Mungkin Ini Alasan Tamu Nggak Mau Minum

Sebagai penghuni rumah eh yang punya rumah eh yang kedatangan tamu  deh, kita dituntut untuk memuliakan yang namanya tamu. Iye, nggak? Padahal suka ada tamu yang nyebelin. Yang dateng tiap hari buat curhat kasusah, padahal yang dicurhatin juga lagi susah. Udah gitu, ada juga yang namunya nggak tahu waktu. Datang di jam yang nggak tepat. Yang punya rumah baru aja pulang dan pengin istirahat atau jam sholat maghrib. Udah gitu bicaranya kenceng banget.

Selain itu, karena tamu berbeda orangnya, otomatis beda pula sikapnya. Ada yang malu-malu kalau disuguhan, ada yang suka nawar (padahal ngga ditawarin), ada yang nggak mau, ada yang suka nyindir juga kalau nggak disuguhan (disuguhan bahasa Indonesianya apa ya *lupa). Mungkin bahasa Indonesia disediakan minuman, makanan dan camilan. Anggap aja gitu ya biar aku nggak nangis. 


Nah, nah, aku mau bahas yang kalau disuguhin air suka nggak di minum. Yang aku amati sih ya, mungkin nggak mau minum karena alasan di bawah ini :

1. Lagi puasa
Tamu yang nggak mau minum mungkin lagi puasa senin, kamis, puasa ngodoan atau puasa nazar. Nah, makanya lebih baik ditanya dulu lagi puasa apa nggak daripada mubajir nggak di minum. Nggak sih, kalau di rumah mah aku minum aja setelah tamunya pergi.

2. Baru aja minum
Memang sih sebagai yang punya rumah (aku belum punya #ketawainboleh) harus setidaknya nyuguhan air putih (minimal). Inisiatif emang bagus tapi lebih baik nanya dulu. Kasihan juga kalau tamunya nggak enakan suka di minum dengan terpaksa. Pulang-pulang mungkin perutnya bisa kembung. Iya, minum terus.

3. Minuman yang disediakan nggak cocok
Nah, aku ulangi lagi ya. Inisiatif langsung bikin minuman boleh aja. Tapi lebih baik tanya dulu, mau minum apa. Misalnya mau teh apa kopi? Kalau bilang nggak usah ya udah kasih air putih aja biar aman. Soalnya nggak setiap orang suka teh, atau kopi. Apalagi yang punya maag dan udah parah.

4. Merasa airnya nggak higienis
Ada lho di aku mah. Jadi kalau disuguhin air yang dituangkan ke gelas, mau itu teh, kopi, dll nggak mau. Nah, suka bikin pusing kalau namunya malem bareng tamu lain. Ya kali, yang lain disuguhin belio nggak.

Tapi belio mau-mau aja kalau dikasih air kemasan. Mungkin takut air yang dimasak rumahan mah nggak higienis. Apalagi namunya ke saung butut emak sama abah. Jadi, siapkan aja air dalam kemasan biar aman. Mengurangi kegiatan cuci gelas dan masak air juga jadinya *eh. Anehnya sih kalau makanan mah di icip.

5. Takut ada bulu-bulu terbang atau nempel
Jadi, ada satu tamu yang kalau namu sama anaknya suka nolak disuguhin air minum sekalipun air dalam kemasan. Bahkan anaknya mau minum pun dilarang. Awalnya aneh sih, tapi akhirnya keceplosan gitu pas lagi bahas soal beli lauk pauk di warung A. Nggak mau beli di sana karena banyak kucing dan kucingnya suka dibiarkan kalau naik ke meja. 

Nah, dari situ jadi tahu kan. Di sini banyak kucingnya. Mungkin takut bulu kucing ke telan. Takut nggak higienis dan steril.

Dan pada akhirnya sih, kalau nyuguhan tamu harus ikhlas aja. Ikhlas kalau air minum yang disediakan gelasnya nggak di minum sama sekali atau cuma di minum sedikit. Toh, yang penting kita nggak membiarkan tamu ngobrol tanpa disuguhin.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. Bhahaaaa iya juga ya, suka kpikiran gilang takut tamunya ga suka minuman yg kubuat wkkkk, makanya klo minuman aku bikinin yg kira2 semus orang bisa minum misal teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh kadang ada yang nggak suka sih mba Nita, kalau di sini. Jadi air putih aja hihi

      Delete
  2. Kalau aku kadang nanya dulu "Mau minum apa nih, Mas/Mbak?" nah, kalau mereka mau minum, aku sediain minum, kalau engga, ya tetep aja disediain walaupun gak diminum:3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemilik rumah yang baik (y) kalau gitu aku mau namu ah ke rumah kamu :D

      Delete
  3. Aku sering gak begitu cocok sama teh manis yang disuguhkan gitu. Manisnya kebangetan jadinya enek. Kadang akhirnya kuminum separo buat menghormati tuan rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheu iya mba, suka banyak yang di minum sedikit demi menghormati tuan rumah padahal nggak cocok.

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)