Sebentuk Cinta Tak Termiliki


"Maaf, aku nggak bisa ... kamu terlalu baik buat aku. Lagipula jodoh kan nggak ada yang tahu."

Garut, 5,5 tahun yang lalu

Efek putus cinta membuatku sering memperhatikan seseorang diam-diam di kelas bahasa Jepang. Waktu itu aku dan temanku nggak sengaja ketemu tiga kakak senior dan dia, panggil saja DA. Kita diajak menjenguk guru les bahasa Jepang. Aku dibonceng sama DA karena temanku lebih memilih dibonceng salah satu kakak senior. Akunya sih happy, tapi dia nggak. Dia sering banget liat kaca spion, iya biar bisa liat motor kakak senior yang boncengin temanku.

Baru setengah perjalanan, hujan turun cukup deras, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan ... hujan-hujanan. Di rumah pak guru aku bisa melihat dia dari jarak dekat. Pas mau pulang hujannya malah semakin deras. Seolah tahu bahwa aku masih ingin memandanginya. Jam tujuh malam saat gerimis, kami pulang. Sampai Garut kota jam delapan dan nggak ada elf ataupun bus. Akhirnya dia dan dua orang kakak senior mengantarkanku pulang sampai Nagreg. Nagreg itu perbatasan antara kabupaten Bandung dengan kabupaten Garut.

Di depan rumah, aku membuka jas hujan dan memberikannya pada DA, dia tersenyum dan itu membuatku makin nggak karuan. Padahal itu senyuman biasa aja kan? Dan apa yang kurasakan ini benar-benar salah. Katanya salah seorang teman dia suka sama aku, akunya malah suka dia, dianya suka temanku dan temanku malah jadian sama kakak senior yang kemarin boncengin dia.

Kelas duabelas,

"Aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?"

Pesan itu kuterima di minggu pagi. Pesan yang membuat hatiku membuncah bahagia. Mataku berbinar, dan mulutku menganga lebar. Berkali-kali aku mengucek mata, takutnya salah lihat. Setelah dilihat berkali-kali pesannya nggak berubah.


Selain bahagia, aku juga bimbang. Aku nggak yakin kalau dia suka aku, takutnya cuma dijadikan pelarian. Aku takut kalau aku sama dia, pertemanan masing-masing dari kami akan rusak. Akhirnya aku cerita ke mama dan mama bilang jangan.

"Maaf aku nggak bisa, kamu tahu kan kalau teman kamu ada yang suka aku? Aku nggak mau kalian jadi musuhan. Aku juga udah nyaman jadi temen kamu. Kamu terlalu baik buat aku, sementara aku nggak sebaik yang kamu kira." 

Message sent. Aku menatap layar hape sambil nahan-nahan biar nggak nangis. Aku nggak bilang kalau aku suka dia, sayang dia. Yang membuatku salut, meskipun aku sama dia nggak jadi kita ... dia tetep baik dan nggak ngejauhin aku kayak cowok-cowok lain. 

Hampir akhir 2011,

Aku sama DA udah nggak pernah ketemu semenjak hari kelulusan. Sesekali cuma berkirim pesan. Aku melanjutkan pendidikan di Bandung dan DA beserta temannya yang katanya suka aku akan berangkat ke Jepang untuk magang. Tapi mereka masih pelatihan di Jogja. Dia masih sempat menanyakan kabarku melalui pesan singkat saat selesai pelatihan di malam harinya.

Sepanjang 2012,

DA di Jepang dan beberapa kali nelpon aku. Aku bahagia. Dia beberapa kali nanya aku sekarang sama siapa sejak akhir tahun lalu. Aku nggak jawab dan mengalihkan pembicaraan. Dia pernah kirim pesan, boleh minta fotoku, aku nggak jawab. Besoknya fotoku udah nangkring di cover facebooknya. Aku nggak nyangka dia senekat itu. Aku bahagia sekaligus sedikit marah. Takut dia dimusuhi temannya. Besoknya fotoku udah lenyap. Dia minta maaf, padahal aku nggak bilang apa-apa. Dia mikir gitu karena aku nggak ngangkat telponnya. Padahal dia nelponnya pas aku lagi latihan paduan suara. Telepon kedua diangkat sama Apri dan Endah. Iya, akunya tidur pules setelah pindah kamar kost.

