Kejutan Bertubi-tubi

 

Pertama dan mungkin terakhir kalinya merayakan ulang tahun itu saat berusia tujuh belas tahun. Tepat di bulan ramadhan, dirayakan bersama beberapa teman sekolah. Tapi ... untuk ulang tahun yang paling berkesan dan penuh kejutan itu tiga tahun lalu. Double kejutan di tanggal dua puluh tiga kemudian berlanjut ke tanggal tiga puluh dan tiga puluh satu dalam tiga bulan berturut-turut. Tepat di usia kepala dua.


Aku lahir pada tanggal 23 Agustus, otomatis akan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dan kado ketika menginjak tanggal tersebut. Tapi, di tahun 2013 ... aku mendapatkan kue sekaligus meniup lilin sebanyak tiga kali. Bahkan mendapatkan kado terindah dari Tuhan satu bulan sebelumnya. Tanggal sidang yang diubah sebanyak tiga kali dikarenakan satu dan lain hal, membuatku menjalani sidang Tugas Akhir pada tanggal 23 Juli 2013. Hadiahnya? lulus diploma tiga dalam waktu dua tahun.


23 Agustus 2013, di pagi harinya mama memberikan ucapan selamat ulang tahun, doa serta pelukan dan kecupan penuh kasih sayang di kening. Terharu? jelas. Dan lebih terharu lagi karena dibawakan rainbow cake berhiaskan lilin angka dua puluh yang menyala terang. Kue yang selama ini ingin dibeli tapi belum kesampaian akhirnya malah dibelikan oleh mama.

 

Belum lagi notifikasi SMS dan facebook dari kakak, sahabat, teman dan dia ... seseorang yang tak bisa di sentuh apalagi di genggam, bahkan memintanya untuk tetap tinggalpun begitu sulit diucapkan. Karena untuk pertama kalinya dia mengucapkan selamat ulang tahun. Jadilah aku terlalu bahagia dibuatnya.


31 Agustus 2013, sepasang kakak pulang dan membawakan kue yang juga berhiaskan lilin angka dua puluh. Lengkap rasanya, karena di tahun yang sama akhirnya aku memiliki sepasang kakak. Yang tadinya hanya memiliki kakak laki-laki tunggal, akhirnya aku memiliki kakak perempuan juga. Meskipun hanya kakak ipar. Tapi kakak ipar rasa kakak kandung.

30 September 2013, satu hari sebelum wisuda.

Bisa kali di fotoinnya nggak lagi mangap?
Itu foto mangap paling alami yang kupunya. Kalau kata Yunita mah, "yang ulang tahun harus terima kalau pose tiup lilinnya jelek!" Iya aku terima walau kurang ikhlas. Karena akhirnya aku yang suka iseng motoin mereka dalam berbagai pose kena batunya. Selain itu, untuk pertama kalinya kalian berhasil membohongiku.

Siang itu, tak terpikirkan sedikitpun akan mendapatkan kejutan dari mereka, Yunita, Endah dan Apri. Karena di awal bulan september, saat kembali ke kampus untuk training Belogix mereka sudah di traktir makan di kantin. Selain itu, akupun tak mengharapkan kado ataupun kue dari mereka. Karena semakin bertambahnya usia, bagiku ... doa merupakan kado yang paling berharga. Sesuai perjanjian, sebelum berangkat ke SABUGA untuk menghadiri gladi bersih wisuda, aku, Yunita, Endah dan Hakim janjian berangkat bersama-sama dari kampus. Sementara Apri berangkat lebih awal bersama keluarganya.

Yunita bilang dia sudah sampai di kampus dan menunggu di taman yang dekat kolam ijo. Iya, air kolamnya itu lho, hijau karena lumutan. Tanpa ragu aku mempercepat langkahku menuju taman. Dan, Yunita tidak ada di sana. Di SMS pun tidak membalas, sementara Endah dan Hakim masih on the way. Sampai adzan dzuhur berkumandang barulah Yunita membalas, "aku di mesjid," katanya. Entah kenapa aku percaya begitu saja. Begitu sampai di mesjid dan selesai sholat, sosok yang aku cari sama sekali tidak terlihat. Eh begitu turun tangga dan kembali ke taman, Endah dan Yunita ada di sana ... sedang sibuk memasangkan lilin-lilin kecil berjumlah dua puluh di rainbow cake. Begitu aku mendekat, mereka memasang wajah tanpa dosa sambil mengucapkan selamat ulang tahun.

 

Bungkusan kadonya tak berplastik, dan akhirnya terpaksa dilipat dua supaya masuk ke dalam tas. Karena tidak diperbolehkan di buka saat itu juga. Isinya, tas dan dompet yang memaksaku untuk sedikit lebih feminim. Dan itulah sedikit cerita dari masa lalu, tiga tahun yang lalu tentang ulang tahun yang paling membahagiakan dengan kejutan bertubi-tubi. Terima kasih wahai kalian yang membuat usia kepala duaku tiga tahun lalu begitu berwarna.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger

http://www.warungblogger.org/2016/04/kompetisi-blog-5-tahun-warung-blogger.html

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. aahhh mbak.e kuenya bikin ngeces loh hhhee
    kejutannya bersambung ya mbak.. hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini, aku kasih tissue biar nggak ngeces hehe. Iya nih tiga tahun lalu kejutannya sambung menyambung

      Delete
  2. banyak banget ya mbak kejutannya. :D
    pasti rasanya bahagia sekali~

    ReplyDelete
  3. dengan membaca artikel ini membuat saya jadi tahu bahwa umur mba gilang maulani ini baru 20 tahun :) hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu tahun 2013 :D sekarang 22 jalan ke 23 hihihi

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)