Caraku #JadiYangKuMau Sekaligus Berusaha Jadi Yang Orang Lain Mau


Wanita Indonesia itu punya banyak peranan, multitasking dan hebat-hebat. Dari mulai ibu Kartini, pahlawan wanita lainnya seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan wanita-wanita masa kini yang bisa berperan ganda, multitasking. Di satu sisi sebagai seorang ibu (untuk yang sudah menikah) di sisi lainnya totalitas dalam pekerjaannya.

Kalau perananku apa? Aku seorang anak bungsu yang ingin memenuhi harapannya sendiri dan juga harapan orang lain (keluarga). Kemaruk ya, dan terdengar agak mustahil. Tapi, namanya juga hidup, nggak ada yang mustahil kan selama mau berusaha.

Aku pernah membaca sebuah novel, di mana ada kutipan, yang intinya ... rasa sakit dan kecewa itu karena kita terlalu menggantungkan harapan pada orang lain, sementara orang itu punya harapannya sendiri. Pun aku, aku mempunyai harapan sendiri dan perlahan-lahan sedang mewujudkannya. Tapi, aku pun tak mau mengecewakan orang lain (keluarga) yang berharap aku menjadi apa yang mereka inginkan.

Sambil menunggu kesempatan tiba untukku kembali bekerja di luar rumah, di luar kota, seperti harapan mereka, aku memanfaatkannya untuk jadi apa yang ku mau. Aku ingin menjadi seorang penulis, dan merintis usaha. Tak mudah memang untuk menjadi apa yang ku mau, karena banyak dari mereka yang tak mengerti dengan caraku menghabiskan waktu bersama ponsel dan laptop. Tak apa, yang lain tak mengerti, yang terpenting, aku paham dengan apa yang kukerjakan. Mengejar mimpi, mewujudkan harapanku sendiri, yang tak mungkin kugantungkan pada orang lain.


Untuk meraih apa yang kuingin dalam hidup dan #JadiApaYangKuMau, aku harus menjaga kesehatan tubuh. Iya, karena berlama-lama di depan layar ponsel dan laptop ataupun merangkai pesanan bunga kertas itu banyak sekali resikonya. Termasuk malas mandi. Nah ini resiko paling mematikan, karena malas mandi membuat kuman dan bakteri jadi betah menempel di tubuhku, apalagi bagian paling sensitifku, miss v.

Untuk mensiasatinya, aku memakai produk kewanitaan dari Lactacyd, yang tepat untuk merawat miss v. Lactacyd ini merupakan brand international untuk pembersih kewanitaan yang terpercaya. Dan, kini launching produk baru Lactacyd Herbal yang diformulasikan khusus untuk menjawab kebutuhan wanita Indonesia.


Pertama kali mencoba Lactacyd Herbal ini, aku langsung merasa cocok dan suka sekali. Habisnya Lactacyd herbal ini ada dua kemasan, 60 ml dan 120 ml, kemasannya mungil dan cantik gitu. Flipnya pun kuat, jadi nggak takut tumpah gitu isinya. Lactacyd herbal pun mudah ditemukan di minimarket, supermarket dan apotik terdekat. Kebetulan, aku membeli yang 60 ml dengan harga 20.500 di minimarket (harga tergantung lokasi tempat tinggal).


Teksturnya terbilang lebih kental dari produk kewanitaan lain. Warnanya putih susu, busanya nggak banyak dan aroma harumnya pas. Ini karena kandungan Lactacyd herbal ini lain daripada yang lain. Iya, kalau produk kewanitaan dari daun sirih campur susu udah biasa kan. Lactacyd herbal ini kolaborasi bahan-bahannya alami dan ekstrak sirih, ekstrak susu,  dan ekstrak mawar yang siap membersihkan, melembutkan, dan merawat area v.

Aku pun nggak perlu khawatir karena Lactacyd Herbal telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya digunakan dua kali sehari. 


#HaloLactacydHerbal, terima kasih telah hadir dan menemaniku untuk #JadiYangKuMau. Karena sekarang aku nggak khawatir lagi dengan miss v. Nggak takut bau, keputihan, lecet, gatal-gatal, apalagi pas haid. Jadi aman dan tentram saat lama di depan ponsel dan laptop. Nyaman dalam mengetikan ide menjadi barisan kalimat. Ataupun keasyikan menyelesaikan orderan bunga kertas. Apalagi saat nanti mendapatkan pekerjaan di luar rumah. Sibuk udah nggak jadi masalah karena area v terawat.

Hayo, kamu udah pakai Lactacyd herbal juga belum? Karena dengan menggunakan Lactacyd Herbal, kamu bisa jadi apa pun yang kamu mau, seperti aku. colek @Lactacyd_ID

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)