3/24/2014

Menanti Cinta - Adam Aksara, Review Novel

 menanti cinta adam aksara
Judul                           : Menanti Cinta
Penulis                        : Adam Aksara
Penata Letak               : Ihwan Hariyanto
Desainer Sampul        : Candra AW
Penerbit                      : Mozaik Indie Publisher
Tebal                           : viii + 221 hlm; 13 x 19 cm
Cetakan                       : Pertama, Februari 2014
ISBN                           : 978-602-14972-3-4
Harga                          : Rp. 37.500,-
"Cinta tak pernah membebani, Ia meringankan yang memilikinya.." dua kalimat manis yang membuat saya semakin penasaran dengan isinya.
Novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata dan di tambah dengan sedikit bumbu-bumbu fiktif dari penulisnya. Novel ini menceritakan tentang kisah cinta Joko Alex Sudono dan Claire Putrie Puspita, dua nama yang cukup aneh bagi saya.
Alex terlahir sebagai anak orang kaya dan memiliki bakat serta kepandaian yang luar biasa. Alex berhasil menciptakan produk-produk rumah tangga yang tidak berbahaya pada usia sebelas tahun. Selain itu Alex juga berhasil mendapatkan gelar professor pada usia 20 tahun. Alex sendiri termasuk orang yang tertutup pada dunia luar dan lebih senang menghabiskan waktunya untuk mengurung diri di tempat penelitian pabrik karena kedua kakinya cacat setelah terkena polio saat dia masih kecil. Barulah pada usia 28 tahun Alex mendapatkan tawaran dari sebuah universitas untuk menjadi seorang dosen kimia.
Di universitas itulah Alex bertemu dengan seorang mahasiswi keperawatan bernama Claire dan menaruh hati terhadapnya. Claire hidup berlumur kemiskinan sejak kecil, ibunya seorang mantan pelacur dan berusaha menjual Claire. Ayah tirinya yang bernama Candra selalu berusaha menodainya, namun selalu gagal. Claire juga memiliki adik tiri bernama Ayu yang sangat di kasihinya. Claire bekerja di sebuah restoran bernama Mark’s Burger untuk menyambung kehidupan keluarganya. Sama halnya seperti Alex, Claire hidup terasing tanpa memiliki teman untuk berbagi.
Cinta telah mengubah segalanya, termasuk kehidupan Alex dan juga Claire. Cinta membuat Alex rela melakukan apapun demi melindungi Claire. Akankah cinta menyatukan Claire dan Alex yang sama-sama tidak sempurna? Akankah kisah hidup mereka berakhir bahagia? Temukan jawabannya di novel menanti cinta ya :)
Kelebihan dari novel ini, bisa dilihat dari covernya yang manis sekali di tambah sinopsisnya yang membuat penasaran, bahasanya mengalir begitu saja dan mudah di pahami, menceritakan kisah cinta yang luar biasa dengan ending yang meleset dari tebakan saya. intinya ending tidak bisa di tebak.
Kekurangan dari novel ini adalah cetakan pertama yang kurang memuaskan dengan adanya halaman yang salah tempat serta beberapa halaman yang hilang tapi jangan khawatir karena pihak penerbit memberi respon positif dan akan memperbaiki kesalahan teknis tersebut. Kekurangan lainnya adalah tidak adanya kejelasan mengenai tempat kejadian berlangsung, di Negara manakah dan kota mana? Selain itu tidak ada kejelasan mengenai waktu kejadian berlangsung, tahun berapa ini terjadi?
Selebihnya saya suka novel bergenre romantis yang cocok untuk usia 17 tahun keatas ini. recommended deh buat yang suka  baca novel terutama novel romantis.

