7/27/2016

Selalu Ada Pembelajaran Dari Setiap Kegagalan

Kemarin, menjadi sebuah hari yang membingungkan, membuat dag-dig-dug enggak karuan, membosankan, membuat semangat kembali bangkit. Menyenangkan sekaligus memilukan.

Selasa, 26 Juli 2016 pukul 07 lewat sekian menit di tempat yang sudah ditentukan. Aku di sana, di antara manusia-manusia dengan postur tubuh menjulang tinggi dan ramping. Usianya hampir rata duapuluh tiga tahunan. Setelah bangun pagi yang lebih pagi dari biasanya, dan bimbang setengah mati akibat melihat thread di kaskus, akhirnya aku pergi juga. Lebih baik kalah di medan perang kan, daripada kalah sebelum perang? Karena no pict = hoax maka kupersembahkan kedua foto ini.






Lebih mirip lagi makan di acara hajatan yes. Oke. Aku sendiri enggak begitu mengerti kenapa bisa lolos seleksi administrasi, padahal sudah jelas mengisi tinggi badan 150 cm dan berat 65 kg. Kurang 5 cm dari persyaratan dan berat menurut BMI adalah obesitas. Tapi karena namaku tertera dan berhak mengikuti tes kesehatan awal, jadi enggak salah kan datang? Hahaha.


Aku celingukan, mencari sosok yang bisa diajak berkenalan. Iyes, memilah wajah-wajah yang kira-kira ramah. Tiba-tiba ada yang nepuk pundak dari belakang : "Teh, ini yang mau seleksi kesehatan awal kan?" aku mengiyakan. Dan kami berkenalan. Inisialnya K, asalnya dari Cilacap. Lumayan ya, lumayan jauh. Kebetulan juga sama-sama lulusan D3 yang belakangnya informatika. Bedanya dia manajemen. Ada pengumuman samar-samar dari petugasnya. Yang antri untuk menandatangani daftar hadir itu perempuan dulu. Setelahnya kita duduk di kursi yang tersedia. Sambil menikmati matahari pagi yang mulai menghangatkan tonggong eh punggung. Sapa tau jadi nambah tinggi *ngarep.


Setelah itu diberikan pengumuman bahwa seleksi ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok, wajib hafal nomor kelompok dan orang-orangnya. Seleksi terdiri dari pemerikasaan : TB,BB, Buta warna, visus mata, gigi, dan fisik. Sistem gugur, kalau ada yang tidak memenuhi syarat bisa langsung pulang. sekali lagi PULANG! kalau yang lolos sampai akhir pengumumannya sore, jam lima. Dan yang lulus, psikotesnya hari kamis.


Satu kelompok terdiri atas enam orang. laki-laki dan perempuan terpisah. diambil berdasarkan nomor urut. Hello, aku 743 dari sekitar 400 orang yang tes kemarin. Lama banget nunggunya. Untung ada drama salah panggil *ehm dikira laki-laki cyiin. Jadilah aku dimasukan ke kelompok 30. Enggak jadi sekelompok sama K yang nomornya 731 deh. Seharusnya ya, dibikin kayak tes CPNS aja, dibagi-bagi waktu kedatangannya. Biar enggak bosen dan lumutan nunggu giliran.


Nunggu dari setengah delapan, dipanggil hampir dzuhur hanya untuk dieliminasi. Tinggiku berkurang 1 cm, tapi yang lain juga begitu. Ada yang pas 155 malah jadi 154 padahal berat udah ideal, kayak K. Sayang banget pan. Ada yang tingginya cukup tapi beratnya kurang atau lebih juga langsung bye. Sadis beneran ini mah. Yang aku heranin kenapa enggak langsung di bye pas seleksi administrasi aja coba? Sayang aja lho yang udah bela-belain dateng jauh-jauh dari jateng, jatim, sumatera, kalimantan, jakarta, ambon, dll cuma buat ngukur dan nimbang badan ke bandung dan ujungnya kecewa. But, dari mereka aku sadar, berjuang untuk mencapai sesuatu yang dinginkan emang enggak mudah, dan enggak main-main. Sejauh apapun tetap di kejar. Enggak mau kalah sebelum berperang.


