9/29/2017

Pilihan Kegiatan Saat Turun Hujan

Musim hujan sudah datang. Jadi, kalau niat keluar rumah jangan lupa sedia payung sebelum hujan ya. Biar nggak kehujanan. Biar nggak gampang sakit. Apalagi kalau hujannya, hujan kenangan masa lalu sama mantan yang udah nikah duluan #salahfokus.


Tapi, kalau niat weekend besok kamu mau di rumah aja. Hujan juga nggak masalah kan, asal bukan ya itu tadi, hujan kenangan. Daripada didatangi hujan kenangan pas turun hujan, mending kamu melakukan hal ini aja di rumah.

1. Tidur lagi
Pernah denger lagu bangun tidur tidur lagi, bangun lagi tidur lagi, bangun, tidur lagi? Nah, pas hujan memang paling enak buat bersembunyi dibalik selimut terus tidur lagi deh. Daripada kamu terbayang-bayang kenangan mantan kan, mending tidur lagi aja. Siapa tahu mimpi ketemu jodoh.

2. Bikin kerajinan tangan kemudian dijual secara online
Ya, kalau kamu nggak pengin tidur lagi. Penginnya produktif. Kamu coba bikin kerajinan tangan yang bagus dan unik. Terus jual deh secara online dengan harga terjangkau. Kan suka banyak tuh yang nyari kado unik dan murah secara online. Jadi nambah penghasilan deh.

3. Streaming film sambil makan yang hangat-hangat.
Hujan itu bawaannya laper dan baper. Paling enak makan yang hangat dan berkuah macem mie instan, mie bakso, bakmi ayam, soto, ramen dan kawan-kawannya. Dan akan lengkap banget kalau sambil streaming film kesukaan ditambah selimutan.

4.Nulis sambil denger musik.
Ini sih kalau kamu suka nulis ya. Biasanya nih kalau hujan turun, keadaan di sekitar bakal lebih sunyi. Dengan begitu imajinasi dan ide-ide lebih mudah keluarnya. Apalagi kalau ditambah alunan lagu dari musisi kesayangan kamu. Nah, daripada imajinasi sama idenya mubajir, mending langsung ditulis kan. Siapa tahu besok udah jadi novel.

5. Baca buku ditemani camilan.
Weekend saatnya me time bukan. Kalau me time nya nggak pengin tidur terus, nggak pengin nonton, nggak pengin jalan keluar. Me time aja sama buku bacaan yang udah kamu timbun selama ini. Jangan lupa sediakan camilan makanan ringan yang kamu suka biar nggak laper. Kalau stoknya habis dan males keluar rumah. Pesen aja via online shop makanan ringan. Kan banyak pilihannya tuh, dari produk lokal sampai impor.

6. Olahraga dalam ruangan
Tadi kamu udah tidur, udah nonton film sambil makan mie dan baca buku sambil ngemil. Maka dari itu, harus dilengkapi sama olahraga juga dong. Biar sehat. Biar tadi lemaknya nggak ngumpul kemudian jarum timbangan geser ke kanan. Nggak mau dong jadi kesel sendiri nantinya. Makanya olahraga dalam ruangan aja. Aerobic, Zumba, Yoga dan lainnya.

7. Hujan-hujanan
Lho heh, kok malah hujan-hujanan? Nggak pa-pa lha kalau sesekali hujan-hujanan kayak di film India. Kalau pengin bermanfaat sambil cuci karpet atau kendaraan bermotor juga bisa. Asal hujannya nggak deras-deras amat dan nggak ada petir.

Setelahnya cepet-cepet deh mandi, ganti baju, dan menghangatkan tubuh dengan minuman favorit kamu. Susu, teh, teh hijau, coklat panas, kopi, teh susu, susu jahe, bajigur, bandrek. Yang sekarang udah nggak sulit lagi buat dibeli. Soalnya bisa jual beli minuman online dengan mudah. Pilih, bayar, tunggu dikirim ke rumah deh.


8. Doa, ngaji atau mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur'an
Ini khusus buat yang muslim ya. Kalau hujannya deras banget. Lebih baik berdoa diberikan keselamatan.

Nah, itulah hal-hal yang bisa dilakukan saat turun hujan versi blog Gilang Galing. Kalau kamu punya kegiatan seru lainnya, dishare aja di kolom komentar. Dan jangan lupa baca juga artikel lainnya ya. Misalnya ini nih Ketika Chocolatos Bisa di Minum

9/28/2017

Hasil Swafoto - Samsung Galaxy J7 Prime

Jadi aku sudah PDKT-an selama 2 bulan dengan Samsung J7 Prime 2016. Jadian? Oh, sedang menuju tahap itu. Itupun kalau aku nggak berubah pikiran. Kalau aku berubah pikiran dan kepepet, mungkin kamu atau dia yang jadian sama J7 Prime ini. Iya, kalau ada yang mau nawar sok chat aja via line : gemaulani *eeh.

Berdasarkan judul blogpost kali ini, jelas aku nggak akan bahas spesifikasi apa aja yang ada di J7 Prime ini. Fokusnya mau bahas hasil foto dari kamera depan J7 Prime yang 8 Mp. Bahas soal enak dan nggak enaknya swafoto pake Samsung Galaxy J7 Prime ini. Iya 50:50 lha ya swafoto pake kameranya. Karena untuk video mah sama kayak kamera belakangnya udah Full HD.

1. Apperturenya yang +1.9 bikin foto lebih cerah. Dibeberapa kondisi jatuhnya pucat sih. Nggak enaknya, nggak bisa diatur kayak kamera belakang. Jadinya kumerasa fotonya nggak maksimal. Apalagi ada fitur beauty yang meskipun nggak digeser angka filternya tetep aja kulitnya lebih mulus dibandingkan aslinya. Jerawat sih masih kelihatan. Tapi untuk warna sudah cukup akurat.

Yang malam di zoom sebanyak 1-3 kali masih okelah
2.  Ada tiga mode. Selfie, Selfie lebar (wide angle) dan sound & shot.
Dalam mode selfie aja. Ada pengaturan penghalusan kulit, nirusin pipi (tapi nggak rekomen sih, jatuhnya kalau posisi nggak pas jadi menyon). Sudahlah terima aja kalau mukanya jebag (ngomong sama diri sendiri). Sama satu lagi mata besar.

Outdoor siang hari cahaya cukup
Untuk selfie lebar (wide angle). Katanya sih 102 derajat. Tapi nggak tahu lha ya pokoknya mah jadi nggak perlu takut kalau mau foto sama beberapa orang tapi takut nggak kebawa atau pengin foto latarnya lebar ke kiri dan ke kanannya tapi lupa bawa tongsis. Nggak enaknya aku harus megang hapenya. Karena orang lain belum terbiasa. Aku yang PDKT-an dua bulan aja kadang suka gemeter pas gerakin ke kanan dan ke kiri, malah ikut gerak ke atas juga posisi layarnya, nyahaha. Dan butuh pelan-pelan gerakinnya supanya nggak blur.


Sound & shot nggak usah dijelasin ya.

3. Ada palm selfienya
Itu sengaja aku satuin cara palm selfie di foto sebelumnya biar nggak banyak unggah gambar. Padahal mah tetep banyak. Iyes, di beberapa tipe samsung sebelumnya pun udah banyak yang ada fitur palm selfienya. Aku pernah nyoba di hape temen tahu 2015. Dan keberadaan palm selfie ini bikin asyik. Nggak usah sentuh tombol di layar, cukup angkat telapak tangan menghadap kamera dan timer pun berjalan. Kalau timer udah jalan mah ganti gaya ya. Memudahkan nih buat ambil gambar dari kejauhan. Tanpa kudu lari-lari setelah setting pake timer.

Indoor sore hari penerangan cukup. Wide angle landscape

4. Nggak ada mode smile detection. 
Ya sih ada palm selfie, tapi kurang asyik nggak ada mode smile detection. Soalnya di hapeku yang merek M kemarin ada mode senyum. Pokoknya kalau senyum langsung cekrek sendiri.

5. Screen flash.

Swafoto dikondisi minim cahaya? Its ok bisa kok. Aktifkan screen flashnya. Screen flash nggak seekstream led flash. Tapi lebih kece kalau pake lampu selfie kayak J5 yang 2015 tuh. Yang di review teh annisast.com. Hasil foto pake screen flash masih oke lah tapi ya gitu. Namanya kurang cahaya hasilnya rada-rada.