Jika kamu berminat membeli novel Menanti Cinta langsung saja kunjungi website penerbitnya: Mozaik Indie Publisher. 
Ada buku-buku baru lainnya juga loh :)

3/21/2014

Semoga Pelayanan Mereka Bisa Lebih Baik

Semoga Pelayanan Mereka Bisa Lebih Baik

Saya benar-benar kecewa setelah memesan buku secara online melalui beberapa penerbit. Bukan penerbitnya yang membuat saya kecewa, tapi jasa pengiriman yang mereka pilih yang membuat saya kecewa. Barang yang harusnya sampai dalam waktu seminggu akhirnya sampai dalam waktu dua minggu kemudian, itupun harus saya ambil di agen yang bukan milik jasa pengiriman pertama (WxxxxA). Saya telepon nomor kurirnya tidak aktif. Saya telepon ke kantor cabangnya dan akhirnya dia bilang sudah di titipkan ke jasa pengiriman lain (JXX) dengan alasan tidak ada kantor cabang di tempat tinggal saya, yang saya heran jika tidak adanya kantor cabang kenapa jasa pengiriman tersebut menerima permintaan pengiriman ke alamat saya jika pada akhirnya di titipkan ke jasa pengiriman lain. Di minggu kedua itu saya menerima sms dari kurir agen JXX, dia bilang tidak bisa mengantarkan paket saya sampai ke rumah dengan alasan masih banyak barang yang harus diantar, jadi saya di suruh mengambil barang itu ke agen terdekat, akhirnya saya ambil ke agen terdekat. Tadi siang saya kembali menerima sms yang sama dari nomor kurir tersebut yang menyatakan ada paket lagi untuk saya dan meminta saya mengambil paket di agen terdekat dikarenakan tempat tinggal saya jauh dan tidak ada pengiriman lain ke alamat saya. Setelah ibu saya pergi ke agen ternyata paketnya tidak ada dan itu sangat menjengkelkan. bayangkan, ongkos ojek dari rumah saya menuju ke jalan raya bolak balik itu adalah Rp.10.000,- sementara ongkos angkot ke agen JXX itu Rp.6.000,- bolak balik dan saya tidak mendapatkan paket untuk saya. Saya komplain ke nomor kurir dan dia menjawab "Oh, kenapa balesnya tdk dari tadi pak, jadi barangnya saya simpan di bandung." hello kenapa nggak di simpen di agen aja langsung kan tadi situ suruh ambil di agen dan lagi-lagi saya dipanggil bapak!!. saya mengusap dada dan berusaha sabar membalasnya "Kan tadi bapak suruh ambil di agen jadi saya tidak membalasnya. ya sudah berarti paketnya sampai di cicalengka seminggu lagi kan kayak kemaren. yaudah! makasih!". dan yang bikin saya makin emosi dia malah bales lagi "sip". pada akhirnya saya kecewa kepada jasa pengiriman WXXXXA dan JXX. padahal dulu saya suka sama JXX karena biayanya lebih ringan dibanding Pos Indonesia dan kirimannya selalu sampai tepat waktu bahkan lebih cepat, ternyata itu hanya berlaku didaerah perkotaan. Sekarang saya benar-benar kecewa, seratus persen!. pada akhirnya saya mengakui kualitas Pos Indonesia lebih bagus di bandingkan jasa pengiriman lain. walaupun terkadang pengirimannya sedikit terlambat dan harganya lebih mahal dari jasa pengiriman lain tapi Pos Indonesia selalu mengantarkan kirimannya sampai ke tempat tujuan, setidaknya ke pelosok perkampungan seperti rumah saya ini, kiriman untuk saya akan sampai di desa dan tidak memakan waktu berminggu-minggu. Pos Indonesia mengantarkan kiriman itu tanpa memperdulikan benda sekecil apapun yang harus dikirim dan jumlahnya sedikit bahkan tidak memprotes jarak pengiriman dengan alasan apapun, sekalipun hanya ada satu kiriman yang harus diantar. saya menulis ini berdasarkan kejadian yang saya alami saat ini. Saya berharap jasa pengiriman tersebut bisa memperbaiki pelayanannya. Sekian dan terimakasih.
Bukan bermaksud menjelek-jelekkan, hanya saja saya terlalu kecewa dan kesal jika harus memendam kekesalan ini didalam hati saja apalagi sudah empat hari saya terkena diare!!!.

