Hadiah Untuk Yang Always Listening Always Understanding

Jangan salah paham, di sini aku tidak berniat untuk mereview tentang salah satu perusahaan asuransi. Aku hanya mengutip tagline nya yang "always listening, always understanding," untuk menceritakan tentang seseorang yang PALING AKU SAYANGI ... i called Mama. Perempuan yang dua puluh tiga tahun lalu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkanku ke dunia. Yang membesarkanku, merawatku, mendidikku, menyayangi dan mengkhawatirkanku. Ralat, tidak hanya aku, tapi juga kakakku beserta istrinya. Perempuan yang selalu tersenyum sekalipun isi hati dan kepalanya tengah berduka. Dan hanya akan menangis ketika kehilangan orang yang disayanginya, serta saat merindukan anak-anaknya.


Mama adalah harta terbesar yang diberikan Tuhan untukku. Walau seperti kata pepatah, tak ada manusia yang sempurna, begitupun Mama. Namun bagiku, Mama selalu berusaha menyempurnakan hidupku. Seperti penggalan lirik lagu "IBU" dari bang Iwan Fals, kasih sayang yang diberikan oleh Mama itu seperti udara, melimpah ruah, gratis, tak ada habisnya dan tak akan mampu untuk kubalas. Aku pun tak pernah ingin membayangkan atau berandai-andai jika kelak harus kehilangan sosoknya. Karena jika itu terjadi, aku tahu, aku yakin ... separuh jiwaku pun akan turut pergi bersamanya.


Jika ada yang bertanya mengapa aku menyayangi Mama, jawabannya mudah kok. Karena tak ada alasan untuk membencinya, dan tak ada alasan untuk tak menyayanginya, walau terkadang Mama terlalu berani dalam mengambil keputusan. Tapi aku tahu, Mama mengambil keputusan itu bukan tanpa alasan. Ya, seperti kata pepatah, "tidak akan ada asap, kalau tidak ada api." Kecuali asapnya, asap buatan.

Jika kalian ingin tahu alasan lebih lengkapnya mengapa aku menyayangi Mama, baiklah, akan kubagi alasan lainnya kepada kalian. Seperti yang kuungkapkan dalam paragraf awal, seperti yang kupilih sebagai judul blogpost ini. Mama itu always listening, always understanding. Ya, Mama adalah satu-satunya pendengar setia saat aku bahagia, sedih ataupun gundah gulana.Tak hanya pendengar setia, Mama selalu memberikan masukan dan solusi terbaik. Mama juga selalu mengerti apa yang kusuka, dan apa yang tak kusukai.


Selain always listening, always understanding, aku menyayangi Mama karena Mama adalah Guru terbaik dalam hidupku. Mama yang pertama kali mendidikku dan mengajarkanku banyak hal. Kemandirian, tatak rama dan sopan santun, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dalam bahasa Sunda, ada kata kah (diucapkan oleh perempuan), kulan (diucapkan oleh laki-laki), naon. Ketiganya mengandung arti yang sama, bisa iya, bisa ada apa. Nah, Mama akan menegurku kalau tak menggunakannya secara tepat. Ya, naon sah-sah saja jika diucapkan pada teman sebaya atau yang lebih muda dariku, walaupun kesannya agak kasar. Begitupun dengan enya dan muhun. Walaupun memiliki arti yang sama, Mama pasti menegur kalau penggunaannya tak tepat. Mama selalu berusaha mengajarkan hal-hal yang baik. Mama tak pernah bersikap keras dan mengekang anak-anaknya. Mama memberikan kepercayaan penuh. Jika marah, Mama tak akan memaki apalagi memukul. Mama hanya melotot, memanggil nama belakangku dengan intonasi sedikit tinggi dan terakhir mendiamkanku. Dan percayalah, ditak acuhkan oleh Mama itu, rasanya paling tidak enak.

Mama Motivator terhebat, pemberi semangat yang tak pernah padam. Jika aku mengatakan "aku gagal," Mama akan meralatnya dengan "bukan gagal, tapi belum berhasil," bisa dicoba lagi lain waktu. Mama juga selalu menunjukkan kepadaku untuk tidak menyerah selama masih ada waktu untuk memperjuangkan sesuatu.

Multitasking, seperti halnya gadget ... Mama juga multitasking. Bisa jadi ibu, bapak, kakak, sahabat dan teman dalam waktu yang bersamaan. Jadi, benar-benar tak ada alasan untuk tak menyayangi Mama.