6. Setelah upgrade ke OS. Android Nougat. Aplikasi kamera bawaan Samsung J7 Prime ikut berubah.


Buat yang suka swafoto pake filter macem di IG story atau snapchat, di sini ada. Terus jadi ada satu-dua filter ala kamera B612, 360 dan Candy Camera. Ditambah ada mode fokus selfie yang bikin fokus ke wajah tapi di sekitarnya jadi ngeblur. Dengan tersedianya fitur-fitur tambahan ini. Jadi nggak mesti instal banyak kamera beauty-beauty an.

Tapi, kalau filter dipake, palm selfienya otomatis mati. Itu aja sih.

Outdoor sore hari dan aku salah posisi jadi warna kulit begitu
Catatan : semua foto koleksi pribadi hasil kamera depan samsung galaxy j7 prime 2016 dan hasil screenshot.

9/27/2017

Film Indonesia Bikin Baper dan Deg-degan

Oke, jadi aku mau mereview secara singkat. Eh bukan mereview sih kayaknya, menceritakan aja deh. Ya, menceritakan secara singkat kalau aku habis nonton tiga film, lebih sebenarnya. Tapi, kalau dijadikan satu laman doang mah kepanjangan. Jadi tiga aja dulu. Dan semua ini gara-gara kuota Video Max. Nggak dipake sayang, dipake aku jadi begadang, syalalala. Soalnya kalau nonton siang-siang itu, suka was-was kuota utama yang kepotong. Iya, sungguh kutak mengerti kenapa kuota video max kadang berkurang, kadang nggak yang kemudian memakan kuota reguler. 

Kayak waktu aku nonton Pesantren Impian, sebagian nguras kuota utama, jadilah aku kehabisan kuota 24 jam sebelum paketnya berakhir. Eh ya, persamaan dari ketiga film ini, sama-sama cerita adaptasi. Eh salah yang satu remake ding Yang dua dari novel, yang satu dari remake dari film sebelumnya.

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir (Adaptasi dari novel berjudul sama. Dan aku belum baca. Based on true story, gitu katanya) 2015


Sebenarnya aku nggak terlalu tertarik nonton film ini. Apalagi judulnya jelas "Ayah." Jangankan dari film, di kehidupan nyata aja aku sering ngiri sama ayah orang lain. Ah sudahlah. Jadi, yang menjadi magnet untuk ngeklik tombol tonton di film ini adalah, Fedi Nuril. Nyahahaha. Sosok yang biasa jadi suami soleh, pinter, baik hati, rajin menabung di beberapa film *eh. Suamiable, ayahable pokoke *maksa banget julukan aku ini.

Jadi, isi di film ini awalnya sang anak (Mada - Naufal)  yang beranjak abegeh cerita soal emak bapaknya. Dari awal pertemuan ayah dan ibunya yang cintanya tak direstui orang tua Arjuna Dewantara (Fedi Nuril) yang keturunan Jawa dengan Keisha Mizuki (Kelly Tandiono) Jepang. Tapi mereka nekad tetap menikah. Oh ya, aku suka pas Mada bilang ini :

"Ibuku nulis, kalau musuhan itu bikin kacau. Kalau penjajahan yang nggak merdeka cuma yang dijajah. Kalau musuhan yang nggak merdeka dua-duanya."

Oh ya, Arjuna ini seorang apoteker dan Keisha seorang arkeolog. Ceritanya mereka ketemu di kampus pas Keisha lagi pertukaran mahasiswa di Jogja. Tapi mereka jadi tinggal di Jakarta aku nggak paham kenapa. Singkatnya, anak mereka (Mada) lahir, tapi Keisha kehilangan nyawanya. Jadilah Arjuna ini harus membesarkan Mada sendiri. Eh ya,  Arjuna punya sahabat yang seorang dokter. Dia marah pas dokter baru yang songong di rumah sakit tempatnya bekerja coba-coba berbagai susu formula pada anaknya. 

Skip ke belasan tahun kemudian, pas Mada udah SMA. Mada ini seneng banget balapan gocar. Terus dia akrab sama cewek (namanya Tasya-Amanda Rawles). By the way, aku lebih suka Amanda di sini daripada di Dear Nathan. Sini lebih manis. Tasya hobi menggambar tapi dilarang sama ayahnya. Mada sama Tasya sama-sama saling menyukai. 

Adegan sedih dan emosinya pas Mada di vonis kanker. Tapi lebih emosian film I'm Hope sih. Eh ya, belum kuceritakan ya di blog? Maaf sering lupa #okeskip.

Di sini Arjuna berusaha meracik obat untuk Mada biar Mada nggak harus operasi. Akhirnya? Endingnya sih udah ketebak. Cuma akhirnya nggak terduga soal Arjuna sama bu Guru. Dan bagiku, film ini kurang bikin greget. Ada beberapa adegan yang terasa nanggung dan kalau nggak ada pun nggak akan ngaruh gitu *eeh.

Galih dan Ratna (Remake dari Gita Cinta Dari SMA) 2017



Tahu Rano Karno dan Yessy Gusman? Aku sih tahunya Rano Karno aja karena dulu sering nonton si doel anak sekolahan. Terus film Gita Cinta Dari SMA, udah pernah nonton? Hihi, serius geleng-geleng kepala. Belum pernah nonton. Tapi suka lagu Galih dan Ratnanya. Hasil aku berseluncur di mesin telusur mbah gugel sih ada yang bikin ulasan perbedaan dan persamaan keduanya. Persamaannya cinta mereka terhalang status sosial dan Ratna suka pria sederhana seperti Galih.

Diperankan oleh Refal Hady (Galih) dan Sheryl Shenalfia (Ratna). Ratna yang dipaksa pindah sekolah oleh ayahnya dari Jakarta ke Bogor dan tinggal di rumah tantenya. Terus berpindah ke adegan Galih baru pulang belanja. Galih ini dari keluarga sederhana (dia sekolah pake beasiswa dan ibunya ingin dia bisa kuliah pake beasiswa juga), dia bantu ibunya belanja buat catering, jaga toko kaset peninggalan ayahnya (yang udah mau dijual sama ibunya) dan bantu adiknya belajar.

Hari pertama masuk sekolah, Ratna bingung melihat calon teman barunya yang pake wig abu-abu terus sibuk ngevlog (nanti dia mau berteman sama Ratna karena followers IG Ratna banyak). Dan, sebelum masuk ke area sekolah, aku suka nih bagian ini. Ada razia seragam, rambut sampai kaos kaki. Ratna ditegur karena kaos kakinya terlalu pendek. Oke, bagian ini mengingatkan pada masa aku SMP. Ngetren tuh pendek-pendekan kaos kaki.

Terus kenapa Ratna tertarik sama Galih? Karena Galih beda. Dia nggak neko-neko dan unik. Masih ngedengerin musik pake walkman. Walkman ngehits nih pas aku kelas 6 SD. Ratna duluan yang nyamperin Galih, ngajak kenalan. Terus Galih berbagi headsetnya. Terdengarlah lagu Sakura Fariz RM yang ternyata lagu yang dulu sering diputer mamanya Ratna. Hubungan mereka berlanjut setelah Ratna follow twitter Galih. Hayuk atuh bang kita follow-followan, sapa tahu jodoh #abaikankalimatterakhir.

Yang unik dari film ini, Galih nembak Ratna pake mixstape. Ratna jadi sibuk nyari radio buat muter kasetnya. Diputerlah di angkot yang membawanya ke nada musik (toko alm ayah Galih). Di sana ada adegan kissnya setelah Ratna nerima Galih. Kenapa harus ada adegan ini kenapa?

Setelah jadian, mereka mengalami banyak peristiwa dan Galih pun turut berubah. Jadi Galih dan Ratna tetep bersatu nggak? Mimpi mereka kesampain nggak? Tonton sendiri weh ya. Dan yang membuat film ini ada lucu-lucunya adalah tantenya Ratna.


Pesantren Impian (Adaptasi dari Novel Asma Nadia. Kubelum baca novelnya) 2016



Pesantren Impian ini adalah pesantren yang merehabilitasi perempuan-perempuan yang bermasalah dengan kacanduan obat, masalalu kelam dan hamil diluar nikah. Mereka yang terpilih telah di undang secara khusus. Dan di kesempatan saat itu, seorang polisi wanita (Prisia Nasution) menyamar menjadi santriwati demi menangkap pelaku pembunuhan di sebuah hotel. Perjalanan menuju ke Pesantren Impian cukup melelahkan. Harus nyebrang laut sampai ke sebuah pulau terus jalan kaki dan naik bis.

