Menghadapi Tanggal Tua dari Masa ke Masa

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

 

Membahas tentang tanggal tua memang nggak pernah ada habisnya. Banyak sekali orang yang pernah menderita bahkan masih menderita karenanya. Sampai banyak meme-meme bertebaran di sosial media tentang penderitaan di tanggal tua. Dan aku masih mengalami penderitaan itu. Dari yang awalnya banyak uang sampai sisanya hanya beberapa ribu rupiah saja. Kalau dibuat grafik, tanggal tuaku itu seperti di bawah ini :


Nah, di masa sekolah, aku nggak kenal yang namanya tanggal tua. Kalau denger sih sering dari mama, saudara dan para tetangga. Iya, pas sekolah itu nggak ada uang bulanan, adanya uang harian yang jumlahnya sudah lebih dari cukup buat aku. Kalau udah dipake ongkos dan jajan itu masih sisa. Bisa di tabung, bisa dikumpulin terus beli mainan. Sekalipun pernah jadi anak kos pas musim PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) tapi tanggal tua belum terasa bedanya. Karena aku pulang setiap minggu dan sesekali di sumbang camilan sama pacar. Pulangnya pun dianter, otomatis hemat di ongkos. Jadi, di masa sekolah ... tanggal tua itu grafiknya flat. Nggak ada bedanya sama tanggal muda!

Masa kuliah, di sinilah kehadiran tanggal tua itu mulai terasa begitu menyiksa, pada awalnya. Belum lagi kalau uang bulanannya telat dikirim. Rasanya kayak berdiri di pinggir jurang. Jadinya itu grafik turun kemudian berhasil naik lagi. Iya, aku yang nggak terbiasa megang uang bulanan jelas kesulitan mengatur keuangan. Apalagi kalau jalan-jalan ke mall, duh godaan terberatku itu kalau liat benda-benda yang bentuknya hello kitty di Heart Warmer, ya udah ... pas sampe ke tempat kos langsung duduk di pojokkan. Menyesal, karena beli barang-barang yang kurang penting. 


Terus kalau lagi belanja keperluan bulanan di mini market terdekat suka tergoda buat beli banyak camilan sama mie instan aneka rasa. Sampai akhirnya Apri pindah ke tempat kos-ku dan tahun berikutnya kita satu kamar kos. Apri yang membuatku belajar untuk nggak boros, kadang bisa minjem beberapa puluh ribu kalau uang bulanan telat.


Walaupun doyan makan mie, bahkan seharian bisa makan mie ... nggak peduli itu tanggal tua atau muda, tapi lama-lama bosen juga, kan? Lagipula kebanyakan makan mie instan kan nggak sehat. Apalagi seduh mie instannya pake air galon. 

"Makannya kalau jadi anak kos itu jangan kebanyakan makan mie instan, nanti otaknya ikutan keriting!" itu kalimat salah satu dosen yang jleb banget, nusuk ke hati. Iya, aku lama banget waktu ngerjain soal di papan tulis. Karena pas dosennya jelasin aku lagi bengong, pas disuruh maju langsung gelagapan.

Setelah kejadian itu dan kepindahannya Apri, aku jadi rajin makan nasi. Nasinya bikin sendiri pake magicomnya Apri. Berasnya patungan, lauknya beli. Belinya pake perjuangan menyusuri gang-gang kecil, biar dapet lauk yang enak tapi harganya agak miring.  Akupun mulai mencari uang tambahan dengan menjual pulsa kemudian menerima jasa ketik dan print untuk teman-temannya mama. Hasilnya lumayan, bisa buat kredit baju sama tas Sophie Martin dan ngemall. Sesekali kita menginap di rumah teman untuk perbaikan gizi. Dan mulai terbiasa bawa bekal minum demi mengurangi pembelian air dalam botol.

Langkah selanjutnya untuk menghadapi tanggal tua adalah selalu berbuat kebaikan. Percaya deh kalau habis berbuat baik dengan ikhlas selalu ada aja timbal baliknya. Karena sering mencuci piring-piring kotor di wastafelnya almarhumah ibu kos (kita ngekosnya di kamar yang serumah sama ibu kos) dan membantu memasak. Alamarhumah ibu kos sering memberi lauk untuk makan, kadang bubur manado untuk sarapan. Pernah juga pas sampah udah numpuk banget di halaman depan, nggak ada yang buangin karena bapak kos nemenin ibu yang dirawat di rumah sakit ... kita berniat membuang sampahnya hari minggu pagi setelah lari di sekitar komplek. Eh pas selesai dan istirahat, ada anaknya ibu dan bapak kos, kita dikasih buah-buahan. Jadinya perbaikan gizi.

