7/24/2014

Antologi ke 23 sudah terbit


Telah Terbit
Buku dari event Warna-Warni di Pesantren (ff)

Judul Buku: Warna-Warni di Pesantren
ISBN: 978-602-1334-12-6
Penerbit: Pena Indis
Editor: Nitha Ayesha
Desain cover dan Layout: Fandy Said
Ukuran: 13 x 18 cm
Tebal: 142 Halaman
Harga Buku: 37.000 (Di luar Ongkir)
Harga Kontributor: 33.000 (Di luar Ongkir)

Pre Order= 23 Juli s/d 12 Agustus 2014

Cara Pesan:
Ketik: Judul Buku_Nama Pemesan_Alamat Lengkap_No.Hp_jumlah pesanan
Kirim ke: inbox fb Pena Indis atau Pena Indis II atau ke 082113883062 (Fandy Said)

Toko Buku Online Pena Indis: www.indhisbook.com

Sinopsis:

Aku mulai membuka rakaat pertama salat tahajudku. Kulantunkan ayat demi ayat dalam kekhusyukan. Ayat-ayat Al-Quran yang menciptakan getaran di relung-relung hatiku. Sebuah getaran yang muncul bukan semata-mata karena menghafal kalam-Nya, tetapi karena kalam-kalam itu perlahan telah mewarnai hatiku dengan keagungan cinta-Nya, hingga aku jatuh pada kenikmatan yang tiada tara. Rupanya kenikmatan seperti inilah yang membuat para santri tak pernah jemu dengan aktivitas ibadahnya. Kenikmatan yang didapatkan ketika sebuah ibadah tak lagi dirasakan sebagai suatu beban, melainkan sebuah kebutuhan. Kenikmatan ibadah yang dibangun atas dasar cinta pada-Nya. Sebuah cinta yang hakiki yang mewarnai setiap malam, khususnya di sepertiga malam terakhir. Warna-warni yang membuat langit pesantren telah berwarna bahkan sebelum fajar muncul. Warna-warni meneduhkan yang menenteramkan hatiku.

Kontributor:

Rahmi NS, Embun Tsauqi, Muhrodin “AM”, Melani Ika Savitri, Rere Zivago, Lenni Ika Wahyudiasti, Nikmatus Sholiha, Ika Mawarni, Fadhilatul Hasnah, Andrian Eksa, Ratna Juwita, Gorih Huka, Farida Salsabila, Ratnani Latifah, Ridha al-Maula, Ge Maulani, Asri Hanifah Putri, Sri Suparmi, Ditha A. Said, Siti Ratnawati, Nur Laili Hidayati, Nurul Fauziah, Sri Ayu Aulia, dan Yanuari Purnawan.

7/23/2014

Buka Bersama Saat Ramadhan - Essan 2008

Puasa dua ribu tiga belas, bulan yang penuh rahmat sekaligus sibuk mengurusi tugas akhir.  Bulan dengan jadwal buka bersama terpadat. Buka bersama pertama aku jalani bersama anak-anak fast track TI generasi pertama sebelum siangnya berburu dosen penguji dan pembimbing untuk revisi daan, Tuhan memang sangat baik dan memberi pertolongan tepat pada waktunya. Revisiku disetujui. Setelah buka bareng fast track, besoknya aku buka bareng TKJ A angkatan 2011 di Garut dan dua hari kemudian bersama anak SMP 1 angkatan 2008. Jebol lah keuangan bulan juli tahun 2013.
buka bersama saat ramadhan 


Buka bersama saat ramadhan ESSAN 2008 terselenggara atas kerja kerasnya Rani, alumni 3C. Aku sendiri cuma tahu orangnya aja plus namanya sih pas sekolah, soalnya dia terkenal satu sekolah. Dia yang merancang tanggal, tempat makan dan tempat foto untuk kita semua sendiri. Wonder woman deh dia, jempol banget. Setelah fix Rani mulai membuat postingan siapa yang akan hadir di acara buka bersama sekaligus reuni tersebut. 