3/19/2014

Saling Melengkapi, Cerpen

Saling Melengkapi, Cerpen


Banyak sekali manusia yang menganggap ukuran kebahagiaan itu adalah mempunyai jabatan yang tinggi dan hidup bergelimang harta, tapi Vio tidak berpikir demikian. Vio hidup bergelimang harta dari kedua orangtuanya, ukuran kamarnya sangat luas disertai dengan fasilitas yang lengkap, tapi Vio tidak bahagia. Orangtuanya selalu sibuk bekerja dan tidak pernah ada waktu untuk Vio. Sampai pada akhirnya Vio bertemu dengan Bayu. Bayu adalah pria yang mampu membuat jantung Vio berdegup kencang, membuatku tertawa, membuatku bahagia dan membuatku jatuh cinta.
            “Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu ya, Bay? Padahal kamu bukan tipe cowok yang aku inginkan” Vio berbicara pada bingkai foto ditangannya.
            “Tapi aku bahagia punya pacar kayak kamu Bay, meskipun temen-temen aku nggak pernah setuju aku sama kamu”.
            “Mereka nggak tahu sih kalau kamu itu baik, romantis, sederhana, pekerja keras, lucu dan tulus”.
            Vio terkenang kejadian tiga tahun yang lalu ketika dia memperkenalkan Bayu kepada teman-temannya sepulang sekolah. Mereka segera menarik Vio dan menjauh dari tempat Bayu berdiri. Bayu sadar betul kalau teman-teman Vio tidak akan bisa menerima semua keadaan yang ada pada dirinya.
            “Vio, kamu gila apa.. cowok gendut dan sederhana kayak gitu kamu pacarin? Sementara cowok keren dengan tubuh ideal dan juga kaya raya kamu anggurin”.
            “Keterlaluan kamu Vio!” tambah Nadya.
            “Semua orang dimata Tuhan itu sama Nad, gak peduli ukuran pakaiannya apa, mau S, M, L, XL, double XL, semuanya sama!”.
            “Dan perlu kalian ketahui kalau cinta itu nggak diukur dari ukuran badan atau apapaun itu. Cinta itu tulus dari hati dan mau menerima kekurangan ataupun kelebihan pasangan kita” tambah Vio sedikit emosi.
            “Kita nggak suka kamu pacaran sama dia.. apalagi dia nggak kuliah”.
            “Kenapa sih kalian harus liat orang dari kekayaan, pendidikan dan bentuk tubuhnya?perlu kalian tahu kalau Bayu itu seribukali lebih hebat daripada pacar kalian yang cuma minta-minta dari orangtuanya”.
            “Bayu itu dewasa, dia bisa ngebiayain hidupnya sendiri bahkan hidup keluarganya!”.
            Cinta itu saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Cinta tidak peduli sejauh apapun mereka terpisah, sekalipun jaraknya tidak bisa diukur tapi kedua hati itu selalu dekat dan saling menjaga kesetiaannya masing-masing. Cinta juga tidak terbatas, tidak ada si kaya dan si miskin, tidak ada si kurus dan si gendut. Semuanya bisa bersatu tanpa perlu diukur.
***
Hari ini masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Vio dan Bayu selalu bertemu disini, ditempat yang sama. Di tempat pertama kalinya Bayu mengutarakan seluruh isi hatinya pada Vio. Sebuah restoran sederhana dan nampak semakin tua ini adalah saksi tumbuhnya cinta mereka dari tahun ke tahun. Ukurannya tidak terlalu besar dan seluruh furniturenya sudah tua sama seperti pemiliknya. Vio tersenyum geli setiap kali ingat kejadian itu, kursi tua dihadapannya itu tidak mampu menahan berat tubuh Bayu hingga dia terjatuh ke lantai.
            “Aku telat, ya?” sosok tinggi besar itu berdiri dihadapan Vio dan tersenyum lebar.
            “Aku yang kecepetan kok” balas Vio.
            “Kamu sih nggak mau aku jemput” Bayu duduk dikursi itu dengan sangat hati-hati.
            “Tenang mas, kursinya aman kok.. walaupun tua tapi masih kuat nahan beban berat” pak Asep menghampiri mereka dan membawakan pesanan Vio beserta senyumannya yang khas.
            “Aku pengennya dijemput pake motor jadul kamu itu Bay, yang sering ngambek.. aku kangen ngedorong motor kamu yang mogok. Kalau naik motor baru kamu nggak seru ah” Vio meneruskan pembicaraan mereka.
            “Kamu tuh aneh deh, anak orang kaya tapi nggak mau pake kendaraan yang bagus. Aku beli motor baru kan biar kamu nggak diledek temen-temen kamu terus”.
            “Kan aku udah bilang kalau aku nerima kamu apa adanya Bay.. , nggak ngukur kekayaan, juga kesuksesan. Cinta aku ke kamu itu nggak pake ukuran… karna cinta aku terlalu besar dan gak bisa diukur, Bay”.
            “Sama dong kayak aku” Bayu tersenyum lebar dan memberikan sebuah kado untuk Vio, dipertemuan mereka yang singkat dan terjadi satu tahun sekali ini.
            Bayu bekerja di salah satu perusahaan swasta ternama di Jakarta, sementara Vio masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Karena kesibukkan Bayu bekerja, intensitas pertemuan mereka tentu saja berkurang. Mereka membina hubungan jarak jauh setiap tahunannya. Vio tidak peduli meskipun ukuran tubuh Bayu bertambah lebar ataupun berkurang. Karena cinta Vio kepada Bayu tidak diukur berdasarkan ukuran pakaian. Cinta Vio kepada Bayu itu tulus dan penuh kesederhanaan. Kebahagiaan Vio tidak bisa diukur dengan apapun, karena bersama Bayu dia selalu mendapatkan kebahagiaan dimanapun dia berada, sejauh apapun Bayu pergi dia akan tetap kembali untuk Vio.
            “Aku percaya Bay, cowok gendut itu jarang banget yang selingkuh… mereka itu setia.. sama seperti kamu selalu setia sama aku… padahal aku yakin.. di Jakarta sana pasti ada cewek yang naksir kamu karena jabatan kamu naik” kata Vio didalam hatinya.
            “Aku percaya Vi, kamu menerima aku apa adanya… kamu menerima cowok berukuran lebar seperti aku dengan tulus ikhlas.. kamu juga selalu menjaga kesetiaan kamu.. padahal aku yakin.. disini banyak banget cowok yang ngejar-ngejar kamu” kata Bayu didalam hatinya.
            “Sekarang aku benar-benar yakin sama kata-kata kamu yang bilang kalau cinta dan kebahagiaan itu nggak punya ukuran dan nggak bisa diukur pake apapun” Bayu tersenyum kepada Vio.
            Kedua pasangan ini sangat berbahagia dan menikmati kebersamaan mereka yang pendek setiap tahunnya.

