Tanpamu Dunia Gelap Rasanya

Judul yang kutuliskan memang rasanya terlalu berlebihan, namun apa daya ... diriku sudah terlanjur ketergantungan kepada internet. Ibarat obat, internet itu bikin kecanduan. Mau bagaimana lagi, dengan internet apa pun bisa di dapatkan dengan lebih mudah. Apalagi dengan kehadiran toko online. Klik, cari, bayar, tunggu beberapa hari dan barang yang diinginkan langsung diantar sampai ke rumah.

Saat ini provider yang diriku gunakan  adalah kartu As dan IM3. Alasan pertama karena signal mereka yang cukup lumayan. Alasan kedua karena dulu mereka tidak menerapkan yang namanya masa aktif. Untuk provider yang lainnya? Ah kalau kata Peterpan sih, "Tak usah kau tanyakan lagi, simpan untukmu sendiri!" Andaikan diriku tinggal di daerah perkotaan mungkin diriku akan beralih ke provider lain sesuka hati. Atau setidaknya andaikan diriku tinggal di pinggir jalan raya, jalan provinsi tentulah akupun tak akan mengalami kendala yang namanya susah signal. Sayangnya aku tinggal di sebuah desa di kecamatan Nagreg, dari jalan raya sekitar 2,5 km paling dekat, 4 dan 7 km kalau ingin menggunakan kendaraan roda empat. 

Signal di desa ini hanya bagus di beberapa tempat dan rumah orangtua diriku tidak termasuk di dalamnya. Dulu saat masih remaja sempat merasa bahagia karena signal Axis ada, kalau memakainya nongkrong di atas pohon. Lama kelamaan hilang juga. XL,  pernah memakai ini selama hampir empat tahun. Apalagi dulu ada paket internet unlimited-nya. Dipake modem di tempat kost wuih gila ngebutnya. Begitu pulang ke rumah signalnya makin hari makin sesuatu. Signal CDMA apalagi biasanya cuma numpang lewat. Kalau ada yang isi pulsa Esia atau Flexi dan dulu masih di gosok pake voucher, diriku harus naik dulu ke atas genteng eh loteng.

Jadi jikalau kalian ingin berkunjung ke kampung Bojong, desa Mandalawangi, kecamatan Nagreg, kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk waktu yang cukup lama ... ku sarankan pakailah telkomsel dan indosat ooredoo supaya aman. Apalagi kalau digunakan di dataran tinggi dekat kaki gunung, akses internetnya bisa lebih cepat.

Paket internet yang kugunakan saat ini dan sejak dua tahun terakhir adalah paket internet IM3. Awalnya pake unlimited lima puluh ribu dengan pemakaian maksimal 500 mb perbulan dan kecepatan akan diturunkan setelah melewati batas 500 mb. Awalnya juga penurunan kecepatannya masih oke-oke saja saat dijadikan modem. Semakin hari bukannya semakin cinta eh diriku malah kecewa. Lemot, buka satu laman web saja bisa memakan waktu hingga lima jam. Akhirnya beralih lah diriku menuju paket kuota. Mahal? tidak juga. Cepat? ya lumayan lah. Cukup? tergantung pemakaian.

Paket seharga sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah per tiga puluh hari dengan kouta 9,5 gb. Dengan pembagian kuota 24 jam sebesar 3,5 gb, jam 01-06 sebesar 2,5 gb, jam 09-17 500 mb dan super wifi 3 gb. Dan yang paling tidak berguna adalah paket super wifi 3 gb. Mungkin akan berguna kalau wifi indosat ooredoo ada di seluruh daerah. Apakah paket ini cukup? Ehem, mungkin cukup kalau yang diriku akses hanya sebatas e-mail dan beberapa akun sosial media. Sayangnya yang diriku akses lebih dari itu dan banyak juga upload serta downloadnya. Selain itu paket internet ini tak hanya digunakan pada ponsel android saja tapi juga digunakan sebagai modem. Ya, bongkar pasang kartu lah. Kalau tidak cukup, indosat ooredo menyediakan paket ekstra. Biasanya aku membeli yang 2 gb sampai 4 gb berlaku 24 jam dengan masa aktif dan kecepatan sesuai paket awal. Harganya empat puluh ribu dan enam puluh ribu. Kalau dihitung biaya perbulan paling boros seratus enam puluh ribu rupiah dengan kuota sekitar 11 gb. Oh ya, ini masih paket untuk 3G. Kalau 4G? diriku tak tahu jaringannya sudah ada atau belum di sini. Lagi pula modem dan ponselku masih 3G belum sanggup beli yang baru. 

Sebenarnya kalau ingin cepat bisa saja pakai kartu As. Tapi demi penghematan biaya, ya tetap pakai IM3 yang jauh lebih murah. Oktober tahun lalu pernah membeli paket 3,5 gb seharga seratus tiga puluh ribu rupiah karena harus melakukan psikotes online. Sebenarnya bisa lebih murah kalau mengerjakan di warnet, ya meskipun ongkosnya tidak murah. Harus naik ojek dan angkot. Lagi pula kalau di warnet apa bisa konsentrasi? Mengakses internet menggunakan kartu As memang cepat, jadi harga dan jumlah kuota dengan kecepatannya sesuai.