Selain tes yang pada awalnya memberikan aku harapan karena diloloskan seleksi administrasi akhirnya cuma memberikan harapan palsu, semu. Tapi meskipun gagal, selalu ada pembelajaran dan hadiah. Iya, dapet kenalan baru lagi. K emang orang Cilacap, tapi bahasa sundanya lancar. Logat Sundanya juga enggak berasa aneh. Karena penasaran aku tanyain aja. Ternyata bapaknya orang Pangandaran, terus saudaranya banyak yang orang sunda. Di rumah dibiasakan berbahasa Sunda katanya. Bahasa jawa gimana? Bisa, jawa ngapak. Kelahiran 93 juga. Kita ngobrol kayak temen lama yang udah lama engga ketemu. Itu artinya K anaknya ramah. Aku mah jarang-jarang baru kenal tapi bisa langsung ngobrol sama orang.


K menginap di rumah saudaranya di Gegerkalong. Pas mau pulang dan minta jemput, saudaranya enggak bisa dihubungi. Akhirnya kita pulang bareng naek angkot. Iya, aku kebetulan mau ke PVJ, pengen beliin mama burger king. Lumayan ada voucher map nganggur. Sekalian juga ke gramedianya.


Mang angkot nyetirnya sadis. Jangankan K yang enggak biasa naek angkot, aku aja yang biasa ngangkot langsung keleyengan pengen muntah. Akhirnya K menyerah, turun bareng aku di depan polsek sukajadi. Mang angkotnya emang rada ngeselin dua kali bilang kiri di depan pvj malah terus aja maju. Kita duduk di pinggir jalan, kayak orang hilang dan kesasar. Sambil nunggu saudaranya K ngejemput. Tapi akhirnya aku ninggalin K, dianya sendiri kok yang ikhlas ditinggalin. Kita salaman perpisahan deh. Semoga kelak bisa ketemu lagi di lain kesempatan.


Karena baru pertama kali ke gramedia PVJ jadi aku enggak tahu tuh letaknya di mana. Tanya pak satpam deh, katanya turun dulu ke bawah satu lantai. Pas sampe bawah bingung juga, sebelah mana sih? Kok enggak liat ada petunjuk arahnya. Akhirnya nyari satpam lagi deh. Nanya lagi daripada sesat di jalan enggak nyampe-nyampe. Letaknya ternyata dipojok. Tapi cukup luas sih dan koleksinya bikin dedek laper mata. Andai punya uang berjuta-juta mungkin pengen borong semua bukunya. Tapi karena voucher sodexo cuma ada 100k. Ya udah cuma bisa beli dua dan itupun pertimbangan milihnya cukup lama. Atuhlah pengen dilan yang dua seri juga, cinta dalam gelas, puya ke puya ku anta, jangan menyerah, matahari, 3 koplak mengejar cinta dan dan masih banyak lagi. Namun apa daya, akhirnya Jakarta Sebelum Pagi dan Meet Lame lah yang kubawa pulang. Itupun nambah uang 32 ribu.




Selesai dari gramedia, langsung deh menuju burger king. Pesen burger buat dibawa pulang sekaligus buat di makan di sana juga. Laper dedek bang, belum makan dari pagi. Sebodo amat dah di suruh diet sama bapaknya biar badan ideal. Soalnya dedek lagi patah hati. Patah hati merusak mood bikin stress. Kalau stress gilang tambah gemuk karena makin enggak peduli mau makan apa, nyamil apa, sebanyak apa dan kapan aja. 




