Menerima Pemberian Tuhan

Maut, jodoh, rezeki, semuanya sudah diatur Tuhan. Termasuk rezeki yang satu ini, rezeki diberikan keturunan/anak. Aku tentu berharap, kelak jika menikah kemudian diberikan kepercayaan untuk mengandung dan melahirkan anak-anak dengan kondisi yang sempurna, dan sesuai dengan apa yang kuinginkan, dan kuharapkan. 

Tapi jika Tuhan berkehendak lain, awalnya tentu aku akan merasa sedikit kecewa, namun tidak untuk waktu yang lama. Aku harus bangkit dan menemaninya tumbuh dari waktu ke waktu. Karena kembali lagi, sebagai manusia, aku hanya bisa menerima dan menjaga pemberiannya dengan sebaik-baiknya. Aku akan berusaha memenuhi kebutuhannya, menyayanginya setiap waktu. Toh, Tuhan menitipkan anak tersebut bukan tanpa alasan. Pastilah, Tuhan mempercayai aku untuk menjaganya.

Walaupun fisik ataupun mentalnya sedikit berbeda, tentu ia akan mempunyai kelebihan lain yang bahkan bisa lebih luar biasa dibandingkan yang tak memiliki kekurangan fisik maupun mental. Karena bagiku, setiap anak/manusia yang terlahir ke dunia, memiliki keistimewaan masing-masing. Yang tak mungkin sama antara satu dengan lainnya.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)