Singkat cerita hari itu pun datang dan aku janjian sama mantan eh temen. Iya statusnya mantan sekaligus temen. Duh malunya setengah mati karena udah lama nggak ketemu dia. Cuma sesekali stalking dia di facebook, ngoahaha. Kesannya nggak tau malu gitu nebeng sama dia. Dan aku menyesali diri sendiri karena selain nggak punya motor, aku juga nggak bisa mengendarai sepeda motor. Alhasil bukber hari itu tergantung sama mantan eh temen. Dengan perasaan nggak enak aku pun diboncengin sama dia, kita ngobrol sepanjang perjalanan. Ya, sekedar say hai nanya kabar. Lebih banyak diemnya sih karena aku gerogi. 

essan 2008

Singkat cerita kita pun tiba di depan indah photo studio cicalengka, dulunya sih yunica. Sesuai perjanjian sebelum bukber kita semua akan foto-foto dulu. Lima tahun nggak ketemu banyak banget muka-muka yang sudah berubah atau mungkin dari dulu aku emang gak kenal sama mereka, ngoahaha. Kebanyakan yang berbeda itu pada wajah-wajah para cowok, ya termasuk si mantan eh si teman. Jelaslah sekarang kan udah dewasa. Ehem padahal aku mah masih childish.
.
Di sana aku say hai sama yang dikenal aja. Ada Novi mungil yang tetep imut-imut seperti saat di kelas delapan B, ada Rani yang makin kece, ada Desi, Eni, Rully, Ami, Risma, Shella, kemudian Asti yang datang terlambat. Nah yang cowok-cowoknya aku cuma mengenali wajah Opik, Dian, Ridwan, Lingga, Ilham, Adit, Faisal, Apen, Berry, Restu, Yudistira dan Rahmat yang nggak sempet foto. Selebihnya tahu muka tapi lupa namanya.


buka di by pass cicalengka

Setelah puas berfoto kita pun menuju ke tempat buka bersama di by pass cicalengka, seberang SMK Gunadarma Nusantara. Setelah sebelumnya memesan paket makanan dan minuman. Dan kami memutuskan untuk menikmati buka puasa secara outdoor ditemani lalu lalang kendaraan bermotor.

Sesekali aku numpang terkena jepretan kamera hape orang lain. Rasanya canggung banget setelah lima tahun tak berjumpa. Sambil berbuka kita pun menikmati alunan musik dari dalam cafe. Malah ada yang sempet titip salam buat cewek yang pake jaket jeans, padahal yang saat itu pake jaket jeans ada shella, Desi dan Asti. Ternyata ada juga yang masih memendam cinta dan titip lagu diem-diem hahahaa.



bukber 2013


bukber essan 2008

Setelah selesai makan sambil ngobrol sama temen sebelah, kami pun menutup pertemuan itu dengan berfoto di dalam cafe. 

ramadan 2013


foto ramadan 2013


Selanjutnya pulang ke habitat masing-masing. Ya, aku diboncengin sama dia lagi sampai depan pom bensin nyalindung dan itu terakhir kalinya dibonceng sama dia. Dan nggak banyak yang tahu kalau aku sama dia pernah jadian, termasuk anak-anak kelas F.

Baca Juga : Tentang Kelas XI F Angkatan 2008


Terakhir bulan puasa 2014 kemaren essan 2008 juga ngadain bukber di ponyo 8. Sayang aku nggak ikut karena yaaa... Sebagai pengangguran yang baru aja wawancara sana sini saat itu, uangku menipis dan harus dihemat untuk wawancara lainnya. Tapi aku sempat nyulik foto mereka dari group facebook essan 2008.

Bukber 2014 essan




Essan 2008 Bukber 2014


foto saat bukber


foto studio bulan puasa
Ridwan, Ilham, Berry, Restu, Dian, Wangsit, Adit, Yusuf, Opik, Lingga, Zevi, Rahmat


cewek essan 2008


Nova Ayu, Risa, Mirna, Dini, Dewi, Lusi, Risma, Erni, Umi, Sintia, Evi, Rani, Eni, Desi, Sepyana

Dan aku cuma bisa garuk-garuk tembok karena nyesel nggak ketemu sama mamih, Dini, Sintia dan Sepyana. Padahal udah lama banget nggak ketemu mereka. Eh ya yang mau kilasbalik seputar sekolah, ada yang lain lho di blog ini.

