7/31/2017

Rangkaian Pond's Acne Solution

Awal kenal produk pond's itu setelah masuk SMK. Kenalannya sama pond's white beauty. Hasilnya iya, kulit wajahku yang menghitam akibat sinar matahari perlahan mulai cerah (sawo matang sih). Tapi di tahun 2014 aku move on ke produk lain. Terus tahun 2016 pernah nyoba apply di Home Tester tapi nggak berjodoh. Eh Maret 2017 berjodoh sama voucher diskon Pond's Acne Solution di Blibli.com. Sayang aja kalau nggak dipake. Lagi pula jerawat lagi merajalela. Akhirnya beli deh. *Tring, produknya sampai rumah setelah sedikit bermasalah sama jasa pengirimannya.

rangkaian ponda acne solution

Rangkaian Pond's Acne Solution AntiAcne ini ada dua : Facial foam dan Daily Expert Moisturizer. Yang dari segi kemasan sama kayak Pond's white beauty yang dulu kupakai. Tapi perpaduan warna kemasan pond's acne ini menarik, dominan biru dan putih.

Pond's acne solution ini mengandung aktif Thymo-T Essence and teknologi Lock Clear pertama di dunia Menghilangkan bakteri penyebab jerawat langsung pada sumbernya. Telah teruji klinis mengurangi jerawat dalam tiga hari. Seperti di iklannya kan ada tagline "jerawat tamat," dalam tiga hari. 

Jadi, aku mulai pakai facial foam dan moisturizernya pada tanggal 03 April 2017. Sehari setelah produknya sampai. Ya sayang aja gitu kalau gelnya nggak dipake di hari yang sama. Aku cuci muka 2x sehari kalau nggak keluar rumah. Pas mandi dan mau tidur. Facial foamnya berwarna putih, sementara moisturizernya warna putih susu kental manis.

tekstur ponda acne solution

Baunya aku kurang suka. Tapi dipake ke kulit aku yang berminyak dan sensitif (sebenarnya begitu) cocok-cocok aja. Nggak ada masalah. Facial foamnya bikin mukaku lebih lama nggak berminyaknya, kesat dan kenyal tapi nggak bikin kaku. Terus kalau moisturizernya yang gel adem gitu pas dioles ke area berjerawat (sehari sekali aku mah). Cepet kering juga. Dan bikin kulit wajah tambah lembut. Dipadukan sama krim pelembab merek G (padahal si moisturizer pun melembabkan, tapi aku tetep pake pelembab lain #borosish) dan bedak merek W juga aku nggak merasakan tanda-tanda alergi.

Terus ampuh nggak tuh dalam tiga hari? Jerawat aku nggak tamat dalam tiga hari. Ya, coba cek di websitenya pond's, udah dijelaskan kok kalau hasil akhir tergantung jenis kulit masing-masing. Tapi yang aku rasakan, jerawat cukup besar, yang kalau muncul suka di lahan yang menyakitkan. Macem jidat dan dagu. Jerawat yang biasanya butuh waktu 3-7 hari buat kempes. Bisa kempes dalam tiga hari nih karena pake rangkaian pond's acne solution ini secara rutin.

hasil pemakaian ponds acne solution

Nah itu hasilnya bisa dilihat di gambar muka aku. Perbandingan awal pake sampai terakhir aku inget buat foto #anaknyapelupa. Kenapa di aku lama banget jerawatnya tamat. Karena aku make ini tapi masih sering begadang. Eh ya, yang terakhir aku udah nggak pake moisturizer gelnya. Udah habis. Lagi pula jerawat udah nggak merajalela kecuali sebelum, saat dan sesudah haid. Jadi pake facial foamnya aja nih sekarang. Akunya juga udah jarang begadang. Ini tumben aja pengin nulis jam segini. Biasanya jam 9 malem udah tepar.

Nah nah, yang aku suka dari produk pond's termasuk pond's anti acne ini, dari dulu sampai sekarang itu, harganya terjangkau dan beli produknya gampang. Ada di mana-mana *kalau sekitar tempat tinggal aku.

Dan ... soal hasil akhir tetap balik ke kondisi kulit masing-masing lho ya. Di aku cocok, di kamu belum tentu.

7/30/2017

Saat Mitos Jadi Fakta = Kebetulan?

Dari kecil, hal-hal yang disebut mitos sering terdengar, eh ralat. Selalu terdengar. Dari mulai kalau telat bangun subuh katanya dikeukeupan  (dikelonin) si dubil, sering jatuh bakal punya adik, masakan keasinan yang masak pengin nikah, kupu-kupu cokelat masuk rumah mau ada tamu, sampai kalau sisiduen (cegukan) bilang maok (mencuri) cikur. Mitos itu bikin percaya nggak percaya sih. Kadang bikin aku kepo pengin lihat paririmbon *ngahaha. Kebetulan di rumah ada paririmbon dari jaman dahulu kala. Udah lusuh banget. Dan setelah buka primbon, biasanya lebih banyak bikin was-was ketimbang bahagia.


