Pelayanan BNI Dari Sudut Pandang Saya


Tidak terasa, lima tahun sudah saya memakai layanan BNI. Sementara Mama dan Kakak sudah delapan tahun. Tiga tahun saya memakai KTM yang berfungsi sebagai kartu ATM alias BNI TAPMA (Taplus Mahasiswa), dua tahun memakai BNI Taplus. Saat masih menjadi mahasiswa sekaligus anak kos dan menggunakan BNI TAPMA, jujur saja saya tidak pernah mengunjungi bank BNI-nya secara langsung. Secara seringnya tarik tunai transferan uang bulanan dan uang kuliah. Paling sesekali mengantar teman untuk menabung ke BNI Setiabudhi, Bandung. Itupun hanya menunggu di luar. Dan pertama kali mendapatkan kartu ATM plus KTM ini langsung di kampus. Dulu di kampus ATM-nya cuma satu, pecahan lima puluh ribu rupiah, kalau awal bulan dan waktu pembayaran uang semesteran, harus rela antrinya lama.

Saya suka sekali BNI TAPMA karena biaya administrasi perbulannya sangat murah. Membuat saya tidak pernah sadar kalau ada biaya administrasi bulanan. Karena tidak terlihat perubahan saldo yang berarti. Kalau boleh memilih sih, inginnya terus menggunakan BNI TAPMA selama-lama-lamanya. Tapi namanya juga BNI Taplus Mahasiswa, ya khusus untuk yang masih berstatus mahasiswa dong. Setelah berhenti menjadi anak kos, barulah mulai sering mengunjungi bank BNI untuk transfer deposit pulsa. Secara uang bulanannya tunai. BNI TAPMA saya berlaku hingga september 2015, tapi terakhir kali digunakan pada November 2014. Karena kalau dihitung lulus secara normal saya baru lulus di tahun 2014 bukan tahun 2013.

Walaupun harus berpisah dengan BNI TAPMA, BNI Taplus juga menyenangkan dan menenangkan. Biaya administrasi perbulannya tidak mahal, Masih bisa transfer dan tarik tunai dengan sisa saldo akhir enambelas ribu. Membuat saya tak mau berpaling. Bebas biaya admin kalau transfer sesama bank, dan transfer beda bank hanya dikenakan biaya lima ribu rupiah saja. Apalagi semenjak ada bank BNI di Cicalengka. Iya, secara dulu paling dekat itu di Rancaekek. Dengan adanya bank BNI di Cicalengka tentunya jadi lebih dekat dong. Membuat saya dan Mama bisa menghemat ongkos angkutan umum. Hemat waktu juga. Mulanya mesin ATM di depan banknya cuma satu, pecahan seratus ribu, sekarang sudah dua. Ada pecahan lima puluh ribunya juga. Dari mulanya dua orang teller jadi tiga orang. Dan pelayanannya membuat saya terkesan.

BNI KK Cicalengka, sumber dari google Maps.



Nah letaknya persis di depan mesjid Agung Cicalengka. Ruang tunggunya nyaman, kursinya empuk. Satpamnya laki-laki dan perempuan, ramah-ramah. Teller dan Customer Sevices-nya pun sama, ramah-ramah, murah senyum. Pelayanannya pun cepat.  Waktu saya memutuskan untuk berganti ke BNI Taplus, usia saya masih dua puluh satu tahun, Nah mba Customer Servicesnya menawarkan BNI Taplus Muda.  BNI Taplus yang diperuntukkan untuk kaum muda dari usia limabelas sampai dua puluh lima tahun. Dan dijelaskan perbedaannya dengan BNI Taplus biasa sedetail-detailnya. Dalam hati sih ingin, tapi karena kartunya harus ditunggu selama satu minggu, maka dari itu saya lebih memilih Taplus biasa yang bisa dipakai hari itu juga setelah melakukan setoran minimum melalui Teller. Sebenarnya saya juga sedikit kecewa karena tidak bisa memakai nomor rekening yang sama. Katanya kalau ingin tetap menggunakan nomor rekening sebelumnya, harus datang ke tempat membuatnya pertama kali. Berhubung saya malas pergi ke Bandung, ya sudah ... buat baru saja.