7/22/2014

Cara Mengubah Format DOCX ke DOC

File word berformat docx hasil ms word 2010 itu tetap bisa dibuka oleh versi pendahulunya, hanya saja kerapihan tulisan anda akan berubah. Seperti garis, tulisan menjadi berdempet tanpa spasi dan masih banyak lagi. Berbeda dengan file word pendahulunya yang dibuka pada ms word 2010. Oke ... tanpa berlama-lama lagi. Ini dia caranya.
1. Buka aplikasi ms word, di sini saya memakai versi 2010, kemudian pilih menu File, , atau biar lebih simple tekan saja ctrl dan s secara bersamaan dan langsung ke poin tiga
 cara mengubah format docx ke doc 

2. Pilih Save As

3. Perhatikan pada kolom save as type

4. Di sini kita klik panah di samping kanan,, pilih word 97-2003 Document
5. Kemudian klik save

6. Dan, lihatlah format filenya sudah berubah menjadi doc

Selain tips di atas, buat yang belum tahu berapa banyak kata yang sudah di ketik dan jumlah karakternya, bisa di lihat dengan cara mengklik word yang ada di sudut kiri bawah
Dan hasilnya adalah :
Selamat mencoba.

Gue Anak SMK

    Berhubung postingan tentang ROTI FASTA itu masih panjang banget nget nget ... akhirnya gue memutuskan untuk memposting tulisan dan foto-foto lain semasa putih abu-abu. Selain itu gue yang lagi kena flu ini, untuk kesekian kalinya kehilangan mood dan rasa percaya diri buat nulis cerpen atau sejenisnya. Di tambah lagi panggilan wawancara yang beruntun seminggu lalu tapi hasilnya masih nihil karena saingannya kece-kece abis -___-. Sepertinya jodoh kerjaan gue masih panjang nih. Jadi ... seperti biasanya, pelarian gue adalah blog dan sosial media. 
     Gue Anak SMK, yaak seperti judulnya gue dulu sekolah di salah satu SMK swasta yang cukup tenar di Garut, ituloh kota dodol, kota intan, Swiss Van Java yang sekarang udaranya nggak sesejuk dulu. Yang sekarang jalanannya sering macet. Tapi gue suka sama kota ini, lebih tepatnya gue jatuh cinta sama kota yang satu ini. Gue suka jalur angkotnya yang gak muter2 kayak di Bandung. Gue suka sama bunderan-bunderan di Garut ketimbang lampu merah di Bandung. Gue suka lapangan olahraga kerkhof yang banyak banget kenangan gue di sana. Gue suka makanan-makanannya yang masih murah meriah dan tentu saja gue suka sekolah gue.
     Tahun 2008 gue lulus dari SMPN 1 NAGREG dengan nilai yang cukup memuaskan. Gue gak bingung mau milih sekolah yang mana soalnya .... dari dulu gue pengen ngikutin jejak kakak gue. SD udah jelas sama deket rumah, SMP sama meskipun kepala sekolah sama nama SMP-nya udah beda. Dan pemberhentian gue selanjutnya juga akan sama SMK YPPT GARUT. Terkecuali jurusannya, karena gue gak disetujuin ambil jurusan OTOMOTIF hahahaha. Akhirnya karena gue dari SMP suka sama pelajaran komputer, akhirnya gue milih jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang gue gak tahu itu pelajarannya kayak gimana. Sebenernya sih gue pengen masuk jurusan Multimedia di SMK Negeri 1 Tarogong. Tapi gue males ikutan test, gue males dapet kekecewaan kayak kakak gue yang gak lulus dengan nilai yang kurangnya cuma seuprit 0,02.
      Singkat cerita, gue daftar kesana bareng mama dan kakak. Plus tetangga yang dulu se-SD se-SMP bahkan yang satunya sekelas juga sama gue pas SMP. Mereka ambil jurusan Otomotif sama Mesin. And you know what? yang dari jurusan mesin dia sukses dong ujian buat kerja di negeri sakura. Negeri yang gue impiin selama ini dan suatu saat nanti gue pengen kesana buat liburan. Yap ... semoga mimpi gue bisa terwujud. Sekarang dia udah dua tahun di sana. Jujur gue ngiri sama kesuksesan dia. Manusiawi kan kalau gue ngiri? gue sendiri yang lulusan D3 masih nganggur. Nyari kerja sana sini. Masih nyusahin orangtua sama kakak. Eh kok gue malah curhat lagi sih. Bodo ah, ini kan blog gue, mau gue jungkir balik pun gak masalah kak. yang penting gak ngehina siapa pun. Yang baca pun sedikit. Gue sebenernya pengen banget ikut tes ke Jepang. Cuman ... tinggi gue gak memenuhi persyaratan brooo hahaha. Nyesek abis deh. Sama kayak sekarang pengen ngelamar jadi teller bank, dan tinggi gue gak masuk itungan, ckckck
      Sejujurnya ya, orangtua gue itu ragu buat nyekolahin gue di sana, di Garut yang udah jelas beda kabupaten sama Bandung. Harus naik bus, elf, desek-desekan dan menempuh satu jam perjalanan. Apalagi kakak gue udah lulus waktu itu. Seperti biasanya kan gue masuk SMP, kakak gue masuk SMK, gue lulus SMP ya kakak gue juga lulus SMK. Mereka khawatir karena gue itu orangnya pemalu dan pendiem. CATET YA! emang kenyataannya gue pemalu dan pendiem. Untungnya sih diijinin juga. Pertama kali gue ke sana itu gue ngerasa lagi ada di rumah sakit. Soalnya itu sekolah rapi plus super bersih banget. Lantainya sering dibersihin sama penjaga sekolah yang jumlahnya nggak sedikit. Yeai, bayar uang bangunan terus ukur baju. Dan gue seneng banget sama seragamnya yang beda sama sekolah lain. Bukan abu-abu ... tapi lebih mirip cokelat gitu lah. Dan di sini cewek boleh pake celana kayak cowok kalau sekolah. Dan baju batik pas angkatan gue itu gambarnya baud, obeng, gergaji, disket.
Nih penampakan sekolahnya. 
 Tampak depan Jl. Nusa Indah No.33
 Gerbang Depan
 Koridor depan alias jalan untuk pulang dan masuk
Tiang Bendera, Lapangan Upacara, Tempat Parkir Pula
Ini jalanan menuju kantin kedua, kelas di aceh, gue sendiri gak tau kenapa dinamain aceh. yang pasti jauh banget dah letaknya dari gerbang depan. Kalau telat bisa gawat. soalnya gerbang belakang jarang di buka. Di sini gue bisa ngaca di samping bengkel otomotif, tapi kalau gak ada yang lagi praktek sih.
 Nih koridor belakang yang enak buat di pake nongkrong dan ngerjain tugas kelompok. Deket kantin kedua, ruang pmr, osis, plus di seberangnya ada perpustakaan.