SALAH SENDIRI, KENAPA KEPO. PADAHAL PERCAYA AJA SAMA ALLAH SWT BUKAN SAMA MITOS. Tapi kadang-kadang ada mitos yang suka kejadian. Ya, saat mitos jadi fakta. Itu kebetulan? Mungkin iya,  kebetulan pas sama jalan cerita yang dibuat sutradara sealam semesta, pemilik alam semesta berikut isinya. Ah tapi nggak ada sih sebenarnya yang namanya kebetulan. Karena segala sesuatunya udah diatur oleh-Nya.

Nah, di blogpost ini aku mau bahas mitos yang sering banget aku alami dan kejadian. Jadi sebenarnya isi blogpost kali ini cuma curhat doang. Eh tiap nulis di blog juga da aku mah hampir semuanya curhat *naon sih Gilang. 

1. Kedutan mata kanan
Katanya kalau seseorang mengalami kedutan mata kanan itu bakal nangis. Iya nangis. Nah, aku suka kesel dan kadang takut duluan, suka mikir yang nggak-nggak kalau kelopak mata kanan kedutan. Soalnya tiap mengalami kedutan kelopak mata kanan, ada aja hal yang bikin aku nangis. Entah dibentak abah. Diomelin emak (iya, emak jarang ngomel, jadi sekalinya diomelin emak kumerasa sangat sangat sangat tidak berharga), kecewa sama sesuatu atau pengin marah tapi nggak bisa mengeluarkan kemarahan. Akhirnya nyesek sendiri, kesel sendiri dan berujung dengan nangis.

2. Tangan kanan atau kiri kekerenyedan (kedutan)
Ngahaha, aku paling suka kalau tangan kiri kekerenyedan. Karena mitosnya bakal dapet rejeki. Dan suka pas aja beberapa saat kemudian atau besoknya dapet rejeki. Dan nggak melulu uang. Kadang buku, dan barang-barang lainnya.

Kalau tangan kiri aku suka, kalau tangan kanan kekerenyedan aku nggak suka. Karena mitosnya bakal mengeluarkan uang atau barang. Barang sih aku belum pernah, kalau uang sih beberapa kali kejadian. 

3. Kagegel (kegigit) lidah, bibir, dinding mulut.
Hal paling menyebalkan ketika sedang mengunyah dan menikmati makanan adalah kagegel. Apalagi sampai berdarah. Mitosnya kalau kagegel itu bakal makan daging. Dari kecil sugestinya begitu. Kalau kata emak mah biar anaknya gak nangis. Da apa coba hubunganya kagegel sama makan daging. Apalagi pas kagegelnya lagi makan daging. Tapi ya, tiap kagegel emang suka tiba-tiba aja ada yang ngirim daging *ngahaha. Ini aneh tapi nyata.

Nah, kamu punya cerita soal mitos tapi jadi fakta nggak? Bisikin atuh ke aku. Siapa tahu kita jodoh #bercanda #jangandimasukinkehati.

7/29/2017

Oishi Thin Pillows Cokelat | Review

Jadi, sekitar seminggu yang lalu aku beberes email yahoo yang kotak masuknya udah dipenuhi notifikasi promo dari beberapa e-commerce. Begitu udah menghapus sekitar 30 an email, ada email pemberitahuan yang intinya survey Oishi Thin Pillows di Lifull Hadiah diundur karena banyak pemenang yang belum menerima sampelnya. Lha terus aku bengong. Emang aku menang gitu? Soalnya lupa-lupa inget antara daftar atau nggak. Belum ngecek di daftar pemenang juga karena udah lama nggak buka-buka web lifull. Aplikasi terpaksa di hapus dua bulan lalu karena memori nggak cukup #eaaacurhat.

Akhirnya karena email itu aku buka website lifull, terus login. Pas dicek di daftaran pemenang ternyata emang menang sampel. Ya udah akhirnya aku menanti kurir dengan gelisah. Soalnya yang orang lain tuh kebanyakan udah pada dateng sejak akhir bulan Juni. Eh kamis pagi ditelpon pak kurir dari jasa pengiriman yang berbeda. Iya beberapa kali dapet dari lifull biasanya dikirim sama kurir J** ini jadi A**.


Hmm, kesan pertama melihat Oishi Thin Pillows ini kemasannya menarik. Sekilas bentuk kemasannya mirip Oishi Popcorn. Kenapa aku bilang menarik? Karena perpaduan warnanya pas. Dari mulai dominan putih, ditambah cokelat, abu-abu dan biru muda. Gambar gandum. Terus pilihan fontnya pun lucu-lucu gimana gitu. Sayangnya dibukanya mesti pake gunting. Nggak bisa disobek dengan mudah.


