10/29/2016

Oishi Caramel Popcorn VS Oishi Chocolate Popcorn


Bulan ini hidupku kerasa banget dramanya. Apa yang direncanakan terpaksa gagal karena satu dan lain hal. Dan itu berakibat sama aku yang orangnya mengandalkan mood. Iya, aku badmood yang akhirnya males ngapa-ngapain. Nulis ngga maju-maju, ngeblog juga males. Ditambah faktor cuaca juga sih. Musim hujan mengakibatkan signal operator ponselnya galau maksimal. Timbul tenggelam kayak kamu *ups.

Di tengah kegalauan dan hidup penuh drama, tiba-tiba ada kiriman paket dari J & T Express yang diterima bapak. Aku memang nunggu paket buku sih tapi kok bungkusannya gede ya? Kok ringan ya? Kok ngga ada alamat pengirimnya. Oalah tepok jidat terus mandangin paket di dalam kamar. Ini dari mana? Sedikit ragu tapi perlahan mulai menyobek bungkusannya, semakin lama semakin ngga sabar. Akhirnya dirobek sekaligus. Isinya dua Oishi Popcorn, satu karamel, satu coklat yang dilindungi plastik pletak-pletok.

Setelah aku ingat-ingat, dan menelusuri kotak masuk e-mail satu persatu. Ketemu deh, aku pernah daftar produk Oishi Popcorn ini di Lifull Produk. Untuk memastikan aku lihat di tab pemenang. Yes beneran ada namaku. Berarti emang ini rejeki aku. Thanks to Lifull Produk plus Oishi.


Popcorn yang biasanya aku makan kan gurih. Terus kalau buat sendiri di rumah hasilnya kadang setengah gagal, seringnya gagal total. Yuhu. Ada yang ngga ngembang sempurna, ujungnya keras bahkan bener-bener ngga ngembang. Di masukin ke toples juga suka melempem. Kalau Oishi ini jelas beda. Memang beda *eh malah kayak tagline di salah satu TV Swasta. Ya iyalah, dari rasanya aja udah pasti manis, secara coklat sama karamel.

Popcornnya ngembang sempurna, ngga ada ujung yang keras. Renyah. Ngga mlempem. Dari segi rasa dan aroma sih lebih menonjol yang coklat. Terus ada pahit-pahit khas coklatnya juga. Kalau yang karamel aroma sama rasa manisnya lebih ringan. Dua-duanya enak. Bikin nagih. Dua-duanya aku suka, tapi kalau ditanya paling suka yang mana? Aku tetep pilih karamel. Cocok buat nemenin nulis, dengerin musik, baca buku, nonton drama korea atau sekedar melepas badmood kayak aku. Jadi, kamu pilih mana? karamel apa coklat?

10/21/2016

Kau dan Hujan Memang Berbeda

Aku berdiri di depan pintu rumahku, memerhatikanmu yang sibuk melipat jas hujan. Jas hujan yang selama tiga puluh lima menit lalu kupakai dari pusat kota Garut menuju Kadungora. Kau bahkan tak mempedulikan tetesan air hujan yang semakin deras dan menimbulkan bunyi berirama saat menyentuh helm yang melekat di kepalamu.

"Kenapa masih berdiri di situ? Ayo cepet masuk!" kau mengibaskan tanganmu sembari memasang wajah kesal. Dan itu menggelikan. Wajahmu yang selalu ceria dan ramah tak pernah cocok memasang ekspresi seperti itu.

Kedua sudut bibirku terangkat hingga membentuk senyum simpul, "kamu aja yang cepet pulang, baru aku masuk!" Entah mengapa, aku masih ingin memandangimu lebih lama lagi.

Tak kusangka kau beranjak dari sepeda motormu dan menghampiriku. Telapak tanganmu menyentuh poniku yang layu. Mengambil selembar daun yang menempel entah sejak kapan. Disaat bersamaan, seperti sebuah sulap kau memberikanku setangkai bunga mawar. Dan pipiku bersemu merah dibuatnya. Aku sangat bahagia hari ini. Sebelum mengucap selamat malam dan pamit, kau mencubit hidungku.

"Biar cepet mancung!" katamu sembari tertawa pelan.

