belasan tahun lalu ... sejak aku masuk sekolah dasar. Ya, kau si keriting yang selalu menjadi penyelamat perutku yang keroncongan. Kau mengenyangkanku di akhir bulan saat menjadi anak kost. Dan kau yang mengenyangkanku saat aku bosan melihat butiran putih nan lembut itu.

Kau terkadang kujadikan camilan kering, meskipun mama sering melarang dan bilang kau akan mengembang dalam perutku. Tapi aku tidak pernah takut. Kau yang terkadang sengaja kurebus hingga lurus. Kau kenikmatan yang hanya kutunggu dalam lima  menit saja.

Sejak dokter bilang aku mengalami darah tinggi dan kepalaku sering pusing. Sejak saat itu aku jarang bertemu denganmu. Mama sengaja menyembunyikanmu demi kebaikanku. Tapi sungguh meskipun sekarang kita jarang bertemu aku tak akan pernah melupakanmu. Bagaimana bisa aku melupakanmu? Aromamu yang harum, rasamu yang gurih, teksturmu yang kenyal ... bagaimana mungkin aku bisa lupa.

Apalagi di musim penghujan begini. Cocok untuk menghangatkan tubuh. Ah, duhai mie instan.

fans beratmu,


Gilang.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

4 comments:

  1. Baca tulisan ini di awal awal sambil menduga kalau ini tuh orang, eh ternyata makanan. Kalau begitu mah apalagi kalau bukan mie instan si teman anak kosan hahaha.

    ReplyDelete
  2. Si kriting itu masih sibuk syuting dengan artis2 seksi, dan tamvan.

    ReplyDelete
  3. keriting2 itu apa? banyak yg keriting nih

    ReplyDelete
  4. Hahaha dasar! :D tapi melupakan itu sulit, bahkan mungkin ndak bisa. Coba dengan mengalihkan pikiran dari "si keriting". :D

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)