BNI KCU Garut, sumber gambar dari sini
Ini dia, BNI KCU Garut, letaknya persis di depan Kantor Pos Garut. Nah saat kebetulan bekerja di Kantor Pos Garut, saya sering bolak-balik setor tunai untuk deposit pulsa melalui Teller BNI. Sama halnya seperti BNI KK Cicalengka, di sinipun pegawainya ramah-ramah. Dan entah kenapa, baik di Cicalengka maupun Garut, setiap hari senin dan jum'at bank kesayangan ini selalu ramai pengunjung.

Sebelumnya, jika ingin melakukan setoran tunai kita tinggal mengambil nomor antrian, menunggu nomor antrian dipanggil dan terlibat komunikasi dengan Tellernya. Ditanya ada keperluan apa. Kalau mau transfer suka diminta dulu uangnya, diperiksa kemudian ditanyakan nomor rekening tujuan, penerima dan pengirimnya. Tapi, biasanya ... saya dan Mama terbiasa menuliskan nomor rekening plus nama penerima, nama pengirim dan nominalnya di atas secarik kertas. Fungsinya, supaya mba atau mas Tellernya tidak perlu menanyakan berulang-ulang. Tapi sejak awal tahun 2016, saya tidak perlu menulis di atas secarik kertas lagi, karena sudah tersedia langsung di banknya..


Mungkin untuk sebagian orang mengisi slip setoran tunai seperti ini jadi sedikit ribet. Namun bagi saya, dengan adanya slip setoran tunai ini, kelancaran dan kecepatan transaksi semakin meningkat. Lagi pula di belakang kartu tertera tata cara setoran tunainya. Untuk pengirim yang tidak memiliki nomor rekening bisa menggunakan nomor kartu identitas. Dulu, saya sering merasa kesal sendiri kalau lihat orang yang mau transfer uang tapi baru menanyakan nomor rekening tujuannya melalui sambungan telepon di depan Teller. Belum lagi penyusunan uangnya yang tidak beraturan. Jadi memakan waktu lebih lama. Sekarang? jelas sudah tidak ada lagi dong yang seperti itu. Aman dan nyaman. Oh ya, di bank BNI KK Cicalengka, slip setoran ini diletakkan pada sebuah kotak kecil bening dan terbuka, tertempel di samping tombol antrian.

 

Nah, ini dia bukti setoran tunai yang sekarang, lebih simpel tapi tulisannya jelas dibandingkan yang dulu. Apalagi sekarang bisa belanja memakai kartu debit. Iyes, BNI Taplus ada logo master card-nya. Meskipun saya baru mendaftarkan SMS Banking via ATM dan belum diaktifkan melalui Teller, tapi saya tetap bisa melakukan cek saldo via SMS. Semakin cinta deh sama pelayanan dari bank yang satu ini. Dari sudut pandang saya secara pribadi, pelayanan BNI ini sudah cukup baik. Tentunya seiring berjalannya waktu akan semakin baik lagi. Apalagi tahun ini usianya mencapai usia yang ke tujuh puluh. Tinggal menunggu waktu bank kesayangan ini membuat inovasi baru lagi.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

4 comments:

  1. Lama juga ya mba. 5 tahun. Udah bisa dapat piring cantik lho. :-) btwy ga salah ya mba BNI dikenal sebagai tabungan mahasisw karena banyak yang mulai punya rekening BNI pas mahasiswa. Smeoga layanannya semakin bagus ke depannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru sebentar mba kalau lima tahun hehe. Iya rata-rata mahasiswa baru dibekali BNI TAPMA. Aamiin

      Delete
  2. Saya belum pernah jadi nasabah BNI. Tapi BNI termasuk bank besar yang pastinya sudah sangat banyak nasabahnya, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, usianya saja hanya berbeda satu tahun dengan kemerdekaan RI :)

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)