12/19/2016

Belanja Di Tokopedia Pakai Saldo


Aku kan lagi suka banget nih bikin bunga-bungaan kertas. Dan berniat jualan bunga-bungaan itu dan kamu harus beli  #maksa. Tapi kemarin beli bahan-bahannya masih sedikit, terus niatnya mau mulai di awal tahun 2017 aja sekalian ngumpulin recehan lagi buat modal. Tapi gara-gara liat promo gratis ongkir 30.000 di Tokopedia. Yup, aku beli bahan-bahan buat bikin bunganya via toko-toko di Tokopedia. Soalnya di deket sini nggak ada yang jual tissue paper plus floral tape nya. Selain itu musim ujan, gampang banjir ... males deh keluar rumah jauh-jauh.

Tapinya lagi, ongkir 30.000 ini cuma bisa dipake dengan syarat belinya pake saldo Tokopedia. Terus lirik saldo tokped yang cuma 3.000. Artinya, aku harus isi saldo tokpednya dulu kalau pengen gratis ongkir 30.000. 

Sebelum beli saldo, aku masukin keranjang belanja dulu tuh semua barang yang mau dibeli. Supaya tahu total belanjaan sama total ongkir. Soalnya di syarat dan ketentuan gratis ongkir bisa didapatkan kalau total pembeliannya (diluar ongkir) harus mesti kudu minimal 200.000. Fix, total yang harus kubayar sebesar 317.235. Dan cuma dipake beli kertas sama makanan emeng doang #cakartembok #elusdada.

Next, melipir ke laman yang ada keterangan tab saldo. Klik di situ deh. Kemudian klik isi saldo. Nanti bakal otomatis kebuka laman pilihan mau ngisinya berapa.


Kemudian aku garuk-garuk pala. Oalah kirain ngisi saldonya bisa sesuka hati. Ternyata nggak. Karena nggak ada pilihan 320.000 akhirnya yang 250.000 aja. Karena yang 500.000 takut kalap belanja duitnya nggak ada #jujurbanget. Pokoknya total belenjongan aku harus 280.000 (belum dipotong ongkir) nah sisanya yang 40.000 bayar pake transfer manual.

Klik lah itu 250.000 kemudian tekan tombol beli.

Karena nggak ada voucher tokopedia, ya udah lanjut aja.

Klik deh mau bayarnya pake metode apa. Karena aku mah nitip transfer ke kakak (ya iya, biar ongkos gratis, da kalau pergi sendiri mah ongkosnya 18rbu (pp)), lagian belum daftar sms banking #kartuyangsatulagilupa #ehhangus ... internet banking lupa username sama password #faktoru dan belum nelpon ke cs ataupun langsung ke banknya #lagiharoream. Eh malah curhat #maafkeun. Udah tau kan ya, transfer manual teh bisa via ATM atau teller bank. Kalau via ATM mah isiin nama pemilik rekening sama norek nya. Kalau ke teller mah ya nggak usah ditulis noreknya.

Klik bayar sekarang. Nanti bakal muncul laman yang ada tulisan menunggu pembayaran. Di situ ada batas waktu maksimum pembayaran. Bedanya, kalau bayar buat belanjaan dikasih waktu sampai tiga hari, kalau ini cuma 12 jam.


Psst, jangan lupa di screenshoot ya. Atau dicatet tuh jumlah yang harus di transfer (kode uniknya jangan sampai salah) sama rekening tokped yang tertera di laman tersebut. Karena tadi, pas klik bayar sekarang, nggak ada pemberitahuan ke e-mail.


Setelah nunggu satu setengah jam. Saldonya masuk deh. Jadi ada pemberitahuan selamatnya ke e-mail. Saldo sudah ada dan saatnya belenjong. Pas belanjanya pilih bayar pake saldo tokped tadi plus masukin voucher ongkir gratis 30.000 "PAKAISALDO." check kode. Kalau udah valid, tinggal checkout dan nanti muncul laman kayak gini :


Saldo kamu bakal dikurangi jumlah tagihan. Dan harus masukin password akun. Klik bayar sekarang deh, dan selesai. Tinggal nunggu di proses sama penjualnya. Iyes, belanja pake saldo mah nggak usah nunggu validasi lagi. Langsung otomatis.


