Sekilas Tentang Gilang Maulani

http://www.bundafinaufara.com/2016/03/bundafinaufara-1st-giveaway.html

Hallo, sudah lihat banner giveaway di atas kan? Hayo masih ada waktu lho buat ikutan. Dan aku baru mau ikutan. Karena kemarin terlanjur kepincut sama jam hello kitty. Padahal belum tentu menang hehehe. 


Hallo, namaku Gilang Maulani dan aku seorang pemimpi yang sedang merintis mimpi-mimpinya satu persatu. Lahir di Bandung pada tanggal 23 Agustus 1993 pukul 05.00 WIB. Anak bungsu dari tiga bersaudara. Sayangnya kakak pertama kami meninggal bahkan sebelum kami dilahirkan. Jadilah aku ini sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Kami tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Dengan bapak yang berwatak keras dan mama yang tak pernah marah. Tapi baik bapak maupun mama selalu memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anaknya.


 Galih dan Gilang

Nama ini sering membawaku pada peristiwa-peristiwa yang tak terduga. Seperti dikira laki-laki, dikira memasang foto profil pacarnya di facebook padahal itu foto sendiri. Sampai nama belakang pun sering berubah menjadi maulana. Nama panggilan pun sering berubah-ubah, dari mulai Enggi, Anggi, Gilang, Gie, Lani, Ulan, Galing, Ugiw, Cugiw, Nyinyin, dan lain-lain.

Sejak masuk sekolah dasar sampai detik ini selalu di bully gendut padahal di kelas ada yang lebih gendut. Sejak masuk sekolah dasar hingga duduk di kelas delapan pada awal semester aku tidak pernah percaya diri ketika diminta membaca di depan kelas, ataupun ikut bernyanyi pada saat upacara bendera. Aku tidak bisa mengakan 'R' yang jatuhnya menjadi 'L.' Bahkan ketika ada teman yang memiliki nama dengan campuran huruf tersebut, aku selalu memanggilnya dengan kata ganti orang kedua. Mungkin mereka menganggapnya lucu yang bagiku justru tidak lucu sama sekali. Mereka tidak pernah tahu jika pada akhirnya itu membuatku minder. Namun pada akhirnya, aku bisa bilang 'Rrrrrrr.'

Sejak sekolah dasar aku selalu ingin mengikuti ke manapun kakak sekolah. Padahal ketika aku masuk, kakak justru baru saja lulus. Sampai  pada waktunya aku tidak bisa mengikuti jejak keberuntungan dan kesuksesan dalam hidup kakak. Sering merasa menjadi anak yang gagal, orang gagal. Tapi mama selalu bilang, "bukan gagal hanya belum waktunya!"

Kelas satu sekolah dasar, aku adalah murid yang paling rewel di kelas, sering menangis, takut di suntik, pernah pipis di celana saat berbaris sebelum pulang. Akulah rangking terakhir ketiga di kelas. Semua angka yang berjejer di rapot berawalan enam. Begitu naik ke kelas dua barulah nilaiku merangkak naik. Jika tidak rangking satu maka rangking dua, begitu seterusnya hingga kelas lima. Kelas enam barulah bisa dua semester berturut-turut. 

Aku masuk sekolah dasar tanpa masuk TK terlebih dahulu. TK di sekitar sini dulu sangat jarang. Kalaupun ada lokasinya cukup jauh. Jadi tidak ada yang bisa mengantar jemputku. Aku bersekolah di SDN Bojong 03 dan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka sejak kelas empat SD. Tangan kanan sempat terkilir cukup parah kelas empat SD saat berkemah. Pernah mengikuti program kemandirian untuk kelas lima sekolah dasar se-kecamatan Nagreg di Cisurupan, Garut selama satu bulan. Pertama kalinya jauh dari orangtua.

Melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Nagreg. Sempat terkendala biaya masuk karena saat itu bertepatan kakak masuk SMK. Diberikan syarat rangking satu oleh mama saat kelas sembilan jika ingin memiliki ponsel sendiri. Dan berhasil. Selalu menjadi yang pertama menyelesaikan soal-soal di microsoft excel pada saat mata pelajaran komputer karena ingin cepat-cepat main mario bross, zuma dan wants to be a milionare. Kalau pergi ke warnet hanya sekedar mengerjakan tugas komputer yang dikirim melalui e-mail. Karena warnetnya jauh. 