Maruk nih, pesen ice cream sundae strawberry juga. Akhirnya cuma ke makan ice cream, kentang sama fantanya aja. Kenyang berat. Burgernya ikut pulang sama temen-temennya. Sampe rumah udah agak penyek, kegencet di elf. Tapi masih enyaak kok. Suka semuanya lah, yang rendang whooper, spicy whooper jr, cheese burger, king chicken fillet. Cukup buat mengembalikan mood.


Jadi hikmah yang diambil dari hari kemarin adalah. Setiap kegagalan pasti ada pembelajaran yang bisa diambil. Iya, belajar ikhlas. Belajar semangat dari orang lain. Dapet kenalan baru. Dan bisa bawa pulang novel. Bisa nyobain burger yang asli burger. Bukan yang goceng kayak biasanya.

Sekian.

7/18/2016

Pertemuan Singkat Tapi Istimewa

Kebanyakan orang bilang, bahwa masa SMA merupakan masa paling indah. Aku setuju, namun bersama kalian, aku tidak memerlukan kata paling tapi ... terindah. Karena bersama kalian semuanya nampak lebih jelas, lebih nyata dan apa adanya. Karena bersama kalian aku belajar bagaimana bersikap dewasa. Mengerti satu sama lain, mengingatkan tanpa harus menyakiti. Tetap meluangkan waktu untuk bertemu setahun sekali, tanpa harus berkomunikasi setiap hari. Semoga selalu seperti ini ya gaes.

Ini update edisi apa ya, edisi melow? Edisi ngacapruk. Bisa, bisa dibilang begitu.

Sabtu, 09 Juli 2016

Diskusi pertemuan kali ini sih enggak terlalu ribet kayak taun kemarin. Karena kebetulan yang pada udah kerja liburnya barengan. Cuma agak galau soal tempat. Padahal galaunya cuma milih ketemu di mall yang mana.

Meskipun itu hari sabtu dan masih sisa-sisa libur lebaran jadi walhasil stasiun kereta masih padat merayap. Ya kali,  dateng jam tujuh tapi kebagian nunggu di depan gerbang stasiun yang di tutup. Kalau bukan karena pengen ketemu kalian, mungkin aku balik lagi aja.

Pegel dan berdesak-desakan yang lebih parah dari tahun kemarin. Begitu gerbang dibuka, yang di belakang main dorong-dorong aja sampai ada bapak tua yang susah payah nyari sendalnya yang ketinggalan sebelah. Sampai pak satpam pun marah-marah. Belum lagi yang tiba-tiba nyerobot antrian. Ketika diingatkan malah nyolot. Dan akhirnya kebagian tiket kereta KRD Bandung Raya yang jam 09.00 persis seperti yang kubayangkan sejak dari rumah.


Ternyata bukan cuma manusia yang hobi telat, tapi jadwal kereta pun begitu. Lha iya yang bikin jadwal kan manusia juga. Singkat cerita setelah naik angkot, aku tiba di istana plaza. Iyes, udah keliatan ada Endah sama ehm calonnya lagi duduk di dekat pintu mall.

Salaman terus nunggu yang lain. Dan si babeh, panggilan akrab kita buat mantan ketua kelas tapi belum jadi mantan photografernya kita alias Hakim malah bilang udah duduk manis di MC Donald sambil menikmati es krim. Ya udah, kita meluncur ke sana, maklum dedek juga haus bang.

Pesen ice coffee deh dedek mah bang. Sambil nunggu apri dan bumil (yunita) datang. Apri datang, terus bagi-bagi cokelat, oleh-oleh dari teman bulenya yang asal inggris. Duh gagal diet lagi deh, padahal emang enggak diet. #dilemparsendal

Apa yang terjadi kalau apri udah dateng? Ponsel yang kameranya paling bagus, jadi sasaran kita yeay. Klik-klik-klik sampai fotonya puluhan. Maafin kita ya babeh, nebar virus foto mulu. Oh ya, tumben lho babeh sama calonnya Endah mau ikutan foto.