Nah, Oishi Thin Pillows ini ada dua pilihan. Yang 60 gr (yang dikirim Lifull Hadiah) dan 28 gr. Karena udah jelas Thin Pillows, bentuknya ya kurus eh tipis. Warnanya coklat persegi panjang dan biasa aja. Nggak menggoda gitu. Tapi, begitu dikunyah. Renyah dan coklatnya ikut lumer di mulut. Susah diungkapkan dengan kata-kata deh pokoknya. Yang pasti enak #menurutaku. Mending cobain sendiri aja.


Ngomong-ngomong, awalnya aku pikir coklatnya cair gitu, ternyata nggak. Coklatnya malah mengarah ke kering. Tapi nggak manis-manis amat, jadi aku suka. Dan walaupun dari komposisi bahannya ada gandumnya aku tetep suka. Iya lho aku biasanya nggak tahan sama biskuit dan makanan-makanan yang ada gandumnya. Aku berharap ada rasa yang lainnya sih, nggak cuma coklat. Strawberry atau Greentea. Kalau ini rasa coklat, kalau kamu mah rasa yang pernah ada *eh #salahfokus #maaf.

7/23/2017

Pertanyaan "KPK" - Bikin Enggak Nyaman

Eits jangan salah paham dulu ya. Di postingan kali ini aku bukan mau bahas soal matematika - KPK (Kelompok Persekutuan Terkecil). Dan bukan mau bahas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Di sini aku mau curhat (padahal tiap hari juga curhat) #ngelawakgilang.


Jadi nih, di lebaran tahun ini. Eh nggak cuma lebaran aja ding, di berbagai kesempatan, terutama pas bantu-bantu saudara yang syukuran, tahlilan dan hajatan juga pertanyaannya sama. Itu lagi, itu lagi, dan yang nanya pun ya itu juga. Pertanyaan yang sebenarnya mainstream banget, tapi pas ditambahi bumbu-bumbu dalam kalimatnya, rasanya jadi nona-nona eh nano-nano gitu, ramai rasanya.

Meskipun hampir tiap hari di rumah, aku emang jarang banget keluar rumah. Emang pada dasarnya sejak SMP juga gitu kok, jarang keluar rumah. Kalau ada yang ngajak main ya main, kalau nggak ya nulis. Curhat atau bikin cerpen dan novel yang kalau dibaca ulang sekarang rasanya kupengin kabur aja. Karena jarang keluar, otomatis jarang ketemu. Sekalinya ketemu ya gitu deh, diberondong pertanyaan. Coba kalau sambil disuguhi berondong sekalian, pasti enak deh. Aku bisa sambil ngunyah. Atau disuguhi remah-remah rengginang juga aku mau.

Pertanyaannya kurang lebih kayak gini nih :

"Kerja di mana?"

Tiap kali ditanya begitu aku cuma bisa berhaha-hehe ria. Soalnya kalau jawab kerja di rumah atau lagi nggak kerja pasti pada kaget. Terus dikomentarin begini begitu. Keliatan bawa amplop coklat lupa dikresekin aja langsung ada yang heboh banget. 

"Kemarin ngelamar ke mana? Udah ada kabarnya?"

"Itu kan ada sales keliling yang nawarin cek kesehatan blablabla. Terus katanya ada lowongan buat sekertaris dan setap di cileunyi. Cobain atuh."

"Kamari di toko acuk di rancaekek meriyogikeun seeur atuh sanes ngiringan."

Kadang aku berterima kasih banyak ada yang perhatian ya sama hidup aku. Tapi kadang, terlalu diperhatiin itu nggak enak. Rasanya pengin nyelem aja gitu nggak perlu balik lagi ke permukaan. Lha iya, emak sama abah aja nggak heboh kok. Kadang cuma turut prihatin anaknya gagal mulu *eaaa.

Gini ya, aku langsung baper tahu om, tante, teteh, aa kalau ditanya begitu. Mending doain aja ya yang terbaik buat aku. Da aku juga lagi kerja di rumah kok sambil nyari kerja di luar rumah. Walaupun kerjaan aku di rumah cuma leyeh-leyeh depan hape sama laptop ya, keliatannya sih  kenyataannya begitu. Tapi ya lumayan bisa buat jajan kuota sama jajanin emak pulsa sedikit.

Bisa tolong berhenti nggak nanya begitu? Karena aku juga udah berusaha banget lho buat nggak mengeluh sama keadaan ini. Siapa sih yang pengin tiap kali daftar, tiap kali tes gagal? Aku rasa nggak ada ya dalam hal apa pun pasti penginnya berhasil.

Dari banyaknya kegagalan itu aku belajar, sekeras apa pun usaha yang kulakukan nggak akan berhasil kalau belum waktunya, kalau belum di ijinin sama Allah. Kenapa aku mikir begitu? Biar aku mikirnya positif. Lelah tauk menyalahkan keadaan dan diri sendiri. Bikin stress, bikin males ngapa-ngapain, bikin kepikiran pengin mengakhiri hidup. Mending dijalani aja kan.

