Dari Danur, Shutter, Laddaland, Rumah Kucing Sampai IT Semuanya Horror

Jadi sepanjang november sampai awal bulan ini aku nonton berbagai genre film dan juga drama. Termasuk yang horror. Terus efeknya apa coba? Efeknya suka parno gitu lah kalau ada suara benda jatuh dan pas lampu-lampu di dapur dimatikan. Pas mau pipis ke kamar mandi jadinya pake senter hape dan lari-lari kecil. Kadang membayangkan yang aneh-aneh juga, kayak kalau dari kolong kasur .... udah ah sekip.

Danur (2017)
Yang nyeremin dari Danur apa coba? Menurut aku sih tatapannya mba Asih. Sama pas hantu bule kecil teriak. Terus waktu Prilly (Risa) mau menyelamatkan adiknya di bathup. Dan aku juga jadi parno sama lagu yang dinyanyikan Risa. Padahal itu salah satu lagu favorit sejak dikasih tahu sama ibuk. Takut aja tiba-tiba ada yang muncul dan bilang ciluk baaa.


Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka
Teu kinten saena sareng lucuna.
Ku abdi di acukan, acukna sae pisan.
Cik mangga tinggali boneka abdi.

Shutter (2004)
Udah tahu takut kalau nonton horror Thailand itu, ya tapi masih aja ditonton. Sama kan kayak tokoh-tokoh di filmnya. Udah tahu takut ada penampakan tapi ya nekad didekati. Horror Thailand yang ini tuh, ya make upnya serem, ya ditambah suara shutter kamera sama blitz kamera dan tentunya penampakan di foto. Udahlah jadi perpaduan yang ngeri buat aku. 

Sepasang kekasih, Tun dan Jane pulang dari pesta pernikahan salah satu teman Tun dalam keadaan mabuk. Mobil mereka nabrak seorang wanita sebelum akhirnya nabrang tiang tapi bukan tiang listrik lho ya. Jane yang ada dibalik kemudi panik, dia mau melihat perempuan yang ditabrak tadi dan tergeletak beberapa meter di depan mobil mereka. Setelah posisi mobilnya jadi balik lagi di aspal dan lurus sama posisi perempuan itu. Tapi Tun malah ngelarang dan menyarankan buat kabur aja.


Eh setelah mereka jadi dihantui gitu, terutama Jane. Lewat mimpinya. Terus Tun jadi sakit di bagian pundak dan penglihatannya kadang jadi mengabur gitu. Dia juga diganggu pas dia lagi motoin wisudawan dan wisudawati. Semua wajah bahagia yang lagi di wisuda tertutupi cahaya putih pas fotonya di cetak. Balada jaman masih pake klise ya gitu pan. Nggak tahu itu foto bagus apa nggak kecuali setelah dicetak. Tapi yang jadi masalah tuh, Tun kan seorang fotografer, dia harus setor foto pesenan orang yang di wisuda. Belum lagi ketiga temannya tewas bunuh diri.

Jane yang percaya semua kejadian aneh yang menimpa mereka pun mencoba mencari tahu dan ketemulah dia dengan foto Natre (mahasiswi penerima penghargaan tahun 1995) di Lab yang ada di kampusnya. Jane pun nanya ke Tun soal Natre dan Tun menceritakan masa lalunya bersama Natre (mantannya yang ternyata nggak dicintainya padahal Natre cinta mati). Tapi Tun belum menceritakan secara lengkap. Baru diceritakan yang lengkap setelah Jane nemu klise yang dicetak dan munculah gambar Natre yang teraniyaya. Dan asli kuingin nabok Tun, dkk. Tun hampir mati dua kali karena jatuh dari gedung, tapi ya itu nggak mati. Mending mati sih daripada jadi gila dan Natre tetep nangkring dipundaknya.

Laddaland (2011)
Thee, seorang suami sekaligus bapak dua orang anak yang selalu diremehkan ibu mertuanya. Akhirnya memboyong istri (Parn) dan kedua anaknya Nan (Pun pun Sutatta) dan Nat untuk menempati rumah baru yang dikredit di Chiangmai. Mereka pindah dari Bangkok ke Chiangmai. Rumah yang berada di perumahan kelas menengah Laddaland.

