5/31/2016

Dan Pelayanan Bank BNI Bagiku


Tidak terasa, lima tahun sudah saya memakai layanan BNI. Sementara Mama dan Kakak sudah delapan tahun. Tiga tahun saya memakai KTM yang berfungsi sebagai kartu ATM alias BNI TAPMA (Taplus Mahasiswa), dua tahun memakai BNI Taplus. Saat masih menjadi mahasiswa sekaligus anak kos dan menggunakan BNI TAPMA, jujur saja saya tidak pernah mengunjungi bank BNI-nya secara langsung. Secara seringnya tarik tunai transferan uang bulanan dan uang kuliah. Paling sesekali mengantar teman untuk menabung ke BNI Setiabudhi, Bandung. Itupun hanya menunggu di luar. Dan pertama kali mendapatkan kartu ATM plus KTM ini langsung di kampus. Dulu di kampus ATM-nya cuma satu, pecahan lima puluh ribu rupiah, kalau awal bulan dan waktu pembayaran uang semesteran, harus rela antrinya lama.

Saya suka sekali BNI TAPMA karena biaya administrasi perbulannya sangat murah. Membuat saya tidak pernah sadar kalau ada biaya administrasi bulanan. Karena tidak terlihat perubahan saldo yang berarti. Kalau boleh memilih sih, inginnya terus menggunakan BNI TAPMA selama-lama-lamanya. Tapi namanya juga BNI Taplus Mahasiswa, ya khusus untuk yang masih berstatus mahasiswa dong. Setelah berhenti menjadi anak kos, barulah mulai sering mengunjungi bank BNI untuk transfer deposit pulsa. Secara uang bulanannya tunai. BNI TAPMA saya berlaku hingga september 2015, tapi terakhir kali digunakan pada November 2014. Karena kalau dihitung lulus secara normal saya baru lulus di tahun 2014 bukan tahun 2013.

Walaupun harus berpisah dengan BNI TAPMA, BNI Taplus juga menyenangkan dan menenangkan. Biaya administrasi perbulannya tidak mahal, Masih bisa transfer dan tarik tunai dengan sisa saldo akhir enambelas ribu. Membuat saya tak mau berpaling. Bebas biaya admin kalau transfer sesama bank, dan transfer beda bank hanya dikenakan biaya lima ribu rupiah saja. Apalagi semenjak ada bank BNI di Cicalengka. Iya, secara dulu paling dekat itu di Rancaekek. Dengan adanya bank BNI di Cicalengka tentunya jadi lebih dekat dong. Membuat saya dan Mama bisa menghemat ongkos angkutan umum. Hemat waktu juga. Mulanya mesin ATM di depan banknya cuma satu, pecahan seratus ribu, sekarang sudah dua. Ada pecahan lima puluh ribunya juga. Dari mulanya dua orang teller jadi tiga orang. Dan pelayanannya membuat saya terkesan.

BNI KK Cicalengka, sumber dari google Maps.



Nah letaknya persis di depan mesjid Agung Cicalengka. Ruang tunggunya nyaman, kursinya empuk. Satpamnya laki-laki dan perempuan, ramah-ramah. Teller dan Customer Sevices-nya pun sama, ramah-ramah, murah senyum. Pelayanannya pun cepat.  Waktu saya memutuskan untuk berganti ke BNI Taplus, usia saya masih dua puluh satu tahun, Nah mba Customer Servicesnya menawarkan BNI Taplus Muda.  BNI Taplus yang diperuntukkan untuk kaum muda dari usia limabelas sampai dua puluh lima tahun. Dan dijelaskan perbedaannya dengan BNI Taplus biasa sedetail-detailnya. Dalam hati sih ingin, tapi karena kartunya harus ditunggu selama satu minggu, maka dari itu saya lebih memilih Taplus biasa yang bisa dipakai hari itu juga setelah melakukan setoran minimum melalui Teller. Sebenarnya saya juga sedikit kecewa karena tidak bisa memakai nomor rekening yang sama. Katanya kalau ingin tetap menggunakan nomor rekening sebelumnya, harus datang ke tempat membuatnya pertama kali. Berhubung saya malas pergi ke Bandung, ya sudah ... buat baru saja.