3/11/2014

Cinta di Balik Hujan, Cerpen 3

Cinta di Balik Hujan Cerpen 3


Telah Terbit!! Pembelian 10 buku, gratis ongkir ke seluruh Indonesia.

Cinta di Balik Hujan (cerpen #3)
Copyright © 2014 by Ulin Nurviana, dkk.
vi + 228 hlm. ; 13 x 19 cm

Editing Aksara : Lavira Az-Zahra
Setting dan Layout : Lavira Az-Zahra
Design : Lavira Az-Zahra
ISBN : 978-602-71647-3-4

Cetakan Pertama, Maret 2014
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

Diterbitkan Oleh :
Pena House
Jalan KNPI Gg. Cendrawasih, Bangkle, Blora
Jawa Tengah - 58200
Phone : 08995718264
Email : azzahra.house834@gmail.com
Website : www.penahouseagency.blogspot.com

Harga :
Umum : 50ribu
Kontributor : 45ribu

PEMESANAN : (via sms atau whatsapp)
CERPENHUJAN#3_NAMA_ALAMAT_JUMLAH BUKU kirim ke 08995718264 atau inbox ke Virra Mygeisha / Pena House.

Kontributor book 3 Cerpen :
Ulin Nurviana - Ardianingrum - Gilang Maulani - Nur’aini Muharomah - Kakranita - Pradika Putri - Kholifaturokhma - Rela Sabtiana - My Soul - Juliana - Wily Andani - Deakin Anastasia - Nasfarana - Noe joen - Eva Apriliyana Rizki.