Melewati beberapa tahun ini bersamamu membuatku percaya bahwa kau akan selalu bersamaku selamanya. Tak seperti hujan musiman, atau hujan yang tiba-tiba datang kemudian pergi. Kuharap aku akan selalu menerobos derasnya hujan demi pulang tepat waktu bersamamu.

 ***

"Neng, ini kembaliannya!" suara bass ini berhasil membuyarkan lamunanku tentangmu. Ya, ternyata aku melamun. Memutar kembali hari terakhir kita bersama yang masih tersimpan dalam memori ingatanku.

"Terima kasih, mang!" Aku menerima kembalian ongkos ojek dan segera membalikan badan, memutar knop pintu. Berdiri dibalik pintu dengan mata yang terasa panas.

Hujan selalu berhasil membangkitkan kenangan tentangmu, masih tentangmu, selalu tentangmu. Setidaknya selama satu tahun terakhir ini. Kau bahkan tak seperti hujan. Hujan jauh lebih baik darimu. Hujan tak pernah benar-benar pergi. Sesekali ia datang. Sementara kau, kau hanya setetes air yang turun dari langit. Kemudian turut mengalir bersama tetesan lainnya meninggalkanku. Dan takkan kembali

***
Yang harus kau ketahui ...

"Ada apa?" aku sangat khawatir saat melihatmu datang dalam keadaan basah kuyup di depan kantorku.

"A-aku, aku akan menikah," ucapmu lirih dan terbata-bata.

Mataku berbinar, hampir saja berteriak girang. Sayang, semuanya berubah saat kau menyebut namanya. Dia, seseorang yang merebutmu dariku. Hanya perlu dua puluh menit untuknya (mantan kekasihmu, cinta pertamamu) meyakinkanmu bahwa dialah yang terbaik untukmu.

Aku tersenyum tegar, dihadapanmu. Menahan air mata yang siap berjatuhan. Setelah kau pergi, aku menerobos hujan sore itu. Berlari tanpa arah sembari menangis. Untungnya, hujan berbaik hati menyamarkan tangisku, sedihku. Hujan turun semakin deras seolah ingin menemaniku, turut merasakan sedihku ... karenamu. Kau dan hujan memang berbeda.


kau dan hujan memang berbeda

10/19/2016

Ikut Nostalgia Jawilin Blogger

ikut nostalgia jawilin blogger

Meskipun kuota internet sudah sangat menipis, aku biasanya masih iseng buka facebook. Sekedar melihat notifikasi dan siapa tahu ada yang kirim pesan. Eh bulan lalu ... pagi-pagi ada notif teh Efi nge-tag sesuatu. Ternyata di Jawil. Hah Jawil? Apaan Jawil? Akhirnya main ke blogpostnya teh Efi tapi tetep belum ngerti jawil itu apa. Apalagi judulnya ada kata nostalgia dan ajang silaturahmi. Tanya mbah gugel deh akhirnya tentang pengertian jawil.

Di jawil teh Efi mah ya seneng aja. Hihihi. Sebelum menjawab tantangan Teh Efi, aku mau nurutan teh Efi ah bikin pembukaan. Ehm, Teh Efi ini blogger yang suka warna merah, kalau teh Efi pake baju sama kerudung merah auranya keluar pisan #inipendapat. Pertama kenal teh Efi via pesan facebook pas daftar di Kumpulan Emak-emak Blogger(KEB) akhir tahun lalu. Baru ketemu langsung pas pertama ikutan event Yoga In The Air-nya Kiranti bersama delapan anggota KEB Bandung lainnya, Awal Juni lalu. Di situ jadi kenal juga sama tujuh orang teteh geulis lainnya. Pemilik blog catatan-efi.com dan akunbuku.com

Teh Efi - sumber : facebook teh Efi :D
Teh Efi juga yang memasukkanku ke grup Blogger Bandung. Seneng? Pasti atuh, jadi makin banyak dapet ilmu blogging tapi dipraktekinnya mah belum hehehe #janganditimpuksendal #timpukcikiaja, bisa coba ikut daftar ke event-event Blogger juga. Intinya mah seneng bisa kenal teh Efi, beserta blogger-blogger kece lainnya.

Dan inilah jawaban untuk tantangan dari blogpost teh Efi. Karena aku mah tukang curhat, jawabannya udah bisa ditebak kan? Pasti curhat hehehe.