Film ini menegangkan dan membuatku tebak-tebak buah manggis. Greget dalam mencari pelaku pembunuhan berantai yang keji. Sampai bu ustadzah aja di bunuh coba. Aku udah suudzon sama Fachri Albar (Umar). Soalnya si korban meninggal setelah bertemu dia terakhir kali. Apalagi pas Gus Budiman meninggal. Kan kalimat dia nyuruh Gus Budiman buat tidur dan istirahat.

Terus bu polwan berhasil menyelesaikan misinya sekaligus mengungkap dalang pembunuhannya nggak? Tonton sendiri aja ya. Yang pasti ngeri-ngeri sedap. Bikin deg-degan, lebih dari nggak sengaja ketemu mantan lagi jalan sama gandengan barunya *eeh #salahfokus.

Dari ketiga film di atas, My Favorit is Pesantren Impian.

9/22/2017

Regal Marie Duo Coklat

 regal marie duo coklat

Aku suka makan biskuit marie, apalagi pas lagi sakit #siapayangnanya. Soalnya biskuit marie (biskuit susu) itu tekturnya renyah tapi lembut, manisnya pas, dan bisa dipadupadankan sama minuman kesukaanku. Macam teh, coklat, susu, teh susu, lemon tea, kopi, dan minuman rasa buah-buahan. Tapi, kalau biskuit sandwich regal marie duo ini, baru pertama kalinya.

Jadi, ternyata ada dua varian rasa. Yang aku bahas ini yang regal marie duo coklat atau lebih tepatnya milky chocolate, yang satu lagi ada rasa vanilla. Udah jelas dong ya, kalau yang milky chocolate ini di tengah-tengah biskuitnya itu krim coklat.

Jujur aja, aku membayangkan regal marie duo ini ukurannya bakal sama seperti regal marie biasa. Eh ya, aku mendapatkan ini dari hampers yang dikirim lifull produk. Makanya menebak-nebak soal ukuran. Eh ternyata ukurannya mini.

regal marie duo milky chocolate

Tuh, mini kan ukurannya. Tapi, rasanya enak sih. Rasa biskuit marie yang biasa aku makan tapi, plusnya ada krim coklat di tengahnya. Krim coklat itulah yang bikin biskuit sandwich ini makin enak. Jadi ada pahit-pahit khas coklat gitu. Perpaduan antara manisnya susu sama pahit coklatnya nyampur, dan pas. Nggak bikin eneg ataupun menimbulkan rasa aneh di lidah dan tenggorokan.

Dari segi kemasannya simpel gitu. Perpaduan merah sama cokelat, ditambah gambar biskuit dilumuri krim coklat, dan tulisannya berwarna putih, terus ada logo regal warna biru. Manis dipandang lha ya. Beratnya 125 gr. Komposisi bahannya ada di bagian belakang. Aku lupa jumlah biskuitnya berapa, lupa menghitung maksudnya. Suka kalap sih kalau lihat makanan apalagi biskuit, maunya langsung ngunyah.

Eh ya, regal marie duo ini produknya mudah didapatkan. Di minimarket I aja ada kok, di pasar juga ada. Dan harganya terjangkau. Ya udah ya, aku mau lanjut nyamil regal marie duo.

9/20/2017

50 : 50 Bertubuh Gemuk

Melanjutkan caption di instagram tadi sore ... aku jadi kepengin bahas lebih lanjut soal suka dukanya bertubuh gemuk. Gemuk ya, bukan gendut. Antara gemuk sama gendut itu beda lho. Coba kamu cek KBBI dulu. Yang berbeda itu janganlah kamu paksa untuk diamparanan eh disamakan.

Dan janganlah kamu menyamaratakan jika yang bertambah gemuk artinya seseorang itu hidupnya makmur dan bahagia. Nggak bisa gitu. Itu nggak adil! Ada lho yang bertambah gemuk karena stress, dan aku salah satunya. Aku kalau stress udah nggak peduli sama apa yang di makan, makan sebelum tidur, karbohidrat feat karbohidrat pun di makan, males gerak apalagi olahraga. Otomatis timbunan lemak bertambah.

Dan ekspresi aku kalau ada yang komentar pas aku upload foto:

"Kamu kok gendutan sih?"

"Kamu kok tambah gendut?"

"Gendut!"

"Kok kamu jadi gendut?"


Dan pertanyaan terakhir itu paling bikin kzl eh kesel. Terus bikin aku meracau, "hellaw, bukannya dari dulu aku terkenal gendut meskipun dulu aku belum gemuk, maksudnya berat aku masih ideal sama tinggi badan." Iya, dari jaman kelas 4 sampai kelas 11, aku emang udah dibilang gendut, gendut, gendut. Padahal ya, aku merasanya normal-normal aja karena berat ideal sama tinggi badan. Ukuran S masih muat kok. Jadi kalau aku gemuk beneran kenapa harus ribut coba?

Jujur aja, dibully secara fisik itu nggak enak pake banget. Bikin aku rendah diri dan nggak percaya diri. Tapi aku nggak pernah berani melawan. Karena dulu anaknya pemalu dan pendiam. Sekarang masih sama kok. Cuma ditambah malu-maluin nyahaha. Sekarang pun nggak melawan, paling ya cukup senyum aja dan ya udah ngedumel dalam hati dan males datang lagi aja pas diajak ketemuan dan reunian. Bisa kali nanyanya diganti sama : makin sehat ya sekarang. Kan lebih enak didengar. Walaupun intinya sama tapi nggak terkesan membully.

Ahelah, kenapa malah jadi curhat panjang lebar dan meluber ke mana - mana coba.

Jadi, enak dan nggak enaknya punya tubuh gemuk versi aku adalah :

1.Jarang banget ada yang pinjam baju. Sebaliknya juga, susah pinjam baju.

2.Nggak dipaksa duduk nyempil jadi orang kelima di kursi elf yang harusnya berempat. Sebaliknya, nggak bisa nyempil ikut duduk di kursi kereta.

3.Serba salah. Makan banyak diprotes nggak kira-kira katanya (padahal jarang makan banyak). Makan sedikit, dibilang diet (padahal lagi nggak diet).

4.Serba salah bagian kedua. Minum minuman bersoda, cokelat-cokelatan di protes. Giliran pesan jus wortel dikomentari nggak usah so-so an diet.

5.Dikira kuat, selalu dibebankan bawa barang-barang berat. Ya, kuat sih kalau bawa aqua gelas sedus atau angkat tipi 14 inch yang tabung mah. Kalau suruh angkat galon aku nggak kuat. Tapi beban kehidupan lebih berat lagi sih, tapi dikuat-kuatin #naoncoba.

6.Sering nggak lulus persyaratan lowongan pekerjaan.

7.Dikira bahagia, sejahtera, hidupnya makmur.

8.Diledekin alias dibully.

Dan, percayalah, aku penginnya tumbuh ya selalu ke atas biar tinggi kayak tiang listrik. Nggak pengin tumbuhnya malah ke samping mulu. Aku juga pengin kayak perempuan-perempuan lain yang mau makan sebanyak apa pun beratnya nggak bertambah. Lha aku mah, makan dikit aja bisa nambah sekilo nyahaha. Tapi disyukuri aja ya. Segala pemberian dari Tuhan. Kalau semua manusia bentukan fisiknya sama, lha jadinya nggak beragam kan. Nggak akan ada deh yang namanya saling menghargai perbedaan.

Dan kalaupun mulai olahraga lagi, niat utama, fokus utama aku bukan buat kurus. Tapi, untuk hidup yang lebih baik, lebih sehat, lebih hepi. Kalau kiloan bisa berkurang banyak, ya bonus nyahaha.

9/18/2017

Ketika Chocolatos Bisa Diminum

Udah mau menceritakan si chocolatos yang bisa di minum ini sudah sejak pertama kali menemukannya, akhir tahun 2015. Tapi ya gitu, suka mengikuti penyakit males. Dan sekarang lagi kepengin nulis soal Chocolatos ini, dan udah 2017 ya.