BNI KCU Garut, sumber gambar dari sini
Ini dia, BNI KCU Garut, letaknya persis di depan Kantor Pos Garut. Nah saat kebetulan bekerja di Kantor Pos Garut, saya sering bolak-balik setor tunai untuk deposit pulsa melalui Teller BNI. Sama halnya seperti BNI KK Cicalengka, di sinipun pegawainya ramah-ramah. Dan entah kenapa, baik di Cicalengka maupun Garut, setiap hari senin dan jum'at bank kesayangan ini selalu ramai pengunjung.

Sebelumnya, jika ingin melakukan setoran tunai kita tinggal mengambil nomor antrian, menunggu nomor antrian dipanggil dan terlibat komunikasi dengan Tellernya. Ditanya ada keperluan apa. Kalau mau transfer suka diminta dulu uangnya, diperiksa kemudian ditanyakan nomor rekening tujuan, penerima dan pengirimnya. Tapi, biasanya ... saya dan Mama terbiasa menuliskan nomor rekening plus nama penerima, nama pengirim dan nominalnya di atas secarik kertas. Fungsinya, supaya mba atau mas Tellernya tidak perlu menanyakan berulang-ulang. Tapi sejak awal tahun 2016, saya tidak perlu menulis di atas secarik kertas lagi, karena sudah tersedia langsung di banknya..


Mungkin untuk sebagian orang mengisi slip setoran tunai seperti ini jadi sedikit ribet. Namun bagi saya, dengan adanya slip setoran tunai ini, kelancaran dan kecepatan transaksi semakin meningkat. Lagi pula di belakang kartu tertera tata cara setoran tunainya. Untuk pengirim yang tidak memiliki nomor rekening bisa menggunakan nomor kartu identitas. Dulu, saya sering merasa kesal sendiri kalau lihat orang yang mau transfer uang tapi baru menanyakan nomor rekening tujuannya melalui sambungan telepon di depan Teller. Belum lagi penyusunan uangnya yang tidak beraturan. Jadi memakan waktu lebih lama. Sekarang? jelas sudah tidak ada lagi dong yang seperti itu. Aman dan nyaman. Oh ya, di bank BNI KK Cicalengka, slip setoran ini diletakkan pada sebuah kotak kecil bening dan terbuka, tertempel di samping tombol antrian.

 

Nah, ini dia bukti setoran tunai yang sekarang, lebih simpel tapi tulisannya jelas dibandingkan yang dulu. Apalagi sekarang bisa belanja memakai kartu debit. Iyes, BNI Taplus ada logo master card-nya. Meskipun saya baru mendaftarkan SMS Banking via ATM dan belum diaktifkan melalui Teller, tapi saya tetap bisa melakukan cek saldo via SMS. Semakin cinta deh sama pelayanan dari bank yang satu ini. Dari sudut pandang saya secara pribadi, pelayanan BNI ini sudah cukup baik. Tentunya seiring berjalannya waktu akan semakin baik lagi. Apalagi tahun ini usianya mencapai usia yang ke tujuh puluh. Tinggal menunggu waktu bank kesayangan ini membuat inovasi baru lagi.

5/28/2016

Antara Memasak dan Tidak Memasak


Kebaikan tak selalu baik di mata orang lain memang benar adanya bahkan sering terjadi di dalam kehidupanku sehari-hari. Entah di mata keluarga, teman bahkan saat menolong orang yang baru dikenal. Dalam kesempatan kali ini aku akan menceritakan peristiwa yang terjadi di dalam rumah kedua orangtuaku.

Sejak kecil aku sudah terbiasa ditinggalkan mama selama berhari-hari. Entah untuk penataran, diklat, porkab, bahkan menunggui saudara di rumah sakit. Waktu kecil, hal seperti ini tidak jadi masalah. Iya, karena masih ada orang dewasa yang menyiapkan segala sesuatunya. Anak kecil mah taunya dikasih makan sama uang jajan.

Tapi setelah menginjak usia enam belasan dan sampai saat ini, ditinggalkan mama selama beberapa hari tentu jadi sedikit masalah. Iya, bermasalah soal isi perut. Untuk aku sendiri sih bisa makan mie instan. Sementara bapak? Walaupun bahan makanan seperti tahu, tempe, telur, dan sayuran ada. Tetap saja aku bingung mau membuat apa. Bukan, bukan karena aku tidak bisa memasak, tapi ini menyangkut masalah selera dan mood-nya beliau.

