Selain Kenangan, Inilah Yang Bisa Kamu Bawa Pulang Dari Bandung

Setelah menjelajah tempat-tempat wisata di sebuah kota sambil mengabadikannya melalui bidikan kamera, tentu akan menyisakan pengalaman berkesan dan berharga yang esok tinggal kenangan. Entah kenangan tentang pesona tempat wisata yang memukau, orang-orangnya yang ramah, atau sosok seseorang dengan senyuman menawan. Karena esok, lusa belum tentu ada,kamu belum tentu kembali ke kota ini dan mungkin kamu akan rindu ... maka pulanglah dengan membawa buah tangan alias oleh-oleh selain kenangan. Meskipun sekarang ini beberapa oleh-oleh sudah bisa dibeli melalui toko online, namun membelinya secara langsung tentu lebih mengasyikan. 

Catatan : siapkan uang yang banyak untuk memborong semua oleh-olehnya.

Dimulai dari Bandung yang berbatasan dengan Garut. Setelah mengabadikan momen melintasi jalan Lingkar Nagreg dan cintaku tlah diujung jalan diujung jalannya berjejer warung oleh-oleh. Ada cintaku Peyeum Bandung yang digantung, Ubi Cilembu (mentah dan matang), kerupuk pasir, borondong, opak, wajit Cililin, dan masih banyak lagi.

PEYEUM BANDUNG

Peyeum, sumber gambar dari sini


Selain di makan langsung, biasanya peyeum ini bisa diolah menjadi kolak, di goreng, pelengkap es campur, dan lain-lain. Ada lagunya lho, ceki-ceki di sini.

UBI CILEMBU

Ubi Cilembu, sumber gambar dari sini
Dikutip dari wikipedia dan beberapa sumber lainnya, Ubi Cilembu ini berasal dari kecamatan Pamulihan, Sumedang. Entah mengapa banyak dijual di desa Pamucatan kecamatan Nagreg. Ubi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Kenapa ubi ini di oven tidak di goreng atau di rebus? Wiki kembali menjawab, Ubi ini tidak cocok untuk digoreng, karena kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah “gosong”, dan juga tidak cocok untuk direbus, karena aroma dari “madu” nya akan berkurang, bahkan hilang.

BORONDONG

Borondong, sumber gambar dari sini

Berasal dari kecamatan Ibun, tapi terkenal di Majalaya. Nah lho. Ini ada lagunya juga lho, bisa ceki-ceki di sini, lagunya enakeun. Tapi nyanyinya jangan sambil makan borondong ya, takutnya kamu keselek eh tersedak.

WAJIT CILILIN

 Wajit Cililin, sumber gambar dari sini

Wajit Cililin punya cita rasa sendiri yang khas dan tentunya lebih legit. Berasal dari Cililin, kabupaten Bandung Barat.

Warung oleh-oleh setelah jalan Lingkar Nagreg terlewat karena ketiduran? Tidak masalah, sebelum masuk pintu tol Cileunyi, di sana berjejer toko oleh-oleh. Memasuki kawasan tol dan keluar melalui tol Pasteur. Setelah keluar pintu tol Pasteur dan melewati jalan Dr. Djunjunan ada Gepuk Nyonya Ong dan toko oleh-oleh yang tidak boleh kamu lewatkan. Masuk ke jalan Pasir Kaliki, tidak jauh dari Istana Plaza ada Pia 170.

 sumber dari sini

Diteruskan ke jalan Kebon Kawung dan Kebon Jukut, ada Pisang Bollen Kartika Sari, selain Bollen ... di sini juga tersedia oleh-oleh lainnya.
sumber gambar dari sini

Selain oleh-oleh di atas, oleh-oleh khas Bandung lainnya ada  Tahu Tauhid dan Tahu Susu Lembang, Aneka kerajinan Lembang, Keripik Maicih dan Karuhun, Oncom Bandung, Surabi Enhaii di Setiabudhi, Batagor Riri, Kopi Aroma Bandung, Brownies Kukus Amanda. Selain makanan, kamu juga bisa membeli kaos distro di Parahyangan Plaza (dekat alun-alun Bandung), Berkunjung ke kawasan factory outlet di Dago, jalan Riau, dan jalan Cihampelas. Di jalan Cihampelas inilah terletak toko Oncom Raos, juga toko oleh-oleh lainnya.  Mau ke pusat sepatu? Cibaduyut aja. Masih mau alternatif lain? Bisa membeli Angklung di Saung Angklung Udjo.

Nah ada banyak kan, jadi kalau pulang dari Bandung itu jangan membawa kenangan saja, tapi bawalah oleh-oleh khas Bandung untuk dinikmati bersama keluarga ataupun dinikmati sendiri sambil mengenang kejadian-kejadian seru dan indah selama berkunjung maupun berwisata ke Bandung.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

23 comments:

  1. Itu Berondong yang di pegang ibu-ibu. Kalo di Pontianak, kami menyebutnya dengan istilah Kerupuk Bandung. Mungkin kerupuk ini berasal dari Bandung, makanya orang Pontianak menyebutnya dengan Kerupuk Bandung.

    ReplyDelete
  2. wah bandung yang saya tahu peyeum.
    baru tau yang disebut, saya tahunya sale pisang, roti apa ya tuh
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. mauuuu banget ke bandung, bandung keren banget sering liat liputannya
    pernah juga dapet oleh2 peyuemnya, rasanya unik

    ReplyDelete
  4. Jadi pengen ke Bandung nih,, nyobain jajanannya yang khas,. :D

    ReplyDelete
  5. Walah2 bnyk banget ya pilihanny, tapi saya naksir yang Kartika Sari itu. Menggugah selera dari penampakannya. Nyummi...
    @ge1212y

    ReplyDelete
  6. Peuyeeeum !
    aku suka makan ini mba,kalau lagi perjalanan ke kampung Di Tasikmalaya

    ReplyDelete
  7. Brownies Amanda sama keripik Maichi mba
    Itu asal muasal dari Bandung meski sekarang udah banyak di berbagai kota sih

    @siethi_nurjanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sekarang banyak cabangnya juga di luar kota. Tapi lebih afdol kalau beli langsung di Bandung hehe

      Delete
  8. Replies
    1. Dan untuk menuntaskan rindu itu, segeralah berkunjung kembali ke Bandung atau segeralah membeli oleh-oleh khas Bandung *eeh :D

      Delete
    2. Tapi lebih rindu sama yg lagi di Bandung... #eaaa :D

      Delete
  9. Aku ada kaos dari bandung. Tanda pernah ke sana, kawah putih ciwidei, pesantren Entrepreneur dll.

    Selain kenangan boleh ga yg nulis blog ini dibawa pulang? Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ciee mas Adib pernah ke Bandung hehe

      Boleh, boleh, asal dinikahin dulu aja wkwkwk *justkidding

      Delete
  10. di bandung kayaknya makanannya enak enak nih :D

    ReplyDelete
  11. Kang kirain saya itu nama makananya BRONDONG, kalo BRONDONG pasti banyak yang nyari itu tante2 kang .. xixixi

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)