Jujur aja, aku belum pernah mencoba minum cokelat serbuk yang tinggal diseduh kemudian diminum, sebelumnya. Biasa aku minum cokelatnya dari cokelat batangan yang dicairkan *nah lho. Jadi pas nemu chocolatos ini ya bahagia.

Awal kumelihat penampakan chocolatos yang bisa di minum ini karena rajin mantengin RTV buat nonton drama Korea di pagi hari. Habis jam tayang drama Korea itu suka ada tayangan seputar seleb gitu lha pokoknya. Nah, suka ada bagian presenternya ngiklanin si chocolatos ini.


Berbekal iklan itulah aku berburu si chocolatos. Sempat kzl karena di minimarket berinisial I dan A belum ada. Eh nemunya di mana coba, di warung samping rumah *nyahaha. Eh tapi pas pertengahan 2016 mah udah banyak ini di mini market I, ada yang kemasannya isi 5. Sekarang juga iklan nyatanya udah seliweran di beberapa televisi. Tapi nggak sesering iklan lain sih.

Dari segi kemasannya udah memerlihatkan kalau dia emang minuman cokelat dengan jenis serbuk. Perpaduan hitam dan cokelat. Kalau ditilik eh dilihat lebih dekat kemasannya menarik sih. Coba nanti kamu tilik tilik kalau beli ya. Beratnya 28 gr.


Begitu dibuka bakal menguar aroma cokelat bubuk yang awalnya mirip sama jajanan cokelat campur gula waktu SD. Tapi semakin lama dibaui semakin terasa beda sih, aroma cokelat khasnya chocolatos. Pas diseduh lebih meyakinkan lagi kalau ini beneran aroma chocolatos. Nggak kecium ya? Lha iya ini cuma gambar.

Seduhlah sesuai anjuran #yakaliminumobatinimah maksudnya sesuai saran/cara penyajian di bagian belakang kemasan. Soalnya kalau airnya kelebihan rasa manisnya berkurang. Kerasanya pait banget  kayak kehidupan #ahelahcurhat. Dan terlalu encer juga tentunya. Kalau dikurangin dari saran penyajian, ya gak pa-pa sih. Asal kamu nggak nyerasa eneg kayak baca komentar seseorang yang jahad sama kamu #apainiapa. Pokoknya balik lagi ke selera kamu. Karena kita nggak bisa memaksakan selera setiap orang harus sama.


Dari segi aroma, menurut aku mah udah cukup bikin rileks. Secara tekstur (diseduh sesuai saran penyajian) sama rasa juga udah cocok dilidah aku mah. Rasa cokelat lembut yang manisnya nggak menghilangkan pahit khas cokelat itu sendiri. Apalagi kalau dipadukan sama chocolatos wafer roll yang dark. Ah, susah diungkapkan dengan kata-kata. Sama wafer roll grande juga enak sih, tapi aku lebih suka sama yang wafer roll dark. Titik, nggak boleh digugat.

9/17/2017

Warkop DKI Reborn 2 : Jangkrik Boss

Jadi, tepat seminggu yang lalu aku nonton Warkop DKI Reborn 2 di Braga bareng teman dekat perempuan waktu kuli-ah. Nontonnya gratis, karena dapet hadiah ngekuis #PlaylistWarkopDKIReborn #LMusikJangkrikBoss dari Langit Musik x Falcon Music. Hadiahnya 2 tiket nonton yang jadwalnya milih sendiri, pun bioskopnya. Sayangnya, karena hari minggu aku nggak bisa minta bioskopnya di Empire XXI jadilah milih di Braga XXI aja.

warkop dki reborn 2
Walaupun akunya gemuk dan pake baju ukuran 2 kali lipat yang seharusnya. Aku pengin aja majang foto ini di blog

Jadwal nonton jam 14.25 tapi jam 14.05 aku baru sampai di St. Hall. Baru turun dari elf. Udah pernah belum naek elf? Sini lihat dulu coba di blogpost 50 : 50 Naik Elf. Terus pesen Uber. Naek angkot terus jalan kaki eneng udah nggak sanggup, nggak bakal keburu oge.

Sampai di Braga City Walk jam 14.30 udah telat yes. Terus karena baru pertama kali ke Braga City Walk lagi dan masuknya lewat depan, dulu, pernah sekali lewat samping, deket hotel dan nggak jadi nonton nyahaha. Aku nanya pak satpam di mana liftnya. Aku bilang mau ke lantai 2. Pak satpam bilang naik eskalator aja. Oke naik eskalator sampailah di lantai 2 dan ketemu studio XXI nya.

Karena tiket nontonnya sudah dibelikan via M-Tix sama pihak falcon music lewat klik film, kutanya lagi deh sama pak satpam yang jaga di pintu masuk. Ternyata di Braga XXI udah ada mesin khususnya. Jadi nggak perlu ngantri di tempat pembelian cash. Pak satpam yang ngetik kode pembelian sama no hapenya di layar komputer dan tercetaklah dua tiket nonton Warkop DKI Reborn 2 : Jangkrik Boss.

Baca Juga : Fim Jingga (2016)

Pergilah aku menuju ke studio 2 yang sebelahan sama studio 3. Karena temenku juga sama telatnya, malahan belum dateng, aku titip tiketnya ke mba yang jaga. Terus aku mengikuti mbanya sampai tiba di tempat dudukku. Oh ya, di studio 2 ini, pas masuk, harus melewati kursi penonton di baris kedua. Rada aneh buat aku mah, biasanya kan kalau masuk disuguhinya pemandangan kursi yang paling bawah.

cetak tiket m-tix

Itu udah jam, kurang lebih 14.40 dan untung belum mulai filmnya. Terus diawali sama flashback film part 1 sedikit. Dimulai aslinya dari scene nyari baju merah di antara yang baju merah pas udah sampai Malaysia buat nyari harta karun. Diawal part 2 ini, lucunya yang pas Kasino masuk toko di mana merek-merek baju, sepatu sampai tas terkenal diplesetin. Di trailernya ada kalau nggak salah itu merek bajunya.

Yang aku nggak suka pas mereka ke laboratorium terus dijadikan bahan percobaan. Its ok soal perubahan Indro sama Dono. Tapi yang Kasino, kok rasanya bikin aku sebagai cewek jadi kurang nyaman. Walaupun itu nggak asli, cuma pake efek tapi tetep aja.

Baca Juga : Maleficent : Mistress of Evil 2019

Ada penjelasan eh kalimat ding yang agak ganggu ya. Jadinya mengurangi kelucuannya. Atau aku aja kali ya yang merasa begitu #bisajadi. Kayak rating biasanya tinggi kalau scenenya pantai (kurleb begitu), terus ini udah part 2 lho, dan masih ada lagi yang lainnya.

Tapi bagian-bagian lain yang lucunya terasa natural pun banyak. Bikin ketawa, bikin aku hepi dan lupa kalau sebelum dateng ke sini sempat kzl. Nggak menduga juga sih akhirnya bakal begitu. Si itu ternyata begitu. Harta karunnya ternyata ... Dan ada flashback singkat ke beberapa adegan di part 1. 

Dan, kesalahan pas pengambilan adegan jadi bonus yang menyenangkan, mengundang tawa. Sampai jumpa di review film selanjutnya!

friendship
Selesai nonton dan kelaparan. Ini pake wide angle di Samsung Galaxy J7 Prime

9/15/2017

Warna-Warni di Kota Dino - Eugenia Rakhma

warna-warni di kota dino

Judul : Warna - Warni di Kota Dino
Pengarang : Eugenia Rakhma
Ilustrasi : Nita Darsono
Penyunting : Alf. Yogi S.
Redesain : Siechara Stephen
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2017
ISBN : 978-602-394-878-9

***
Blurb/ Sinopsis di belakang cover :

Kota Dino semarak dengan warna-warninya. Penghuninya pun ramah sekali. Hari itu Dimi membantu Dilo membereskan barang dan menata rumah. Dilo si Diplodocus baru datang ke kota Dino. Dilo harus pindah karena kota Purba, tempat tinggalnya dulu terkena banjir. Di saat baru mengenal kota ini, Dilo banyak menemukan warna-warni yang unik.

***

Dalam buku seri cerita dan aktivitas Warna - Warni di Kota Dino ini, sesuai dengan judul bukunya, si kecil akan diajak untuk mengenal banyak warna, aktif menunjukan warna-warna tersebut dalam berbagai bentuk benda dan mewarnai.