Tentang memasak nasi. Nah, jangankan masak lauk-pauknya alias teman nasi. Dalam memasak nasi pun aku sering dianggap gagal. Kalau menurut aku dan mama sudah pas, pulen, enak di makannya. Lain lagi menurut bapak.

"Ari nyangu teh caina sabuku curuk jadi moal ciga leupeut! Teu ngeunah kieu mah, beye." ("Kalau masak nasi itu airnya cukup satu garis jari telunjuk jadi tidak akan seperti lontong! Tidak enak kalau seperti ini, lembek.") Kemudian tombol magicomnya aku pijit lagi ke bawah dalam keadaan memasak bukan hangat. Kadang ya, beras yang terlalu bagus, dikasih satu garis telunjuk pun teksturnya begitu, terlalu lembut.

Aku berusaha memasak lauk-pauknya sebisanya. Tempe tepung, telur, ikan sarden dan sayur sop. Karena bapak bilang ingin makan dengan sayur. Begitu semuanya sudah jadi, yang di makan hanya telur dan tempe. Di makannya pun hanya setengah. Tempenya dikomentari, kurang kering. Sayur sopnya, tidak dicicipi sedikitpun. Padahal rasanya enak kok, menurutku sudah pas persis buatan mama. Akhirnya harus dihabiskan seorang diri.

Besoknya aku hanya memasak air, memasak nasi sesuai keinginannya bapak, kemudian hanya menggoreng telur dan tahu.

"Teu masak?" ("Tidak masak?")

"Atos, itu rencangna na kurung." ("Sudah, itu lauknya di tudung saji.")

Kemudian bapak membuka tudung saji dengan raut wajah yang tidak terlalu enak dipandang.

"Ni eweuh rencangna!" ("Kok tidak ada lauknya!") Kalimat yang sama persis sering diucapkan pada mama. Kemudian bapak hanya makan dengan kerupuk dan kecap.

Akupun jadi serba salah dibuatnya, memasak salah. Tidak masak alias menyediakan yang praktis pun salah. Padahal bapak sendiri jarang memberikan uang belanja tapi mama selalu berusaha menyediakan bahan makanan di rumah. Coba kayak kang Mus di Preman Pensiun ya, yang makan sama telur ceplok sama kerupuk saja sudah cukup. Padahal diluaran sana masih banyak orang yang susah untuk membeli makanan. 

Mungkin, ketika tulisan ini terpublish, banyak yang mengira ini hanyalah sebuah fiktif. Tapi ini nyata, ada di dalam kehidupanku. Atau ada yang berpikiran aku ini durhaka? Semoga saja aku tidak dianggap durhaka dan dikutuk jadi batu (korban cerita malin kundang) karena menceritakan hal yang sedikit minus dari bapakku.

  
http://www.noormafitrianamzain.com/2016/05/giveaway-kebaikan-tak-selalu-baik-di.html

5/27/2016

Cara Menghilangkan Komedo Hitam Dengan Alami


Waktu masih abege di tivi pernah eh sering seliweran iklan b**r* dan yang kuingat adalah dungdak. Iya, hidung landak alias komedo-an. Dulu aku belum berkomedo eh sampai kemarin juga belum sadar kalau ternyata aku sudah berkomedo.

Ada kayak bintik-bintik hitam di pori-pori kulitku yang besar. Ada yang menonjol keluar kayak bulu. Kukira bulu biasa, eh pas lihat share postingan salah seorang blogger di retweet oleh Warung Blogger, aku iseng klik. Ada gambar wajah berkomedo hitam. Penampakannya sama persis kayak yang nangkring di wajahku. Oke fix, aku komedo-an. Mungkin karena akhir-akhir ini jarang cuci muka pake scrub. Walhasil aku mulai panik.

5/24/2016

Kejutan Bertubi-tubi

 

Pertama dan mungkin terakhir kalinya merayakan ulang tahun itu saat berusia tujuh belas tahun. Tepat di bulan ramadhan, dirayakan bersama beberapa teman sekolah. Tapi ... untuk ulang tahun yang paling berkesan dan penuh kejutan itu tiga tahun lalu. Double kejutan di tanggal dua puluh tiga kemudian berlanjut ke tanggal tiga puluh dan tiga puluh satu dalam tiga bulan berturut-turut. Tepat di usia kepala dua.