3/09/2014

My Horror Stories 3, Penerbit Harfeey


My Horror Stories #3

Genre : Kumcer Horor
Penulis :Boneka Lilin et Boliners
Editor & Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-1200-42-1
Tebal : 120 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp34.000,- (Harga kontributor Rp29.000,-)
CP Order : 081904162092 (Infokan judul, jumlah, alamat)

Sinopsis

Untuk dia yang mengetuk pintu tiga kali, yang berdiri di balik jendela dengan tangisan, yang meringkuk di kolong ranjang sembari menggeram, yang menjelma dalam wujud rasa takut, yang menyeringai saat nyaliku menciut. Untuk dia di dunianya, kucurah kisah pemulih kesah. Read my story about "you".

***
Penulis Kontributor:
Boneka Lilin, Rere Zivago, Yanti, Nurlaeli Umar, Shiny Qalbu, Gilang Maulani, Benny Dwi Setyawan, Ain Saga, Diyanugrah, Rezqwan Wawan, Nurdian, Nurmawaddah AR, Ocha Thalib, Warningsih, Ben [dot], Aisyah.

Buku Antologi Cerpen ke 3, Kopi Bercerita

buku antologi cerpen kopi bercerita

Kopi Bercerita #3

Genre : Kumcer
Penulis :Boneka Lilin et Boliners
Editor & Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-1200-38-4
Tebal : 165 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp40.000,- (Harga kontributor Rp34.000,-)
CP Order : 081904162092 (Infokan judul, jumlah, alamat)

Sinopsis

Setelah suguhan tirai airnya, yang disisakan hujan hanya genangan dan kenangan. Setelah ketiadaan gelapnya, yang disajikan hari adalah terang benderang. Namun ada banyak warisan yang melekat erat di lidah dan hati dari tiap sesapan kopi.
Kopi terasa nikmat jika pahitnya telah diajak bersahabat. Rasakan sensasi hangat dari minuman hitam pekat. Secangkir kopi, menguar banyak cerita dari bumbungan kepul asapnya.
***
Kini tubuhku menjauh dari layar netbook, bergeser pada satu ruang di sudut kamar gelap. Kamar yang hampir satu tahun terakhir ini tak pernah kupasangi lampu.
Kusandarkan dagu di kedua lututku yang tertekuk, dengan tangan yang masih setia mencekik gelas yang kini berada tepat di bawah wajahku. Titik-titik air berjatuhan ke dalam gelas, bercampur dengan pekat kopiku. Bahuku mulai berguncang. Aku menangis.
Tuhan, aku lelah....

***
Penulis Kontributor:
Boneka Lilin, Waritsah Assilmi, Ayu Firda Marisca, Happy Hawra, Gilang Maulani, Muhamad Faisal Aliza, Dina Nur Wahyuni, Yuniar Putri Pratiwi, Meykke Santoso, Aula Bilal, Trio Syahputra, Ramona Nurmala Sari, Larasati Andi Yuana, Mutiara Desrina, Ajeng Maharani, Reny Rahmawati, Nurul Ilmah, Rini Nur Hidayah, M. Anzaikhan, Asih Putri Utami, Roswita Puji Lestari, Rere Zivago, Rela Sabtiana, Takiara Ayunir Dara Dayu, Alis susanti, Janette Roseline

Buku Antologi Flash Fiction Horor


Jangan Baca Ini!
Penulis : Andy Triyuwono, HardyZhu, dkk
Penerbit Mmjn
Harga: 35.000,-

Mereka ada. Dan nyata. Bisa jadi sekarang mereka sedang ada bersamamu. Di sampingmu. Menungu kamu lengah-dan mereka akan segera memelukmu. Mereka akan menghabisimu. Bahkan sebelum kamu sadar akan keberadaan mereka.

Inilah naskah-naskah terpilih dalam #FFHoror 100 kata. Menghadirkan cerita-cerita ringan yang siap membuatmu bergidik ketakutan.

PEMESANAN:
ketik
FFHOROR
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :
No. HP :

Kirim SMS ke bagian penjualan nomor 085641662026
Kami akan mengirimkan total yang harus dibayar serta pemberitahuan nomor rekening.