 Seragam yang asli. Roknya beneran abu-abu, mirip warna seragam polisi.


Seragam hijau ala kelas unggulan

Batik kita mah berat, ada palu, obeng, disket, baut, gergaji, tang (gambar batiknya)

Atas dasar nilai komputer yang stabil dalam angka 90 ke atas maka mama dan kakak menyarankan memilih jurusan teknik komputer dan jaringan.  Padahal aku inginnya kalau tidak multimedia ya otomotif. Oh iya, awalnya aku menduga jika masuk SMK dan memilih salah satu jurusan yang diinginkan maka setiap hari pembelajarannya hanya itu. Tenyata matematika dan kawan-kawannya juga ada. Akupun masuk SMK YPPT Garut, tempat kakak bersekolah saat aku masih SMP. Alasan masuk SMK swasta ini adalah supaya tidak repot ikut ini-itu di SMK Negeri yang akhirnya harus menelan kekecewaan seperti kakak yang nilainya kurang 0,05 saja. Ini apa namanya ya? kalah sebelum berperang? Alasan kedua karena ingin bersekolah di tempat kakak, alasan ketiga, seragamnya beda dari yang lain yang akhirnya untuk beberapa waktu selalu takut untuk pulang menuju terminal karena banyaknya tawuran. SMK ini juga selalu bersih dan bukan murid-muridnya yang membersihkan. Di SMK ini pun ada yang dinamakan kelas unggulan pada setiap jurusannya terkecuali jurusan listrik angkatan 2011 yang hanya satu kelas. Kelas unggulan adalah kelas yang isinya murid-murid yang masuk rangking delapan besar, dan murid paling rajin saat di kelas sepuluh. Kelas unggulan dimulai saat naik kelas sebelas hingga lulus di kelas duabelas. Memiliki satu seragam khusus. Jadi dalam satu minggu bajunya ada tiga. Pernah rangking tiga di kelas ini rasanya kayak mimpi.

Beberapa waktu sebelum kelulusan sempat mengikuti jalur PMDK Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung dan gagal di tahapan psikotes. Sempat terbersit ingin mengikuti tes magang ke Jepang dari sekolah. Karena aku sangat ingin pergi ke Jepang. Apa daya tinggi tak sampai. Berharap suatu hari nanti bisa terwujud, setidaknya untuk jalan-jalan. Begitu PMDK gagal aku tidal menyerah, akhirnya mengikuti jalur USM dan gagal juga. Padahal ingin sekali masuk jurusan Design Engineering.

 Kurang satu orang. Aku yang tidak memakai kerudung.

Mama hanya memberikan dua pilihan. Masuk Akper atau Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Bandung. Nah mama terbujuk rayuan teller Pos. Akhirnya karena tidak tertarik dengan Akper aku memilih Poltekpos. Awalnya D4 Teknik Informatika, akhirnya karena ditawari program fast track D3 Teknik Informatika. D3 tapi dua tahun saja. Akupun beralih ke program D3 fast track Teknik Informatika yang mahasiswanya limited edition. 15 orang lulusan SMK tapi jurusannya berbeda, bahkan ada yang dari jurusan teknik mesin.

 Sudah pakai kerudung, kedua dari kanan. Dan pada akhirnya kami tersisa 13 orang.

D3 dua tahun rasanya seperti apa? lumayan menguras hati, pikiran dan tenaga. Paling sedikit 23 paling banyak 28 sks dalam satu semester. Baru belajar Algoritma, Struktur data, Basis data, XML langsung dihadapkan pada proyek IT 2. Semester 4 PKL dan TA. Setelah TA masih ada perkuliahan (matrikulasi) sebanyak 20 sks dalam 2 minggu. Dan sekarang D3 Fast track sudah tidak ada. Angkatan kedualah yang mahasiswanya paling banyak. Kuliah di sini ada kelebihannya, dari senin sampai kamis tidak perlu pusing mau pakai baju apa, karena pakai seragam.

