Ketika Chocolatos Bisa Diminum

Udah mau menceritakan si chocolatos yang bisa di minum ini sudah sejak pertama kali menemukannya, akhir tahun 2015. Tapi ya gitu, suka mengikuti penyakit males. Dan sekarang lagi kepengin nulis soal Chocolatos ini, dan udah 2017 ya.

Jujur aja, aku belum pernah mencoba minum cokelat serbuk yang tinggal diseduh kemudian diminum, sebelumnya. Biasa aku minum cokelatnya dari cokelat batangan yang dicairkan *nah lho. Jadi pas nemu chocolatos ini ya bahagia.

Awal kumelihat penampakan chocolatos yang bisa di minum ini karena rajin mantengin RTV buat nonton drama Korea di pagi hari. Habis jam tayang drama Korea itu suka ada tayangan seputar seleb gitu lha pokoknya. Nah, suka ada bagian presenternya ngiklanin si chocolatos ini.


Berbekal iklan itulah aku berburu si chocolatos. Sempat kzl karena di minimarket berinisial I dan A belum ada. Eh nemunya di mana coba, di warung samping rumah *nyahaha. Eh tapi pas pertengahan 2016 mah udah banyak ini di mini market I, ada yang kemasannya isi 5. Sekarang juga iklan nyatanya udah seliweran di beberapa televisi. Tapi nggak sesering iklan lain sih.

Dari segi kemasannya udah memerlihatkan kalau dia emang minuman cokelat dengan jenis serbuk. Perpaduan hitam dan cokelat. Kalau ditilik eh dilihat lebih dekat kemasannya menarik sih. Coba nanti kamu tilik tilik kalau beli ya. Beratnya 28 gr.


Begitu dibuka bakal menguar aroma cokelat bubuk yang awalnya mirip sama jajanan cokelat campur gula waktu SD. Tapi semakin lama dibaui semakin terasa beda sih, aroma cokelat khasnya chocolatos. Pas diseduh lebih meyakinkan lagi kalau ini beneran aroma chocolatos. Nggak kecium ya? Lha iya ini cuma gambar.

Seduhlah sesuai anjuran #yakaliminumobatinimah maksudnya sesuai saran/cara penyajian di bagian belakang kemasan. Soalnya kalau airnya kelebihan rasa manisnya berkurang. Kerasanya pait banget  kayak kehidupan #ahelahcurhat. Dan terlalu encer juga tentunya. Kalau dikurangin dari saran penyajian, ya gak pa-pa sih. Asal kamu nggak nyerasa eneg kayak baca komentar seseorang yang jahad sama kamu #apainiapa. Pokoknya balik lagi ke selera kamu. Karena kita nggak bisa memaksakan selera setiap orang harus sama.


Dari segi aroma, menurut aku mah udah cukup bikin rileks. Secara tekstur (diseduh sesuai saran penyajian) sama rasa juga udah cocok dilidah aku mah. Rasa cokelat lembut yang manisnya nggak menghilangkan pahit khas cokelat itu sendiri. Apalagi kalau dipadukan sama chocolatos wafer roll yang dark. Ah, susah diungkapkan dengan kata-kata. Sama wafer roll grande juga enak sih, tapi aku lebih suka sama yang wafer roll dark. Titik, nggak boleh digugat.

Gilang Maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. Kayaknya enak tuh, minum coklat anget sambil baca buku di pojokan rumah :D

    ReplyDelete
  2. kalau saya lebih suka minum dingin, rasanya malah lebih enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda orang beda beda seleranya ya hihihi.

      Delete
  3. Aku pernah cobaa, lebih enak yg chocolatos menurutku ihihi.. Yg ini ada pahitnya sedikit di lidahku hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ini kan chocolatos juga mba ihihi

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)