Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2 Diluar Ekspektasi

Setelah sukses dengan program Stand Up Comedy Academy (SUCA) di tahun 2015 lalu, akhirnya Indosiar kembali menggelar acara serupa. Yup, Stand Up Comedy Academy 2 (SUCA 2) yang akhirnya tayang perdana (selain tayangan audisi dari tanggal 18 - 23) pada tanggal 24 Juli 2016 (Welcoming SUCA 2). Aku yang memang sudah menunggu tayangan ini tentu saja merasa gembira. Karena akhirnya punya tontonan yang ditunggu setiap harinya. Tonton yang menghibur lewat aksi para komika. Intinya lebih banyak tertawa daripada mengerutkan dahi. Awalnya aku menduga jika SUCA 2 ini akan sama seperti SUCA tahun lalu. Ternyata banyak yang berubah dan hal-hal tak terduga, diluar ekspektasiku. 

sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/
SUCA 2 tayang lebih cepat dibandingkan SUCA. SUCA mulai tayang di bulan Oktober, tepatnya tanggal 5. Sementara SUCA 2 tayang pertanggal 24 Juli 2016. Jam tayangnya pun lebih awal dibanding tahun lalu, pukul 19.00 WIB. Jadi ketawa lebih awal dibandingkan tahun lalu. Tapi kemudian berubah pertanggal 30 Juli 2016 menjadi pukul 20.30 WIB. Jika tahun lalu tayang senin-kamis, SUCA 2 tayang setiap hari. Intinya, setiap hari aku punya alasan untuk tertawa mendengar dan menyaksikan aksi para komika. Studionya lebih luas dan panggungnya simpel tapi keren. Dan babak Welcoming SUCA 2 yang meriah, dibuka oleh penampilan ketiga juara SUCA tahun lalu. Masih inget kan sama Mas Cemen, Ephy dan Musdalifah? Belum lagi penampilan para mentor dan juri yang tak kalah gerrr-nya. Ditambah penampilan Tirex eh Uus bersama rekannya Sepuluhtura. Uus juga menjadi salah satu host tetap bersama Andhika dan Gading. Berbeda dengan tahun lalu, Uus sebagai host magang. Kali ini justru Gilang Dirga dan Rina Nose yang menjadi host magang.

Pada babak welcoming SUCA 2, seluruh komika diperkenalkan sambil menyajikan teknik one liner. Dari sini sudah terlihat beberapa komika yang menonjol. Sama seperti tahun lalu, ada beberapa komika yang wajahnya sudah tidak asing lagi. Dan yang membuatku ternganga adalah ... jika tahun lalu jumlah komika sudah dikerucuti sejak audisi menjadi 24 orang, komika SUCA 2 justru hampir dua kali lipatnya ... 42 orang dari berbagai macam profesi. Bertambahnya jumlah komika pun berpengaruh pada posisi mentor Arief Didu yang tahun lalu berperan sebagai supervisor mentor, akhirnya turut bersaing bersama empat mentor lainnya, Isman HS, Daned Gustama, Mo Sidik, Gilang Bhaskara (Gilbhas). Mentor-mentornya tetap sama. Yang membuatku makin ternganga bin takjub itu komika perempuannya ada tiga. Aci Resti, Istiqomah (Kokom), dan Arafah. Dari tampilan fisiknya Arafah jelas paling memesona.


Selain memperkenalkan para komika beserta mentornya, Welcoming SUCA pun menjadi penentuan pembagian grup. Para komika dibagi menjadi 7 grup dengan masing-masing 6 komika. Masih dengan format yang sama, dibagi per grup dan setiap tampil ada satu komika yang gantung mic. Babak show 42 besar dimulai dari grup pertama pada keesokan harinya, 25 Juli 2016. Di grup pertama ini, aku juga terkejut karena adanya komika kakak-adik, Boy dan Raim Laode dari Wakatobi. Ini pertama kalinya juri memberikan kesempatan dua orang saudara kandung tampil dalam panggung yang sama (SUCA 2) dan secara kebetulan berada di grup yang sama. Raim yang lebih lucu daripada kakaknya. Di show 42 besar grup satu ini juga, aku jadi tahu ternyata suaranya Arafah unik, khas. Ditambah materinya yang absurd tapi lucu dan sering membahas tentang pekerjaannya sebagai penjaga rental play station.

"Waktu itu gua jalan ke warung, gua beli permen kaki. Gua beli permen kaki, permennya gua makan, kakinya gua sepatuin." - Arafah

"Terus juga abis nyuci gua jemurin kan. Gua jemurin satu jatoh, yang satu jatoh. Talinya ngga kepasang." - Arafah

Komposisi juri di SUCA 2 pun sering berubah-ubah. Tidak masalah sih, toh juri pengganti yang dihadirkan lebih sering dari yang berlatar belakang stand up comedian. Dan komentarnya pun tidak terlalu bertele-tele seperti SUCA terdahulu. Jurinya Raditya Dika, Panji Pragiwaksono, Abdel, Maya Septa, Boris Bokir, Babe Cabita, Arie Kriting, Ernest Prakasa, Tora Sudiro, Luna Maya, Hannah Al Rasyid, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, TJ, Melani Ricardo, Jarwo Kwat, Eko Patrio, Temon.