 Ini koridor depan kelas di belakang. kelas yang sering dihuni 12 A TKJ 2011
 Ini dia ruangan kelas yang udah rapi dan bersih setiap kali masuk sekolah. Gue seneng duduk dibarisan ketiga deket jendela. Pas SMK gue gak perlu repot-repot bersihin kelas kayak waktu SD dan SMP.
 Ini  lapangan belakang. sekaligus tempat parkir juga sih
 Itu kelas gue ada di depan. Bukan kelas gue juga sih soalnya di sekolah ini kelasnya gak menetap. Ya, karna muridnya banyak banget perangkatan. Bahkan kalau lagi praktek masih suka ada kelas siang karena jadwal yang bentrok.

    Yang gue heran sih ini sekolah kenapa gak di lotengin aja, soalnya dari depan ke belakang itu jauh banget. Tapi sekarang sih akhirnya di loteng juga di deretan kelas yang ada di tengah-tengah, dulu sih ada tempat lompat jauh, sekarang gue gak tau dah, terakhir ke sana gak nengok kanan kiri. Dan sejak 2008 gue resmi jadi murid di sekolah ini. Mengenyam pendidikan 3 tahun di kelas 10D informatika, 11 dan 12A Informatika. Hingga akhirnya gue lulus di tahun 2011. yang jelasnya gue jadi punya banyak temen asal Garut. 

Kelanjutannya simak di 10 D Informatika Ya ...

7/21/2014

Aku Rindu Kalian

           

 //Semoga dirimu di sana kan baik-baik saja
    Untuk selamanya ...
    Di sini aku kan selalu, rindukan dirimu
    Wahai sahabatku// Rindukan Dirimu - Rio

I really ... really miss u, guys :3. Kalau kalian gak kangen juga gak papa hahahaha