5/20/2016

Cara Menghadapi Tanggal Tua dari Masa ke Masa


 

Membahas tentang tanggal tua memang nggak pernah ada habisnya. Banyak sekali orang yang pernah menderita bahkan masih menderita karenanya. Sampai banyak meme-meme bertebaran di sosial media tentang penderitaan di tanggal tua. Dan aku masih mengalami penderitaan itu. Dari yang awalnya banyak uang sampai sisanya hanya beberapa ribu rupiah saja. Kalau dibuat grafik, tanggal tuaku itu seperti di bawah ini :


Nah, di masa sekolah, aku nggak kenal yang namanya tanggal tua. Kalau denger sih sering dari mama, saudara dan para tetangga. Iya, pas sekolah itu nggak ada uang bulanan, adanya uang harian yang jumlahnya sudah lebih dari cukup buat aku. Kalau udah dipake ongkos dan jajan itu masih sisa. Bisa di tabung, bisa dikumpulin terus beli mainan. Sekalipun pernah jadi anak kos pas musim PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) tapi tanggal tua belum terasa bedanya. Karena aku pulang setiap minggu dan sesekali di sumbang camilan sama pacar. Pulangnya pun dianter, otomatis hemat di ongkos. Jadi, di masa sekolah ... tanggal tua itu grafiknya flat. Nggak ada bedanya sama tanggal muda!

5/15/2016

PING! A MESSAGE FROM BORNEO

PING A Message from Borneo

Judul : PING! A Message from Borneo
Penulis : Riawani Elyta & Shabrina W.S.
Penyunting : Dila Maretihaq Sari
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi sampul & isi : Itsna Hidayatun
Pemeriksa aksara : Intan & Nunung
Penata aksara : Gabriel
Penerbit : Bentang Belia
Jumlah halaman : x 142 hlm; 19 cm
Tahun terbit : Maret 2012, cetakan pertama
ISBN : 978-602-9397-17-8

Blurb :

Molly, gadis penyayang binatang tingkat akut. Ia nekat mengiyakan ajakan Nick, teman bule-nya, untuk ikut meneliti orang utan di hutan Kalimantan. Tanpa pikir panjang, Molly terbang menyusul Nick demi menemui langsung binatang yang hampir punah itu. Hitung-hitung sekalian liburan.

Di sela petualangannya, Molly bertemu dengan Archi, sahabatnya waktu SMA. Archi kini berbeda. Selain makin ganteng, ia juga menentang keras kegemaran Molly pada keselamatan satwa. Putra tunggal pengusaha sawit terkenal itu juga bersikap enggak ramah pada Nick. Liburan yang seharusnya asyik pun dirusak oleh pertengkaran.

Mungkinkah sikap Archi ini karena cemburu pada Nick? Atau ada hubungannya dengan bisnis sawit ayahnya?

Riawani Elyta dan Shabrina W.S. menulis buku ini tanpa tatap muka langsung. Bahkan mereka belum pernah satu kali pun bertemu sebelumnya. Sahabat yang bertemu di dunia maya ini punya pesan khusus buat kamu, para remaja. Simak kolaborasi novel dan fabel mereka, ya!

5/13/2016

Titip Pesan Lewat Bunga

titip pesan lewat bunga

Bunga itu banyak macemnya, mulai dari mawar, melati, lili, tulip, matahari, ... semuanya indah. Dari bunga di tepi jalan, di tanam di pot, taman, sampai di kebun khusus. Dari yang gratisan sampai bayar beratus-ratus ribu. Dan bunga bisa mewakili perasaan seseorang terhadap orang lain. Karena jenis bunga dan jumlah yang diberikan mempunyai pesan tersirat dan jika kamu jelaskan dalam kertas pengirim, maknanya berubah jadi tersurat.

Bunga merupakan hadiah yang netral, bisa untuk laki-laki atau perempuan dengan catatan nggak alergi bunga. Iya, ngasih bunga ke orang yang alergi bunga sama dengan minta dilempar pake sendal. Apalagi bunganya, bunga bangkai ... dilempar sendalnya dobel. Tapi ada satu bunga yang nggak bakal bikin seseorang alergi ... bunga bank.