Satu persatu komika pada masing-masing grup menunjukan kemampuannya. Ada yang sambil main gitar, sulap, pantun, ngedance, kamus anyun (cadel tidak bisa bilang R) jadi kata-katanya diganti. Pokoknya macam-macam dan membuat persaingan semakin seru. Satu persatu komika pun gantung mic sejak 25 Juli hingga 31 Juli. Babak 35 besar kembali digelar dengan grup yang sama pertanggal 01 Agustus 2016. Di show grup satu, seorang komika meminta dirinya dieliminasi dari kompetisi karena ingin pulang untuk menjalankan kewajibannya dan berdasarkan permintaan keluarga. Pak Baho dari Medan yang berprofesi sebagai guru sudah menunjukan gelagat aneh saat tampil. Materinya tidak mengundang tawa dan tidak sampai waktu habis.

SUCA 2 pun tetap menghadirkan komika-komika terkenal sebagai hiburan, dan bintang tamu sebagai kejutan untuk setiap komika. Baik bintang tamu dari artis favoritnya maupun pihak keluarga. Yang paling gerrr itu pas ibu, tante dan pacarnya Afif Xavi datang sebagai kejutan ulang tahun. Ibunya Afif gerrr berantakan. Belum lagi pacarnya yang memberikan kado ulang tahun sepatu terus bilang, kalau nggak suka nanti kita jual aja di toko online. Pantes aja Afif penampilannya stabil. Mungkin ini salah satu penyebabnya.

Setelah Kokom yang berprofesi sebagai penyiar radio, gantung mic dibabak 35 besar, dua komika lainnya melaju ke babak 28 besar. Pada babak 28 besar, komposisi grup diubah. Ada tujuh grup dengan masing-masing 4 komika di dalamnya. Dan grup ini berlaku hingga 21 besar. Setelah sebelumnya gantung mic dibabak 28 besar pak Syamsuri mendapatkan kesempatan ambil mic dibabak 16 besar. Uniknya pak Syamsuri ini yang tidak bisa lepas dari gitarnya, melakukan improve dengan cara menyimpan gitar di salah satu penonton, di mentor. Pokoknya ada saja idenya supaya gitar tetap ada. Sementara Anyun yang sempat gantung mic dibabak 21 besar mendapatkan kesempatan yang sama dengan pak Syamsuri. Materi Anyun yang gerrr itu waktu dia melamar pekerjaan sebagai customer care tapi ditolak, dia coba memperagakan ngangkat telepon. Cerdasnya pakai suara perempuan sebagai penelpon.

"Laden Lili Lolo Lele Helawati." - Anyun

Dibabak 16 besar ini dibagi lagi menjadi 4 grup. Sayangnya Afif Xavi berhalangan hadir karena sakit cacar. Akan tetapi dewan juri sempat memberikan kesempatan untuk Afif tampil melalui tayangan video dibabak 13 besar. Dibabak 9 besar yang dibagi menjadi tiga grup. Di sini aku ingat sekali dengan materinya Aci yang "Di kota itu masuk rumah hantu 250 ribu, kalau di kampung, di pasar malem bisa buka lapak lejing." Dan persaingan menuju babak selanjutnya semakin sengit, bahkan komika-komika yang sebelumnya sempat diunggulkan, gagal menembus grand final.

sumber : https://twitter.com/StandUpAcademy
Ada dua komika perempuan yang menembus grandfinal SUCA 2. Aci dan Arafah yang penampilannya sempat menurun dan berhasil bangkit kembali hingga menembus tiga besar alias grand final bersama wawan. 

"Gua juga manusia, gua punya hati. Ini hati kalau ditusuk keluarnya darah bukan pantun." - Wawan

Sebelum grand final digelar, SUCA 2 memberikan jeda satu hari dengan digantikan acara SUCA 2 Rockstar in Love. Grand final digelar tanggal 09 September 2016. Aci Resti berhasil menyabet juara 1, Arafah 2 dan Wawan 3. Dengan jumlah hadiah yang sama seperti SUCA terdahulu. 100 juta, 50 juta dan 25 juta.

"Ya Alloh gua di endorse empang.Emm Aci tau solusinya. Mau mancing yang enak, sejuk dan dapet banyak ikan. Ayo ke empang kong Rusli." - Aci Resti

"Kamar gua, rumah gua masih gedean kamar kucingnya bang Radit . Gua rasa nih kalau kucing bang Radit main ke rumah gua, rumah gua habis dicengin. Meong-meong, cih." - Aci Resti

https://twitter.com/StandUpAcademy
Nah itulah beberapa perubahan dan beberapa yang tetap di SUCA 2. Secara jam tayang sih aku lebih suka SUCA 2 tayang jam 19.00 WIB. Secara komposisi mentor dan anak didik, aku juga lebih suka yang SUCA 2. Karena Arief Didu punya anak didik sendiri. Dari sisi juri dan host pun lebih suka yang SUCA 2. Meskipun juri sering berganti-ganti, tapi ya itu lebih sering jurinya yang memang memiliki latar belakang stand up comedian.Dan tetep suka SUCA 2 karena ada materi-materi yang bisa dipelajari, one-liner, improve comedy, roasting, rule of three , call back, impersonate, riffing dan lain-lain. Semoga tahun depan ada SUCA 3 dan lebih baik dari SUCA 2. Lebih tidak terduga dari SUCA 2. 

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

4 comments:

  1. Tadinya gw mau ikutan loh. Hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusan bang? Hahaha ikutan yang tahun depan aja bang Fei :D

      Delete
  2. Ada juga ya yang ngerivew ini acara...

    Tapi tetep gue cintanya sama resti jatuhnya sama kamu...*lho

    ReplyDelete
  3. tulisannya top mantebb... tapi sayang sampai sekarang belum ada pemenang riviewnya #blogsuca2... padahal aku juga pengen jadi pemenang #blogsuca2 ..... hahaha

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)