5/26/2018

Sabar, Benett! - Eugenia Rakhma


Judul : Sabar, Benett!
Pengarang : Eugenia Rakhma
Ilustrasi : InnerChild
Penyunting : Alf. Yogi S.
Desain Sampul : Leonardo Julio
Penata letak : Bangkit C. Yoghastika
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
ISBN : 978-602-455-443-9
Tahun terbit : Cetakan pertama, 2018
Tebal : 48 hlm


***
Blurb :

Benett ingin menjadi pengunjung pertama di toko kue Cike Kelinci. Ia sangat menginginkan kue ikan cokelat-stoberi yang dijual di sana. Sayangnya, di pagi pembukaan toko, Benett bangun terlambat. Dengan tidak sabar, ia memacu kencang mobilnya menuju toko kue. Benett mengabaikan rambu-rambu yang ada. Akibatnya, bukannya sampai tepat waktu, Benett malah semakin terlambat. Apa yang sebenarnya terjadi?

***
Untuk menjadi pribadi yang disiplin, tentu tidak bisa dibentuk dengan instan. Harus secara bertahap dan sebaiknya dimulai sejak dini, apalagi untuk kedisplinan dalam berlalu-lintas. Supaya aman, nyaman, tertib dan tentunya jadi memimalisir terjadinya kecelakaan.

Melalui buku berjudul "Sabar, Benett!" ini, si kecil akan diajak untuk memahami nilai-nilai berlalu lintas sesuai tahapan usianya melalui karakter utama seekor berang-berang bernama Benett.

Selain cerita yang ringan, menarik dan mengandung pengetahuan dasar berlalu lintas seperti di mana seharusnya menyebrang, peringatan warna lampu merah dan lainnya ditunjang dengan ilustrasi apik dan juga menarik. Dalam buku cerita dan aktivitas untuk pendidikan karakter ini, orangtua pun diajak untuk mengajak si kecil bercakap-cakap sesuai instruksi yang ada. Iya, uniknya di sini ada instruksi untuk anak dan juga untuk orangtuanya.

Tidak hanya tentang memahami dasar-dasar  berlalu lintas saja lho, buku ini juga dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus dengan cara mengasah kemampuan berpikir, memecahkan masalah dan juga berbahasa. Iya, ada kegiatan membilang urut, mewarnai, menebalkan garis putus-putus, mengenal lambang bilangan, mengelompokkan warna, mengenal waktu, sampai pada mengenal bangunan datar sederhana. Komplit!

Salah satu aktivitas di Sabar, Benett!
***
Aku harus bilang apa buat buku Sabar, Benett! Ini? Lebih dari 3 manfaat dalam satu deh. Iya, jadi enggak cuma buku cerita, ada ilustrasinya, ada pengetahuannya, ada aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan si kecil dan orangtua atau yang mendampingi pun jadi turut diajak belajar. Aku bahkan serasa disentil gitu soal di mana seharusnya menyebrang. Ketahuan ya, suka nyebrang di mana aja. Nah, makanya penting banget kan menanamkan kedisplinan berlalu lintas sejak usia dini. Biar enggak khilaf.

Sabar dan maaf adalah kata yang penting dalam kehidupan, dan satu lagi terima kasih muehehe . Dan diperkenalkan dalam buku cerita ini. Sesuai judulnya kan, "Sabar, Benett!" Kalau Benett sabar pasti semuanya berjalan dengan lancar dan enggak mencelakakan orang lain juga membahayakan diri sendiri kemudian menimbulkan penyesalan. Tapi tentu saja karakter Benett pun mengajarkan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf meskipun malu-malu.

Terakhir, buku ini hadir dengan narasi dan percakapan yang pas. Ditunjang ilustrasi yang lucu dan hadir dengan warna yang nyaman dipandang, yakin deh akan membuat si kecil betah menuntaskan ceritanya sampai akhir.

Eh ya, selain "Sabar, Benett!" ada 4 seri lainnya lho. Mobil Kebanggaan Kama, Kesibukan di Kota Lalu Lalang, Perjalanan Loni ke Sekolah, dan Tipsy dan Taman Lalu Lintas Mini. Yuk Moms, Daddy, Oom, Tante, koleksi kelimanya dan nikmati ceritan juga aktivitas serunya bersama si kecil.