Dia upload foto boneka hello kitty di atas salju ditambah video dia lagi nyanyi lagu "Wherever you are," nya One Ok Rock. Aku jealous, nggak terima. Karena hello kitty karakter favoritku. Bahkan waktu dia minta alamat tempat kost-ku, aku menanggapinya dingin. 

"Buat apa minta alamat?"

"Mau ngirim bom yang akan meledak di hatimu," tulisnya pake emot senyum.

Aku nggak tahu sejak kapan dia jadi tukang gombal dan aku nggak suka di gombalin!

13 Februari 2013,

Aku menerima paket dari Jepang, minggu lalu waktu aku di travel dari Temanggung menuju Bandung dia bilang udah kirim sesuatu. Aku nyesel udah jealous. Nyesel pas dia telpon aku nanggepinnya dingin. Karena begitu hadiah ini aku terima, dia semakin menjauh.


Isinya, boneka hello kitty, kaos dan sepucuk surat yang bikin aku meleleh sekaligus terharu. Dia  orang kedua yang memberikanku sesuatu dari hasil kerja kerasnya ... selain kakakku.

Terakhir dia mengirim pesan saat aku ulang tahun sekaligus mengucapkan selamat atas kelulusanku. Di tahun 2014 aku dan dia hanya sesekali bertanya kabar. Aku bahkan jealous karena dia memotret perempuan asal Padang kemudian di upload di facebooknya.

27 Juni 2015,

Aku tahu dia udah pulang ke Garut dan diterima bekerja di perusahaan xxx. Dia juga mengikuti training di Thailand, negara kedua yang ingin aku kunjungi setelah kecanduan film-film Thailand. Dan aku udah nggak bisa nahan diri.

"Aku masih sayang sama kamu, selalu." pesan itu aku kirim pake bahasa Jepang. Aku nggak peduli mau diketawain kek, apa kek yang penting ada rasa lega di hatiku. Bahkan aku nggak berharap dia bales.

Besoknya dia bales ... yang di atas itu. Aku nggak sedih. Bahkan beberapa kali kita chatting, terakhir waktu lebaran.

Februari 2016 dia upload foto perempuan, aku yakin yang ini spesial. Aku patah hati? iya, sedikit. Puncaknya kemarin waktu dia ganti foto profil dan perempuannya kasih emot love-love. Aku kan jadi kepo, di facebook perempuannya ada foto mereka berdua dengan caption terima kasih sudah dipertemukan dan disatukan dengan dia. Awalnya sih biasa aja, aku malah sempet chat sama sahabatku, terus cerita ke mama. Lama-kelamaan pas sendirian, sakitnya kok lebih perih daripada tanganku yang dicakar kucing sebelum dia mati.

Ternyata aku patah hati, seminggu penuh males ngapa-ngapain. Aku emang payah kalau patah hati. Padahal ini kan salah sendiri. Tiap denger lagunya Rossa yang "Aku Bukan Untukmu," sama Ada Band "Kucuri Lagi Hatimu," hati yang di lem retak lagi. Tapi ada bagusnya juga aku tahu, biar nggak terus-terusan berharap. Mungkin, wawancara februari lalu di Cikarang nggak keterima karena Tuhan tahu ... aku belum siap menerima kenyataan ini. Belum siap kalau nggak sengaja ketemu dia sama entah tunangan atau udah jadi istrinya. Pada akhirnya dia cuma jadi sebentuk cinta yang tak termiliki.

“Tulisan ini diikutsertakan Giveaway -Pameran Patah Hati-”


Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

31 comments:

  1. keputusan yang sangat tepat :) lebih memilih pertemanan daripada pacaran yang membuat sakit hati orang lain . btw boneka dari jepangnya lucu mba romantis lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tp tetep jangan lupa untuk pacaran lagi :D

      Delete
    2. Iya bonekanya emang lucu tapi bikin nangis hiks

      Delete
    3. Iya nanti aja pacarannya kalo udah ketemu jodoh dan menikah

      Delete
  2. duh, kok ikutan nyesek ya..
    Tapi gak apa, dia udah ketemu yang lain berarti ada seseorang di luar sana yang paling tepat buat kamu. Gimanapun juga, dia 'enggak baik' buat kamu, semangat!

    ReplyDelete
  3. Mungkin belum jodoh Mba Gilang.. Smoga kelak mendapatkan yg lebih baik,amin..