Ceritanya ringan dan mengajak si kecil untuk berbuat kebaikan. Dari mulai berkenalan dan berinteraksi dengan sesama sampai membantu sesama.

Tidak hanya soal warna, si kecil pun diperkenalkan dengan jenis-jenis dinosaurus. Beberapa profesi dalam kehidupan nyata pun turut diperkenalkan di sini.

Selain itu, buku ini pun bisa melatih si kecil untuk menambah keterampilannya dalam memecahkan masalah. Melatih keterampilan motorik halus dan mengembangkan kemampuan kognitifnya.

***
Kalau menurut aku, buku ini tuh 3 in 1 (untuk anak usia 1-6 tahun (PAUD)).
Nggak sekadar buku cerita bergambar yang menghibur dan memancing anak untuk menuntaskan keinginan tahuannya hingga akhir. Tapi ada pengetahuan, ajakan untuk berempati pada sesama dan tentu saja ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan anak di dalamnya.

Ada pengetahuan tentang jenis-jenis dinosaurus (berikut profesinya dalam buku cerita ini), yang aku sendiri sampai terbengong-bengong. Ini asli dinosaurus banyak banget jenisnya. Aku kan tahunya tyrex doang.

Tenang aja ya bu ibuk, dinosaurus di sini lucu-lucu nggak seperti aslinya. Aslinya dinosaurus kan serem ya. Ditambah warnanya di sini warna-warni tapi nggak akan membuat mata lelah. Apa bahasanya ya, warnanya cerah tapi nggak menyolok mata.

Dan, dalam buku ini, seperti yang aku paparkan di atas, bisa melatih keterampilan motorik halus anak dengan cara merobek dan menempel kemudian mengembangkan kemampuan kognitifnya (berpikir urut). Tapi bukan bukunya lho ya yang dirobek.

eugenia rakhma warna-warni di kota dino
Salah satu aktivitas di dalamnya : mewarnai
Aku juga yakin dedek-dedek gemas usia 1-6 tahun akan semakin bahagia dengan buku cerita ini karena di dalamnya bakal diajak mewarnai, melingkari, dan membuat garis. Coba jaman aku kecil dulu dikasih buku kayak begini sama ibuk, pasti bahagia sekali.

Secara keseluruhan bagian-bagian dari buku ini menyenangkan dan aman untuk anak. Hanya saja, sedikit bahkan kecil sekali kekurangannya. Terasa ketika cerita dibaca dengan bersuara. Ada beberapa kalimat yang terlalu panjang, kurang tanda bacanya. Dan beberapa tanda baca yang kurang tepat. Tapi nggak terlalu menganggu kok.

Jadi, untuk bu ibuk yang mencari buku bacaan dengan banyak manfaat di dalamnya buku seri cerita dan aktivitas : Warna-Warni di Kota Dino ini cocok untuk dipilih. Eh ya, ada seri Piknik dan Hutan Huruf juga lho. 

*mohon maaf kalau banyak kekurangan dalam review ini. Soalnya, baru pertama kali mereview buku cerita anak :)

9/11/2017

50 : 50 Naik Elf

Hai, Gilang balik lagi dalam edisi curhat fifty : fifty nggak pake phone a friend apalagi ask the audience. Eyakali kuis ya itu mah. Nyahaha. Kali ini mau curhat enak dan nggak enaknya pake moda transportasi umum darat yang biasa disebut elf kalau di daerah aku mah. Iya, nggak tahu kalau di daerah yang lain.

Elf ini, lebih besar dan tinggi dari angkot tapi lebih kecil dari bus mini. Mirip travel bentuknya, tapi ya lebih sempit dari travel. Lha, membingungkan ya? Okelah aku habis nanya mbah gugel. Nemu deh nih gambar elf jurusan St. Hall - Ciamis yang sumbernya dari twitter : @deni_asari


Elf favorit aku nih kalau mau pergi atau pulang ke dan dari stasiun Bandung (St. Hall) menuju Nagreg tapi nggak keburu ngejar jadwal kereta lokal. Ciri khasnya itu ada tulisan BP yang ditebal dan miringkan berwarna merah.

Jadi, aku kenal moda transportasi darat yang satu ini sejak memutuskan untuk mengikuti jejak sekolahnya kakak. Berarti sekitar 9 tahun yang lalu. Ya, saat memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Garut dan nggak pake ngekost. Sejak saat itulah harus terbiasa naik elf dan bus.

Di awal banget naik bus, pas lagi masa orientasi mah sempet mabok (mabuk perjalanan). Terus pas turun bingung kaki yang mana duluan dan harus menghadap ke mana. Lama-lama ya terbiasa juga, da mau kumaha deui atuh. Bisa karena biasa tea geningan plus bisa karena maksakeun. Tapi yang pasti enaknya naik elf dan bus pake seragam mah ongkosnya murah. Dulu berapa ya, asa Rp. 2.000,- Lha coba duarebu sekarang, cukup naik angkot jarak deket doang sama naik ojek online dari stasiun Bandung ke Braga pas lagi promo.

Elf yang aku tahu (sering lihat di jalan dan pernah naik) ada yang pake nama samaan (nama brand elf) terus warnanya seragam. Ada juga yang misah sendirian. Kalau yang pake nama samaan tuh kalau jurusan Cicaheum - Pamengpeuk (Enk Ink Enk, warnanya biru tua), LW Panjang - Cikajang ((Rapih, warnanya rata-rata hitam. Ada yang biru, hijau sama unyu eh ungu juga tapi langka), (GMT), (Mekar Tani), (ANP), (Giri Jaya). Ada juga Powerfull. Nah, di antara elf yang namanya sering banget terlihat karena banyak ini, ada salah satu yang aku cirian (tandai) karena kapok.

Jadi, 50 : 50 naik elf versi aku adalah di bawah ini :

1. Cepat,
Memang nggak semuanya sih, tapi yang aku tulis di atas rata-rata emang cepat. Nggak banyak ngetem (nunggu penumpang). Malah seringnya kelebihan penumpang. Ada sih satu yang nggak begitu di atas situ. Tapi aku nggak mau nyebut ah, bisi pencemaran nama baik ke teh. Tapi konsekuensinya dari cepat, tahu dong apa. Deg-degan. Kayak naik roalercoaster tahu. Apalagi kalau mereka ketemu nama yang samaan. Udahlah sopirnya suka langsung ngebut. Tapi ngebantu sih kalau lagi rusuh walaupun deg-degan.

Selain sebagian besar cepat karena ngebut, ada juga yang suka motong jalan kalau macet. Sekali lagi ini membantu kalau aku kebetulan lagi buru-buru.

2. Ongkosnya nggak menentu,
Ini sama aja sih ya kayak angkot. Tergantung supir, atau kalau ada kenek (kondektur) nya. Yang aku sebutin di atas ongkosnya hampir seragam, ada satu sih yang menyebalkan. Baiknya sebelum naik tanya-tanya dulu ke orang yang sering naik elf, supaya bayarnya uang pas aja (bilang juga naik dari mana dan mau berhentinya di mana). Kalau dikasih uang pas tapi masih minta lagi. Kasih aja kalau mintanya wajar kalau nggak sih nggak usah. Aku mah sok bilang biasa nage sakitu, artosna pas-pasan teu aya deui (Biasanya juga segitu, uangnya pas-pasan, nggak ada lagi). Dan pake bahasa Daerah ya. Habis dibegitukan ada dua tipe supir dan kenek sih (ya, kadang ada elf yang nggak ada keneknya). Tipe ngedumel atau ya udah diem.

Aku terhura eh terharu sih pas akhir tahun 2013 gitu baru pertama kali naik ANP, berhenti di Moh. Toha. Aku kasih 20ribu dikembalian 13ribu. Padahal keneknya masih muda. Ya, kadang kalau naik yang nggak namanya samaan mah, dikasih 10ribu aja masih minta lagi.

Dan ongkos elf ini bisa naik tiba-tiba saat weekend dan musim liburan.

Aku pernah ngemaki-maki itu kenek elf xxxxxxxxx dalem hati tapi. Waktu pulang sekitar jam 9 dari Moh Toha. Udah ngetem. Ke Nagreg ongkosnya 35ribu. Kan jahad. Lagipula Nagregnya juga yang berbatasan sama Warung Lahang. Akhirnya kapok dan nyarinya elf jurusan Tasik aja kalau dari Moh. Toha malem-malem. Paling disamain sama ongkos ke limbangan 15ribu.