5/12/2016

Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi


Sekarang, atau sepuluh tahun lagi. Kenapa aku beri judul demikian? Karena selama hidup, mau berusaha dan berdoa, apapun keinginanku, kelak pasti terwujud satu persatu. Jika tidak hari ini, mungkin besok atau lusa atau beberapa tahun ke depan. Terkadang yang sudah ku rencanakan bisa berubah dalam sekejap sesuai kehendak Tuhan.

Sekarang kuanggap sebagai sisa bulan dalam tahun ini. Tadinya ingin menuliskan lima tahun lagi, tapi lima tahun terlalu sebentar untuk keinginan yang cukup banyak. Dan terlalu bosan untuk menuliskan apa yang aku inginkan dalam lima tahun ke depan. Iya, pertanyaan lima tahun ke depan kamu mau seperti apa sudah sering di jawab dalam sesi wawancara kerja.

1. Mendapatkan pekerjaan yang cocok

“Kamu yakin dengan keputusan kamu? Karena kami membutuhkan orang yang sejak awal menyukai pekerjaan ini, bukan orang yang bisa. Orang yang suka akan selalu berusaha, belajar dan belajar lagi. Tapi orang yang bisa tapi tidak suka, itu akan menyulitkan dirinya sendiri.”

5/09/2016

Lagu Daur Ulang Pengantar Tidur

 

Selamat malam! Terakhir update blog itu minggu lalu, membahas tentang patah hatiku terhadap seseorang. Oh iya, kamu udah baca belum? Kalau belum coba lihat di "Sebentuk Cinta Tak Termiliki," bacanya kalau bisa sambil puter lagu "Aku Bukan Untukmu tapi versi Rossa." Aku nulisnya nggak pake hati tapi tetep merasa patah hati jadinya klise. Oke, skip!

Malem-malem kayak gini enaknya tidur ya, selimutan sambil peluk guling. Tapi aku lagi susah tidur, biasanya biar cepet ngantuk suka muter lagu-lagu selow melow. Kebanyakannya sih lagu daur ulang, ehm alias lagu yang di aransemen ulang. Kenapa seneng lagu daur ulang? Karena aku nggak lagi mengikuti perkembangan musik. Mmm gimana ya, acara musik sekarang itu ...

Lagu daur ulang yang melow ada banyak, tapi yang pas di hati saat ini sih cuma beberapa yang mungkin akan mempermudah aku buat move on, dan beberapa itu adalah :

1. Bimbang - Goodbye Felicia & Stephanie Poetri

Yeay, dari dulu aku udah suka lagu ini. Dan setelah di daur ulang aku makin suka. Lagu ini juga merupakan salah satu soundtrack AADC 2, dulu di AADC pertama juga ada. Dulu selow banget sekarang agak nge-beat. Suka banget pas bagian, "kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa. sejenak kupikirkan untuk kubenci saja dirimu, namun sulit tuk membenci." Iya, rindu sama kamu itu emang menyiksa.

5/04/2016

Sebentuk Cinta Tak Termiliki

cinta tak termiliki

"Maaf, aku enggak bisa ... kamu terlalu baik buat aku. Lagipula jodoh kan nggak ada yang tahu."

Aku yakin, bukan hanya aku yang pernah merasakan cinta tak termiliki, kamu juga begitu kan. Namun, izinkanlah aku untuk memutar kembali cerita itu sebagai masa di mana aku terlalu sulit untuk mengambil sebuah keputusan. Hingga pada akhirnya membuatku menyesal, yang kata SheilaOn7 'sesal tak kan ada arti, karena semua tak kembali, kini kau menjalani, sisa hidup dengannya.'

Garut, 5,5 tahun yang lalu


Efek putus cinta membuatku sering memperhatikan seseorang diam-diam di kelas bahasa Jepang. Waktu itu aku dan temanku nggak sengaja ketemu tiga kakak senior dan dia, panggil saja DA. Kita diajak menjenguk guru les bahasa Jepang. Aku dibonceng sama DA karena temanku lebih memilih dibonceng salah satu kakak senior. Akunya sih happy, tapi dia nggak. Dia sering banget liat kaca spion, iya biar bisa liat motor kakak senior yang boncengin temanku.