Omong-omong soal calon pendamping hidup, ini apri sama babeh juga udah pada punya calonnya lho. Tinggal aku sendiri yang belum punya. Abang tanpa nama masih di mana? Masih semangat buat memperjuangkan adek kan bang? Hahaha Di manapun abang berada, semoga sehat selalu dan kita dipertemukan di saat yang tepat.













 Ini lagi ketawa karena apa ya, *lupa. Tapi berarti bener, Gilang kalau ketawanya over matanya agak merem.


Beberapa saat kemudian akhirnya bumil plus suaminya dateng. Hip-hip horay. Ini pasangan yang setelah menikah pun masih LDR. Salut deh. Yang lebaran tahun kemarin mah statusnya baru bertunangan. Lebaran tahun ini sudah sah menjadi suami istri, calon emak sama abahnya kakak embul. Bentar lagi jadi ateu.


pertemuan singkat



Klik-klik-klik, foto lagi dan lagi. Nih sampe mas Febry-nya Yunita ekspresinya kek gini.


Tahun kemarin jadi mamang photografernya kita.



Masih gemukan eikeu daripada bumil *duh

Karena bumil lagi menghindari makanan junk food, akhirnya kita pindah ke food court. Pesen makan yeay. Lucu aja liatin bumil minta dibeliin jus pisang dan disuruh nyari cakwe.

Kita kalau udah ketemu ngobrolnya pasti keasyikan. Ngobrolin dari a sampai z. Sampai enggak kerasa endah sama calonnya pamitan. Sebelum pulang aku sama yunita masih nerusin ngegodain sama kayak isi chat di bbm. Tjie mau nyari mas kawin sama kain buat nikahan. Keluar deh rengekan Endah yang khas.

Tersisalah kita berlima. Mau ke mana kita? Bingung. Akhirnya berlabuh di Gramedia. Bumil mau cari buku apa itu entahlah. Aku sih kukulilingan aja sambil usap-usap iler liatin novel yang seolah berkata, bawa aku pulang. Apalagi pas liat my own world sama jajaran pensil warna, makin ngiler dedek bang. Demi, susah banget nahan biar enggak bawa itu buku ke kasir dan berhasil. Sementara apri akhirnya beli majalah.

Tepat pukul tiga sore, kita berpisah. Pulang ke tempat masing-masing. Sampai ketemu di episode bumil lahiran. Sehat terus ya kakak embul di perut mommy nya. Sehat terus di Lubuk Linggau sana eceu Yunita. Semoga lekas satu kota sama Masnya.

Setelah ketawa-ketiwi sama kalian, sampai stasiun Bandung aku lemes plus gemes liat antrian tiket yang sampai keluar-keluar. Untung aja ada tiket KRD Patas Bandung Raya. Iyes Patas hadir lagi dan aku suka. Soalnya enggak desek-desekan kalau naik patas. Cuma tarifnya 2 kali lipat.


Bonus : foto Endah dan bumil yang ketemu di Purwakarta, jajan bakso sore-sore dan ngabibita eikeu.


Sekian.


7/15/2016

Aku dan Kamera Ponsel yang Membuat Gelisah

giveaway aku dan kamera ponsel

Tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya kalau kata Isyana mah. Dari yang ponselnya suka dipinjam untuk foto-foto jadi meminjam ponsel orang untuk foto-foto. Dari yang anti foto sampai doyan banget foto. Kalau dihitung-hitung sih sudah sekitar limabelas kali ganti ponsel. Maklum ponselnya enggak betah kalau lama-lama sama Gilang. Dari yang kameranya lumayan sampai yang enggak banget. Dari yang enggak ada auto fokus jadi suka blur objeknya sampai yang ada  auto fokus dan flashnya. Jadi sudah banyak kenangan yang tersimpan dalam gambar hasil jepretan kamera ponsel. Termasuk kenangan bersama mantan. Yang kalau dibuang sayang tapi di simpan juga kadang suka sebel sendiri. Tapi ya, namanya juga kenang-kenangan. Ada pahit ada manis, tapi sayang jika dilewatkan.

