Terima Kasih Untukmu Yang Hampir 2,5 Tahun Menemani Aku

Ini surat cinta kedua untukmu, di tahun yang sama.


Menemukanmu kala itu bukanlah hal yang mudah. Pun untuk memilihmu. Aku berusaha mengabaikan yang lain, yang tentu saja lebih hebat darimu. Tapi apa dayaku, hanya kamu yang terjangkau olehku saat itu. Tapi percayalah, aku tak menyesal telah memilihmu, memilikimu. Karena begitu kamu hadir dalam wujud nyata, aku jatuh cinta padamu.

Sekitar bulan maret 2015 aku memilikimu. Kamu cukup cepat dan membuatku merasa puas. Aku bisa bermain game kesukaanku bersamamu, menemukan game berhadiah, dan tentu saja, kau bisa menemaniku menulis. Walau kadang aku merasa sedikit terganggu karena kau tak menyukai beberapa warna terang yang jelas-jelas kusukai. Tak apa, soal selera memang tak bisa dipaksakan.

Kau percaya, kamu yang pertama bertahan lama denganku. Bayangkan, 2,5 tahun kamu setia menemaniku. Memaafkan segala perlakuanku yang terkadang pasti menyakitkan buatmu. Membuatmu terluka di sana-sini. Membuat kulitmu mengelupas sedikit demi sedikit. Dan membuatmu berpikir keras hingga suhu tubuhmu meningkat. Dan kamu sedikit marah, tak merespon aku. Bahkan tak jarang membuatmu menamaniku bergadang semalaman. Maaf, maafkanlah segala perilaku yang sungguh membuatmu sakit.

Sungguh, kamu kuat, kamu tangguh. Bahkan setelah sempat tenggelam kamu masih bersedia hidup untuk menemaniku. Walaupun cahayamu sedikit demi sedikit mulai meredup. Kamu menemaniku di setiap waktu. Setia membangunkanku kapanpun aku memintamu. Kamu yang setia menemaniku dalam setiap perjalanan. Bandung, Karawang, Garut, Cikarang dan Bogor, kota yang sering dan pernah kukunjungi bersamamu. 


Kamu bahkan membantuku mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Kamu yang terbaik yang pernah kumiliki. Terima kasih telah sudi menemaniku selama ini. Dan membantuku mendapatkan dia, bertemu dengan dia. Sekali lagi terima kasih. Kini, kuserahkan kamu pada mama, aku yakin, mama akan memperlakukanmu dengan sangat baik. Mama pun tak akan memaksamu untuk bekerja keras, seperti yang sering kulakukan padamu. Walau terkadang rasanya masih aneh bukan kamu yang membangunkanku di pagi hari. Bukan kamu yang menemaniku merangkai kata. Rasanya masih aneh nggak ada kamu di sampingku.

Terima kasih, MITO Fantasy Selfie 2 A330. RAM 1GB. Dengan satu mata yang bisa berputar (kamera maksudnya).


Terima kasih sudah mengijinkanku mencoba Marshmallow dan 4G.

*tentu saja atas seijin Yang Di atas juga. Rejeki dari Allah (bisi pajarkeun menuhankan gadget keh) ✌ Kamu sebagai perantaranya (kitu mereun). Eh masih terasa menuhankan kah? 🤔

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)