Kolaborasi Bisa Membuat Perubahan Semakin Cepat


Sumber gambar : wholelife.com
Pada hakekatnya, manusia sebagai makhluk individu dan sosial memang nggak bisa hidup sendiri. Butuh orang lain, setidaknya dalam ruang lingkup yang paling kecil, manusia butuh keluarga. Setelahnya bertetangga dan bermasyarakat. Nggak mungkin kan tiba-tiba bisa tumbuh besar sendiri, mengerti tentang ini-itu tanpa belajar dari orang lain.

Jadi, udah jelas dong, manusia butuh kolaborasi alias kerjasama dengan manusia lain untuk mempertahankan hidup. Dalam keluarga aja, orang tua harus bekerjasama untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Membesarkan sendirian? Bisa sih, tapi jelas lebih ringan jika dilakukan bersama-sama. Kolaborasi diluar itu, udah jelas banyak banget. Seperti kolaborasi antara bos dan karyawannya untuk memajukan perusahaan. Kolaborasi antara musisi, penulis buku, kolaborasi antara FinTech dan pihak bank, dan masih banyak lagi. Bahkan nih, di era digital sekarang ini, kolaborasi bisa dilakukan dari berbagai belahan dunia.

Pak walikota Bandung sendiri, kang Emil dengan prinsipnya yang "kurangi kompetisi, dan tingkatkan kolaborasi." Hasilnya, bisa dilihat sendiri kan, kota Bandung semakin maju dan cantik. Karena pemkot bekerjanya nggak sendirian. Pemkot bekerjasama dengan pengusaha, komunitas masyarakat dan media.

Dari kolaborasi juga, kita bisa berbagi ilmu, pemahaman dan pengalaman. Bisa menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih baik dan prosesnya semakin cepat dibandingkan membuatnya seorang diri. Begitupun di ranah dunia maya, termasuk aktivitas blogging. Sekarang udah banyak banget kan blogger yang berkolaborasi dengan blogger lainnya dalam membuat konten. Mereka nggak pernah kehabisan topik buat dibahas, karena berkolaborasi. Saling bertukar pikiran, pengalaman dan pendapat. Bahkan bisa melihat suatu peristiwa dari sisi yang berbeda, yang lebih positif tentunya.

Ada juga portal berita yang memberikan kesempatan kepada blogger untuk menayangkan artikelnya di portal mereka tapi diberikan link lengkap ke alamat blog yang bersangkutan. Itu termasuk wujud kolaborasi di era digital, saling mendukung, saling berbagi, saling menguntungkan.

Nggak hanya antara blogger dengan blogger, portal berita dengan blogger. Tapi blogger dengan komunitas blogger, blogger dengan pemerintahan, blogger dengan perusahaan. Pun sebaliknya. Udah banyak banget kolaborasi yang bisa dilihat. Dalam berbagi ilmu dan pengalaman, berbagi konten positif, seperti : memperkenalkan sebuah produk atau tempat berdasarkan pengalaman nyata, memajukan lingkungan, mendukung terciptanya keamanan lingkungan, memperkenalkan buku, pariwisata, melawan berita bohong, dan yang terbaru Kemenkes RI berkolaborasi dengan blogger, khususnya beberapa komunitas blogger di Jawa Barat untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.

Intinya, kolaborasi mempercepat proses dalam membuat perubahan. Semakin banyak individu yang bekolaborasi dengan baik dan penuh kesungguhan, semakin cepat tujuannya tercapai. Semakin banyak berkolaborasi, semakin banyak konten dan karya unik yang bermunculan. Berkolaborasi juga sama dengan belajar memupuk kebersamaan serta kepercayaaan. Memberikan kesempatan pada masing-masing individu untuk berpendapat sekaligus mengasah kemampuan dan menambah pengetahuan.

Sumber referensi :
1. Merdeka.com
2. sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

2 comments:

  1. Betul. Bersama-sama bergerak mewujudkan visi misi atau cita-cita tentu akan lebih mengefisienkan waktu...

    ReplyDelete
  2. Kolaborasi bisa membuat pembangunan berjalan lebih efektif, efisien dan berdaya guna. Kolaborasi bisa mengurangi friksi antar kelompok masyarakat juga.

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)