Aku ingin menghadiahkan handphone baru, lebih tepatnya smartphone Xiaomi Redmi 4A dari Elevenia untuk Mama. Menurutku smartphone yang satu ini sangat pas untuk menggantikan handphone Mama saat ini. Handphone yang hanya bisa mengirim sms dan menelpon. Walau aku tahu, Mama tak ingin, tapi yang kutahu, Mama memerlukannya. Seperti yang pernah kualami, Mama mengalaminya saat ini. Saat di mana rekan-rekannya tak memiliki pulsa untuk membalas sms karena mereka bergantung pada aplikasi chat seperti WA, BBM, LINE dan kawan-kawannya. Dan itu memaksa Mama lebih sering mengeluarkan pulsa untuk menelpon. Dan you know what lha ya, biaya nelpon saat ini, apalagi beda operator itu tidaklah murah. Otomatis pengeluaran pulsa membengkak.


Selain mengurangi pengeluaran pembelian pulsa dan memudahkan Mama untuk menghubungi rekan kerjanya, aku harap dengan Xiaomi Redmi 4A ini, Mama dapat mengabadikan setiap momen penting dalam hidupnya, termasuk momen kelahiran cucu pertamanya bulan ini. Dan beberapa bulan berikutnya dapat menggunakan layanan video call untuk mengetahui pertumbuhan cucunya dan mengobati rindu karena tak dapat bertatap muka lagi setiap waktu. Karena Karawang - Nagreg cukup jauh dan melelahkan untuk ditempuh pulang-pergi dalam satu hari. Mengingat usia Mama yang menginjak kepala lima.

Kenapa aku pilih Xiaomi Redmi 4A? Percayalah, Mama tidak akan suka dibelikan barang yang harganya bisa dibelikan kebutuhan pokok selama satu bulan bahkan bisa lebih. Maka dari itu, aku memilih Xiaomi Redmi 4a yang harganya terjangkau tapi spesifikasinya gahar, tak murahan. Smartphone yang satu ini mendukung dual SIM dengan jaringan 4G LTE, android versi Marshmallow. RAM 2 GB yang memungkinkan Mama untuk melakukan multitasking. Kemudian memori internal 16 GB, Mama tak butuh memori eksternal yang kadang minta di format. Jadi tak akan membingungkan kalau kelak kami harus menjalani long distance relationship lagi. Kamera utama 13 MP dengan autofokus, kamera depan 5 MP, bisa menghasilkan gambar yang jernih dan tidak ngeblur. Baterai 3120 MAh, cukup kuat untuk dipakai seharian, cocok untuk Mama yang suka handphone dengan daya yang tahan lama.

Nah itulah cerita panjang kali lebar tentang orang yang paling aku sayangi, mengapa aku menyayanginya dan hadiah apa yang cocok diberikan untuknya. Kalau kamu, siapa yang paling kamu sayangi, mengapa dan hadiah apa yang ingin diberikan? Yuk share di kolom komentar. Atau membuat blogpost di blog kamu seperti aku. Karena masih ada waktu beberapa menit lagi nih sebelum lomba blog cerita hepi Elevenia di tutup hari ini.

By the way, aku mau memberikan sedikit info nih. Yuhu, ada tiga fitur yang aku suka banget di Elevenia. Pertama fitur grade member yang banyak keuntungannya, kedua fitur token yang nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah menarik setelah mencapai jumlah token yang sudah ditentukan. Ketiga fitur mengganti selisih kelebihan harga, sebanyak 110% kalau kita nemu harga barang yang lebih murah di situs lain. Klik, cari, hepi.


Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. Alhamdulillah. PAsti bahagia banget kalau dapat hadaih ya mba. Semoga keinginanya terkabul mba. Aamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti mba hihi. Aamiin ya robbal alamin. Makasih mba Rach :)

      Delete
  2. Pas baca judulnya kirain Gilang mau endorse produk asuransi hehehe. Tapi taglinenya cakep sih. Sekarang aku tahu Gilang mirip siapa. Salam buat mamanya, ya. Semoga sehat selalu dan Gilangnya selalu jadi anak mama yang solehah. Semoga bisa dapet HPnya buat hadiah mama ya, Gilang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya robbal alamin. Makasih teh Efi :)

      Delete
  3. Semoga kesampaian kasih hadiah buat Mama nya ya, cantik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya robbal alamin. Makasih teh Nesa :)

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)