    ReplyDelete
  4. Aku bacanya pelan-pelaaaan daaan ..... syedih.
    Ge, sabar ya. Semoga lekas dipertemukan sama orang baru yang jauuh lebih bisa bikin jatuh hati & jatuh hati balik sama kamu :)

    ReplyDelete
  5. Hmm sedih juga ceritanya, aduh takut ikutan sedih nih mbak.

    ReplyDelete
  6. huhuhu.. kayaknya dalem banget yaa.. apalagi pas udah masuk tahun 2016 si DA malah punya yang lain... tidak ada yang salah hanya keadaan yang memisahkan kalian.. mungkin si DA berpikir kamu tidak mempunyai rasa kepadanya.. kalau dipikir cukup lama juga dia nunggu kamu yaa, sebelum memutuskan bersama yang lain.. salam kenal saya darmawan thalib asal gorontalo.. sebagai teman baru saya hanya dapat berharap kamu dapatkan pengganti yang lebih baik.. keep spirit.. !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heu, iya begitu aku kasih tau pun sudah terlambat hha. Salam kenal juga dari Bandung, aamiin. Terima kasih

      Delete
  7. bagus banget kamu ceritainnya... tapi endingnya ketauan tenang aja, masih panjang jalan hidup.

    Pengalaman patah hati berharga kok, bikin hati makin kuat.. stroooong

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah ketik.. maksudnya adalah..

      'endingnya belun ketauan'

      Delete
    2. salah ketik.. maksudnya adalah..

      'endingnya belun ketauan'

      Delete
    3. Terima kasih mas Puput :D
      Iya, sering patah hati bikin hati makin kuat dan terbiasa.

      Delete
  8. Eng... ini kok ngejleb dalem banget ya :'

    banyak proses tahapan untuk 'patah hati' dan pasti ada proses tahapan untuk 'kembali bersinar lagi' kan ya :) Yuk, patah hati-patah hati ini dibikin ajang untuk mengembangkan diri supaya bisa jadi lebih baik lagi yuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuu, karena selama hidup dan pake hati,dalam hal apapun suatu waktu ada waktunya patah. Dan setelah patah akan tumbuh kekuatan baru plus menemukan cara biar gak gampang patah lagi.

      Delete
  9. *puk puk* Hiks dilema tapi gimana lagi, ya? Mudah-mudahan ketemu pangeran yang lebih charming penggantinya DA :)

    ReplyDelete
  10. Keren banget kak ceritanya! Semoga menang ya! baca versiku juga ya di jevonlevin.com hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, thanks udah di doain. Siap meluncur

      Delete
  11. pukpuk gilang ^^

    hmmmm....gitu kan lang, knapa ga terus terang dari awal, hihi...tapi apapun itu semoga itu keputusan gilang yang terbaik
    trus temen da yang suka gilang apa kabar>>??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu masih takut mba Nit T_T, ya mungkin emang aku sama dia nggak jodoh huhu. Aamiin.
      Ada, lagi sibuk nerusin kuliah dia ... terakhir chat februari lalu, soalnya aku gak pernah buka bbm lagi heu

      Delete
  12. kalo jodoh gak bakal ke mana.... sendiri dalam ketaatan lebih asik lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ini sedang menjalani masa sementara sendiri sebelum ada yang halalin :D

      Delete
  13. Hiks. Sedih.
    Bagus sih lebih memilih pertemanan. Cuma ada kalanya, sesekali mengutamakan apa yang kita rasa. Kalau memang saling suka dan masing-masing blm ada pendamping, lebih baik jujur sama hari kali yak. Duh, pedih banget yak Mbak. Tapi saya juga gregetan..hahaha...kenapa ngga diterima aja sejak dulu.

    Tapi, iya juga sih, jodoh ngga bakal kemana. Pasti ada yang lebih baik telah menunggu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi aku pernah melakukan kesalahan sebelumnya mba. Nggak mau mengulangi untuk kedua kalinya.Terlalu takut untuk menerima. Eh ternyata agak nyesel juga sih, jujurnya terlambat, hehe. tapi nggak pa-pa sekarang udah ikhlas :)

      Delete
  14. Ada yang bilang, jodoh itu sudah ada, hanya saja kita nggak tahu siapa dan kapan. Smoga yang terbaik untukmu ya, mba Gilang. Katanya lagi, tataplah masa depan yang cerah membentang :)

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)