Masa kerja, setelah mendapatkan pekerjaan dan gaji pertama, otomatis uang jajan pun nggak ada lagi. Lebih tepatnya nggak berani minta uang jajan alias lebih tahu diri. Mau nggak mau suka nggak suka, harus bisa mengatur keuangan sampai ketemu lagi waktunya gajian.Waktu di salah satu konsultan IT di Bandung, gajinya tujuh ratus lima puluh ribu sebulan. Iya, karena aku masih anak bawang yang kerjaannya mendalami dulu bahasa pemrograman kemudian ngikut-ngikut aja kalau diajak ketemu klien. Untungnya terbantu sama fasilitas air minum, kopi, dan roti gratis dari kantor dan kantin yang harga makanannya terjangkau. Kadang dibawain es krim dan ditraktir makan sama pak bos dan bu bosnya. Kalau diajak ketemu klien apa lagi, ada jatah makan siang gratis. Urusan isi perut nggak jadi masalah.


Waktu kerja di Garut pun begitu, meskipun gajinya cuma satu juta seratus delapan puluh lima ribu rupiah dan pulang - pergi Nagreg - Garut, Tanggal tuaku pun nggak jadi masalah. Iya, soalnya gajian di tanggal tua. Belum lagi kalau pekerjaan udah beres dan aku bantuin ibu-ibu, bapak-bapak, teteh-teteh di sana suka ada aja yang ngasih rezeki. Baik buat jajan bakso ataupun makanannya langsung. Terus sering jajannya di depan sekolah, jadi makanannya lebih murah. Kadang bawa bekal makan juga sih dari rumah. Kadang demi hemat ongkos angkot, suka numpang mobil kantor pas pulangnya sampai ke kantor cabang. Lanjut naik bus deh.

Masa menganggur, inilah masa yang sedang kujalani. Masa di mana hidup segan mati tak mau. Mau gimana lagi, uang jajan nggak ada, penghasilan cuma dari jualan pulsa yang hasilnya dibeliin kuota internetan. Makan, minum, tidur udah pasti terjamin karena di rumah. Tapi nggak enak sama orangtua. Beda sama dulu pas masih sekolah. Demi mengurangi rasa nelangsa, per-tahun dua ribu limabelas kemarin, aku mulai ngelirik kuis-kuis, game berhadiah kemudian ikutan giveaway di blog. Hasilnya lumayan, bisa dapet pulsa, make-up, buku-buku, makanan, kaos, movie card dan voucher belanja.

Bisa nonton gratis pake movie card hasil main game
Sebenarnya tanggal tua itu nggak akan membuat kita tersiksa apalagi menderita, asalkan pinter-pinter mengatur keuangan, meminimalisir pengeluaran, dan mencari celah untuk menutupi kebutuhan lain tanpa mengeluarkan uang. #JadilahSepertiBudi biar tanggal tuanya semakin happy. Karena Budi seperti ini :


Nanti, setelah mendapatkan pekerjaan baru dan menjadi anak kos lagi. Aku udah siap dong, karena aku mau menjadi seperti Budi yang memanfaatkan promo TTS di MatahariMall.com. Nggak perlu susah lagi deh buat nyari tempat belanja bulanan murah dan lengkap.

 https://www.mataharimall.com/ 

Matahari Mall dot com kayak mall beneran, ada lantainya. Totalnya ada 11 lantai, dari lantai dasar sampai lantai sepuluh. Pilihan produknya banyak, pengiriman gratis, metode pembayarannya banyak pilihan, lokasi pengambilan ada ratusan, menerima pengembalian barang untuk produk-produk tertentu, dan banyak penawaran serta promo spesialnya. Kayak promo TTS alias Tanggal Tua Surprise. Belanja bulanannya di geser ke tanggal tua biar makin hemat, apalagi kalau gajiannya emang di tanggal tua. Pas banget! Biar lebih gampang lagi, cari kupon matahari mallnya di Shopcoupons

 https://www.mataharimall.com/ 

Maka dari itu #JadilahSepertiBudi biar untungnya makin banyak di tanggal tua.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