Dan plis juga berhenti nyindir-nyindir halus kayak begini :

"Si Anu mah lulusan SD tapi bade dijantenkeun menejer, teras bade dikuliahkeun ku bos na."

Hebat ya, dari SD langsung kuliah. Emezing. Iya, emangnya aku. Aku mah apa atuh, teu ngukur ka kujur cenah pas masuk kuliah ge. Nyusahin yes. Apalagi sekarang mereun malu-maluin nggak punya kerja di luar rumah, eh di perusahaan kayak orang-orang maksudnya.

Seolah nggak cukup pertanyaan itu disusul dengan :

"Pacarnya orang mana?"

Atau

"Pacarnya sekarang siapa?"

Rrrrrrr, emang harus banget ya punya pacar? Dan dijawab berkali-kali sampai kalau lebaynya mulut aku berbusa-busa karena ngunyah sabun mandi aku nggak punya pacar. Nggak ada yang percaya. Dedek udah lelah kali pacar-pacaran. Nggak paham faedahnya buat apa. Buat anterin pulang pergi ke sana-sini? Mamang ojek juga bisa kali ah.

Yang lebih mainstream lagi sih,

"Kapan nikah?"

Dan pertanyaan ini makin bergemaulani setelah adek sepupu menikah. Harus banget ya nikah sekarang? Salah gitu ya, belum nikah di usia 17 6 1? Nikah kan pilihan seseorang. Jangan dipaksa-paksa gitu lah. Bukan lagi balapan pan. Atau udah ngebet mau bayarin biaya nikah aku resepsinya biaya hidup? Atau mau nyariin jodohnya juga sekalian?

Walau iya sih kalau frustrasi sama pertanyaan "kerja di mana?" aku suka kepikiran buat nikah. Biar pertanyaan itu musnah. Tapi sama siapa? #diketokpanciemak.

Terus dijawab emak begini

"Jangan dulu nikah kalau belum siap. Nanti malah nyusahin diri sendiri."

Emak emang the best. Terbaik!

Urusan rejeki sama jodoh udah ada yang ngatur. Yang penting tetep berusaha dan berdoa. Jadi, doain aja ya, usahanya Gilang berhasil. Ya jodoh kerjaan ya jodoh buat pacaran halal. Gilang baik-baik aja kok ya, selama nggak banyak yang nanya K (kerja di mana) P (pacarnya orang mana?) K (kapan nikah). Karena jalan hidup seseorang itu berbeda-beda sekalipun hasil akhirnya sama.

Dan cobalah dipikir ulang sebelum menanyakan hal-hal sensitif sama orang lain. Apalagi secara berulang-ulang. Kalau kamu yang ada diposisi orang tersebut. Akankah kamu kuat dan bertahan?

7/19/2017

Cara Pakai Kuota Videomax

Jadi, sejak Mei aku resmi pake telkomsel lagi buat internetan. Lalu awal juni beli kartu simpati buat dipake di modem, soalnya yang as ini kartunya udah sepuh, mau ganti tanggung belum punya hape baru. Nah, di paket simpati yang aku pilih ada kuota videomaxnya yang bisa digunakan buat nonton film, drama, sinetron di hooq dan viu. Yang awalnya aku anggurin begitu saja padahal 12 gb.

Nah pas lebaran kan kakak sama kakak ipar plus dedek bayinya nginep berhari-hari di rumah mama. Kakak ipar minta diunduhin hooq atau viu buat nonton film. Sayang kuota videomaxnya nggak pernah kepake. Ya udah, berdasarkan komentar netizen di google play store, aku pilihin hooq aja.

Ternyata daftarnya gampang, tinggal masukin nomor hape dan kode verifikasi tanpa perlu setting apa-apa lagi. Kuotanya langsung bisa dipake buat nonton film. Tapi aku shock. Yang kakak ipar kan kuotanya 1 gb. Masa nonton Ada Cinta di SMA baru 15 menit udah habis 350mb dong. Langsung di close deh. Ditawarin lah sama kakak yang kuota videomaxnya 16 gb. 


Setelah berdebat, akhirnya nonton 3 Srikandi. Lancar jaya sampai akhir. Aku doang yang nonton sampai akhir. Keburu pada tidur. Karena yang punya hape pun udah tidur, aku pake nonton lagi. Surga yang Tak Dirindukan. Asli aku baru nonton dan sedih banget.

