Generasi Milenial, Kamukah Itu?


Kya, LBI makin keren deh bikin tema tiap pekannya. Makin berat dipundakku #apasih. Yup, pekan ke delapan temanya tentang generasi milenial. Jadi, ada yang sudah tahu tentang generasi milenial. Kamukah generasi milenial itu?

Menurut hasil penelusuran di mbah gugel. Ada beberapa situs di page one yang menerangkan tentang generasi milenial yang lebih dikenal dengan Gen Y. Dari beberapa artikel yang kubaca, entahlah mana yang paling akurat. Soalnya, ada yang bilang generasi milenial aka gen Y ini, generasi yang lahir pada tahun 1980 an sampai awal 2000 an. Ada yang bilang 1980 sampai 1994, 1980 sampai 1997 ada juga yang 1981 sampai 1994. Bingung? Sama! Tapi ya, aku yang 1993 mah berarti masih masuk tuh ke gen Y. Jadi, apa aku benar-benar gen Y? Berdasarkan perasaan sih, aku cuma 50 dari 100 % gen Y. Bentar, aku mau jelasin dulu kenapa di rentang kelahiran tahun segitu disebut generasi Milenial aka gen Y.

Balik lagi ke artikel yang kubaca. Ungkapan gen Y sendiri muncul pertama kalinya di editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993 #barulahirakumah. Generasi ini banyak menggunakan telekomunikasi instan seperti e-mail, sms bang sms siapa ini bang, instant messaging dan media sosial juga game online. Katanya eh katanya, gen Y ini ketergantungan teknologi. Iya gitu, coba kamu cek diri sendiri. Aku sih yes, tapi sedikit #ngeles. Gen Y pun termasuk populasi yang paling tinggi dibanding generasi sebelumnya seperti baby boomer dan x. Mencapai 70 juta jiwa. Gen Y, juga merupakan generasi yang suka coba-coba dan peduli terhadap teknologi terbaru. Iyalah, yang bikin facebook itu juga dari gen Y - Mark Zuckerberg.

Ciri-ciri gen Y lainnya adalah : 
Menomorsatukan pendidikan. 
Banyak yang mengejar gelar dan pendidikan tinggi. Menurut survey, kalau di tahun 1979, dapat gelar sarjana udah cukup. Nah kalau gen Y, dia terus kepingin belajar-belajar dan meraih pendidikan setinggi mungkin, S2, S3. Berarti aku emang setengah milenial. Niat mau sampai S1 aja kalau Tuhan mengijinkan.

Tak bisa jauh dari sosial media, dan melakukan personal branding.
Aku tak bisa  hidup tanpa handphone, hidup tanpa twitter dan dirimu dan dirimu  Gen Y aka generasi milenial gak bisa jauh-jauh dari sosial media. Segala kegiatan sehari-harinya di unggah ke sosial media dan harus sesempurna mungkin untuk mengundang like, komentar dan share. Semacam memperkenalkan diri, ini loh aku, ini loh kegiatanku, aku punya ini, punya itu banyak sekali. Gak pa-pa sih ya kalau positif macem tutorial a,b,c,d ... z. Terus bakal down kalau ada yang komentar negatif dan kebanjiran haters. Aku, aku sih udah gak rajin post di sosmed, kalau di blog baru deh iya #ngeleslagi. 

Suka belanja online, ada juga yang jadi digital entrepreneur. Terus lebih suka bayar pake kartu-kartuan daripada bawa uang cash.
Ngahaha, siapa sih yang gak suka sama kemudahan nyang satu ini. Tinggal klik-klik-klik, bayar. Barang datang ke rumah. Walau kadang ada onlen sop yang barangnya beda antara gambar sama realita. Kalau kartu-kartuan mah aku gak punya, punyanya uang receh, serebuan lima lembar #efekfeebelumcair. Aku baru mulai tuh usaha online, jualan bunga-bungaan kertas. Kamu gak mau beli gitu? Cek IG @handmade.gemaulani gih #promosi Lol.

Liburan adalah kebutuhan utama.
Hayo yang suka nulis status kurang piknik, butuh piknik atau yang jalan-jalan terus. Fix kamu generasi milenial kekinian. Dan aku bukan bagian dari ini #piknikbisadihitungpakejari.