Dan awalnya Thee adalah sosok ayah yang menyenangkan. Tapi makin ke sini berubah menjadi ayah yang menyebalkan. Ayah macem apa coba yang karena nggak percaya soal penampakan di rumah majikan pembantu asal Burma (Myanmar) yang tewas di bunuh, sampai nyeret anaknya masuk ke sana dan kemudian terluka. Yang nggak mau dengerin Parn buat pindah lagi ke Bangkok karena situasi di lingkungan tempat tinggal mereka makin aneh, makin angker. Belum lagi dengan teganya ngegencet kucing hitam punya tetangganya yang kebetulan maling makanan di rumahnya. Plis itu kucing mirip banget sama Buciku yang hilang *cry. Terakhir, bukannya berusaha bawa anaknya ke rumah sakit kek pas dia gak sengaja nembak, eh malah dia bunuh diri.


Yang serem apa sih di film ini? Hantu pembantu Burma yang gentayangan dan bikin rang-orang teriak-teriak nggak waras. AC yang pake sensor mata, kucing diberi kalung dengan kamera rahasia. Terus tetangga mereka yang suaminya tukang KDRT ditambah ibunya yang duduk di kursi roda megang lonceng, mukanya kayak banyak bekas jahitan. Yang kemudian mereka sekeluarga tewas mengenaskan di bunuh pak-bapak tukang KDRT itu, dianya juga akhirnya bunuh diri sih. Jadi sekeluarga mati semua deh. Dan hantunya ngeganggu keluarga Thee, terutama Nat yang diajak main terus sama itu anak tetangga yang mukanya hancur banget.


Yang nggak kumengerti dari film ini adalah, hanya karena satu orang tewas terbunuh, besoknya perumahan Laddaland langsung sepi tanpa aktivitas olahraga dan lainnya di pagi hari. Terus kenapa itu hantu pembantu Burma ngegentayangin banyak orang. Ini film horror lebih banyak dramanya sih.

Rumah Kucing 12.06 (2017)
Serupa kayak Thee di Laddaland, Adi Nugroho (Randy) di film ini pun adalah seorang bapak yang nggak percaya soal kejadian gaib yang menimpa putrinya yang bernama Rasti. Rasti ini suka dibully sama tiga cewek di sekolahnya. Masayu (Rosa) dan kakaknya Rasti (Radit) udah berusaha meyakinkan tapi tetep aja itu bapaknya nggak percaya. Bahkan nggak memperbolehkan Kyai Rahman untuk menyelesaikan masalah yang dialami Rasti.


Yang serem dari film ini, make up hantu cukup serem. Kucing yang tiba-tiba muncul dan dirawat Rasti beserta adiknya. Kemudian pak tua yang muncul beberapa kali, ngasih tahu Rosa supaya berhati-hati. Terus, pasungan.

Yang kutak mengerti dari film ini adalah, kilasbalik masalalu yang terlihat oleh kyai Rahman kurang lengkap. Bapaknya hantu yang masung anaknya hanya karena dikeluarkan dari sekolah. Ya, dia yang dibully, dia yang dikeluarkan dari sekolah. Terus kenapa itu hantu pengin banget masung Rosa dan ngebunuh dia pun rasanya aku jadi menebak-nebak gitu.

IT (2017)Dari dulu aku kurang suka sama badut yang kostumnya bukan tokoh kartun. Eh di film ini malah ketemu Pennywise. Pennywise aja udah ngeri lho buat aku, ditambah dia tetiba muncul di saluran air. Dengan latar tahun 1988 sampai 1989 ditambah kehadiran gudang di rumah Billy, saluran air, tangan georgie yang digigit Pennywise sampai putus, rumah tua, sumur, penampil gambar, tukang bully yang pake kekerasan dan musiknya, IT sukses membuat aku merinding. Tapi betah liatin Billy (Jaeden) yang ganteng nyahaha.


Kutak mengira Billy yang kalau ngomong suka gagap akan berani mengambil resiko buat mencari tahu keberadaan adiknya  (Georgie) yang udah menghilang selama setahun. Dia dan Beverly (mantan pacarnya) setuju kalau kejahatan Pennywise harus dihentikan karena dia muncul setiap 27 tahun sekali, mereka harus melawan rasa takut dan terus bersama-sama supaya Pennywise nggak berani nyulik mereka.

Nah, itulah beberapa film horror yang kutonton di HOOQ dan VIU. Besok-besok kumau bahas film dan drama komedi romantis yang bikin ngikik sampe sakit perut.

*semua gambar merupakan hasil tangakapan layar pribadi.

GE MAULANI

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

6 comments:

  1. aku belom nonton IT -_- ah mupeng khaaan

    ReplyDelete
  2. Salah satu genre film yg gw gak gitu suka. Dlm beberapa tahun terakhir cuma Danur yg gw tonton itu juga katena diseret ama sahabat gw ke bioskop. Walhasil gak bisa tidur setelahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahaha, abang mau maunya diseret-seret ✌

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)