Pas aku cek, kuota videomaxnya cuma kepake 2,5 gb dan kuota flashnya 14 mb. Nggak tahu deh kesedot videomaxnya berapa soalnya wa, bbm, sama facebook hidup. Paginya aku lanjut nonton Cek Toko Sebelah. Nah ini kadang gangguan kayak lagi nonton tv sinyalnya hilang. 

cara pakai kuota videomax

Karena ini aku jadi ketagihan nonton kan. Aku install hooq deh di hape sendiri. Nonton Love You Love You Not. Eh, di aku sering banget sinyal tiba-tiba hilang terus indikator sinyal kayak hape baru dinyalain dan ngebaca kartunya. Aku pikir efek dual sim sama-sama telkomsel. Jadi di nonaktifin satu. Setelahnya lumayan lancar. Tapi pas lanjut nonton Koala Kumal, kouta flashnya abis. Walaupun kuota videomaxnya masih banyak. Jadi nggak lancar nontonnya, gangguan mulu. Ya aku maklumin hapenya udah tua. Akhirnya keburu males nonton.


Berhubung kuota malem masih ada, aku coba unduh viu juga. Penasaran, adakah film yang lebih bagus dari koleksinya hooq. Ternyata, filmnya malah jaman baheula semua. Nggak ada yang baru. Banyaknya drakor. Dan beberapa cuma bisa diakses kalau langganan viu. Ada sih penawaran gratis unlimited nonton seharian. Tapi mana cukup coba nonton satu drakor sehari doang. Ya udah langsung close terus uninstall. Tapi viu emang surganya drakor sih. Banyak banget suer.

Sisa kuota videomax akhirnya hangus karena aku ganti paket. Paket yang kuota videomaxnya cuma segiga doang. Dan kemarin habis dipake nonton Dear Nathan. Gara-gara liat postingan di IG telkomsel kalau nggak salah. Aku kan kepo maksimal sama Dear Nathan. Sebenernya kepo sama novelnya sih bukan filmnya. Tapi belum mendapatkan pinjaman novelnya euy #anaknyanggakmaubeli. Ya udah filmnya aja dulu.


Kupikir dalam 1 jam 34 menit bakal lancar jaya karena kuota utama masih lumayan banyak. Eh tahunya sama juga. Sering hilang mendadak sinyalnya. Jadilah dari jam 9 malem baru tamat jam 7 pagi (jam 1 aku bobo dulu sih sama jam 5) lanjut lagi jam 6. Masih gitu juga dan tahu-tahu udah ada peringatan kuota videomax tinggal 100mb. Karena tanggung aku nggak peduli.

Setelah kuota videomax habis, kuota utama terpakai buat nonton Dear Nathan sampai akhir sebanyak 500 mb. Pengin nangis sih, itu 500 mb bisa dipake buat dua hari. Tapi jadi tahu, di hape aku. Kalau nontonnya pake kuota biasa lancar-lancar aja lho #asemya. Tapi lumayan lah ya kuota videomax ini. Harus dimanfaatkan. Eh yang sekarang udah habis ding. Mesti nunggu awal bulan depan pas ganti paket buat nonton lagi. Yang as paketnya tanpa kuota videomax. 

Jadi pake kuota videomax itu 50:50. Ada enak dan nggak enaknya. Enaknya bisa nonton film (walaupun nggak semuanya ada) tanpa takut menguras kuota utama. Nggak enaknya, di hape aku mah sering gitu, tiba-tiba sinyal lenyap kayak hape habis di restart setiap 5 detik sampai 60 detik sekali. Giliran pake kuota flash utama lancar jaya.

7/17/2017

Karena Hidup Terus Bergerak Maju

Ya kan, hidup mah bergerak maju nggak mundur. Kalau mundur mah mungkin aku sama kamu bisa bersanding di pelaminan #justkidding. Nggak, maksudnya kalau bergerak mundur mah ya nggak bakal ada kemajuan atuh. Teknologi pun semakin ke sini semakin canggih. Ya iyalah, kalau dulu hape cuma bisa telpon dan sms, sekarang bisa dipake ini-itu, termasuk ngeblog. Iya ini aku nulisnya lewat hape, jadi kalau banyak typo maafin ya.


Nah, kalau teknologi udah canggih, nggak salah dong dipakai untuk hal yang bermanfaat, termasuk dalam hal moda transportasi umum. Yaelah Gilang mah mau bahas transportasi berbasis online aja muter-muter dulu #maafya.

Aku termasuk yang pro sama keberadaan transportasi online, terkhusus ojek sama taksinya. Iya, di beberapa kota besar di negeri ini, layanan transportasi online kan nggak cuma ojek sama taksi aja. Kayak vendor Go- kan ada buat pesen makanan, bersihin rumah, ngemakeupin orang, sampai buat pindahan aja ada. Lengkap.

Kenapa aku pro sama transportasi online? Hmm, bukannya nggak peduli sama mang angkot, ojek pangkalan ataupun taksi konvensional ya. Aku termasuk angkoters, suka naek ojek, kadang naik taksi (kalau kepepet dan kebetulan ada uangnya, tapi ka to the pok sih sama salah satu taksi di Bandung, atit hati dedek mah) kok. Suer deh! Siapa? Yang nanya *eh. Aku pro sama transportasi online, karena di satu sisi jadi lapangan kerja baru, di sisi lain memudahkan yang nggak punya kendaraan pribadi, nggak tahu arah jalan pulang rute tujuan (walau nyatanya ada juga driver yang nggak tahu rute), butuh cepet dan ongkosnya pas-pasan (ini mah aku aja mereun).

