Antara Braga XXI, M-Tix Dan Warkop DKI Reborn Part 2 : Jangkrik Boss

Aku bukan mau ngereview lho ya. Aku mau curhat, tapi nanti ada bahas filmnya sedikit. Jadi kalau mau kamu close sekarang juga, silahkan. Itu pilihan kamu. Pun, kalau mau baca sampai akhir dan meninggalkan komentar.

Sekali lagi,

Itu, pilihan kamu.

Jadi, tepat seminggu yang lalu aku nonton Warkop DKI Reborn Part 2 di Braga bareng teman dekat perempuan waktu kuli ah. Nontonnya gratis, karena dapet hadiah ngekuis #PlaylistWarkopDKIReborn #LMusikJangkrikBoss dari Langit Musik x Falcon Music. Hadiahnya 2 tiket nonton yang jadwalnya milih sendiri, pun bioskopnya. Sayangnya, karena hari minggu aku nggak bisa minta bioskopnya di Empire XXI jadilah milih di Braga XXI aja.

Walaupun akunya gemuk dan pake baju ukuran 2 kali lipat yang seharusnya. Aku pengin aja majang foto ini di blog

Jadwal nonton jam 14.25 tapi jam 14.05 aku baru sampai di St. Hall. Baru turun dari elf. Udah pernah belum naek elf? Sini lihat dulu coba di blogpost 50 : 50 Naik Elf. Terus pesen Uber. Naek angkot terus jalan kaki eneng udah nggak sanggup, nggak bakal keburu oge.

Sampai di Braga City Walk jam 14.30 udah telat yes. Terus karena baru pertama kali ke Braga City Walk lagi dan masuknya lewat depan, dulu, pernah sekali lewat samping, deket hotel dan nggak jadi nonton nyahaha. Aku nanya pak satpam di mana liftnya. Aku bilang mau ke lantai 2. Pak satpam bilang naik eskalator aja. Oke naik eskalator sampailah di lantai 2 dan ketemu studio XXI nya.

Karena tiket nontonnya sudah dibelikan via M-Tix sama pihak falcon music lewat klik film, kutanya lagi deh sama pak satpam yang jaga di pintu masuk. Ternyata di Braga XXI udah ada mesin khususnya. Jadi nggak perlu ngantri di tempat pembelian cash. Pak satpam yang ngetik kode pembelian sama no hapenya di layar komputer dan tercetaklah dua tiket nonton Warkop DKI Reborn Part 2 : Jangkrik Boss.

Pergilah aku menuju ke studio 2 yang sebelahan sama studio 3. Karena temenku juga sama telatnya, malahan belum dateng, aku titip tiketnya ke mba yang jaga. Terus aku mengikuti mbanya sampai tiba di tempat dudukku. Oh ya, di studio 2 ini, pas masuk, harus melewati kursi penonton di baris kedua. Rada aneh buat aku mah, biasanya kan kalau masuk disuguhinya pemandangan kursi yang paling bawah.


Itu udah jam, kurang lebih 14.40 dan untung belum mulai filmnya. Terus diawali sama flashback film part 1 sedikit. Dimulai aslinya dari scene nyari baju merah di antara yang baju merah pas udah sampai Malaysia buat nyari harta karun. Diawal part 2 ini, lucunya yang pas Kasino masuk toko di mana merek-merek baju, sepatu sampai tas terkenal diplesetin. Di trailernya ada kalau nggak salah itu merek bajunya.

Yang aku nggak suka pas mereka ke laboratorium terus dijadikan bahan percobaan. Its ok soal perubahan Indro sama Dono. Tapi yang Kasino, kok rasanya bikin aku sebagai cewek jadi kurang nyaman. Walaupun itu nggak asli, cuma pake efek tapi tetep aja.

Ada penjelasan eh kalimat ding yang agak ganggu ya. Jadinya mengurangi kelucuannya. Atau aku aja kali ya yang merasa begitu #bisajadi. Kayak rating biasanya tinggi kalau scenenya pantai (kurleb begitu), terus ini udah part 2 lho, dan masih ada lagi yang lainnya.

Tapi bagian-bagian lain yang lucunya terasa natural pun banyak. Bikin ketawa, bikin aku hepi dan lupa kalau sebelum dateng ke sini sempat kzl. Nggak menduga juga sih akhirnya bakal begitu. Si itu ternyata begitu. Harta karunnya ternyata ... Dan ada flashback singkat ke beberapa adegan di part 1. 

Dan, kesalahan pas pengambilan adegan jadi bonus yang menyenangkan, mengundang tawa.

Selesai nonton dan kelaparan. Ini pake wide angle di Samsung Galaxy J7 Prime

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)