Mulai Membiasakan Hidup Sehat Dengan Menu Piring Gizi Seimbang yang Mudah


Jujur aja aku baru belajar masak sendiri bulan lalu, saat ibu sakit DBD hampir sebulan penuh. Yuhu, biasanya ya tinggal comot-comot langsung makan. Atau cuma bantu potong-potong sayuran, dan kawan-kawannya kemudian duduk manis melihat ibu meracik bumbu dan memasaknya sampai matang. Tanpa pengin tahu kalau masak ini harus gimana, masak itu harus gimana. Dan sungguh masak itu nggak mudah untuk aku yang lebih suka makannya aja tapi nggak mau repot. Apalagi mengolah makanan sumber protein dan memenuhi kebutuhan gizi harian.

Untuk sumber protein yang paling mudah mengolahnya ada telur, tahu, dan tempe. Diolahnya yang paling mudahnya ya tinggal di goreng aja. Tapi ya lama-lama bosen juga. Mau ikan, ayam, udang? Ish aku anaknya nggak mau ribet membersihkannya. Tapi, untungnya ada So Good dong yang bisa memenuhi protein hewani. Iya lho, nggak cuma sosis, bakso, nugget, karage, otak-otak, dimsum, dan lainnya, sekarang ada ayam potongnya juga. Udah siap olah pula. Sungguh membahagiakan sekali. Tapi kali ini jelas aku nggak milih ayam potong dulu. Karena cari yang praktis tapi kepengin higienis. Yang nggak bertulang, jadi makannya santai nggak belepotan.


Ok, kali ini aku pilih So Good Chicken Katsu yang original. Penginnya sih mengolah yang chicken spicy, tapi apa daya perut sedang kurang baik. Jadi ngerem dulu makan makanan yang pedas. Dan ini pertama kalinya beli katsu. Biasanya aku beli nugget. Iya, aku fans beratnya nugget. Ada yang sama juga nggak? suka nugget banget. Eh ya, dalam kemasan yang 400 gram ini terdiri dari tujuh potong chicken katsu yang ukurannya sedang (Kira-kira dua kali ukuran nugget) dan satu ukuran kecil. Bisa buat tujuh kali makan, eh salah, bisa dibagi buat tujuh orang (masing-masing satu) atau dua orang dalam sehari (tiga kali makan) Terus, aromanya setelah di goreng, ya ampun, menggoda sekali pemirsah. Wangi dan yummy.

sumber gambar : https://bloggerperempuan.co.id/piring-gizi-seimbang/

Nah, sumber proteinnya udah ada kan. Tinggal ditambah dengan sumber karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, sesuai dengan menu piring gizi seimbang. Yang mana penting sekali untuk metabolisme tubuh. Untuk mencapai seratus persen, pembagiannya adalah 35 % Karbohidrat, 15 % protein, 35 % sayur dan 15 % buah. Dan aku pun yang baru belajar masak ini, mencoba membuat menu piring gizi seimbang seperti foto di bawah ini.


Untuk sumber karbohidratnya, aku memilih nasi putih (kalau bosan bisa diganti nasi merah, gandum, kentang, jagung, singkong, dan umbi-umbian lainnya), Lalu, potongan So Good Chicken Katsu Original tentunya sebagai sumber protein. Sayurannya aku pilih menumis wortel campur kol dan kacang buncis. Sementara buah-buahannya, kali ini aku pilih setengah buah jambu biji merah dan tiga buah rambutan kecil. Buah yang kebetulan sedang berbuah di halaman belakang. Nah sederhana dan mudah bukan aku membuat piring gizi seimbangnya. Yang penting mencakup kebutuhan gizi seimbang hariannya. Namanya juga baru memulai kan, jadi yang mudah-mudah saja dulu ya, yang penting aku suka dan tentunya enak.

Dan, untuk mulai membiasakan hidup yang sehat, nggak cuma menu piring gizi seimbangnya aja lho yang harus diperhatikan. Tapi pola hidup sehatnya juga. Ku harus rajin minum air putih delapan gelas perhari lagi. Iya nih akhir-akhir ini payah, paling empat gelas, padahal biasanya paling rajin minum air putih. Terus sebelum makan jangan lupa cuci tangannya pakai sabun biar kuman-kuman terhempas. Rajin olahraga juga dan rajin menimbang berat badan. Padahal aku paling males menimbang berat badan, bawaannya takut aja jarumnya geser ke kanan. Tapi untuk pola hidup sehat, aku akan mulai membiasakan kegiatan pendukung dari menu piring gizi seimbang.

Nah, kalau kamu punya menu piring gizi seimbang apa? Share juga yuk!



GE MAULANI

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)