Dan selama memakai jasa transportasi online (ojek dan taksi (baru sekali pas promo dan ternyata jaraknya deket #akupangatahu) dari salah satu vendor, sebut saja Uber (eh keceplosan). Aku beberapa kali pake transportasi online di Bandung, sekali di Bogor. Kenapa dari sekian banyak (sempet googling, ada artikel top 10, aku mah tahunya Go-Jek, Grab bike sama Uber motor) aku pilih Uber? Selain karena warnanya biru #alasanmacamapaini , aku pilih Uber karena ukuran aplikasinya cukup kecil mulanya. Secara hape aku memorinya nggak banyak. Iya, awalnya sempet instal go go an.

Alhamdulillah ya, selama pake Uber, nyaman dan aman-aman aja (kecuali pas di Bogor, agak nyasar-nyasar). Drivernya ramah, sopan, rapi dan nggak bau. Helm buat penumpang ada dan menyiapkan jas hujan juga buat penumpang. Dan baru tahu pas musim belanja lebaran h min berapa gitu, ongkos bisa naik dalam hitungan detik kalau lagi banyak orderan. Dan jalanan macet juga. Nah kalau harganya naik, terus aku nggak buru-buru, ya lebih milih ojek pangkalan disambung angkot #harusiritnyarirupiahsusah.

Jadi, hidup memang bergerak maju, berkembang, nggak jalan di tempat. Mau nggak mau suka nggak suka ya harus tetap semangat untuk dijalani. Percayalah kalau rejeki nggak akan tertukar. Daripada bertikai, lebih baik intropeksi diri. Perbaiki yang kurang, yang membuat penumpang kurang bahkan nggak nyaman. 

7/14/2017

Mengatasi dan Mencegah Anyang-anyangan

Nggak, kamu nggak salah baca kok. Beneran anyang-anyangan, bukan typo dari ayang-ayangan. Soalnya aku mah belum punya ayang, jadi nggak ngerti apa itu ayang-ayangan. Eh, kamu udah  tahu belum anyang-anyangan itu apa?

Jujur aja, dari kecil aku tahunya anyang-anyangan itu mengajak teman untuk bermain bersama dalam bahasa sunda. "Engke uih sakola urang anyang-anyangan yuk!" Tapi anyang-anyangan yang mau kuceritakan di sini bukan yang itu. Anyang-anyangan yang ini udah sering aku alami dan istilah medisnya gejala awal Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Ayang eh anyang-anyangan adalah suatu kondisi di mana kita, eh aku aja deh, bolak-balik ke kamar mandi buat pipis alias BAK, tapi volumenya sedikit. Kalau bahasa sundanya mah jeungjeuriheun. Atau BAK seperti biasa tapi sering alias beser. Pokoknya nggak bisa nahan hasrat pengen pipis. Itu baru dua gejala aja lho, masih ada gejala-gejala lainnya seperti di bawah ini :


Anyang-anyangan ini nggak bisa dianggap sepele lho. Karena bisa terjadi berulang-ulang. Aku udah sering mengalaminya karena kebiasaan nahan pipis dan terlalu banyak mengonsumsi kopi. Selain itu anyang-anyangan diakibatkan oleh celana dalam yang kotor, salah membasuh saat BAK dan toilet yang kotor.

Anyang-anyangan pun bisa terjadi kepada siapa saja, baik pria maupun wanita, orang dewasa maupun anak-anak. Tapi, lebih banyak terjadi pada wanita dengan usia di atas 20 an. Nah lho. Nggak enak ya jadi wanita mah. Ini karena jarak antara saluran kemih (uretra) ke pembuangan air besar (BAB) lebih dekat, jadi rentan diserang bakteri E-coli. 

Biasanya nih, kalau terkena anyang-anyangan, aku minum air putih yang banyak. Tapi, sekarang, nggak cuma minum air putih aja, aku mencoba mengatasi anyang-anyangan dengan mengonsumsi Uricran. Lebih tepatnya Prive Uri-cran plus. Iya, jadi Prive Uri-cran ini ada dua macam. Yang Prive Uri-cran aja (kapsul) dan Prive Uri-cran Plus (sachet) yang diseduh pake air dingin. Rasanya enak. Malah pengen minum terus aku mah.


Prive Uri-cran ini terbuat dari ekstrak alami buah cranberry. Buah lho ya, bukan band yang nyanyi ode to my family. Cranberry ini tanaman semak yang biasanya tumbuh secara liar di bagian utara Amerika dan Kanada. Punya banyak kesamaan dengan blueberry, tapi cranberry warnanya merah tua dan kaya vitamin. Kaya vitamin c dan Proanthocyanidins, Cranberry juga mengandung flavonoid antosianidin, sianidin, peondin, dan quercetin yang dapat membantu membunuh kanker lho. 