Oh ya, voucher gratis ongkir ini berlaku sampai 31 Desember 2016 lho. Mayan lha ya. Belenjong minimal 200rbu diluar ongkir. Karena aku pendapatannya nggak menentu dan receh banget, jadi liat gratis ongkir 30.000 aja udah bahagia banget.

*catet ya, ini bukan postingan promosi, cuma pengen share aja. Mumpung masih anget dan cukup lama belum update blog lagi.

12/15/2016

Es Krim Yang Bikin Melek


Giw, udah ... ngga nitip beli apa-apa lagi? SMS dari mama, waktu aku nitip beli kertas warna plus ngeprint formulir.

Waktu nerima sms dari mama begitu, aku galau seketika. Kemarin sempet liat iklan es krim rasa jeruk nipis tapi namanya apaan ya #mikir keras. Terus search di gugel, masukin keywords ice cream lime, ice cream jeruk nipis tapi ga ketemu. Nyalain tipi, pindahin channel ... iklannya juga tumben nggak muncul.

"Gimana, mau nitip yang lain lagi, ngga?" Keburu di telpon mama. 

#masihmikir, "c*oco**to* dark aja."

Sebelnya itu, giliran udah nggak nyari, iklannya muncul. Kan asem! Sama persis kayak mang-mang tukang sol sepatu. Giliran nggak dibutuhin lewat mulu. Giliran butuh kagak ada. Pas kirim sms ke mama. Mamanya udah nyampe rumah T_T. Ya udah, belum kesampean deh beli walls solero split siang itu.

Jadi belinya malem-malem, pulang dari rumah mamanya kakak ipar. Harganya 5000 di i*do*ar*t. Mini market yang lagi hits. Gile, dua bulan nggak keluar rumah aja. Cabangnya udah jadi dua di samping kiri kanan pom bensin. Setahun aku nggak keluar rumah, bisa-bisa udah di depan rumah cabangnya. Tapi ya, bersyukurnya ... beli es krim jadi bisa jalan kaki dua kilometer aja, terus nyebrang. Nggak pake ongkos. Kecuali aku naek ojek.

  

Nah itu penampakannya, ijo kayak jeruk nipis. Sementara dalemnya putih, rasa vanilla yang udah nggak asing lagi. Pas dijilat, langsung bikin melek dan merinding #haseum. Asem khas jeruk nipis. Jadi nggak aku saranin buat dijilat ya. Langsung aja digigit bareng sama dalemnya eh vanillanya. Biar nggak asem-asem banget. Cocok sih ya, asem ketemu manis tapi manisnya ringan. Bikin seger tapi nggak bikin nagih. Itulah yang aku rasakan. Dan harapan dan bayanganku yang musnah dari solero split ini adalah, aku berharap bakal ada rasa sodanya. #ngarep



Tapi bisa jadi alternatif kalau yang pengen menghilangkan rasa kantuk disela-sela kesibukannya, selain ngopi.

12/07/2016

Menemukan "R"


Kepahitan yang dialami dalam hidup, kadang membawamu pada hal-hal yang tak terduga. Hal-hal indah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Jika saja hari itu tak pernah tiba, aku tak ditinggal sendirian, mungkin aku tak akan menemukanmu, "R." Kejadian yang membuat ketakutan setengah mati, kecewa dan ingin menangis sejadi-jadinya.

Waktu masih kecil, aku merasa nggak percaya diri ... ujungnya lebih ke rendah diri. Sekarang, masih sih sedikit-sedikit, apalagi kalau kumpul sama mereka. Aku mah apa atuh berasa dianggap makhluk tak kasat mata, kadang cuma jadi tukang photo aja. Makanya, kalau diajak ngumpul jarang dateng. Karena di otakku tersimpan, lebih baik nggak dateng daripada harus merasa nggak nyaman dan tersiksa di sana. Selain itu, aku juga bukan orang yang pandai berbasa-basi.