        Untuk jarak dan waktu yang tak bisa lagi berdamai dengan kita. Untuk hati dan isi kepalaku yang masih tetap memikirkan semua tentang kita. Kutitipkan seluruh rindu yang bergemuruh dalam dada ini melalui angin. Angin yang semakin lama semakin berhembus kencang malam ini. Aku masih di sini, di tempat yang sama. Menatap langit penuh kekosongan. Menjalani kehidupan yang tak lagi sama tanpa kalian. Meskipun aku tak tahu, apakah kalian merasakan hal yang sama.
         Tawa, canda, kebahagiaan, kepedihan, kesakitan, kesusahan semua telah kubagi bersama kalian. Kalian yang mengisi lembaran-lembaran kosongku selama dibangku kuliah. Dua tahun kami bersama, berjuang untuk lulus dengan nilai terbaik. Tak jarang kami juga bertengkar dan terlibat adu mulut hanya karena masalah sepele. Masalah yang seharusnya tak perlu dipermasalahkan.
Menghabiskan waktu sepanjang hari bersama kalian adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Menonton film drama Thailand hingga meneteskan air mata. Bahkan kami sering menghabiskan waktu kerja kelompok hanya untuk bercerita, tentang pacar, tentang mantan, tentang gebetan dan tentang impian kita masing-masing.
            “Mbak, ini gimana aplikasinya gak mau jalan,” rengekan Endah yang begitu khas saat mengerjakan tugas pemrograman.
            “Kasih kaki Ndah biar bisa jalan!” jawab Yunita dengan santainya.
            “Ih, serius mbak,” Endah kembali merengek.
            Percakapan itu masih terekam baik di dalam ingatanku, ingatan yang semakin hari semakin menua. Aku rindu, aku merindukan Endah yang sering tidak teliti dalam mengerjakan tugas, merindukan Yunita yang terkadang berlaku ketus, merindukan Apri yang pelupa dan senang bercermin selama berjam-jam. Karena kalianlah orang-orang terkonyol yang selalu sejalan dengan apa yang kupikirkan dan apa yang kuinginkan.
***
            Delapan bulan yang lalu kita telah berjanji untuk bertemu kembali suatu saat nanti. Bertemu sambil membawa mimpi-mimpi kita yang telah berhasil kita wujudkan. Bertemu untuk menuntaskan semua rinduku yang semakin lama terasa semakin menyiksa.
            Aku kembali memutar film-film yang pernah kita saksikan bertama. Cairan bening mulai mengalir dipipiku. Aku menangis, tapi bukan karena film itu. Aku menangis karena aku sadar, kalian sudah tak di sisiku lagi.
            “Ping!” ponselku bergetar, ada pesan BBM baru yang muncul.
            “Gil, coba liat foto temenku … masa wajahnya jadi mirip kamu gitu?” Yunita mengirimkanku sebuah foto melalui BBM.
            Bekat foto itu kami kembali berbincang cukup lama. Mengobati sedikit kerinduanku akan dirinya. Yunita adalah satu dari tiga sahabat terbaikku. Partner jahil dan biang ribut selama di dalam kelas. Dia telah terbang beribu-ribu kilometer jauhnya. Menyebrangi pulau untuk mengikuti tuntutan pekerjaannya.
            Akhirnya aku mengundang Apri dan Endah untuk masuk ke obrolan kami. Sudah lama sekali kami tak memiliki waktu untuk berbincang seperti ini. Meski hanya berbincang melalui aplikasi BBM.
            Yunita                         : “Miss kalian. Di sini gak bisa tidur sembarangan lagi!”
            Aku                             : “Miss u too … Hahaha padahal kalau di kelas kan tukang tidur, ambil posisi duduk di belakang komputer langsung tidur.”
            Endah                          : “Kangen kalian. Tumben kamu nggak kerja mbak Yun?”
            Yunita                         : “Biasa kerjaannya di serahin ke staff. Hahahaha”
            Aku dan Endah           : “Buseet … enak dah yang punya staff! Keren … keren”
            Apri                             : “Giliran mbak Yunita ya yang jadi anak rantau.”
            Aku                             : “Iya, ngikutin mbak Apri tuh!”
            Kami kembali membahas kekonyolan demi kekonyolan yang kami lakukan selama masih kuliah. Menertawakan semuanya diwakili oleh sebuah emoticon. Selama ini kami sibuk menyusun puzzle kehidupan masing-masing. puzzle yang semakin lama semakin terasa rumit. Aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku merindukan kebersamaan kita. Merindukan kalian sebagai pendukung keduaku dalam mengikuti lomba menulis. Aku selalu berandai-andai jika kantung doraemon atau pun pintu kemana saja itu ada. Aku ingin kalian berada di sini walau untuk beberapa detik saja. Teruntuk rindu yang hanya bisa terucap melalui sosial media. Teruntuk kalian yang sedang sibuk mengejar mimpi. I miss you so much, Apri, Endah, Yunita.

