Suatu Hari di Akhir Bulan Juni

Nagreg nyingcet, 27 Juni 2017 ...

Mungkin kalian pernah atau sering merasakan yang namanya canggung dan nggak nyaman saat bertemu kembali dengan teman lama? Aku sih sering banget. Walaupun udah beberapa kali chit chat di sosmed, tetep aja pas ketemu mah rasanya agak gimana-gimana gitu. Takut salah ngomong lah, inilah itulah, blablablabla. Yang ujungnya jadi diem-dieman. Tapi, anehnya ini nggak berlaku saat aku bertemu mereka. Beberapa penghuni VIII B angkatan 2008 ESSAN. Oke, aku sebut satu-satu : Sofi, Sintia, Lita, Firgi dan Pinda (bukan dari kelas B tapi ya kenal).


Sekitar jam delapan pagi Sofi kirim WA, isinya selalu diawali dengan pertanyaan "gilang, hari ini ada acara nggak?" Nggak ada, karena emang nggak niat ke mana-mana dan di rumah ada si gemesh dedek Faiq. Tapi aku nggak bisa deket-deket dan mesti pake masker karena idung meler sejak semalam. Oke, akhirnya aku setuju untuk ikut ngumpul karena ajakan sebelum-sebelumnya aku tolak, waktu dan isi dompet lagi nggak bersahabat. Aku nebeng sama Lita? OMG, sama Lita mah pas kelas VIII nggak ikrib eh akrab. 

Tapi ya gitu, walau baru ketemu lagi  langsung nebeng, rasanya nggak canggung-canggung amat. Lita, Aku, Firgi dan Pinda sampai di Jatos duluan. Sofi sama Tia ke JNE Rancaekek dulu. Nah, aku kan dimintain tolong sama kakak ipar buat memberikan kado ke temennya di KFC, dan udah bilang juga sama mereka. Lita kekeuh mau nganter sampai aku ketemu temennya kakak ipar, tapi aku juga kekeuh mau nyari sendiri aja, soalnya itu antrian di pintu masuk KFC penuh banget. Susah lewat cyiin. Akhirnya sepakat, Lita, Firgi dan Pinda langsung ke bioskop buat beli tiket.


Setelah menyelesaikan titipan, aku naik eskalator ke lantai tiga (mungkin). Aslinya aku bingung itu lantai berapa, nggak merhatiin. Dan udah lama banget nggak ke Jatos. Akhirnya ketemu itu tangga menuju gedung Cinema XXI. Kirim WA deh ke Lita, nanya posisi. Mereka lagi antri. Antriannya panjang banget. Iyalah, secara masih libur lebaran dan film-film baru udah tayang sejak tanggal 25 macem Sweet 20, Jailangkung, Insya Allah Sah, dkk. Eh, sebelum berangkat udah denger sih mau nonton sweet 20. Ya udah ngikut aja. Dan nggak kecewa kok udah nonton Sweet 20. Karena kuketawa sekaligus nangis #anaknyagampangnangis. Cerita soal Sweet 20 ada di Sweet 20 Vs Miss Granny yang kutulis kemarin.

Setelah selesai nonton, perut udah keroncongan, kita pun mencari tempat makan. Udah bolak-balik macem setrikaan, ujungnya nyantol di Richeese Factory yang antriannya sebelas duabelas sama KFC. Panjang, sampai keluar-luar.


Ngantrinya diwakili Firgi sama Pinda. Kita pesan paket combo fire wings level tiga. Eh, ini pertama kalinya aku makan di Richeese Factory, maaf kalau agak norak banget. Sumpah baru tahu kalau ada level-levelan macem keripik mak icih, dkk. Jadi, paket ini terdiri dari segelas minuman, satu nasi dan ayam siap makan yang imut-imut berlumur saus, rasa BBQ terus dikasih saus keju yang gurih-gurih gitu. Harganya 30K.


Kurang afdol kan sekarang mah, kalau nggak foto sebelum makan? #ahnggakjuga. Foto di bawah ini diambil sebelum makan. Muka laper tapi tetep senyum bahagia. Iyalah, makanan udah di depan mata, jadi harus bahagia.


Lain cerita saat makan lho ya. Wajah bahagianya musnah. Kalau di bioskop saat ending film Sweet 20, yang nangis cuma aku dan Lita, di sini semua nangis sambil keringatan. Gila, jangankan yang nggak suka pedes, aku aja yang lumayan suka pedes hampir menyerah sama fire wings ini. Bibir berasa jontor gitu lah, mata berkaca-kaca, dan muka lusuh keringetan. Untung aja perut nggak menyerah #bahayakalau mulesmendadak.


Tapi, anehnya pedes mulai nggak kerasa setelah ayam dan nasinya abis #apaakuajayangmerasabegini. Jadi pas minum udah biasa aja. Minumannya juga lumayan, tapi nggak membekas di hati dan pikiran #ahelahmulaidehdrama. Habis makan ngobrol-ngobrol dulu bentar. Ngobrol yang ringan-ringan.


Terima kasih banyak wahai kalian, terima kasih juga udah sabar menunggu aku yang ngantri lama di kasir Indo Kids. Sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)