3. Harus tahu tanda memberhentikan dan jeli,
Jadi, nih selama bertahun-tahun sering naik elf, aku jadi bisa membedakan gimana caranya supaya nggak salah naik jurusan. Minimal tahu dulu deh cara mau ke Tasik atau ke Garut. Ke Caheum atau ke Leuwi Panjang.

Kalau ke Garut itu acungkan jari telunjuk ke depan sambil terus digerakin cepat sampai elfnya berhenti. Kalau ke arah Tasik atau Ciamis gerakin jari telunjuknya ke belakang. Tapi masih tetep harus jeli lho ya kalau mau ke Tasik atau Ciamis mah. Iyalah. Kalau mau ke Tasik sih bisa aja naik Ciamis. Kalau mau ke Ciamis tapi naik Tasik jadinya dua kali keleus. Pastikan aja sebelum naik, itupun kalau keneknya nggak bohong. Banyak lho soalnya yang bilang ke Cikajang atau Pamengpeuk tapi cuma sampe Garut terus dioper. Dioper doang sih mending. Ditagih ongkos laginya yang nggak enak.

Kalau ke Cicaheum sama Leuwi Panjang juga begitu. Ke Cicaheum sama kayak ke Garut dan ke Leuwi Panjang sama kayak ke Tasik atau Ciamis. Tapi lagi-lagi harus jeli juga nih. Soalnya tanda antara ke Leuwi Panjang sama Stasiun Bandung juga sama. 

4. Suka menjejalkan penumpang,
Hampir sama sih kayak angkot. Kapasitas sekian eh penumpangnya sekian. Nggak sih ya, angkot sekarang jarang yang penuh kayak jaman dulu. Elf juga jarang penuh kalau nggak di jam-jam berangkat kerja, atau musim liburan. Tapi pas penuh, udahlah itu kursi yang mestinya 4 harus jadi 5. Di depan pun normalnya bertiga sama supir, kadang bisa berlima. Belum lagi yang berdiri sesak di pintu.

5. Asap rokok bertebaran,
Sama juga kayak angkot, di elf juga gitu. Angkot masih mending kalaupun penuh nggak sesak-sesak amat. Lha elf. Entah itu penumpang, sopir atau keneknya. Ada aja yang ngerokok pas duduk berdesakan gitu. Rasanya pengin punya jurus menghilang seketika. Jangankan asap rokok, bau badan orang aja udah bikin puyeng lho. Terus ke baju juga jadi bau. Tapi nggak semua elf sih.

6. Nggak terjadwal jadi ada setiap waktu,
Nggak tahu jadwal tepatnya mulai jam berapa dan selesai jam berapa, tapi aku pernah berangkat setengah 5 pagi mau ke Bandung, dan setengah 5 pagi mau ke Garut udah ada. Terus pulang dari Moh. Toha jam 9 - 10 malem masih ada (tapi jarang sih). Tapi kalau di jam 12 siang ke atas frekuensinya mulai berkurang. Beda sekitar 15 menitan gitu antara elf satu dan lainnya. Nggak sebanyak jam kerja dan pulang kerja.

Jadi, lebih banyak enak apa nggak enaknya nih? Tetep 50 : 50 kok. Berlaku juga sih buat moda transportasi yang lain. Nanti kubahas satu-satu ah. Kamu yang nggak sengaja terdampar di sini jangan bosen ya.

Tapi yang pasti, elf dengan nama apa pun, tetep baik ongkosnya kalau sama pegawai pabrik dan anak sekolah. Sama tukang dagang asongan juga (nggak dimintain ongkos ataupun barang dagangannya).

9/07/2017

Oilum Collagen Body Wash Review

Hayo, siapa yang kalau mandi niatnya lama padahal mandinya sebentar? Aku nanya ke diri sendiri lho ini. Iya, aku kalau mau mandi niatnya lama banget, giliran mandinya cuma sepuluh menit doang. Apalagi kalau nggak berniat pergi ke mana-mana. Males banget rasanya mau mandi.

Nah, nah, untuk menghilangkan rasa malas mandi itu, aku punya salah satu caranya. Caranya adalah menemukan sabun mandi yang wanginya bikin betah dan ngangenin. Kalau merasa kangen pastinya pengin ketemu terus dong. Nah, pas kan. Kalau kangen sama wangi sabunnya, jadi pengin rajin mandi.

oilum collagen body wash

Dan kemarin aku kenalan dong sama Oilum collagen body wash. Kenalannya gratis, karena dapet dari Lifull Produk. Pengin juga dapet yang gratisan? Coba deh baca blogpost aku yang cara mendapatkan hadiah dari lifull produk.

Oilum collagen body wash yang kudapat ini adalah kemasan refill 175 ml. Jadi biar nggak tumpah, kumasukan ke dalam jar bekas selai. Atuh da kalau di gantung begitu saja mah aku merasa kasian. Iya, serius di gantung itu emang nggak enak. Eh salah ya, ini bukan lagi bahas gantung yang itu #salahfokus. Padahal mah nggak nemu botol bekas sabun cair. Kayaknya udah dikiloin ke abah. Jadi ya udah manfaatkan saja yang ada. Asal nyimpennya jangan di dapur aja, bisi diolesin ke roti.


Secara kemasan, kemasan refill ini desainnya sederhana tapi warnanya bikin betah untuk dipandang. Yay, perpaduan warna putih, hijau tosca dan biru pada tulisannya. Sementara warna body wash (sabun mandi) di dalamnya putih, sama kayak bebepa merek sabun mandi cair yang sebelumnya pernah kupake #kirakirasihbegitu. Aromanya enak, perpaduan wangi bunga dan entah apalagi (asing gitu di hidung tapi wanginya aku suka). Pokoknya wanginya bikin betah dan pengin sering-sering ketemu sama wanginya. Dan busanya juga cukup banyak lho, apalagi diremasnya di spon mandi. 


Hasilnya, bikin kulit wangi dan bersih udah pasti ya, namanya juga sabun mandi. Bikin lembut dan lebih cerah setelah mandi dibanding pakai sabun gel yang biasa kupakai.

Komposisi bahannya, sesuai namanya ada collagen plus olive oil PEG-7. Lengkapnya lihat di gambar aja ya. Nih :


Tapi, tetep ya, kalau urusan body mah, produk apa pun balik pagi ke cocok-cocokan #samakayakjodoh *eeh. Di aku cocok dan rasanya begini begitu, di kamu mah belum tentu. Tapi sejauh ini kalau sabun mandi mah paling nggak cocok di aroma sama busa kalau aku mah.

9/06/2017

Ini Aneh : Berani Minta Tolong Di Pertemuan Pertama

Ehm, kalimat pembukanya apa ya? 


Kamu yang diam-diam atau secara nggak sengaja terdampar beberapa kali di blog aku, bosen nggak sih aku nulis soal review produk terus? 

Atau bosen aku curhat mulu kayak begini? #pastinyasihbegitu *eh

Ya udah, 

Aku juga bosan,

Jadi kali ini aku mau curhat lagi *eaaa #ditimpukkuaciajaakurelakok.


Sekali lagi, kamu yang diam-diam baca blog aku, udah pernah baca tentang wisata edukasi berlian di Dago, Bandung belum?

Di sana, selain ketemu teteh-teteh blogger yang udah pernah ketemu 1,2,3,4 sampai 5 kali, aku juga ketemu dan kenalan sama teteh-teteh yang belum pernah ketemu sebelumnya. Salah satunya teh Desty. Teteh yang ini beauty blogger asal Bandung. Blognya destywidy.com. Gegara pertemuan itu, kujadi kepo sama blognya terus semakin yakin buat beli lipen purbasari yang matte no. 90.

Beauty blogger mah beda ya auranya :D aku kebanting
Etapi walaupun baru ketemu, di IG mah udah saling follow. Foto-foto di instagram dan blognya teh Desty ini bikin betah liatnya #akukapanbisakekgitu. Tuh kan kumalah jadi curhat yang oot. Udahlah bagian ini di skip aja ya. 

Jadi gini, aku anaknya kan pemalu dan pendiam tapi kadang mah suka malu-maluin nyahaha. Jarang banget lho sekali ketemu orang bisa langsung ikrib eh akrab dan minta tolong. Minta tolong apa cobaa? Minta tolong fotoin. Biasanya suka ada perasaan takut dan nggak enak gitu buat minta tolong fotoin. Kamu suka ngerasa begitu juga ngga sih? Udah gitu aku minta tolong fotoinnya sekalian numpang di kamera orang.