7/17/2014

Buku Antologi Cerpen ke-22 Penerbit MMJN


Buku seri 1 event flash fiction tema Kisah Kasih di Sekolah. Penerbit MMJN.
Berikut daftar nama Kontributor tiap buku:
seri 1
1.Pengagum Rahasia-Tiareska Rivanthi
2.Cinta Itu Sederhana-Ai Siti Mulyani
3.hello… Goodbye-Mirna Miranda
4.Terima Kasih Luka-Vicky Desan Dury
5.Akhir Catatan Cerita Cinta-Nurul Khotimah
6.Tak Jelas-Windi Ariesti A
7.Menunggumu-Zianka Mozza
8.Rahasia Itu-lenni Ika Wahyudiasti
9. Salah Cinta-Anjar Srirahmawati
10.Jalinan Cinta Dino- Ferry Willi Riawan
11.Aku Melihat Ada Senja di Matanya-Latifah Harahap
12.Dia-Cavega Terasu
13.Saling Cinta dalam Diam-Sri Ayu Aulia
14. Cinta dan Pacar Pertama-Ge Maulani
15. Cinta Sang Ketua Osis-Dianur fajria
16.Secarik Ampol Biru-Dinu Can
 

 Harga buku:
36.500/buku
harga belum termasuk ongkir

Cara Pemesanan sms ke no 085641662026
ketik PO KKDS seri (satu/dua/tiga)
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :
No. HP :
nanti kalian akan mendapatkan konfirmasi jumlah uang yang harus ditarnsfer dan nomor rekeningnya.

7/16/2014

Antologi ke-21 dari event It's Ok Wae

Telah Terbit!!!
Judul: It’s Ok Wae!
Cetakan Pertama, Agustus 2014

Penulis: Lenni Ika Wahyudiasti, Kans’ Zein Basry, Ruspeni Daesusi, Rere Zivago, Anis Marzela, Dyah Istiani, Endang Eriana, Nur Wahid, Nastain Achmad Attabani, El Syarif, Dhinar Nadhi Dewii, Kholifaturokhma, Mutiara Sakha, Hastira Soekardi, Andrian Eksa, Ardini N. Wijaya, Dessy Dwi Lestari, Imas Siti Liawati, Aziza Zuhroh Sya'bandiyah, Dessy Putri Wahyuningtyas, Hariani,S.Pd, Nurlaeli Umar, Ge Maulani, Anggi Putri, Novy Noorhayati Syahfida, Irfan S.P.

Penyusun: Anung D’Lizta
Tebal: vi+147 Hal, 13x19
Design Cover : Ali Sakit Wirasatriaji
ISBN : 978-602-1649-28-2
Harga setelah diskon 20% untuk penulis: Rp 50,000 (Harga normal: Rp 45,000,-)
Harga umum: Rp 50,000,- (belum ongkir)
Untuk Pemesanan: Inbok 2A Dream Publishing/SMS HP: 08567257051/
E-mail: anungdel1627@gmail.com/ WA: +65 82437024
Formt : IOW-Jumlah-Nama+Alamat Lengkap+No.HP.

Sinopsis:
Apa pun masa lalu itu, tak akan merubah keyakinanku. Apa yang telah terlewati dalam hidupku semua takdir, cobaan dari hidup dan aku harus kuat menghadapinya. Allah-lah tempat kembali, mengadu, meminta dan pasrah. Peluklah aku dengan hidayah-Mu ya Allah, hingga akhir napasku. “Aku nggak bisa menjadi perempuan yang merebut tunangan perempuan lain. Aku pernah merasakan luka saat tunanganku meninggalkanku dan berpaling pada yang lain. Karena itu, aku nggak mau jadi penyebab gadis lain merasakan kepedihan yang sama.” Kembali sepi menyapu; “Adakah rindu berpagut sukma, bila jemari telah lelah, harapan kuurai dalam paragraf doa, bukan sekadar sandiwara selepas rebah, bukan sebatas jalan yang berbisik lelah.” “It’s Ok Wae! Inilah kehidupan.”

7/15/2014

Reuni Kelas F

Selamat pagi, kembali lagi dengan blogku yang sudah usang dan aku yang masih menganggur di bulan empat tahun 2015 ini. Kali ini aku akan menceritakan reuni di rumah Sofa. Yup, rumah Sofa merupakan tempat yang paling sering kita kunjungi. Selain Mama, Kakek dan Neneknya yang ramah, rumah Sofa juga cukup luas buat nampung kita semua ohohoh.

