Untuk Kamu Bagian Kedua

Kepada : Kamu yang semakin menjauh

Hai, apa kabar? hari ini hujan deras. Dan setiap hujan aku akan mengingat hari itu, hari di mana kamu mengantarkanku pulang. Namun guntur yang menggelegar berkali-kali seolah mengingatkanku untuk segera terbangun dari mimpi.

Aku tak pernah berusaha untuk mengingat, tidak juga melupakan. Karena bagiku kamu adalah salah satu bagian terindah dari masa remajaku. Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu, termasuk merasakan perasaan aneh yang tumbuh di hatiku hingga detik ini. Walaupun pada akhirnya aku tak bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu.

Hai kamu, hari ini hujan mengalirkan perasaanku ke tempat lain sedikit demi sedikit. Karena aku tahu, tak mungkin selamanya aku berharap pada bayangmu. 

Hai kamu, hari ini aku mulai menata kembali hatiku pada sebuah bayangan yang baru. Bayangnya memang masih semu, bisa memudar sewaktu-waktu. Bisa juga semakin terlihat jelas dan mendekat padaku.

Aku yang mulai mengalihkan perasaanku,


Gilang

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)