Cinta Terpendam, Buku Antologi Cerpen ke 1

Kata mereka, banyak hal yg bisa dilakukan ketika kita jatuh cinta dan aku merasakannya. Diam-diam dengan sengaja mengambil gambarmu lalu mengabadikannya di dinding kamarku. Aku yang selalu ceria menyambut pagi dengan senyuman darimu, walau ternyata senyum itu bukan pertanda spesial. Semua telah kulakukan demi melihat wajahmu walau dengan jarak 2 meter. Sebuah kegilaan yang tidak pernah kurencanakan di masa itu. Hanya satu yang tak bisa kulakukan, mengatakan kata cinta sekalipun kamu tepat di hadapanku. Pengecut! Kata itu pantas buat kami, tapi kami punya alasannya: "Sebuah kisah nyata para pemendam cinta yg menarik dan mengharukan akan membuatmu sadar bahwa terkadang cinta tak harus diungkapkan..."
cinta terpendam buku antologi cerpen 1
tertarik untuk membeli? bisa hubungi Mozaik Indie Publisher. 
Harga Rp.50.000. Untuk pesan tinggal kirim sms ke 082233822410, formatnya: judul buku_jumlah eksmplar_nama_alamat lengkap.

3/04/2014

XI A TKJ Angkatan 2011

     Dan lagi-lagi, setelah gue akrab sama seluruh siswa kelas sepuluh D, akhirnya gue dipisahin masuk ke kelas sebelas A. Ya, ini terjadi karena kebetulan gue dapet rangking satu selama di kelas sepuluh D. Dan delapan besar berhak mendapatkan kesempatan masuk ke kelas sebelas A. Siapa coba yang nggak mau masuk ke kelas A? karena di sekolah ini yang masuk kelas sebelas A kemudian dua belas A itu dapet seragam baru lagi. Seragam yang lain daripada yang lain. Warnanya ijo lumut, ya ... sebelas duabelas lah ya sama ee kuda di pasar Guntur Garut yang deket terminal Guntur yang sering gue lewatin tiap hari. Gue, Yona, Juwita, Farida, Dadang, Nickmal dan Roy mendapatkan kesempatan untuk masuk ke kelas sebelas A. Tapi gak semua orang mau masuk ke kelas ini. Buktinya ada yang tukeran sama temennya loh biar dia bisa pindah kelas.
    Awalnya sih canggung masuk kelas ini. Ya, namanya juga awal. pada jaim lah ... pada diem-dieman. ngobrol masih grup-grupan berdasarkan kelasnya dulu. Tapi makin ke sini makin akrab dan makin tahu kalau isinya orang-orang ... (isi aja sendiri). Ketua kelas yang sering mereka sebut kepala suku adalah saudara M. Rio. Ilham. Wakilnya kalau gak salah sih Roy, eh atau siapa ya? gue lupa nih. Ah, sudahlah lupakan saja ... mari kita kenalkan satu persatu ya ...
  1.  Abdul Manaf          
  2.  Ade Kemaludin 
  3.  Agus 
  4.  Ai Santi 
  5.  Alfian Nurul Hadi
  6.  Ami Mardiana 
  7.  Ana Aulia Aprilianti 
  8.  Anggi Setia Bakti 
  9.  Anti Novianti 
  10.  Asep Firman Syafaat
  11.  Bayu                      
  12.  Boy Mardan Parman .P 
  13.  Budi Nurdin 
  14.  Dadang Muhaimin
  15.  Dede Hilmat 
  16.  Dinda  
  17.  Eneng Tian Haerani
  18.  Fani Mulyana 
  19.  Farida Nuraeni 
  20.  Feri Gusep Maulana
  21.  Gilang Maulani 
  22.  Hesti Setya Linawati 
  23.  Iis Kuswindari
  24.  Jaka Purnama
  25.  Juwita Permatasari 
  26.  Keti Firli Pratiwi
  27.  Laila Aulia  
  28.  Maulana Nurul Fajar
  29.  Mikeu Yuniasi  
  30.  Mina Wartika 
  31.  Muhamad Fahmi 
  32.  Muhamad Nikmal 
  33.  Muhamad Ridwan
  34.  Muhamad Rio Ilham 
  35.  Muhamad Sidik Wahyudin
  36.  Nandang Nugraha
  37.  Rifki Sulaeman 
  38.  Rina
  39.  Risris Fatmasari 
  40.  Rizal Anshor Gunawan 
  41.  Rohimah
  42.  Roy Aditya Owen
  43.  Rozak Mubarok Ramdani 
  44.  Susilawati
  45.  Teti Nurjanah  
  46.  Winda  
  47.  Yona Melinda
  48.  Yayu Oktaviani
  49.  Yudi Guntara
  50.   Ayang Kaniawati
     Nah ada lima puluh orang totalnya.  Nih penampakan foto pas awal masuk kelas sebelas A. Sebenernya sih kebanyakan foto-foto gue pribadi hahaha.
 Gilang - Yona
 Gilang - Yona
 Ayang - Gilang
 Juwita - Gilang
 Sidik - Nandang
 Yona - Gilang
 Yona - Gilang
 Yona - Gilang
 Sidik - Asep yang belakang Boy
 Budi
 yang duduk Anna yang berdiri Keti
 Mikeu - Rina
 Anti
 Boy
       Dede - Rozak