"R," sebuah huruf yang paling aku benci sejak dulu, ya ... tentu saja sebelum menemukannya. Aku berharap R nggak pernah ada, karena dia membuat aku tersiksa, membuat aku malu dan membuatku berderai air mata. Aku nggak pernah suka kalau disuruh membaca di depan kelas, apalagi pidato. Karena ketika aku melakukan itu, pasti ada yang tertawa dan mengejek.

Ketika bermain, mereka selalu memaksaku untuk mengatakan "laleur mapay areuy hiber ta geber-geber." yang jika aku mengatakannya akan menjadi "laleul mapay aleuy hibel ta gebel-gebel." Kemudian mereka tertawa. Ya, aku cadel. Begitupun kakakku ... dulu. Dan saat kakak berhasil menemukan R, aku merasa semakin terpuruk.

Sampai kelas dua SMP, aku belum bisa bilang R. Kalau nama temen ada huruf R nya, biasanya aku panggil kamu sambil di toel sedikit. Heh kamu! Iya ... kamu. Ya, gimana dong, soalnya yang dipanggil juga nggak nengok. Kayak aku manggil Rini kan jatuhnya jadi Lini. Lini teh kalau didieu mah gempa.

Hari itu jadwal piket kelas, kebetulan temen yang piket bareng aku nggak ada yang pulangnya naik angkot. Untungnya ada temen yang satu kampung yang jadwal piketnya sama walaupun beda kelas. Eh taunya, hari itu mereka pulang duluan, padahal aku udah minta tolong tunggu.

"Terus aku pulangnya gimana? Cara berhentiin mang angkot gimana? Bilang Stop, tos didieu, kili? Hwa mang angkot nggak pernah mau berhenti."

Aku pengen nangis aselinya. Mana dulu belum punya hape. Mana bisa minta jemput. Akhirnya sambil deg-degan aku naik angkot. Aku duduk di pojok belakang, ada beberapa anak yang pake seragam SMP dengan logo sama tapi nggak aku kenal sama sekali. Mau minta tolong, mereka turun duluan sebelum tempat aku turun.

Angkot semakin dekat ke tempat aku biasa turun. Jantung udah nggak keruan, keringat dingin mulai bercucuran. Tarik napas, buang. Tarik napas buang. Teriak yang kenceng aja, teriak, daripada nggak bisa turun.

"MANG KIRIIII! KIRIII MANG!" angkot berhenti, pas banget. Aku bengong. Itu barusan apa? Aku nggak salah denger kan? Bisa bilang kiri?

Saking bahagianya aku nggak nungguin mang angkot ngasih kembalian gope. Aku lari-lari biar nyampe rumahnya lebih cepet. Sambil lari sambil terus bilang kiri. Rasanya lidahku jadi bergetar kalau bilang R. Nggak kayak biasanya.

Pas di rumah langsung bilang ke mama, terus nyobain bilang R, manggil ayam pake "kerkerker." Akhirnya aku menemukan R. Akhirnya bisa bilang R. Walaupun nggak sejernih R nya mama dan orang lain. Tapi aku bersyukur, bahagia karena akhirnya bisa bilang R. 

Pada akhirnya aku berterima kasih dan bersyukur karena ditinggalkan oleh kalian. Nggak usah disebutin lha ya orangnya. Walaupun kecewa dan sedih tapi tanpa ditinggalin kalian, mungkin aku tak secepat itu menemukan R, bisa bilang R. 