5/21/2018

7 Alasan Baju Tunik Cantik Istimewa

Sejak SMP, aku itu tidak lagi mengikuti tren fashion yang berganti setiap tahunnya. Jadi, isi lemari lebih banyak dihuni kaos oblong dan celana jeans. Kalau kemeja dan batik hanya beberapa potong. Dibelinya pun saat mulai masuk perguruan tinggi. Iya, aku kurang suka dengan kemeja. Dan kurang tertarik dengan fashion cewek pada waktu itu. Iyalah, sepatu aja sneakers semua.

Lambat laun, dengan bertambahnya usia, aku mulai tertarik membeli baju-baju jenis lain. Dari mulai dress, baju model kelelawar dan baju tunik. Yang akhirnya favoritku jatuh pada baju tunik, apalagi setelah berkerudung. Kenapa jadi favoritku, Karena baju tunik tidak berkerah, terus sederhana tapi kelihatannya cantik dan karena sama seperti halnya kaos, celana jeans, dress, jaket jeans, kemeja polos, baju tunik cantik ini tak lekang oleh waktu. Malah sekarang semakin bervariasi modelnya. Ada yang two tone, wrap, bow, bell sleeve, pocket, crop top dan dress juga.

Tunik Pocket - sumber gambar : situs Matahari Mall
Baju tunik sendiri adalah pakaian longgar yang menutupi bagian dada, punggung hingga pinggul. Bisa tanpa lengan, lengan pendek, tujuh per delapan ataupun lengan panjang. Biasanya panjangnya ada yang sampai pinggul, menutupi paha atas ataupun beberapa senti di bawah lutut. Nah, kalau yang aku rasakan dan aku baca dibeberapa artikel dari tahun ke tahun, ternyata ini lho yang membuat baju tunik cantik jadi fashion yang awet di pasaran, tak lekang oleh waktu, khususnya baju tunik atasan :

1. Menutupi lekuk tubuh dan panjangnya menutupi paha atas bahkan sampai bawah lutut.
Aku termasuk seseorang yang tidak percaya diri kalau lekukan tubuh tercetak, terutama dari bagian pundak hingga paha atas. Sekalipun dulu belum berhijab, aku sukanya baju-baju yang longgar. Maka dari itu serasa klop banget waktu ketemu baju tunik. Apalagi saat perut sedang kembung, jadi bisa tersamarkan, eh malahan tertutupi buncitnya.

2. Bahannya tidak membuat gerah, dan tidak mudah sobek.
Ini merupakan salah satu poin penting dari pakaian. Dan tunik pun mempunyai poin ini. Bahannya yang adem, dan tidak mudah sobek jelas membuat nyaman untuk beraktivitas dan bergerak. Walau kadang sedikit sebal karena bagian lengan mudah kusut.

sumber gambar : situs Matahari Mall

3. Sebagian besar memiliki warna yang tidak mencolok dan polos
Setelah kuperhatikan selama aku membeli baju tunik, rata-rata warnanya itu lembut. Tidak mencolok dan berwarna polos. Jadi mudah dipadupadankan. Tapi tenang, untuk kamu yang kurang suka polosan, ada kok motif bunga-bunga, garis-garis bahkan batik.

4. Mudah dipadupadankan
Karena sebagian besar atau rata-ratanya berwarna lembut juga gelap dan polos, atasan baju tunik itu mudah dipadupadankan. Sama celana bahan bisa, rok bisa, celana jeans juga bisa. Sepatu, dan juga yang pakai kerudung tentu bisa disesuaikan.

5. Bisa dikenakan pada acara formal, semi formal maupun santai
Nah, baju tunik, terutama yang berlengan panjang itu bisa dikenakan pada acara formal, semi formal maupun santai. Sebelas dua belas lha sama kemeja. Ke kondangan hayu, buka bersama hayu, nongkrong hayu, ke kantor juga hayu. Asal dipadupadankan dengan bawahan dan alas kaki  yang tepat tentunya.

