Walau Hanya Beberapa Jam, Bersama Kalian Segalanya Selalu Berkesan

Kebanyakan orang bilang, bahwa masa SMA merupakan masa paling indah. Aku setuju, namun bersama kalian, aku tidak memerlukan kata paling tapi ... terindah. Karena bersama kalian semuanya nampak lebih jelas, lebih nyata dan apa adanya. Karena bersama kalian aku belajar bagaimana bersikap dewasa. Mengerti satu sama lain, mengingatkan tanpa harus menyakiti. Tetap meluangkan waktu untuk bertemu setahun sekali, tanpa harus berkomunikasi setiap hari. Semoga selalu seperti ini ya gaes.

Ini update edisi apa ya, edisi melow? Edisi ngacapruk. Bisa, bisa dibilang begitu.

Sabtu, 09 Juli 2016

Diskusi pertemuan kali ini sih enggak terlalu ribet kayak taun kemarin. Karena kebetulan yang pada udah kerja liburnya barengan. Cuma agak galau soal tempat. Padahal galaunya cuma milih ketemu di mall yang mana.

Meskipun itu hari sabtu dan masih sisa-sisa libur lebaran jadi walhasil stasiun kereta masih padat merayap. Ya kali,  dateng jam tujuh tapi kebagian nunggu di depan gerbang stasiun yang di tutup. Kalau bukan karena pengen ketemu kalian, mungkin aku balik lagi aja.

Pegel dan berdesak-desakan yang lebih parah dari tahun kemarin. Begitu gerbang dibuka, yang di belakang main dorong-dorong aja sampai ada bapak tua yang susah payah nyari sendalnya yang ketinggalan sebelah. Sampai pak satpam pun marah-marah. Belum lagi yang tiba-tiba nyerobot antrian. Ketika diingatkan malah nyolot. Dan akhirnya kebagian tiket kereta KRD Bandung Raya yang jam 09.00 persis seperti yang kubayangkan sejak dari rumah.


Ternyata bukan cuma manusia yang hobi telat, tapi jadwal kereta pun begitu. Lha iya yang bikin jadwal kan manusia juga. Singkat cerita setelah naik angkot, aku tiba di istana plaza. Iyes, udah keliatan ada Endah sama ehm calonnya lagi duduk di dekat pintu mall.

Salaman terus nunggu yang lain. Dan si babeh, panggilan akrab kita buat mantan ketua kelas tapi belum jadi mantan photografernya kita alias Hakim malah bilang udah duduk manis di MC Donald sambil menikmati es krim. Ya udah, kita meluncur ke sana, maklum dedek juga haus bang.

Pesen ice coffee deh dedek mah bang. Sambil nunggu apri dan bumil (yunita) datang. Apri datang, terus bagi-bagi cokelat, oleh-oleh dari teman bulenya yang asal inggris. Duh gagal diet lagi deh, padahal emang enggak diet. #dilemparsendal

Apa yang terjadi kalau apri udah dateng? Ponsel yang kameranya paling bagus, jadi sasaran kita yeay. Klik-klik-klik sampai fotonya puluhan. Maafin kita ya babeh, nebar virus foto mulu. Oh ya, tumben lho babeh sama calonnya Endah mau ikutan foto.






Omong-omong soal calon pendamping hidup, ini apri sama babeh juga udah pada punya calonnya lho. Tinggal aku sendiri yang belum punya. Abang tanpa nama masih di mana? Masih semangat buat memperjuangkan adek kan bang? Hahaha Di manapun abang berada, semoga sehat selalu dan kita dipertemukan di saat yang tepat.













 Ini lagi ketawa karena apa ya, *lupa. Tapi berarti bener, Gilang kalau ketawanya over matanya agak merem.


Beberapa saat kemudian akhirnya bumil plus suaminya dateng. Hip-hip horay. Ini pasangan yang setelah menikah pun masih LDR. Salut deh. Yang lebaran tahun kemarin mah statusnya baru bertunangan. Lebaran tahun ini sudah sah menjadi suami istri, calon emak sama abahnya kakak embul. Bentar lagi jadi ateu.





Klik-klik-klik, foto lagi dan lagi. Nih sampe mas Febry-nya Yunita ekspresinya kek gini.


Tahun kemarin jadi mamang photografernya kita.



Masih gemukan eikeu daripada bumil *duh

Karena bumil lagi menghindari makanan junk food, akhirnya kita pindah ke food court. Pesen makan yeay. Lucu aja liatin bumil minta dibeliin jus pisang dan disuruh nyari cakwe.

Kita kalau udah ketemu ngobrolnya pasti keasyikan. Ngobrolin dari a sampai z. Sampai enggak kerasa endah sama calonnya pamitan. Sebelum pulang aku sama yunita masih nerusin ngegodain sama kayak isi chat di bbm. Tjie mau nyari mas kawin sama kain buat nikahan. Keluar deh rengekan Endah yang khas.

Tersisalah kita berlima. Mau ke mana kita? Bingung. Akhirnya berlabuh di Gramedia. Bumil mau cari buku apa itu entahlah. Aku sih kukulilingan aja sambil usap-usap iler liatin novel yang seolah berkata, bawa aku pulang. Apalagi pas liat my own world sama jajaran pensil warna, makin ngiler dedek bang. Demi, susah banget nahan biar enggak bawa itu buku ke kasir dan berhasil. Sementara apri akhirnya beli majalah.

Tepat pukul tiga sore, kita berpisah. Pulang ke tempat masing-masing. Sampai ketemu di episode bumil lahiran. Sehat terus ya kakak embul di perut mommy nya. Sehat terus di Lubuk Linggau sana eceu Yunita. Semoga lekas satu kota sama Masnya.

Setelah ketawa-ketiwi sama kalian, sampai stasiun Bandung aku lemes plus gemes liat antrian tiket yang sampai keluar-keluar. Untung aja ada tiket KRD Patas Bandung Raya. Iyes Patas hadir lagi dan aku suka. Soalnya enggak desek-desekan kalau naik patas. Cuma tarifnya 2 kali lipat.


Bonus : foto Endah dan bumil yang ketemu di Purwakarta, jajan bakso sore-sore dan ngabibita eikeu.


Sekian.


Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

1 comment:

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)