12/02/2016

Kecanduan Kamu, Moring Hebring

kecanduan kamu moring hebring

Nggak kerasa ya udah penghujung tahun aja dan aku masih nganggur. Nggak nganggur-nganggur amat sih, karena aku kan pura-pura sibuk #apasih. Oke skip, aku nggak mau sedih-sedih ah, nggak mau mengeluh. Karena hidupku masih baik-baik aja, soalnya di sekelilingku banyak orang baiknya. Kayak sepasang anak manusia yang ngirimin paketan moring enam rasa kemarin. FYI, Moring adalah salah satu camilan favorit eik. Tapi, jujur aja aku buta sama sejarahnya si moring ini. Kalau ada yang penasaran, coba di googling aja ya.

Namanya #MORINGHEBRING #MANGDENK , produksi rumahan dan NO MSG. Punya tagline "Angkat Jempol Kedip Mata." Jadi sekarang aku lagi nyamil Moring Hebring Mang Denk sambil angkat jempol kedip mata #mendadakcentil . Sumpah nggak bohong, ini ngetik sambil nyamil, makanya nggak selese-selese #siapayangnanya. Seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya, Moring adalah salah satu camilan favorit eik ... jadi ini bukan Moring pertama yang eik cobain. Tapi beda merek, beda-beda lho rasanya. Dan Moring Hebring Mank Denk memang beda #kektaglinetvsebelah

moring hebring mank denk

Sebelum mendongeng secara detail soal tekstur dan rasa dari Moring Hebring Mang Denk ini, aku cuma mau bilang kalau Moring Hebring ini bikin aku jatuh cinta pada kunyahan pertama, terus bikin kecanduan. Jangan negative thinking dulu ya, maksudnya kalau udah selese kunyahan pertama, kamu pengen ngunyah lagi, terus-terus-terus sampai habis. Kayak apa cik? kayak ciki kentang c*ita**. Jadi aku saranin, kalau beli minimal dua bungkus ukuran sedang. Atau empat bungkus ukuran kecil. Biar apa? Biar puas atuh ngahaha.

Moring Hebring Mang Denk ini punya enam varian rasa : Original, Balado, Ayam Bakar, Barbeque, Keju dan Jagung Bakar. Teksturnya kriuk-kriuk, jadi nggak tipis-tipis amat tapi nggak ketebelan. Pokoknya mah crispy. Selain aroma dari masing-masing rasanya, kamu juga akan mencium aroma daun jeruk. Moring Hebring ini bumbu-bumbunya juga pas, nggak berlebihan. Terus nggak meninggalkan bekas warna di tangan.


Karena bumbu-bumbunya yang pas itu, aku jadi suka semua varian rasanya. Oh ya, yang original wangi daun jeruknya paling kuat. Keju dan jagung manis-manis gurih. Balado, Barbeque dan Ayam Bakar ada sensasi anget-angetnya. Untuk aku yang emang suka pedes alias lada mah, pas sih. Tapi buat yang nggak suka pedes mah bisa aja bilangnya pedes eh pedas. Dilihat dari bintik-bintik biji cabe sama rasanya mah sih pasti bukan dari bubuk cabe yang udah jadi, soalnya nggak ngerusak rasa aslinya. Yang aku favoritin yang mana cik? Yup, Barbeque sama Balado.

Kalau kamu penasaran pengen nyoba juga (oder maksudnya), aku sekedar kepo-kepo testimoni dari para pelanggan Moring Hebring Mang Denk? Bisa kepoin Instagramnya : Mank.Denk . Moring Hebring Mank Denk juga bisa dihubungi melalui Whatsapp : 089611557440 atau BBM : 328FADF5.

Oh ya, aku belum bahas kurangnya apa ya? Kurangnya itu ... kurang puas kalau cuma nyobain sebungkus #peace. Kurangnya itu tagline sama gambar Mank Denk nya kurang singkron. Itu Mank Denk matanya nggak ngedip ngahaha. Terus ada keterangan rasanya : #AntiMainstream , mungkin bisa ditambahin #SatuManaCukup atau #HatiHatiKetagihan #BikinCanduKayakRindu , terus akunya #dilemparmoringsekarung #maunyasihgitu