Baru setengah perjalanan, hujan turun cukup deras, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan ... hujan-hujanan. Di rumah pak guru aku bisa melihat dia dari jarak dekat. Pas mau pulang hujannya malah semakin deras. Seolah tahu bahwa aku masih ingin memandanginya. Jam tujuh malam saat gerimis, kami pulang. Sampai Garut kota jam delapan dan nggak ada elf ataupun bus. Akhirnya dia dan dua orang kakak senior mengantarkanku pulang sampai Nagreg. Nagreg itu perbatasan antara kabupaten Bandung dengan kabupaten Garut.

Di depan rumah, aku membuka jas hujan dan memberikannya pada DA, dia tersenyum dan itu membuatku makin nggak karuan. Padahal itu senyuman biasa aja kan? Dan apa yang kurasakan ini benar-benar salah. Katanya salah seorang teman dia suka sama aku, akunya malah suka dia, dianya suka temanku dan temanku malah jadian sama kakak senior yang kemarin boncengin dia.

Kelas duabelas


"Aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?"

Pesan itu kuterima di minggu pagi. Pesan yang membuat hatiku membuncah bahagia. Mataku berbinar, dan mulutku menganga lebar. Berkali-kali aku mengucek mata, takutnya salah lihat. Setelah dilihat berkali-kali pesannya nggak berubah.


Selain bahagia, aku juga bimbang. Aku nggak yakin kalau dia suka aku, takutnya cuma dijadikan pelarian. Aku takut kalau aku sama dia, pertemanan masing-masing dari kami akan rusak. Akhirnya aku cerita ke mama dan mama bilang jangan.

"Maaf aku nggak bisa, kamu tahu kan kalau teman kamu ada yang suka aku? Aku nggak mau kalian jadi musuhan. Aku juga udah nyaman jadi temen kamu. Kamu terlalu baik buat aku, sementara aku nggak sebaik yang kamu kira." 

Message sent. Aku menatap layar hape sambil nahan-nahan biar nggak nangis. Aku nggak bilang kalau aku suka dia, sayang dia. Yang membuatku salut, meskipun aku sama dia nggak jadi kita ... dia tetep baik dan nggak ngejauhin aku kayak cowok-cowok lain. 

Baca Juga : Untuk Kamu

Hampir akhir 2011


Aku sama DA udah nggak pernah ketemu semenjak hari kelulusan. Sesekali cuma berkirim pesan. Aku melanjutkan pendidikan di Bandung dan DA beserta temannya yang katanya suka aku akan berangkat ke Jepang untuk magang. Tapi mereka masih pelatihan di Jogja. Dia masih sempat menanyakan kabarku melalui pesan singkat saat selesai pelatihan di malam harinya.

Sepanjang 2012


DA di Jepang dan beberapa kali nelpon aku. Aku bahagia. Dia beberapa kali nanya aku sekarang sama siapa sejak akhir tahun lalu. Aku nggak jawab dan mengalihkan pembicaraan. Dia pernah kirim pesan, boleh minta fotoku, aku enggak jawab. Ya gimana, fotoku kan udah kuunggah di facebook. Kalau mau minta ya ambil aja. Eh besoknya fotoku udah nangkring di cover facebooknya. Aku nggak nyangka dia senekat itu. Aku bahagia sekaligus sedikit marah. Takut dia dimusuhi temannya. Besoknya fotoku udah lenyap. Dia minta maaf, padahal aku nggak bilang apa-apa. Dia mikir gitu karena aku nggak ngangkat telponnya. Padahal dia nelponnya pas aku lagi latihan paduan suara. Telepon kedua diangkat sama Apri dan Endah. Iya, akunya tidur pules setelah pindah kamar kost.

Dia upload foto boneka hello kitty di atas salju ditambah video dia lagi nyanyi lagu "Wherever you are," nya One Ok Rock. Aku jealous, nggak terima. Karena hello kitty karakter favoritku. Bahkan waktu dia minta alamat tempat kost-ku, aku menanggapinya dingin. 

"Buat apa minta alamat?"

"Mau ngirim bom yang akan meledak di hatimu," tulisnya pake emot senyum.

Aku enggak tahu sejak kapan dia jadi tukang gombal dan aku enggak suka di gombalin!