Pose kakinya kebalik cobaaa
Nah hari itu di pertemuan pertama, aku berani lho minta tolong sama tetehnya. Duh, maafkan aku ya teh. Tapi, terima kasih banyak lho. Udah mau motoin aku dan gambar aku menuh-menuhin memori kamera teh Desty hari itu. Berkat teteh dan kameranya, aku jadi punya foto-foto lucu ini. Bisa nyetok foto buat IG dan blog. 

9/03/2017

Chocodate Arabian Delights - Cokelat Unik

Chocodate Arabian Delights yang kali ini akan ku review adalah cokelat isi kurma dan almond dari Lifull Produk. Ini apply campaign yang sama untuk keempat kalinya kalau enggak salah. Dan akhirnya dapet dong yang kemasan 180gr ini. Keberuntungan sedang berpihak kepadaku yang ingin makan cokelat tapi enggak punya uang buat belinya.

CHOCODATE Arabian Delights ini adalah cokelat unik dari dubai united arab emirates yang punya 3 varian rasa

CHOCODATE Apaan Sih?


Chocodate ini adalah cokelat unik dengan paduan isian alami berupa kurma dan almond di dalamnya. Bisa juga disebut kurma dilapisi cokelat. Cokelat yang satu ini dibuat oleh Fawaz Masri di tahun 1992. Dia udah ada setahun sebelum kulahir dong. Dibuatnya pun dari beberapa cokelat terbaik Eropa. Diproduksi di Dubai, United Arab Emirates.

Keunikan rasanya bikin produk yang satu ini jadi salah satu produk cokelat populer di dunia lho gengs. Ngomong-ngomong cokelat unik, mungkin kalau di lokalan Indonesia ada cokelat isi dodol Garut geningan. Yang pilihan rasanya aneh-aneh, bahkan ada cokelat yang sebagiannya pedas. Etdah aku mulai gagal fokus. Lanjut yuk soal kemasannya.

Baca Juga :  Walls Mochi Matcha Choco

Ngegibahin Kemasannya


Walaupun pepatah mengatakan "jangan menilai sesuatu dari sampulnya," punten banget, da aku mah tetep aja kalau lihat suatu produk, terutama makanan dan buku, yang pertama kali dilihat ya tampilan luarnya alias covernya. Kalau kemasannya cakep baru lanjut dilihat deskripsinya. Tapi ini enggak berlaku sih buat sahabat kentalku berupa gorengan, cilok, cimol, cireng, cilung, batagor dan seblak. Walaupun mereka hanya berbalut plastik bening atau koran bekas, aku tetap beli lagi dan lagi. Maaf nih suka keluar dari topik kalau ngegibah soal makanan. Yuk lanjut.

Kemasan chocodate ini banyak macamnya. Ada yang bisa dijinjing kayak dompet buat ke kondangan. Iya maksudnya yang kudapatkan ini. Ada juga yang persegi panjang, dan segilima. Ukurannya pun beda-beda, khusus yang kubahas di sini adalah yang 180 gr.

CHOCODATE Arabian Delights

Menurutku, kemasannya yang ini tuh menarik dan terkesan mewah. Apalagi dengan perpaduan warna keemasan dan cokelat serta sedikit biru di bagian logonya. Enggak heran sih ya, kan udah mendunia. Ini baru kemasan luarnya lho ya. Soalnya ada kemasan dalamnya juga.

Iya, cokelat kurma almond ini kemasannya dobel. Di dalamnya setiap cokelat diberikan kemasan berbeda sesuai jenis cokelatnya. Untuk yang Milk Chocolate kemasannya cokelat keemasan cenderung kuning, untuk yang Dark Chocolate warnanya brown. Sementara White Chocolate diberikan kemasan silver. Kayak kemasan permen gitu gengs.

Baca Juga : Keripik Kentang Berbalut Cokelat - Oishi Opala

Jumlah Total Setiap Rasanya Enggak Adil dan Harganya


Jujur aja ya, saat pertama melihat campaignnya di LIFULL Hadiah, aku menduga kalau dia hanya punya satu rasa, ternyata 3 in 1. Tapi kalau gini jadinya lebih asyik sih. Bisa mencoba semua rasa dari satu kemasan karton.

Eits walaupun ada 3 rasa dalam satu, tapi jumlah total untuk setiap rasanya beda-beda lho. Jadi, yang kemasan 180 gr ini isinya ada 14 biji. Kalau di bagi adil harusnya 5-5-4. Lebih bagus lagi kalau jumlahnya 15 kan ya. Ini enggak, dari 14 biji itu, rinciannya begini : Rasa Milk ada 7, Darknya 4, dan White 3. Sungguh membuatku terkejoed terheran-heran.

Untuk harganya, jika dilihat di beberapa e-commerce, yang 180 gr ini mulai dari 93 ribuan atau 100 ribuan. Jatuhnya satu bijinya 6 ribuan.

Semua Tentang Rasa, Tekstur dan Aroma


Oke, mari kita lupakan keganjilan jumlahnya dan lanjut soal teksturnya dulu. Semua rasanya punya tekstur yang sama, cokelat lembut dengan sensasi sedikit kenyal atau chewy saat kurmanya tergigit. Sementara untuk rasanya, secara keseluruhan aku suka semuanya.

Cokelat Isi Kurma dan Almond adalah produk CHOCODATE Arabian Delights dengan 3 rasa

Kenapa, karena mereka manis tapi enggak bikin eneg. Paduan antara cokelat, kurma dan almondnya pun menjadi satu kesatuan yang enak bgt eh banget buat aku yang pada dasarnya kurang suka manis. Setiap rasa cokelatnya pun sesuai.

Peringatan Alergi : Produk mengandung kacang-kacangan, susu dan kedelai.

Nah, kalau untuk aromanya sendiri, dari hasil indera penciumanku. Yang dark paling kuat, white paling lembut dan milk sedang-sedang saja. Tapi yang milk ini menurut aku paling menggoda di antara semuanya. Aroma gurih-gurih susu gimana gitu, susah diungkapkan dengan kata-kata. Yap, favorit aku yang milk (susu). Padahal biasanya aku lebih suka cokelat putih.

Ingredients Chodo-date with almond : Date, Almond, Sugar, Hydrogenated Vegetable Fat (Palm), Skimmed Milk Powder (Cow's milk), Cocoa Powder, Whey Powder, Emulsifier : Soya Leticin (E 322), Salt, Vanillin.

Chocodate Arabian Delights ini dengan statusnya yang impor belum ada logo halal MUI nya. Tapi kalau dilihat dari bahan-bahannya sih aman ya. Udah gitu ada logo halal dari QRS yang tersemat. Terus nomor BPOM RI nya pun ada. Jadi, kamu udah nyobain cokelatnya belum. Yuk share dikolom komentar karena review aku kali ini berakhir sampai di sini.

9/02/2017

The Lady In Red - Arleen A


Judul : The Lady In Red
Penulis : Arleen A
Editor : Dini Novita Sari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2016
Jumlah Halaman : 360
ISBN : 978-602-03-2712-9

Blurb :

Betty...
Sebenarnya tidak ingin bersekolah di sekolah swasta yang mahal itu.
Bersekolah di sana hanya karena mendapatkan beasiswa.
Tidak tahu bahwa itu akan mengubah hidupnya.

Robert...
Sebenarnya tidak suka bersekolah di sekolah swasta yang mahal itu.
Bersekolah di sana hanya karena disuruh orangtuanya.
Tahu bahwa itu memang jalannya ketika ia melihat Betty.

Rhonda...
Tahu ia gemuk.
Tidak tahu bahwa ia menyukai Greg
Tidak tahu bahwa Greg menyukainya.

Greg...
Tahu bahwa ia hanya pekerja di peternakan milik keluarga Rhonda.
Tidak tahu apakah ia berhak menganggap tempat itu rumah.
Tidak tahu apakah ia berhak menyukai Rhonda.

Tapi sejauh apa pun dirimu pergi.
Sejauh apa pun perasaanmu menjauh.
Selalu ada tempat yang menarikmu pulang.
Selalu akan ada hati yang menarikmu kembali.

***
Sejak pertama kali liat cover The Lady In Red ini, kulangsung jatuh hati. Belum lagi judulnya, membuatku penasaran sekalipun belum pernah baca novel karya Arleen A. Covernya itu terkesan sederhana tapi manis. Apalagi kusuka paduan merah dan hitam.