3/03/2014

Menunggu Kamu, Bukan Sebuah Lagu

Menunggu Kamu, Bukan Sebuah Lagu

hari ini.... aku mengirimkan pesan singkat padamu... mengajakmu bertemu di tempat pertama kali bertemu. karna akhir-akhir ini kamu tak pernah memberiku kabar... bahkan telpon pun tak pernah kamu angkat... bahkan kamu tak mengucapkan selamat ulang tahun padaku ... seminggu yang lalu....

aku berangkat dari rumahku dengan segenggam harapan ,, berharap kamu datang walaupun kamu tak membalas pesanku..
tak lama kemudian aku tiba di tempat pertama kali kita bertemu..
aku menunggu... menunggu... terus menunggu... berharap kamu akan datang menemuiku...
detik demi detik ku menunggumu dengan perasaan gundah.... entah sudah berapa lama aku menunggumu di tempat ini...menunggu tanpa ada kepastian kamu akan datang...
tak terasa air mata mulai membasahi pipiku.... mengalir begitu saja tanpa bisa ku bendung lagi...
hujan pun turun mengiringi kesedihanku, semakin lama semakin deras layaknya pengiring air mataku yang semakin lama juga semakin deras... aku tidak peduli walaupun hujan akan turun lebih deras lagi,  aku tetap bertahan di tempat ini sampai hujan pun kian mereda... aku tetap setia menunggu kedatanganmu... membiarkan tanganku dingin membeku..malampun tiba tapi aku masih bertahan di tempat kenangan terindah kita....aku dan kamu...

mama mengirimkan pesan singkat padaku... menanyakan keberadaanku,,, tapi aku tak membalasnya.
mama menelponku tapi aku mengabaikannya.
aku tahu.. mama akan sangat marah jika tahu aku berhubungan denganmu lagi...
dari dulu aku selalu berusaha agar mama bisa menerima kamu..
tapi pengorbananku sia-sia.... aku kecewa dengan hilangnya kamu tanpa sepatah katapun...

kamu tahu aku tetap setia menunggumu di sini..... aku mengirimimu pesan singkat lagi... didalamnya aku memaparkan segala kekecewaanku padamu.... tapi tetap kamu tak membalasnya...
aku memutuskan untuk pulang....
dan keesokan harinya aku kembali ke tempat kenangan kita...

aku menunggu lagi.... menunggu menunggu dan menunggu kamu....
sampai sore pun tiba...
ada seorang gadis kecil yang menghampiriku.... dan aku hafal betul kalau gadis itu adalah adikmu
dia memberikan sebuah boneka panda.. dan sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun dari kamu untuk aku, lalu dia pergi begitu saja ....

aku bingung dan merasa dipermainkan...
akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi rumahmu...
tempat dimana kamu tinggal dan kamu tidak pernah mengijinkan aku untuk berkunjung ke sana
setibanya dirumahmu.. aku mengetuk pintu dan mengucap salam