1. Guru SD yang pertama kali teringat dan kenangan asik bersama beliau.

Ibu Aah, guru paling senior saat aku masuk SD. Bu Aah mengajar di kelas tiga. Aku kelas tiga SD sekitar tahun 2001-an. Bu Aah adalah guru yang paling sabar, baik, dan nggak pernah marah. Nah terkadang kalau memberikan soal-soal untuk dikerjakan, ibunya suka nundutan di kelas. Otomatis kalau mau nyontek nggak ketahuan. Selain itu aku paling suka kalau bu Aah sedang menulis di papan tulis. Huruf tegak bersambungnya rapi, indah.

2. Teman SMP yang pertama kali teringat dan apa cerita asik dengannya?

Asta - sumber : facebook asta

Asta. Teman sebangku pas kelas delapan. Yang tanggal lahirnya sama persis, beda jam aja. Dulu anaknya jago bikin gerakan dance. Pas pertama kali punya hape yang ada kartu memorinya, Asta jadi penyumbang mp3-mp3 terbaru via bluetooh meskipun kita udah nggak sekelas pas kelas sembilan. Cerita paling asyik sama Asta itu waktu kita surat-suratan eh curhat tapi via surat. Suratnya kebetulan masih ada. Utuh. Tapi terakhr ketemu pas kelas 1 SMK, itupun aku yang ke sekolahnya SMA nya Asta :D Tapi masih sesekali komunikasi sih kalau via media sosial.

3. Kuliner yang pertama kali teringat, di mana lokasinya dan apa istimewanya?

Baso Aci Mang Oleh. Lokasinya di depan gerbang SMK YPPT GARUT. Kadang di seberang gerbang utama kadang di seberang gerbang kedua deket pos satpam. Nggak tahu sih sekarang masih ada apa nggak ya? Istimewa karena harganya murah, dulu Rp.2500,- dapet semangkok baso aci yang ukurannya segede-gede bola pingpong. Mana sambelnya lada pisan. Kenyang, enak dan puas.

4. Kapan terakhir kali baca koran edisi cetak? Apa namanya dan di mana bacanya?

Waah ini mah udah lumayan lama, sekitar awal tahunan. Koran Buser bekas yang dibawa mama dari sekolah. Bacanya di rumah.

5.Jika sempat meletakkan gadget lalu melihat sekeliling di tempat umum. Apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada? Apapun jawabannya yang ada dibenak saya adalah ...

Sempat, misalnya di dalam angkutan umum (kereta lokal). Ada bapak-bapak/ibu-ibu paruh baya yang tertidur. Ada gerombolan anak SMA yang asyik ngobrol sambil ketawa-ketiwi. Ada anak-anak batita dan balita yang mondar-mandir sambil ketawa lepas kemudian diikuti ibunya. Ada ibu-ibu yang baru ketemu tapi bisa ngobrol seru. Anak-anaknya yang masih kecil juga bisa akrab sambil fokus liat pemandangan di luar jendela. Ada yang sibuk main gadget. Ada yang baca buku. Ada yang ngemil. Ada mas-mas modus yang rela menggeser tempat duduknya supaya mba-mba yang berdiri di depannya bisa duduk kemudian mendapat kesempatan untuk ngobrol. Ada juga yang serasa di rumah,kakinya naik kursi.

6.Angkutan umum yang terakhir kali dinaiki? Asik ga perjalanannya?

16 Oktober 2016, Bus Mios jurusan Bandung - Garut. Kurang asik sih perjalanannya karena dapat tempat duduk yang di tengah-tengah, terus duduknya di kursi yang ngga deket jendela jadi ngga bisa melihat pemandangan sebelum magrib. Selain itu kejebak macet hampir satu jam di kadungora. Jadi telat sampai Nagreg dan udah ngga ada mang ojek dipangkalannya. Jadi nunggu di jemput. Tapi karena perjalanan yang kurang asik dari Garut menuju Nagreg, aku jadi kebagian pemandangan asik sambil nunggu mang ojek yang jemput. Iya malem itu ngga hujan. Bisa liat bintang dan juga bulan yang bulet sempurna.