Sebelum baca isinya, aku selalu menelusuri dulu sinopsis di belakang cover/blurb. Dan aku yang jarang beli novel dibuat bengong karena baru menemukan blurb jenis begini. Jadi mulai menebak-nebak ini antara Betty, Robert, Rhonda dan Greg ini terlibat cinta segiempat apa gimana. Dan tentu saja terjawab pas baca novelnya sampai tamat.

Nama mba Arleen A ini asing buatku. Dan awalnya kupikir bukan penulis lokal. Kupikir ini novel terjemahan. Ternyata bukan. Tapi ini novel memang rasa novel terjemahan gitu deh. Ditunjang sama settingnya yang membuatku serasa masuk ke dalam cerita. Bisa membayangkan gimana luas dan indahnya wotton farm. Terus setting waktunya terbagi ke dalam tiga bagian itu menarik. Tahun 1920-1955, 2003-2012 dan 2019-2020. Alurnya maju, tapi di beberapa bagian ada sangkut pautnya sama masa lalu.

Konfliknya ringan tapi menarik buat terus diikuti sampai akhir. Kita diajak untuk memecahkan teka-teki dan misteri. Walaupun di masa depan rada ngeri dikit karena ada unsur balas dendam dengan cara bunuh membunuh.

Ada bab yang beberapa kali bikin aku mikir. Kayak kok tiba-tiba ada Jerry sama Wanda dan Stephens Farm. Ternyata nanti ada sangkut pautnya di bab bab selanjutnya. 

Uniknya lagi, ada bagian interlude di mana penulis menceritakan tentang si topi merah. Ada benang merahnya gitu sih sama isi cerita.

Secara keseluruhan aku suka. Walaupun paragrafnya panjang-panjang dan percakapannya dikit-dikit. Ceritanya mungkin bakal lebih hidup dan lebih seru kalau percakapan seimbang.

Terakhir, aku suka ini karena genrenya romance *eaa.

***


1920-1955
Betty Liu, menyadari jika dirinya berbeda. Dia keturunan tionghoa dengan kulit seperti buah pisang yang sudah di kupas, mata sipit, dan rambut yang hitam seperti arang. Tapi dia lahir di Amerika dan merasa dirinya orang Amerika. Ibunya orang yang percaya takhayul dan ayahnya bekerja di sebuah pompa bensin. Dan Betty memiliki kepandaian yang membuatnya mendapatkan beasiswa untuk masuk SMA swasta terbaik di Redwood High School. Tapi siapa sangka, di sana dia bertemu Robert, yang menjadi jodohnya. Dan kehidupannya berubah.

Robert pun punya masalah yang sama seperti Betty dia tidak suka bersekolah di sana. Jika banyak yang menganggap Redwood keren, dia justru merasa sekolahnya biasa-biasa saja. Tapi dia menyukai Betty sejak pertama kali melihatnya. Apalagi rambut hitam Betty yang kelihatannya lembut selembut sutra. Penasaran banget Robert ini pengin menyentuh dan mengelusnya. Keluarganya punya Wotton Dairy Farm, peternakan sapi yang memproduksi dan menjual susu kedua terbesar di Fort Bragg. Robert bertubuh kurus dengan rambut berwarna merah. Dipeternakan ayahnya, ada seorang pekerja termuda yang dianggap Robert sebagai kakaknya, namanya Burk. Dan Robert menyukai peternakan kedua orangtuanya.

"Seluruh bagian dari tempat itu memberinya perasaan bahagia seolah tidak ada hal buruk yang dapat terjadi di tempat itu." Hal - 24.
***

2003 - 2012
Betty masih hidup dan mempunyai cicit, Henry dan Rhonda. Henry (4 tahun) dan Rhonda (masih bayi) dititipkan pada Nana Betty di Wotton Farm sejak ibunya meninggal. Rhonda senang melukis. Ia membuat banyak sketsa anak sapi yang diberi nama bubu. Dia pun menyukai Wotton Farm yang luasnya menjadi 270 hektare. Karena Robert membeli Stephens Farm yang sebelumnya beberapa kali berganti pemilik. Di sana ada Greg, anak dari salah satu pekerja di Wotton Farm. Usianya berada di antara Henry dan Rhonda. Mereka sering bermain bertiga sebelum Henry sekolah di San Francisco. 

Dan saat Rhonda mulai bersekolah, saat itulah semakin banyak pergesekan antara dia dengan Greg. Yang tadinya dekat jadi perlahan menjauh. Dan ada satu kejadian di mana Rhonda dan Greg sama-sama tidak bisa melupakannya. Padahal awalnya Rhonda cuma iseng. Lalu ke mana akhirnya takdir membawa perasaan mereka?

Happy endingkah apa sad ending? Nyahaha, baca sendiri ya. Perjalanan kisah mereka nyambung di 2019 sampai 2020. Nggak seru kalau dikasih tahu di sini. Yang pasti mah ramai rasanya. Banyak nyeseknya sih sama keputusan-keputusan yang diambil Rhonda maupun Greg *eeh, apalagi kalau bacanya sambil kena flu. Pengin nangis dan garuk-garuk tembok. Apalagi pas Peter kemudian Brandon muncul.

9/01/2017

Review Teh Susu Dan Latte Kemasan | Kiyora

Kamu udah pernah baca blogpost tentang teman ngeteh yang manis dan lembut di rumah ? Disitu dibahas kalau aku mulai mengurangi yang namanya minum kopi. Jadi aku pindah ke teh susu. Teh susu ya bukan ini "teh," susu kayak di iklan tahun berapa lha itu. Selain bikin sendiri, aku anaknya sering jadi korban iklan. Jadi pengin nyoba aja kalau teh susu yang udah jadi kayak gimana rasanya. Enak nggak. Dan dijawab pas daftar di web lifull produk campaign kiyora milk tea hazelnut, aku kebagian sampel gratisnya.


Walau sedikit ragu sih sama varian rasa hazelnut. Agak gimana gitu aku teh sama hazelnut. Kayak aku ke gandum. Eh setelah dicoba ternyata. Ternyata ... ternyata enak. Jatuhnya malah ketagihan. Tanpa dimasukin ke kulkas aja udah adem meluncur ditenggorokan. Dari aroma hazelnut, susu dan tehnya yang nyampur tapi masih bisa dikenali satu-satu, rasanya juga begitu. Manisnya pas, ada gurih dari hazelnutnya. Dan penting banget buat aku kalau minuman berperasaan  itu nggak boleh bikin lidah dan tenggorokan nggak nyaman.

Bukan cuma aku lho yang berprasangka buruk kalau kiyora hazelnut milk tea ini bakal aneh rasanya. Tapi kakakku juga begitu. Eh begitu dicobain malah bilang enak dan pengin lagi.


Setelah merasa cocok dengan kiyora hazelnut milk tea, aku menemukan rasa teh susu (original nggak ditambah rasa lain apalagi rasa yang pernah ada) dan rasa matcha latte dari hampers yang dikirim lifull produk. Ditambah rasa yang hazelnut lagi. Udah nggak penasaran dong sama yang hazelnut mah.

Tiap varian rasa warna botolnya sama sebenarnya, beda di tutup botol, kemasan plastik yang menyelimuti dan tentu saja warnanya. Yang teh susu hazelnut udah pasti warnanya coklat muda tapi kental warnanya. Percampuran antara teh, susu dan hazelnut. Yang teh susu warnanya coklat muda. Sementara yang matcha latte warnanya hijau ala-ala produk matcha. Adem gitu.


Dari segi aroma. Yang hazelnut sama teh susu biasa harum gitu, udah dikenal sama hidungku. Tapi, kalau matcha latte, aroma sedikit asing, tapi rasanya dikenali kok. Rasa teh hijau pait-pait dikit. Jadi favorit aku dari tiga varian rasa kiyora teh tehan ini yang mana? Pada dasarnya aku suka semuanya, soalnya enak dan nggak meninggalkan rasa aneh di lidah ataupun tenggorokan. Tapi, terfavorit sementara sih tetep yang hazelnut. 

Eh ya, aku sarankan kalau mau mencoba ketiga varian rasa kiyora ini sekaligus, jangan banyak-banyak ya. Nanti bercampur di lidah rasanya jadi nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bingung, terlalu ramai.