Perlahan seorang wanita paruh baya membukakan pintu besar di hadapanku dan aku yakin itu adalah ibumu.
aku bertanya apa kamu ada
tapi ibumu hanya terdiam dan matanya mulai berkaca-kaca
ibumu langsung masuk dan terduduk lemas di sofa..
aku kemudian masuk dan bertanya lagi apa kamu ada dirumah dan
ibumu semakin terisak
aku bingung ada apa sebenarnya

beberapa saat kemudian ibumu  pergi ke sebuah ruangan dan kembali menemuiku dan memberikan sebuah surat yang ada bercak darahnya. ibumu bilang.. kanker paru-paru telah merenggut nyawamu seminggu yang lalu tepat di hari ulang tahunku. sekarang, apa masih bisa aku menunggumu?

3/02/2014

XD TKJ 2011

     Kelas baru, seragam baru, sekolah baru, teman baru, pengalaman baru dan tentu saja kota yang baru ... Garut. Akhirnya nama gue ada di kelas 10 D Informatika. Gue dapet kelas paling akhir. Pertama kali nginjekkin kaki di sekolah ini sih sebenernya masih pake seragam putih biru dan gue kenalan sama 'Ayang' plus 'Dita'. eh giliran udah akrab ternyata merek dapet kelas B dan gue kelas D. Ya akhirnya gue kenalan lagi deh sama Eva, Rere, Tiara, Siti, Anis, Mima, Farida, Riani, Rini. itu sih yang gue inget pas pertama kali berbaris dilapangan basket. Kita menjalani masa orientasi siswa selama tiga hari. Sedihnya gue gak ditemenin kakak ataupun mama. Kakak udah mulai kerja di Jakarta dan Mama lagi diklat di Lembang. akhirnya ditemenin bapak dan ini pertama kalinya selama gue hidup di anter-anter sama bapak. Nyari perlengkapan ospek pun sama Bapak.
      Singkat cerita ospek pun selesai dan gue sebangku sama Anis sampai kapan ya? gue lupa yang pasti gak lama. Karena akhirnya gue sebangku sama Farida kadang Rini. Kalau nggak salah sih ya ... KM kelas D itu adalah Roy dan wakilnya Yona. kalau gak salah loh ya ... Kalau gak salah. Seinget gue personil kelas D itu adalah :

1.Asep
2.Bakti
3.Hernowo
4.Lukman
5.Praditya.
6.Ai Sarah
7.Amelia
8.Anis
9.Eva
10.Hani
11.Resmi
12.Juwita
13.Farida
14.Riani
15.Budiman Alm
16.Rini
17.Yona
18.Willy
19.Dadang
20.Nickmal
21.Roy
22.Fajri
23.Wulan
24.Hilman
25.Mima
26.Siti
27.Tiara
28.Ines
29.Deni
30.Andi
31.Yuga
32.Zaka
33.Fikri
34.Dzikri
35.Agung
36.Ilyas
37.Yogi
38.Gilang
39.Elis
40.Reza
     Sepertinya sih udah lengkap meskipun random. Di kelas ini banyak kejadian-kejadian tak terduga loh. Mulai dari ibu guru matematika yang sering cemberut karena kita terlambat masuk kelas dan kelas masih digembok sampai jam istirahat. Ya, itu karena mata pelajaran olahraga dari bapak yang sekarang sudah tiada sering kali kelamaan. Gak cuma itu. kelas D juga sering jadi tontonan dan tertawaan gratis buat yang hadir di kantin dan menyaksikan kami berolahraga. Pernah sekali, saat seorang guru mata pelajaran Fisika gak hadir dan kita dikasih tugas eh malah kita pulang sekelas alias kabur dari tugas. Yang paling menyedihkan adalah saat kita kehilangan seorang teman, Budiman namanya.
Nih penampakan foto beberapa penghuni kelas D. Sedih ya gak sempet foto sekelas.
 Ai, Elis, Eva, Amel, Juwita
 Alm Budiman
 Hernowo,Pradit,Hilman,Reza,Bakti, ....,Lukman

 Gilang, Farida, Riani, Hani
 Anis

Willy, Yona