7. Apakah pagi ini sempat melihat matahari terbit? Kenapa?

Ga sempat. Karena masih nganggur di rumah otomatis jarang keluar rumah. Biasanya habis sholat subuh langsung balik lagi ke kamar. Lanjutin ritual ngalamun hehehe

Nah itulah jawaban dengan pertanyaan yang sama. Aku mau jawilin blogger lain juga ah yang dikenal eh aku yang pura-pura kenal, muehehe. Thanks to teh Efi yang bikin aku nostalgiaan.

10/15/2016

Stand Up Comedy Academy 2 Diluar Ekspektasi

Setelah sukses dengan program Stand Up Comedy Academy (SUCA) di tahun 2015 lalu, akhirnya Indosiar kembali menggelar acara serupa. Yup, Stand Up Comedy Academy 2 (SUCA 2) yang akhirnya tayang perdana (selain tayangan audisi dari tanggal 18 - 23) pada tanggal 24 Juli 2016 (Welcoming SUCA 2). Aku yang memang sudah menunggu tayangan ini tentu saja merasa gembira. Karena akhirnya punya tontonan yang ditunggu setiap harinya. Tonton yang menghibur lewat aksi para komika. Intinya lebih banyak tertawa daripada mengerutkan dahi. Awalnya aku menduga jika SUCA 2 ini akan sama seperti SUCA tahun lalu. Ternyata banyak yang berubah dan hal-hal tak terduga, diluar ekspektasiku. 

sumber :https://web.facebook.com/SUCA2indosiar/
SUCA 2 tayang lebih cepat dibandingkan SUCA. SUCA mulai tayang di bulan Oktober, tepatnya tanggal 5. Sementara SUCA 2 tayang pertanggal 24 Juli 2016. Jam tayangnya pun lebih awal dibanding tahun lalu, pukul 19.00 WIB. Jadi ketawa lebih awal dibandingkan tahun lalu. Tapi kemudian berubah pertanggal 30 Juli 2016 menjadi pukul 20.30 WIB. Jika tahun lalu tayang senin-kamis, SUCA 2 tayang setiap hari. Intinya, setiap hari aku punya alasan untuk tertawa mendengar dan menyaksikan aksi para komika. Studionya lebih luas dan panggungnya simpel tapi keren. Dan babak Welcoming SUCA 2 yang meriah, dibuka oleh penampilan ketiga juara SUCA tahun lalu. Masih inget kan sama Mas Cemen, Ephy dan Musdalifah? Belum lagi penampilan para mentor dan juri yang tak kalah gerrr-nya. Ditambah penampilan Tirex eh Uus bersama rekannya Sepuluhtura. Uus juga menjadi salah satu host tetap bersama Andhika dan Gading. Berbeda dengan tahun lalu, Uus sebagai host magang. Kali ini justru Gilang Dirga dan Rina Nose yang menjadi host magang.

Pada babak welcoming SUCA 2, seluruh komika diperkenalkan sambil menyajikan teknik one liner. Dari sini sudah terlihat beberapa komika yang menonjol. Sama seperti tahun lalu, ada beberapa komika yang wajahnya sudah tidak asing lagi. Dan yang membuatku ternganga adalah ... jika tahun lalu jumlah komika sudah dikerucuti sejak audisi menjadi 24 orang, komika SUCA 2 justru hampir dua kali lipatnya ... 42 orang dari berbagai macam profesi. Bertambahnya jumlah komika pun berpengaruh pada posisi mentor Arief Didu yang tahun lalu berperan sebagai supervisor mentor, akhirnya turut bersaing bersama empat mentor lainnya, Isman HS, Daned Gustama, Mo Sidik, Gilang Bhaskara (Gilbhas). Mentor-mentornya tetap sama. Yang membuatku makin ternganga bin takjub itu komika perempuannya ada tiga. Aci Resti, Istiqomah (Kokom), dan Arafah. Dari tampilan fisiknya Arafah jelas paling memesona.


