Memelukmu Dalam Mimpi


Hari ini, malam ini ... tepat dua bulan kamu menghilang. Berulang kali dicari ke tempat biasa yang kamu kunjungi, kamu nggak ada, suara kamu nggak terdengar sama sekali. Dan selama dua bulan ini, suasana di rumah rasanya beda, ada yang kurang, ada yang kurindukan ... kamu.

Aku rindu, bercanda denganmu. Mengelus-elus kepalamu, mendengar suaramu, dibangunkan olehmu ... bahkan rindu gerakan kepalamu yang menyundul bunga kertas buatanku hingga botol yang kugunakan untuk menaruhnya terjungkal ke belakang bahkan beberapa kali terjatuh. Aku rindu berbicara padamu, rindu melihatmu melengos karena aku terlalu banyak bicara. Aku rindu, melihatmu meringkuk di salah satu sudut rumah. Aku rindu ditemani kamu saat tak ada orang lain di rumah. Aku rindu menggendongmu, memelukmu sembari mengajakmu bercermin.

Setiap detik aku berharap, kamu akan pulang. Mungkin kamu bukan yang pertama kali menghilang, tapi baru kamu yang menghilang dan membuatku terus terbayang. Bahkan kehadiranmu dalam mimpiku membuatku tak henti-hentinya berharap jika kamu akan pulang. Ya, pulang. Kuharap kamu pulang, kamu kembali. Kuharap, aku tak hanya memelukmu dalam mimpi, tapi kembali memelukmu secara nyata.

Buci, kuharap kamu masih hidup. Kuharap kamu baik-baik saja. Dan kuharap kamu menemukan jalan untuk kembali pulang. Karena aku rindu, semua rindu padamu. Buci, jangan lupa bangunkan aku di depan pintu, saat kamu ingin keluar, saat subuh menjelang ... seperti biasanya.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

1 comment:

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)