Suka beli lagu di Itunes, Joox, Spotify, Netflix dan lainnya. Aku nggak, nggak mampu beli ngahaha. Dengerin radio aja deh #melipir.

Lebih memilih ponsel daripada TV. 
Nah ini sih 50:50 buat aku ya. Kadang butuh tv juga. Da streaming wae mah kuota wassalam. Tapi emang intensitas nyari berita lebih banyak di ponsel ketimbang tv sih kalau sekarang.

Tak segan memberikan review buruk terhadap suatu produk.
Generasi yang jujur apa adanya gitu, ya? Hwa, aku sendiri masih atut sih kalau ngasih review buruk secara gamblang. Paling ya, bahasanya diperhalus. Macem, saya kurang cocok dengan produk ini.

Tunggu sukses baru menikah.
Katanya, generasi milenial baru akan menikah setelah dia mapan. Nyatanya kalau dilihat berdasarkan tahun kelahiran sih, nggak begitu ya. Banyak kan-kan-kan yang nikah muda. Kalau aku sendiri belum nikah karena, emang belum mau nikah, belum siap, belum ada jodohnya pula #siapayangnanya.

Lebih terbuka soal pandangan politik.
Aku gak ikutan ya-ya-ya #ngeleslagidanlagi. Dan masih banyak lagi ciri lainnya. Bacalah sendiri di sumber terkait. Nanti kutulis di bawah.

Nah, gimana. Masukah kamu ke dalam generasi Y sebagai generasi milenial? Kalau aku ya tadi itu, cuma setengah. Karena aku idem sama blogpostnya mba Ririe kalau gak salah kemaren ngintip tapi belum komentar #maafinya. Generasi milenial bukan menurut tahun kelahiran atau dia generasi apa tapi milenial itu jadi gaya hidup. Jadi gak menutup kemungkinan dong kalau yang berada dalam rentang generasi x juga bisa disebut generasi milenial juga kalau kesehariannya seperti di atas.Oh ya, setelah generasi Y, ada generasi Z yang rentang kelahirannya singkat banget dan yang paling baru generasi alpha aka gen A. Gen A dikabarkan bakal jadi generasi yang pinter-pinter karena emak sama bapaknya generasi Y sama Z.

Jadi blogger harus berbuat apa untuk mengundang pembaca dari generasi milenial? Lha yang jadi blogger kebanyakan generasi milenial kok. Liat aja, pada melek teknologi, up to date, bikin blogpostnya yang enak dibaca dan informatif, ditunjang desain grafis, gambar-gambar hasil jepretan yang kece, terus vlog. Intinya sih memperbaiki kualitas diri dan blognya, bahas informasi yang up to date atau yang lagi viral, tapi jangan yang SARA atau merugikan orang lain ya. Viral sih viral tapi .... 

Kalau aku? Aku yang setengah milenial mah ya ngeblog, ngeblog suka-suka aja. Ada yang baca syukur, gak ada ya udah. Kan udah dikasih deskripsi tuh di header. Blog ini tempat curhat di tengah kehidupan yang membosankan dan penuh gelombang.

Kalau kamu, coba dilihat. Generasi milenialkah kamu? Kamukah itu? Iya kamu.

Sumber terkait :
hitsss.com
brilio.com
4muda.com
liputan6.com

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

4 comments:

  1. Kalau saya, katanya orang lahir era 2000an kak, jadi ya mau ga mau masuk milenial. Dan, benar sekali punya ketergantungan teknologi, daripada ketergantungan obat.... :-(
    Tapi, teknologi terlalu over pun kurang baik untuk kesehatan leher kak, semoga generasi milenial bukan jadi generasi menunduk
    Ulasan yang lengkap dan menarik :-) @ge1212y

    ReplyDelete
  2. Aku generasi sebelum mileanl lho, kalau dilihat dr tahun lahir. Tapi kalau dari kebutuhan internet, sptnya bolehlah aku ikutan milenal. hehehee

    ReplyDelete
  3. Senang belanja online karena lebih mudah dan tidak perlu keluar rumah yang bisa jadi barang yang akan dibeli jauh beda dengan biaya tranport dan makannya, hehehe

    ReplyDelete
  4. eh baru kepikiran sekarang, yang kita lalukan sekarang via sosmed itu personal branding atau narsis ya? hehe...

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)