22 comments:

  1. teteh sukaa sama template nya, lebih simple tp asyikk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi belum di edit sebagian lagi, masih berantakan hehe. Eva bikinin template atuh :P

      Delete
  2. ah ngebahas tanggal tua ini gak bakal ada habisnya karena di setiap bulan pasti tanggal tua itu selalu hadir tapi kita harus menghadapinya dengan sabar. dan ingat jika tnggal muda dapat gaji jngan smpai boros, sisakanlah sedikit bila perlu di tabung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kecuali kalendernya cuma setengah bulan ya? Hehe. Bener tuh sabar dan tawakal aja, siapa tau ada rejeki tak terduga

      Delete
  3. sampe ada statistik segala hehehe. Tapi masa menganggur memang rasanya jadi setiap hari itu tanggal tua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Iya, maka dari itu aku yang masih nganggur ini rajin cari hadiah gratis mba hehehe

      Delete
  4. alhamdulillahh dulu langsung move on dari masa menganggung hhee
    emang tanggal tua seperti tanggal jahiliah saja hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah mba Rohmah beruntung, aku masih gagal move on aja huhuhu

      Delete
  5. Huhuy, ada grafiknya segala yak. Mantap deh. Semoga menang yak, biar tanggal tua senang. Semangat Gilang!!
    Btw, memang sebetulnya walaupun gaji segede seberapa pun tetep tidak akan pernah merasa cukup. Mungkin yang penting kita mensyukuri yang ada, dan merasa cukup dengan yang kita terima.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih mba Levina :) setuju mba, harus banyak-banyak bersyukur :)

      Delete
  6. Awal gajian emang harus secepatnya ditabung biar nggak lekas habis ya mba :)

    ReplyDelete
  7. Jaman kuliah dulu ga ngaruh kayaknya buatku tanggal muda atau tanggal tua. Jatah uang saku dapetnya perminggu soalnya. Nah yang sedih itu kalau lagi libur kuliah, uang jajan berkurang banyak :D *malah curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaa iya da teh Efi pulangnya seminggu sekali :D

      Delete
  8. musti pinter ngatur duit ya teh biar gk kejebak dilema tanggal tua,,,,
    salam kenal ya,,,,gutlak buat kontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hehe salam kenal juga. Terima kasih :)

      Delete
  9. Aaakh kreatif banget kamu mbak bikin gambar-gambarnya :D hihih pengalamanmu menjalani tanggal tua pun lengkap, dari di masa kuliah, kerja sampai menganggur :' wkwkwk aku Alhamdulillah ngerasain tanggal tua pas kerja aja, itu aja sekali, habis itu belajar dari tersiksanya tanggal tua :D wkwkwk

    Semoga menang ya Mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Feb. Kerasa banget pas kuliah dan menganggur hoho. Laki mah gitu ya, cepet move on :D dari tanggal tua maksudnya.

      Thanks Feb, aamiin :)

      Delete
  10. dari zaman kuliah saya udah coba-coba kerja, walaupun gajinya kecil tapi kok saya belum kenal tanggal tua ya, selesai kuliah baru ngerasain banget yang namanya tanggal tua, apalagi makin ke sini tanggal tua itu kok datangnya makin cepat ya... *lohkokmalahcurhatya :p

    Moga menang ya lombanya, rejekinya tetap ngalir walaupun belum move on dari pengangguran *ups :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih :) doakan semoga cepat move on dari predikat pengangguran yaa? Xoxoxo

      Delete
  11. Hey, Gilang.... pa kabar? :)
    Emang nih ya, tanggal tua bikin pala pusing 7 keliling. Dan iya tuh tipsnya di atas bener banget. Aku ga pernah narik uang sekali banyak dari atm, dijatahin per minggu dan komit ga boleh ngambil lagi. jadi harus dicuku-cukupin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Ran aku baik :) kamu apa kabar? Iya, soalnya kalau narik uang sekaligus suka gatel pengen beli ini-itu :D

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)