Selain memperkenalkan para komika beserta mentornya, Welcoming SUCA pun menjadi penentuan pembagian grup. Para komika dibagi menjadi 7 grup dengan masing-masing 6 komika. Masih dengan format yang sama, dibagi per grup dan setiap tampil ada satu komika yang gantung mic. Babak show 42 besar dimulai dari grup pertama pada keesokan harinya, 25 Juli 2016. Di grup pertama ini, aku juga terkejut karena adanya komika kakak-adik, Boy dan Raim Laode dari Wakatobi. Ini pertama kalinya juri memberikan kesempatan dua orang saudara kandung tampil dalam panggung yang sama (SUCA 2) dan secara kebetulan berada di grup yang sama. Raim yang lebih lucu daripada kakaknya. Di show 42 besar grup satu ini juga, aku jadi tahu ternyata suaranya Arafah unik, khas. Ditambah materinya yang absurd tapi lucu dan sering membahas tentang pekerjaannya sebagai penjaga rental play station.

"Waktu itu gua jalan ke warung, gua beli permen kaki. Gua beli permen kaki, permennya gua makan, kakinya gua sepatuin." - Arafah

"Terus juga abis nyuci gua jemurin kan. Gua jemurin satu jatoh, yang satu jatoh. Talinya ngga kepasang." - Arafah

Komposisi juri di SUCA 2 pun sering berubah-ubah. Tidak masalah sih, toh juri pengganti yang dihadirkan lebih sering dari yang berlatar belakang stand up comedian. Dan komentarnya pun tidak terlalu bertele-tele seperti SUCA terdahulu. Jurinya Raditya Dika, Panji Pragiwaksono, Abdel, Maya Septa, Boris Bokir, Babe Cabita, Arie Kriting, Ernest Prakasa, Tora Sudiro, Luna Maya, Hannah Al Rasyid, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, TJ, Melani Ricardo, Jarwo Kwat, Eko Patrio, Temon.

Satu persatu komika pada masing-masing grup menunjukan kemampuannya. Ada yang sambil main gitar, sulap, pantun, ngedance, kamus anyun (cadel tidak bisa bilang R) jadi kata-katanya diganti. Pokoknya macam-macam dan membuat persaingan semakin seru. Satu persatu komika pun gantung mic sejak 25 Juli hingga 31 Juli. Babak 35 besar kembali digelar dengan grup yang sama pertanggal 01 Agustus 2016. Di show grup satu, seorang komika meminta dirinya dieliminasi dari kompetisi karena ingin pulang untuk menjalankan kewajibannya dan berdasarkan permintaan keluarga. Pak Baho dari Medan yang berprofesi sebagai guru sudah menunjukan gelagat aneh saat tampil. Materinya tidak mengundang tawa dan tidak sampai waktu habis.

SUCA 2 pun tetap menghadirkan komika-komika terkenal sebagai hiburan, dan bintang tamu sebagai kejutan untuk setiap komika. Baik bintang tamu dari artis favoritnya maupun pihak keluarga. Yang paling gerrr itu pas ibu, tante dan pacarnya Afif Xavi datang sebagai kejutan ulang tahun. Ibunya Afif gerrr berantakan. Belum lagi pacarnya yang memberikan kado ulang tahun sepatu terus bilang, kalau nggak suka nanti kita jual aja di toko online. Pantes aja Afif penampilannya stabil. Mungkin ini salah satu penyebabnya.

Setelah Kokom yang berprofesi sebagai penyiar radio, gantung mic dibabak 35 besar, dua komika lainnya melaju ke babak 28 besar. Pada babak 28 besar, komposisi grup diubah. Ada tujuh grup dengan masing-masing 4 komika di dalamnya. Dan grup ini berlaku hingga 21 besar. Setelah sebelumnya gantung mic dibabak 28 besar pak Syamsuri mendapatkan kesempatan ambil mic dibabak 16 besar. Uniknya pak Syamsuri ini yang tidak bisa lepas dari gitarnya, melakukan improve dengan cara menyimpan gitar di salah satu penonton, di mentor. Pokoknya ada saja idenya supaya gitar tetap ada. Sementara Anyun yang sempat gantung mic dibabak 21 besar mendapatkan kesempatan yang sama dengan pak Syamsuri. Materi Anyun yang gerrr itu waktu dia melamar pekerjaan sebagai customer care tapi ditolak, dia coba memperagakan ngangkat telepon. Cerdasnya pakai suara perempuan sebagai penelpon.