Kamera ponsel yang praktis, sangat membantu kalau ada pengumuman di mading tapi males mencatat ulang. Tinggal jepret aja deh kemudian share. Atau kalau diminta bukti transfer pun jadi mudah.
kamera ponsel gambar pantai
Suka banget motret pantai kayak gini
Aku memiliki ponsel jadul dengan kamera belakang yang cukup sedap pada jamannya, Eh kalau dibandingkan dengan ponsel bersistem android yang aku punya sekarang sih, tetap dia yang jadi juaranya. Hasilnya bening, cukup akurat untuk pencahayaan dan warna. Sayang, suka restart sendiri. Mungkin karena dia sudah lelah.

swafoto kamera ponsel

Tapi sebagus-bagusnya kamera belakang, tetep enggak akan bagus kalau suatu waktu ingin foto bersama teman atau keluarga tapi enggak ada yang motoin. Jadi harus bisa mengira-ngira posisinya. Atau minta bantuan cermin supaya enggak kepotong hasilnya.

friendship foto
Nah kan kepotong
Begitu mengenal ponsel bersistem operasi android, awalnya sih enggak terlalu peduli sama kameranya. Iyes, awalnya hanya ingin ponsel android yang ram nya lumayan biar ngegame dan tulis menulis lancar dengan harga yang miring. Walhasil ya kameranya segini-gini aja. Cuma bisa dipake di siang hari, dengan catatan harus outdoor atau pencahayaan super terang. Awalnya sih enggak terlalu masalah sama kamera ponselnya, tapi lama-kelamaan ya jadi pengen kamera ponsel yang lebih memuaskan hasil jepretannya.

kamera depan foto

foto di Bandung
Langit Bandung yang agak mendung sore itu
Flash ada, tapi yakin deh mukanya jadi mirip penggorengan … minyak semua. Kalau di siang hari tapi indoor juga lumayan sih, lumayan bermasalah. Mesti di edit dan diberikan efek yang pas biar sedap dipandang.

foto diedit

Kadang ya, kalau pencahayaan bagus pengen foto pakai timer tapi enggak punya aplikasi kamera semacam 360, candy, dan kawan-kawannya hasilnya bikin kesel. Karena timernya paling sebentar itu sepuluh detik. Belum lagi butuh sekitar lima detik biar hasilnya fokus. Kalau baru cekrek langsung geser, hasilnya ngeblur.

foto pakai timer
Yang paling belakang udah bete, ini foto kok lama amat.
Dan kamera ponselku ini membuatku semakin gelisah galau merana karena warnanya jadi tidak akurat saat menangkap warna-warna ngejreng. Contohnya, jingga, kuning, hijau tosca, merah, hijau. Jadi kalau pakai kerudung, baju, aksesoris dan semacamnya dengan warna tersebut, hasilnya berpengaruh pada kulit dan lingkungan sekitar. Jadi agak-agak mirip alien, bibir jadi keunguan enggak karuan. Jadi duduk manis dipojokkan sambil nangis aja deh kalau pakai warna-warna tersebut.

warna foto beda

aku dan kamera ponsel yang membuat gelisah
Mawar merah muda jadi ungu, Muka ponakan jadi agakmerah muda.
Padahal ya, dari dulu suka banget motoin orang atau pemandangan seenaknya. Eh sekarang kebalik, jadi difotoin orang dan dikerjain orang. 

difotoin vs motoin

Coba aja kalau punya asus Zenfone 2 Laser ZE550KL yang kamera depannya 5 megapixel dan kamera belakang 13 megapixel pasti diriku ini tidak akan gelisah lagi, karena akan dengan mudah mengabadikan momen-momen penting, dan indah di depan mata. Supaya kalau update blog fotonya sedap dipandang. Bisa jeprat-jepret apapun sesuka hati lagi dan enggak ada drama numpang foto di ponsel orang lain. Suka enggak enak aja gitu pas momen minta hasil fotonya. 