 Yang akhirnya lulus dalam dua tahun hanya delapan orang.

Kuliah 2011 lulus 2013, sempat masuk konsultan IT berskala cukup lumayan selama dua bulan dan akhirnya menyerah di penghujung desember 2013. Karena merasa ini bukan aku banget setelah berkenalan dengan bahasa Java dan lain-lain. Menjadi pengangguran yang hanya berjualan pulsa dari awal 2014 hingga juli 2014. Semua tes gagal lagi dan lagi. Sempat bekerja sebagai staff SDM di Kantor Pos Garut selama tiga bulan berstatus pekerja harian lepas (PHL). Awal Desember masih berada di sana atas permintaan ibu manager SDM yang kerepotan. Digaji perhari. Pertengahan desember 2014 hingga detik ini masih menganggur. Bukan, ini bukan karena tidak mencari dan berusaha... hanya mungkin belum tiba saatnya.

Aku memiliki banyak hobi lebih tepatnya sering tertarik dengan hal-hal yang baru ditemui dan dianggap menarik. Tapi yang masih konsisten adalah menulis ... diary. Pertama kalinya menulis naskah drama untuk pertunjukan perwakilan kelas saat kelulusan SMP, judulnya KB (Keluarga Berantakan). Dan semoga bukan yang terakhir. Beberapa kali juga membuat cerita dan cerita bersambung yang ditulis pada buku catatan dan dibaca secara sukarela oleh teman-teman. Setelah sekarang aku baca ulang kok isinya lebay dan tidak berbobot. Sudah begitu tulisannya besar kecil, besar kecil.

Mulai membuat blog saat kelas delapan dengan nama gilangmaulani.blogspot.com isinya baru satu postingan. Itupun akibat nonton sinetron Kepompong. Karena komputernya dijual dan aktifitas facebookan lebih asyik, akhirnya lupa alamat e-mail dan password. Tahun 2012 barulah membuat blog baru yang saat ini digunakan giegilangmaulani.blogspot.com. Namun benar-benar tertarik untuk ngeblog ketika menemukan lomba pojok pulsa dan giveawaynya teh Yasinta per Oktober tahun lalu. Isi blognya ya masih begini. Lebih banyak curhatnya.


Keempat dari kiri, di depan. Kapan lagi nyanyi di depan orang banyak. Rada nervous.

 Pasukan ungu (Martha Kirana Choir) dalam gladi bersih wisuda Poltekpos tahun 2012.

Banyak hal-hal dalam hidup yang telah kualami dan tak pernah terduga sebelumnya. Seperti dipilih menjadi ketua kelas saat kelas enam, sekretaris saat kelas sembilan, pemeran peri biru saat pementasan drama HUT TI ke-10, koordinator tim kreatif di paduan suara mahasiswa Poltekpos tahun 2012-2013, cerpen-cerpen serta sebuah mini novel lolos di penerbit indie, mendapatkan hadiah dari bermain game. Beberapa kali mendapatkan hadiah dari giveaway blogger, berani mengikuti stand up comedy on the blognya pakde Abdul Cholik.

Dan sampai detik ini aku masih memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, setidaknya sampai jenjang S1. Inginnya setelah nanti berjodoh dengan salah satu perusahaan, supaya bisa membayarnya dengan hasil jeri payah sendiri. 

"Tulisan ini diikutkan dalam Bundafinaufara 1st Giveaway"

Daaan, 

Selamat ulang tahun untuk mba Ika Puspita yang berulang tahun hari ini, semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan segala urusannya, rejekinya semakin bertambah, dan segala sesuatu yang terbaik untuk mba Ika juga keluarga. Salam kenal :)

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. Waah...betapa hebat kau dek...berprestasi terus ya. Makasiih sudah ikutan GA ku ya
    salam kenal dari Semarang ;)

    ReplyDelete
  2. Wahh dulu pas sma rokku masih model span selutut hihi, betewe seragame bagus ya ijo2

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pernah pake span juga pas kelas sepuluh, tapi kaos kaki sampe lutut karena gak pede betis gede hehe. Iya aku juga suka banget sama seragam ijonya

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)