13 Februari 2013


Aku menerima paket dari Jepang, minggu lalu waktu aku di travel dari Temanggung menuju Bandung dia bilang udah kirim sesuatu. Aku nyesel udah jealous. Nyesel pas dia telpon aku nanggepinnya dingin. Karena begitu hadiah ini aku terima, dia semakin menjauh.

hello kitty

Isinya, boneka hello kitty, kaos dan sepucuk surat yang bikin aku meleleh sekaligus terharu. Dia  orang kedua yang memberikanku sesuatu dari hasil kerja kerasnya ... selain kakakku.

Terakhir dia mengirim pesan saat aku ulang tahun sekaligus mengucapkan selamat atas kelulusanku. Di tahun 2014 aku dan dia hanya sesekali bertanya kabar. Aku bahkan jealous karena dia memotret perempuan asal Padang kemudian diunggah di facebooknya. Hatiku sungguh enggak rela.

Baca Juga : Dia Dalam Hati dan Pikiranku

27 Juni 2015


Aku tahu dia udah pulang ke Garut dan diterima bekerja di perusahaan xxx. Dia juga mengikuti training di Thailand, negara kedua yang ingin aku kunjungi setelah kecanduan film-film Thailand. Dan aku udah nggak bisa nahan diri. Aku minta saran sama temen, terus dia bilang, ungkapin aja biar lega.

"Aku masih sayang sama kamu, selalu." pesan itu aku kirim pake bahasa Jepang. Aku nggak peduli mau diketawain kek, apa kek yang penting ada rasa lega di hatiku. Bahkan aku nggak berharap dia bales.

Besoknya dia bales ... yang di atas itu. Aku nggak sedih. Bahkan beberapa kali kita chatting, terakhir waktu lebaran.

Februari 2016 dia upload foto perempuan, aku yakin yang ini spesial. Aku patah hati? iya, sedikit. Puncaknya kemarin waktu dia ganti foto profil dan perempuannya kasih emot love-love. Aku kan jadi kepo, di facebook perempuannya ada foto mereka berdua dengan caption terima kasih sudah dipertemukan dan disatukan dengan dia. Awalnya sih biasa aja, aku malah sempet chat sama sahabatku, terus cerita ke mama. Lama-kelamaan pas sendirian, sakitnya kok lebih perih daripada tanganku yang dicakar kucing sebelum dia mati.

Ternyata aku patah hati, seminggu penuh males ngapa-ngapain. Aku emang payah kalau patah hati. Padahal ini kan salah sendiri. Tiap denger lagunya Rossa yang "Aku Bukan Untukmu," sama Ada Band "Kucuri Lagi Hatimu," hati yang di lem retak lagi. Tapi ada bagusnya juga aku tahu, biar nggak terus-terusan berharap. Mungkin, wawancara februari lalu di Cikarang nggak keterima karena Tuhan tahu ... aku belum siap menerima kenyataan ini. Belum siap kalau nggak sengaja ketemu dia sama entah tunangan atau udah jadi istrinya. Pada akhirnya dia cuma jadi seseorang yang tidak bisa menjadi milikku.

“Tulisan ini diikutsertakan Giveaway -Pameran Patah Hati-”

patah hati

5/02/2016

Garnier Light Complete White Speed | Serum Cream

Yuhu, satu minggu kemaren nggak update curhat di blog rasanya ... ada yang kurang. Lalu kemana saja aku seminggu kemaren? Kehabisan kuota iya ... nggak mood karena patah hati juga iya. Lagi nyusun cerita patah hati buat ikutan giveaway juga iya. Dan nggak penting yaa buat dibahas. Iya!!!

Pertengahan april kemarin aku mendapatkan produk Garnier Light Complete White Speed Super Essence dari HTC (Home Tester Club) Indonesia. Happy dong dapet make-up gratis walaupun agak was-was. Yup, kulitku apalagi kulit wajah super sensitif. Nggak bisa sembarangan gonta-ganti make-up. Tapi untuk perawatan ke klinik kecantikan dedek belum mampu bang. Bersyukurnya meskipun kulit sensitif, tidur kurang teratur dan makan seadanya ... kulitku masih cocok pake produk perawatan yang harganya mulai dari belasan sampe puluhan ribu aja. Jadi masih terjangkau di kantong mama. Lho? Lha iya, kan dedek belum dapet kerjaan baru, belum bisa ngasilin do it. Lol.