Kalau dulu cranberry dikonsumsi sebagai vitamin dan antioksidan, di bulan April 2004, lembaga pengawasan obat dan makanan Prancis AFSSA, mengijinkan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kencing. Udah teruji klinis lho.

Jadi, Prive Uri-cran pas banget untuk mengatasi dan mencegah anyang-anyangan. Karena air putih aja nggak cukup. Apalagi 50 persen perempuan beresiko mengalami anyang-anyangan sepanjang hidupnya. Nggak mau lah aku sampai terkena ISK nantinya. Lagipula Prive Uri-cran ini belinya bisa di apotik terdekat. Udah gitu aman dikonsumsi setiap hari. Nah lebih baik mencegah kan daripada mengobati. Karena anyang-anyang itu nggak enak, apalagi saat beraktivitas diluar rumah dan jauh dari toilet. Kalau ayang-ayangan mah mungkin enak kalau sama yang halal *eh. Prive Uri-cran pun aman lho buat bu ibu hamil.


Sumber informasi dan gambar :
uricran.co.id
fanspage facebook @priveuricran

7/04/2017

Makarizo Anti-Hair Fall Defense


Nggak tahu deh, semenjak pernah beberapa kali meluruskan rambut (rebonding) dan salonnya pake krim rebonding Makarizo, sejak saat itu, aku suka sama aroma produk Makarizo. Seperti Makarizo Hair Recovery yang sering aku gunakan setiap sehabis keramas dan nyatok rambut di rumah dua minggu sekali waktu itu.

Nah, kalau sekarang rambut aku udah nggak di luruskan lagi, biarkanlah ikal (ehem keriting besar-besar, akan berubah lebih ikal saat aku stress) apa adanya. Lagi pula, dulu kepengin meluruskan rambut bukan pengin lurusnya, tapi pengin merasakan menggerai rambut tanpa mengembang. Yang ujungnya aku malah membuat masalah. Ceritanya ada di Cantik Versi Gilang kalau kamu mau baca.

Tapi, sekarang, aku punya masalah baru dengan rambutku yang panjangnya sudah melewati bahu ini (biasanya baru sebahu udah langsung di potong pendek supaya nggak gerah). Mau di potong kok rasanya ragu, soalnya kalau pakai daleman kerudung suka bergeser gitu kalau rambutnya pendek.

Resiko punya rambut sedikit panjang dan pakai kerudung, udah pasti rambutnya harus diikat dong. Nah, dari sering diikat dan tertutup kerudung itulah yang membuatku terkena masalah rambut rontok. Hwaa, kalau lihat gumpalan rambut di sisir jadi suka mikir yang aneh-aneh #efeksinetron.

Untuk itulah, aku beralih dari shampoo anti-dandruff ke shampoo dan conditioner anti-hair fall. Shampoo dan conditionernya yang kuceritakan di blogpost Mengurangi Rambut Rontok. Walaupun sama shampoo udah lumayan tuh rontoknya nggak terlalu banyak dan rambut terasa lembut, sampai kalau ada kutu sepertinya bakal minder, aku tetap menambah proses mengurangi rambut rontok dengan produk perawatan rambut yang lain.


Yup, aku pilih Makarizo Anti-Hair Fall Defense (Hair and Scalp Tonic). Lagi-lagi aku suka aromanya. Ada aroma ginsengnya gitu. Terus saat terkena kulit kepala, rasanya adem kemudian hangat-hangat kepala jamur (ya kali itu mah khodijah yelow) dari ginsengnya pun terasa. Cara menggunakannya pun mudah banget. Tinggal semprot ke area bermasalah dan pijat dengan lembut.


Makarizo Anti-Hair Fall Defense ini digunakan setelah keramas dan pake conditioner. Habis dikeringkan sama handuk, kan masih agak basah gitu biasanya, baru deh aku semprot hair tonic Makarizo ini. Sebelum dikeringkan malah lebih bagus sih, sesuai cara pakai di kemasannya. Rambut jadi wangi dan makin lembut. Gampang di sisir dan diatur. Wanginya bisa sampai keesokan harinya, tapi kalau lembutnya bisa sampai kurang lebih tiga hari (sampai aku keramas lagi).


Selain membantu mengurangi rambut rontok, Makarizo Hair Repair yang ini bisa mencegah ketombe. Terus menebalkan rambut kalau pemakaiannya berkala. Kyaa, rambut aku udah tebel makin tebel deh ya. Hitamnya juga terjaga nih, kan ekstrak lidah buaya.

7/01/2017

Suatu Hari di Akhir Bulan Juni

Nagreg nyingcet, 27 Juni 2017 ...