Aku lupa tepatnya kapan yang pasti saat itu kita masih SMA. Dengan teriakannya yang khas, Arif dan duet mautnya, Ridwan menjemputku ke rumah. Di rumah Sofa sudah ada Mamih Erni, Dini dan tentu Sofanya sendiri di tambah Opik. Kita ngobrol, menikmati suguhan makanan dari keluarganya Sofa dan sedikit mengenang masa lalu. Dan kata-kata Uwong yang masih aku inget banget adalah, "gilang rambutna alusan galing daripada di rebonding." aku jadi nelen ludah, ya aku telah kehilangan jati diri semenjak rambutku di rebonding.
Setelah ngobrol nggak jelas, Arif pun pulang duluan, dan menyisakan Sofa, aku, Mamih, Dini, Opik , Ridwan kemudian Omah dan Ayang yang baru saja datang saat senja menjelang, kita sempet foto sebentar, walau fotonya agak burem. 







Reuni selanjutnya sekaligus datang ke pesta pernikahannya Vina di tahun 2014. Sebelumnya kita udah janjian via sms, bbm, dan facebook untuk datang bersama-sama ke pernikahan Vina yang rumahnya deket Sofa, bedanya rumah Vina masuk gang. Aku agaka sedikit kecewa karena Gungun yang tadinya mau dateng malah gak jadi dikarenakan ibunya sakit. Padahal udah lama banget loh nggak ketemu. Aku yang cuma beda desa sama Sofa jelas memilih nunggu di dekat lokasi pernikahan ketimbang harus ke jalan raya dulu dan nunggu di depan Ponyo 8, padahal ujungnya ngumpul di rumah Ridwan ngoahaha. Kalian tahu? Aku hampir jamuran nunggu kedatangan kalian. Dan yang dateng hari itu adalah Desi, Dini, Ridwan ,Rahmat,Dian, Opik, Cecep. Surprisenya adalah sofa yang katanya nggak bisa dateng karena kerja, nyatanya ada jadi pager ayu.

Setelah hampir dua puluh menit di pesta pernikahnnya Vina kita pun beranjak menuju rumah Sofa. Seperti biasa aku pasti dibilang tambah gendut sama kalian. Lah emangnya kapan aku pernah dibilang kurusan? Gak pernah kan? Dari sejak SD sampai detik ini aku tetap si gendut padahal perutnya nggak buncit dan masih ada yang lebih gemuk dari aku.

Seperti biasa, kita pasti ngerepotin keluarganya Sofa yang menyediakan suguhan makanan ringan untuk kita. Suasana yang sama meskipun udah lama nggak ketemu. Bedanya kalian para cowok berubah jadi para perokok. Asapnya ngepul sana sini. Selang beberapa lama Dian dan Cecep pamitan karena ada jadwal kerja sementara sisanya tetep stay di rumah Sofa. Walau akhirnya aku kabur duluan karena lupa belum ngirim cerpen buat lomba yang deadlinenya malem itu juga. Dan naasnya paket internetku hanya tersisa sampai pukul lima sore. Kita nggak sempet foto, ya? Kebetulan aku nggak ada hape kamera, jadi nggak bisa mengabadikan momen kita kemarin. Kapan kita bisa kumpul lagi?

7/05/2014

Buku Antologi Cerpen ke 20 - Penerbit Panji

buku antologi fabel tumbuhan

yang mau PO bisa lihat di https://www.facebook.com/notes/penerbit-panji/pengumuman-ff-tumbuhan-dan-pembukaan-pre-order-buku/500554726743495
1) Dilema Pohon Bambu - Ika Candra