rindu motoin orang
Rindu motoin orang lain
'Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com'

7/11/2016

3 Varian UHA Milk Candy - Permen Susu

Hai, akhirnya aku kembali curhat di sini setelah puasa update blog saat berpuasa. Lihat aja bulan Juni postingnya dikit amat, selebihnya jadi draft. Dan setelah lebaran, aku malah tambah lebar-an. Salah satu biang keladinya adalah ngemutin permen. #mencarialasan padahal males olahraga.

Aku sama permen itu ... hingga detik ini belum bisa dipisahkan. Kalau bepergian harus aja bawa permen minimal tiga biji. Biar enggak garing kalau pergi sendirian, biar enggak mual diperjalanan, biar enggak bau mulut (kata mamah) khusus yang ini dibeliinnya permen yang ada campuran mintnya. Tapi pas puasa sih bisa pisah ... sementara.


Permen juga bisa membantuku untuk mengendalikan emosi. Kayak Tiga Varian UHA Milk Candy ini. Padahal ya, dari dulu kurang suka sama milk candy, soalnya terlalu manis kayak kamu. Yang lama-kelamaan bikin eneg #oot.


Niatnya cuma mau beli lampu hemat energy di alfamart, eh penempatan rak permennya pas banget, keliatan dari deket kasir. Permen UHA melambai-lambai, ya aku samperin lah. Ada rasa maccha sama rich. Aku ambil maccha terus balik ke kasir. Terus adek kasirnya bilang lagi promo beli dua gratis satu. Ya udah balik lagi, ambil yang rich.


Yang rich milk candy, ya rasanya cuma milk candy, warnanya sepenglihatanku cokelat muda. Rasanya manis, enggak lebih enggak kurang. Pas. Berat bersihnya 49 gram. Kemasan luar sama dalem sama aja, perpaduan putih tulang sama merah muda yang nyaris pucat. Tulisannya berwarna biru dongker, ada hijaunya juga di kemasan luarnya. Isinya 16 biji. Komposisinya bisa kamu baca sendiri kalau beli. 


Maccha milk candy, rasa sama aromanya jelas teh hijau. Manis sama pahitnya pas. Warnanya teh hijau. Berat bersih 40 gram. Kemasan luar sama dalemnya juga sama, hijau dan putih, tulisannya tinta keemasan dan hijau. Kemasan luar ada warna biru dan hitamnya juga. Isinya 13 biji.


Strawberry milk candy, ini sudah pernah aku ceritakan sebelumnya. Manis dan ada asem-asemnya khas strawberry. Warnanya kombinasi cokelat muda sama merah muda. Kemasannya merah dan putih. Tulisannya tinta keemasan dan merah, di kemasan luar ada hijaunya juga. Beratnya sama kayak maccha. Tapi sample gratis yang ditujukan untuk mamaku, isinya 14, enggak tau deh kenapa.

Secara keseluruhan, tiga varian UHA milk candy ini bikin aku jatuh hati. Apalagi pengawetnya misah dari permen. Cuma kurang suka sama harganya dan tidak tercantum jumlah permen di kemasan luarnya.

Jadi buat kamu yang enggak terlalu suka manisnya milk candy, bisa coba milk candynya UHA sebagai alternatif. Permennya juga awet, bisa sampai lima belas menit baru abis. 


Oh ya, kemasan kosongnya jangan langsung dibuang, karena sampai akhir juli ini UHA milk candy punya hadiah liburan ke jepang, sepeda motor sama t-shirt exclusive. Caranya tinggal kirim bungkus kosong beserta data diri ke PO BOX nya UHA. Aku mau kirim ah, siapa tahu iseng-iseng dapet hadiah.


Buat yang mau nonton special eventnya JKT48 bareng UHA dan geratis juga bisa lho.