Inginnya sih pakai speedy, namun apa daya ... jaringan telepon rumah di desa ini sudah dicabut sejak tahun 2014. Dulu sempat memakai im2 produk dari indosat di tahun 2009. Jamannya modem masih mahal. Tapi ya lama kelamaan signalnya bikin stress. Jadi apakah diriku puas dengan kedua provider saat ini? Dibilang puas ya tidak, dibilang tidak puas juga tidak. Kalau kurang puas baru deh iya. Karena apa? Karena signal keduanya seperti perasaanku kepadamu saat hujan turun, timbul tenggelam. Tidak begitu kuat, enggan menguat tapi perlahan-lahan melemah bahkan akan menghilang dengan sendirinya. Paling sebentar beberapa menit, bahkan bisa selamanya. Apalagi kartu As, kalau mati listrik, signalnya ikutan mati. Dan selama beberapa hari ini signal IM3 pun cukup membuat stress. Betah di 2G ketimbang 3G. Jadinya belum bisa posting di blog.

Kalau di suruh memilih antara wifi dan provider telekomunikasi ya jelas provider. Karena diriku tinggal di desa dan tidak tersedia wifi.  Dan untuk diriku yang jarang keluar rumah juga nonton televisi. Internet sangatlah penting dan menjadi sebuah keharusan demi mendapatkan informasi terbaru. Syukur-syukur kalau ikutan giveaway, lomba menulis dan main game nya bisa menghasilkan sesuatu yang cukup lumayan. Jadi kuota tidak terbuang percuma.

Kalau ditanya tips dan trick hemat kuota, ya sebelas duabelas dengan orang lain. Tapi ya tetap saja diriku mah boros kuota, terkecuali seperti sekarang ini, jaringannya super galau. Pastilah akan turut membantu hemat kuota.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

25 comments:

  1. wah begitu, ya. semoga bisa berhemat, aamiin.

    ReplyDelete
  2. Sama, pengalaman Kartu Hijau-Kuning yang awalnya ngebut trus perlahan-lahan.... Btw, tetap semangat ngeblog (paling tidak nulis draft) nya apapun signalnya...hehehe
    @ge1212y

    ReplyDelete
  3. Provider emang kadang-kadang bikin kesel dengan pembagian kuotanya. Super wifi dan 4G yang super nggak kepakai malah mendominasi jumlah kuotanya. -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya suka begitu. padahal mending tulis aja 5 gb untuk 24 a misalnya daripada 9 atau 11 tapu dibagi hihihi

      Delete
  4. paling sebel sama pembagian kuota, kuesel -___-

    @onlykharisma

    ReplyDelete
  5. Kirain saya doang yg udah kena virus kecanduan imternet, kalo kaga ada paket data atau berselancara di dunia maya jaspdi serasa mati gaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih jadi berasa ada yang kurang kalau ngga ngakses internet hoho

      Delete
  6. oh milih provider daripada wifi
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. tanpamu gelap tanpa listrik bukan internet hehe

    ReplyDelete
  8. Terlebih saya yg juga kecanduan internet.

    ReplyDelete
  9. wah.. semua sudah dicoba sepertinya ya mbak Lani. ini sama seperti jaringan di desaku berarti ya. untungnya kalau pulang kampung biasa tidak lama, jadi nggak masalah saat harus berpisah sejenak dengan jaringan internet :)

    @QuelleIdee07

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih hampir semua provider sudah di coba hehe

      Delete
  10. Judulnya mantap, memang sich ngga ada internet pada era saat ini jadi ada yang kurang

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, kalau ngga ada terasa ada yang kurang

      Delete
  11. coba terusss sampai ga dapat. ya begitulah. awalnya oke lama-lama suka jaim sama pengguna :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya awalnya cepat dan murah lama-lama lelet dan semakin mahal huhu

      Delete
  12. Tips hemat kuota ala gw: jangan punya smart phone, hahahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya sih kak. tapi sepi klo ngga pake smartphone. berasa ada yg kurang

      Delete
  13. Wuih. Rumahmu di Nagreg yang terkenal sama tanjakannya itu mbak? Di pelosok perbukitan gitu? Emang maklum klo sinyal seluler agak sulit di sana karena banyak halangan dari sisi geografis.

    Klo buat browsing (bukan streaming) aku pernah sebulan pakai IM3 paket 1 bulan + paket ekstra 4 Gb sudah lumayan. Tapi ya kepakainya full cuma pas hari Sabtu / Minggu karena hari kerja aku pakai koneksi internet kantor, hehehe.

    Kalau speedy sekarang jatuhnya mahal mbak. Apalagi klo pakai infrastruktur fiber optik. Per bulannya bisa 400-an ribu. Tapi ya memang kecepatannya cepet dan juga "unlimited".

    Semoga ke depan negara kita punya solusi internet yang lebih bersahabat untuk kantong.

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)