"Laden Lili Lolo Lele Helawati." - Anyun

Dibabak 16 besar ini dibagi lagi menjadi 4 grup. Sayangnya Afif Xavi berhalangan hadir karena sakit cacar. Akan tetapi dewan juri sempat memberikan kesempatan untuk Afif tampil melalui tayangan video dibabak 13 besar. Dibabak 9 besar yang dibagi menjadi tiga grup. Di sini aku ingat sekali dengan materinya Aci yang "Di kota itu masuk rumah hantu 250 ribu, kalau di kampung, di pasar malem bisa buka lapak lejing." Dan persaingan menuju babak selanjutnya semakin sengit, bahkan komika-komika yang sebelumnya sempat diunggulkan, gagal menembus grand final.

sumber : https://twitter.com/StandUpAcademy
Ada dua komika perempuan yang menembus grandfinal SUCA 2. Aci dan Arafah yang penampilannya sempat menurun dan berhasil bangkit kembali hingga menembus tiga besar alias grand final bersama wawan. 

"Gua juga manusia, gua punya hati. Ini hati kalau ditusuk keluarnya darah bukan pantun." - Wawan

Sebelum grand final digelar, SUCA 2 memberikan jeda satu hari dengan digantikan acara SUCA 2 Rockstar in Love. Grand final digelar tanggal 09 September 2016. Aci Resti berhasil menyabet juara 1, Arafah 2 dan Wawan 3. Dengan jumlah hadiah yang sama seperti SUCA terdahulu. 100 juta, 50 juta dan 25 juta.

"Ya Alloh gua di endorse empang.Emm Aci tau solusinya. Mau mancing yang enak, sejuk dan dapet banyak ikan. Ayo ke empang kong Rusli." - Aci Resti

"Kamar gua, rumah gua masih gedean kamar kucingnya bang Radit . Gua rasa nih kalau kucing bang Radit main ke rumah gua, rumah gua habis dicengin. Meong-meong, cih." - Aci Resti

https://twitter.com/StandUpAcademy
Nah itulah beberapa perubahan dan beberapa yang tetap di SUCA 2. Secara jam tayang sih aku lebih suka SUCA 2 tayang jam 19.00 WIB. Secara komposisi mentor dan anak didik, aku juga lebih suka yang SUCA 2. Karena Arief Didu punya anak didik sendiri. Dari sisi juri dan host pun lebih suka yang SUCA 2. Meskipun juri sering berganti-ganti, tapi ya itu lebih sering jurinya yang memang memiliki latar belakang stand up comedian.Dan tetep suka SUCA 2 karena ada materi-materi yang bisa dipelajari, one-liner, improve comedy, roasting, rule of three , call back, impersonate, riffing dan lain-lain. Semoga tahun depan ada SUCA 3 dan lebih baik dari SUCA 2. Lebih tidak terduga dari SUCA 2. 

10/08/2016

Pensiun Main Game Cuma Ceban


Euh, pembukaan yang pas apaan ya? Gini deh, aku udah hampir dua minggu nggak update blog. Ya nggak penting juga sih ya buat dibahas. Toh blogpostku cuma curhat-curhat nggak penting ngoahaha. Pokoknya dua mingguan ini males luar biasa, yang akhirnya banyak draft nggak di edit, banyak lomba yang dilewatin gitu aja. Banyak chat yang nggak aku bales. Banyak pertanyaan yang belum aku jawab. Ini kenapa malah curhat yang lain-lain ya? #okeskip.

Pada intinya aku membuat blogpost kali ini untuk pamitan. Sekitar beberapa bulan lalu pernah baca status siapa gitu di facebook. Katanya kalau mau pergi dari kancah dunia maya ataupun dunia nyata, sebisa mungkin pamitan. Jadi aku memutuskan untuk pamitan. Sebelum pamitan aku mau jawab beberapa pertanyaan dan minta maaf dulu.

Maaf karena aku belum sempat memperbaharui postingan terdahulu tentang cuma ceban. Harusnya kuberi keterangan tawaran sudah di tutup. Terima kasih untuk yang memasukan kode sakti dan terdaftar jadi agen cuma cebanku. Maaf karena kalian jadi kena zonk. Iya, gabung sama orang yang memutuskan untuk pensiun main game ini.