Mungkin kalian pernah atau sering merasakan yang namanya canggung dan nggak nyaman saat bertemu kembali dengan teman lama? Aku sih sering banget. Walaupun udah beberapa kali chit chat di sosmed, tetep aja pas ketemu mah rasanya agak gimana-gimana gitu. Takut salah ngomong lah, inilah itulah, blablablabla. Yang ujungnya jadi diem-dieman. Tapi, anehnya ini nggak berlaku saat aku bertemu mereka. Beberapa penghuni VIII B angkatan 2008 ESSAN. Oke, aku sebut satu-satu : Sofi, Sintia, Lita, Firgi dan Pinda (bukan dari kelas B tapi ya kenal).

suatu hari di akhir bulan juni

Sekitar jam delapan pagi Sofi kirim WA, isinya selalu diawali dengan pertanyaan "gilang, hari ini ada acara nggak?" Nggak ada, karena emang nggak niat ke mana-mana dan di rumah ada si gemesh dedek Faiq. Tapi aku nggak bisa deket-deket dan mesti pake masker karena idung meler sejak semalam. Oke, akhirnya aku setuju untuk ikut ngumpul karena ajakan sebelum-sebelumnya aku tolak, waktu dan isi dompet lagi nggak bersahabat. Aku nebeng sama Lita? OMG, sama Lita mah pas kelas VIII nggak ikrib eh akrab. 

Tapi ya gitu, walau baru ketemu lagi  langsung nebeng, rasanya nggak canggung-canggung amat. Lita, Aku, Firgi dan Pinda sampai di Jatos duluan. Sofi sama Tia ke JNE Rancaekek dulu. Nah, aku kan dimintain tolong sama kakak ipar buat memberikan kado ke temennya di KFC, dan udah bilang juga sama mereka. Lita kekeuh mau nganter sampai aku ketemu temennya kakak ipar, tapi aku juga kekeuh mau nyari sendiri aja, soalnya itu antrian di pintu masuk KFC penuh banget. Susah lewat cyiin. Akhirnya sepakat, Lita, Firgi dan Pinda langsung ke bioskop buat beli tiket.


Setelah menyelesaikan titipan, aku naik eskalator ke lantai tiga (mungkin). Aslinya aku bingung itu lantai berapa, nggak merhatiin. Dan udah lama banget nggak ke Jatos. Akhirnya ketemu itu tangga menuju gedung Cinema XXI. Kirim WA deh ke Lita, nanya posisi. Mereka lagi antri. Antriannya panjang banget. Iyalah, secara masih libur lebaran dan film-film baru udah tayang sejak tanggal 25 macem Sweet 20, Jailangkung, Insya Allah Sah, dkk. Eh, sebelum berangkat udah denger sih mau nonton sweet 20. Ya udah ngikut aja. Dan nggak kecewa kok udah nonton Sweet 20. Karena kuketawa sekaligus nangis #anaknyagampangnangis. Cerita soal Sweet 20 ada di Sweet 20 Vs Miss Granny yang kutulis kemarin.

Setelah selesai nonton, perut udah keroncongan, kita pun mencari tempat makan. Udah bolak-balik macem setrikaan, ujungnya nyantol di Richeese Factory yang antriannya sebelas duabelas sama KFC. Panjang, sampai keluar-luar.


Ngantrinya diwakili Firgi sama Pinda. Kita pesan paket combo fire wings level tiga. Eh, ini pertama kalinya aku makan di Richeese Factory, maaf kalau agak norak banget. Sumpah baru tahu kalau ada level-levelan macem keripik mak icih, dkk. Jadi, paket ini terdiri dari segelas minuman, satu nasi dan ayam siap makan yang imut-imut berlumur saus, rasa BBQ terus dikasih saus keju yang gurih-gurih gitu. Harganya 30K.


Kurang afdol kan sekarang mah, kalau nggak foto sebelum makan? #ahnggakjuga. Foto di bawah ini diambil sebelum makan. Muka laper tapi tetep senyum bahagia. Iyalah, makanan udah di depan mata, jadi harus bahagia.


Lain cerita saat makan lho ya. Wajah bahagianya musnah. Kalau di bioskop saat ending film Sweet 20, yang nangis cuma aku dan Lita, di sini semua nangis sambil keringatan. Gila, jangankan yang nggak suka pedes, aku aja yang lumayan suka pedes hampir menyerah sama fire wings ini. Bibir berasa jontor gitu lah, mata berkaca-kaca, dan muka lusuh keringetan. Untung aja perut nggak menyerah #bahayakalau mulesmendadak.


Tapi, anehnya pedes mulai nggak kerasa setelah ayam dan nasinya abis #apaakuajayangmerasabegini. Jadi pas minum udah biasa aja. Minumannya juga lumayan, tapi nggak membekas di hati dan pikiran #ahelahmulaidehdrama. Habis makan ngobrol-ngobrol dulu bentar. Ngobrol yang ringan-ringan.


Terima kasih banyak wahai kalian, terima kasih juga udah sabar menunggu aku yang ngantri lama di kasir Indo Kids. Sampai bertemu di kesempatan berikutnya.