2) Caca si Cabai yang Selalu Sedih -Layli Putri Hasnah

3) Keajaiban Hutan Larangan - FaridaSundari

4) Kecil-kecil Cabe Rawit - GeMaulani

5) Kerajaan Kebona Pringapus – MalisaLadini

6) Pohon Randu yang Bahagia -Nurlaeli Umar

7) Pohon Apel dan Pohon Bambu - GhoffarAlbab Maarif

8) Sebatang Bambu - Ruspeni Daesusi

9) Tarian Tiwi Teratai – ArdanaYulisa

10) Salak Ingin Menjadi Anggur, Apeldan Pepaya - Yuliza Azella

11) Petuah Mangi si Pohon Mangga yangBijak - Jerit Atin

12) Siapa yang Paling Hebat? - Lenni Ika Wahyudiasti

13) Dua Rumput Liar - Nurul FitrianyAbbas

14) Kesedihan Pare - Imas Siti Liawati

15)Aisyah Subathi-Persahabatan Sejati

7/04/2014

Buku Antologi Cerpen ke 19

Buku Antologi Cerpen ke 19


“Biasalah, Gun, masalah klasik. Aku gak siap dengan ujian minggu depan. Kamu tau kan aku punya penyakit latah, mana bisa aku melewati ujian praktik dari Bunda Lampir,” jawab Poci lesu.
Poci memang mempunyai penyakit latah. Saat semester pertama, pelajaran dari Bunda Lampir, yaitu teknik menakuti manusia. Manusia yang mereka takuti adalah mereka yang tidak salat, pemabuk, koruptor, pencuri, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Hororesia.
Pertama kali Bunda Lampir mencontohkan kepada murid–muridnya, kebetulan ada segerombolan pamabuk lewat. Dengan menaiki sapu lidi ajaibnya, Bunda Lampir melayang–layang di udara sambil cekikikan. Kemudian ia berkata, “Hai anak muda, jangan sia-siakan tubuhmu dengan meminum minuman haram itu.”
Tak ayal para pemuda tersebut lari tunggang langgang dan meninggalkan botol minumannya. Murid–murid pun tampak memperhatikan aksi Bunda Lampir dengan saksama.
Bunda Lampir mengatakan bahwa praktik kali ini bukan hanya untuk menakuti mereka, tapi juga harus mampu untuk menyampaikan pesan–pesan bijak. Murid–murid mengangguk serentak tanda mengerti. Termasuk Poci, ini kali pertama baginya karena ia adalah murid baru di sekolah Hororesia.

Buku Antologi Cerpen dari event sekolah hantu "Semangat Untuk Poci" oleh 

Judul : Semangat Untuk Poci
Tebal : viii + 152 Hlm
Harga Asli : Rp.42.500
Harga Pre Order : Rp.38.250 (Dis. 10 %)
Harga Kontributor: Rp. 34.400
Penerbit : Raditeens Publisher
ISBN : Dalam Proses

Ongkir ke seluruh Indonesia :
Order 1-2 Ongkir Rp.15.000
Order 3-4 Ongkir Rp.20.000
Order 5-6 Ongkir Rp.25.000
Deadline Pre Order tanggal 10 Juli 2014

Cara Order : sms dengan format
nama_judul_jumlah_Alamat lengkap_no hp ke 087757691882
Dan sertakan foto bukti transfer ke inbox Raditeens Publisher

Buku Antologi Cerpen ke 18

buku antologi cerpen ke 18


Ini merupakan buku antologi cerpen ke 18 dari event Anugerah Illahi "Anugerah Illahi" Bersama Mbak Nieyy

Buku Antologi Cerpen ke 17

Buku Antologi Cerpen ke 17

Ini merupakan buku antologi cerpen ke 17 dari event Bola "My Story of Foot Ball" dari AE Publishing

Judul               : My Story of Football
Pengarang      : Fenni Wardhiati & ECA Lovers
Ukuran           : 14 cm x 20 cm
Tebal              : v + 180 halaman
Harga             : 42.000
Kontributor   : 37.800

PEMESANAN :
Ketik: FOOTBALL# NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP
Kirim ke : 082333535560 untuk kontributor tambahkan #JUDUL BUKU
Sinopsis :
Olahraga merakyat ini merupakan salah satu cabang terfavorit, tak hanya di negeri tercinta kita, Indonesia bahkan di seluruh dunia.
Olahraga yang dikenal dengan nama sepak bola ini telah banyak menciptakan event pertandingan dari liga domestik, antar klub, maupun event besar seperti Piala Dunia.
Dari hal tersebut, maka tidak salah menjadikan tema sepak bola sebagai sebuah cerita. Ada kisah sedih, bahagia, misteri, persahabatan, dan keluarga menjadi satu hal yang unik dirangkai dalam buku kumpulan cerpen.
***
Tim Penulis:
Adinda Zetya salsabila - Andrei Mikhael - Arrizo
Atik Suryani - Ayu Kristiana - Citra Nurkusumaningtyas Daena Hadi  - Dyah Istiani  - Fitra Irena - Ge Maulani Ghoffar Albab Maarif - Hastira Soekardi
Hasvirah Hasyim Nur - Henny Puspitasari
Kim Angella Fortune - Layli Putri Hasnah
Lilis Nurhalimah - Lenni  Ika  Wahyudiasti - Megawati Muh. Ikrimah - Ni Kadek Sekar Asih - Nurita Wahyuni Nurlaeli Umar - Nur Oriza Sativa - Rafi Ferliadi
Ratna Juwita -  Rikzan Ubaidillah - Sweety Smile
Yoade Septiana Ayu Hanglevi