Sekali lagi aku mohon maaf. Fungsinya agen itu ya, kalau kalian nonton video, nanti aku dapat 10 perak, kalian 5 perak *kalau nggak salah gitu. Maklumin ya, udah dua bulanan nggak buka-buka agen. Bahkan aku nggak tahu sekarang jumlahnya udah berapa. Intinya kalian harus punya bawahan (minta orang lain masukin kode kalian pas daftar agen) supaya kalian dapat penghasilan juga ketika mereka menonton video nyawa gratis. Untuk pertanyaan lainnya. Udah banyak yang sama dan aku jawab di tentang cuma ceban

Sebelumnya aku juga berterima kasih banyak kepada team cuma ceban. Yay, tahun kemarin, bulan maret dan juni tahun ini aku jadi dapet hadiah yang kalau di jumlahin cukup lumayan. Dari mulai power bank, flash disk, uang 500 k, topi, kaos, jaket, tas, belanja di tokopedia dua kali senilai 1000 k, power bank lagi dan speaker. Juga gaji agen sekitar 260 k. Walaupun nggak juga beruntung buat dapetin gadget #nangisdipojokan. 

Kalau boleh jujur, aku sedikit kecewa sama penukaran hadiah yang terakhir, bulan juni lalu. Iya, karena cuma ceban beli hadiahnya dari toko online nggak kayak tahun lalu. Dikirim langsung sama cuma cebannya. Imbasnya ongkir jadi dua kali lipat dan power bank yang mengecewakan. Entah KW berapa. Cuma bisa dipake sekali ngisi daya itupun hanya 90% padahal baterai ponselku cuma 1500 mAh. Kemudian nggak bisa nyimpen daya lama. Kalau sehari nggak dipake ya udah besoknya harus dicharge ulang.

Kenapa aku memutuskan untuk pensiun main game cuma ceban? Ya, pada akhirnya aku berhenti karena sudah bosan. Dan demi penghematan kuota internet yang harganya semakin mahal tapi kuotanya seuprit #curcol. Selain itu, aplikasinya minta update terus. Ya, ya, ya.

Seperti yang sudah-sudah, kalau aplikasi minta updatenya sering terus makan memori banyak akhirnya aku uninstall. Terlalu banyak fitur untuk memperbanyak tiket dan tepokan secara instan sedangkan mini gamesnya nggak ada yang baru. Oke-oke bagian ini agak gimana ya ... hmm, iya sih aku tertarik main game ini karena pengen hadiahnya. Tapi butuh main gamenya juga buat happy-happy. 

Terlalu banyak event beli waktu sakti, beli paket sakti, beli yang sakti-sakti berhadiah ponsel, tv, deeleldeelel. Iya sih cuma ceban butuh income, tapi ya nggak terlalu sering juga. Jatuhnya kayak iklan diskon. Mulai nggak konsisten dengan waktu tepokan dan juga undian.

Yay, dulu-dulu minta perpanjangan waktu tepokan mana pernah dikasih. Sekarang udah beberapa kali ada keterangan, waktu tepokan diperpanjang karena banyaknya permintaan yang masuk. Oke balik lagi, namanya developer dan usaha memang butuh income tapi ya tetep harus konsisten sama waktu. Undian aja udah dua kali diundur. Eh yang Mi 4 malah tiga kali diundurnya. Ini bukan berniat menjelek-jelekan lho, cuma mau kasih kritik dan saran aja.

Terakhir, aku pensiun main game cuma ceban karena rasanya udah nggak asyik lagi, akunya yang nggak asyik. Iya, faktor usia sepertinya. Lebih tertarik sama hal-hal lain. Kalau kata teteh Taylor Swift sama aa Ed Sheeran mah Everything Has Changed.

Dan, aku pamit. Semoga cuma ceban semakin maju, sukses dan makin banyak cebanersnya. Terhitung sejak awal bulan ini, aplikasi cuma ceban sudah aku uninstall, official linenya udah aku hapus, grup-grup di line aku tinggalkan dan instagramnya aku unfollow. Habis nggak di follow balik sih kayak pemain lain #sedih #curcol. Ya, ngurangin satu followers dari puluhan ribu mah nggak ngaruh kan mr ceban? Apalagi followers kek aku. 


Tertanda, ex cebaners (cuma ceban)