Tiga Tahun Lalu

Kepada : Teman Satu Kamar Kos Dulu

Ah lagi-lagi aku bingung harus memanggil apa? teman? kurasa lebih dari itu. Bagiku kau juga sahabatku. Ya, berbagi suka duka bersama dalam kurun waktu dua tahun. Bahkan hingga saat ini masih  saling bertukar cerita.

Andai saja waktu itu tidak ada tugas struktur data yang membuatku merasa tersakiti oleh dia, mungkin aku tak akan bersama kalian terutama kau. Perempuan ayu, baik hati, penyabar, cerdas, dewasa, rapi, tetap kurus meskipun makan banyak tapi sedikit pelupa.  Yang pada akhirnya pindah ke tempat kostku dan di tahun kedua kita berada di kamar yang sama. Berbagi tempat tidur, lemari, meja belajar sampai makanan.

Kau selalu merasa bahwa kulitmu hitam dan bagiku itu keliru ... kulitmu sawo matang sepertiku bukan hitam. Kau senang sekali bercermin sebelum mandi, dan ketahuilah ... setelah aku tidak lagi menjadi anak kost, kebiasaanmu itu menjadi kebiasaanku di rumah.

Tepat tiga tahun lalu, malam itu aku berada di Temanggung, Jawa Tengah ... di rumahmu, rumah kedua orangtuamu. Rasanya seperti mimpi bagiku ketika berhasil pergi cukup jauh dari tempat tinggalku. Untuk pertama kalinya aku merasakan sensasi naik travel selama 12 jam. Ternyata desa tempat tinggalmu jauh lebih sejuk dari desaku ini.

Baik Bapak ataupun Ibumu, mereka sungguh ramah dan baik hati. Aku diberikan kesempatan untuk berlibur di sana dengan gratis. Kakakmu pun tak kalah baiknya mengajak kita mengunjungi benteng Vredeburg di Jogja. Sungguh pengalaman luar biasa yang tak terlupakan.

Terima kasih kau sudah mau mengenalku, menjadi temanku, berada dalam satu kamar yang sama selama hampir satu tahun. Meskipun aku sering meninggalkanmu untuk pulang ke rumah. Maaf juga sudah membuatmu meneteskan air mata saat aku memustuskan untuk berhenti menjadi anak kost.

Kemarin kita baru saja bertemu kembali dan kau tetap kurus. Ayolah semoga saat kita bertemu lagi berat badanmu sudah naik dan berat badanku turun agar saat kita berjalan bersisian tidak lagi terlihat seperti angka 10.

Semoga kau selalu diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang banyak, umur panjang dan apa pun yang terbaik untukmu. Semoga apa yang kau inginkan segera terwujud, termasuk yang kemarin tersimpan di memori ponselmu.

Aku menyayangimu, salah satu sahabat terbaikku. Yang membuatku belajar untuk lebih dewasa, bersyukur serta bersabar dalam menjalani hidup.


Yang paling kekanak-kanakan,



Gilang

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)