6. Memudahkan ibu menyusui karena terdapat beberapa kancing ataupun resleting di bagian depannya.
Keunikan baju tunik ya ini, ada beberapa kancing dan sekarang ada yang menggunakan resleting di bagian depannya. Tapi beberapa berkancing sampai bagian terbawah seperti kemeja juga. Jadi memudahkan busui untuk menyusui.

sumber gambar : situs Matahari Mall
7. Harganya terjangkau dan sekarang bisa dibeli secara daring.
Untuk yang sama seperti aku, pengin beli dress panjang, gamis atau baju kurung yang bahannya membuat nyaman tapi belum kesampaian karena harganya yang ehem. Baju tunik cantik bisa jadi salah satu pilihan karena harganya lebih terjangkau, dan bisa dipadupadankan dengan rok juga jilbabnya.

Apalagi sekarang bisa dibeli secara daring seperti barang dan fashion lainnya. Dan aku jadi kepengin beli nih buat lebaran, apalagi aku lihat di MatahariMall dot com lagi ada diskon yang wow untuk baju tunik. Keterangan ukurannya pun ada.

Nah, itulah hal-hal yang membuat baju tunik cantik tak lekang oleh waktu dan malah semakin disukai oleh perempuan, apalagi yang mengenakan hijab. Karena mudah dipadupadankan juga modelnya yang semakin beragam. Semakin cantik dan menggemaskan untuk dimiliki, dan tentu saja dikenakan. 

5/18/2018

Resep Buka Puasa : Lobi-lobi Original

Alhamdulillah ya, kalau puasa itu suka enggak kerasa. Tahu-tahu udah hari kedua aja dan udah di jam-jam berburu takjil dan masak di dapur. Padahal aku mah enggak masak, cuma melihat ibu masak aja #tolongjanganditimpukinciki #takutnyaakukhilaf. Tapi kemarin-kemarin sih aku sempat bikin lobi-lobi original dalam rangka mewujudkan tagline "berbukalah dengan yang manis," dan liatin babang Mario Maurer doang mah tentu enggak cukup. Dan sekarang mau berbagi pengalaman bikinnya. Ya, anggap saja aku sedang berbagi resep buka puasa. #iyainplis

Harusnya ini kecoklatan warnanya. Tapi gegara kamera hengpong jadul jadi begini. Yasud anggaplah kebanyakan diedit pake biuti ples

Jadi lobi-lobi ini adalah ubi yang dibentuk bundar-bundar tapi enggak sampe sebesar bola sepak. Ya, kira-kira sebesar bakso harga seribuan. Lebih gampangnya sih sebesar bola pingpong #maafinmutermuter. Di dalamnya diberi isian gula merah (original), karena kalau diberi isian cokelat atau keju juga enak lho. Serius, tahun lalu aku bikin yang isinya cokelat. Tapi enggak dibentuk bundar.

Lobi-lobi isi cokelat
Dan enggak tahu juga kenapa dikasih nama lobi-lobi. Pokoknya kata pedagang keliling yang menjualnya pas aku SD, namanya lobi-lobi. Dan aku juga enggak mau ribet mencari sejarahnya. Karena yang penting buat aku sih bisa dimakan, halal, dan enggak terlalu manis. Karena yang terlalu manis itu kadang cuma basa-basi, dan lama-lama bikin eneg. Ya udah sih ya, sekip aja ini mah, langsung aja ke resep buka puasa eh lobi-lobi originalnya.

Alat-alat :
1. Boleh wajan, boleh teplon, yang penting bisa dipake menggoreng. Jangan lupa cungkir eh spatula. Apa sih itu namanya yang buat membolak-balikan di wajan. Itulah pokoknya. Plus seroknya.
2. Kompor yang tentunya bisa mengeluarkan api yang cukup untuk memasak. Jangan sampai mati di tengah jalan.
3. Wadah berukuran sedang untuk mencampurkan semua bahan.
4. Pisau dan talenan.
5. Piring saji


Bahan-bahan :
1. Ubi yang sudah matang dan dikupas kulitnya secukupnya (aku pakai yang ukurannya sebesar kepalan tangan 5 buah). Dan mengupas kulit ubi yang udah matang itu sama malesnya kayak mengupas kulit kentang yang udah matang. Lama dan kudu hati-hati biar dagingnya enggak kebuang. Boleh ubi warna apa aja. Tapi aku pakainya yang kuning.
2. Tepung kanji secukupnya (aku pakainya 6 sendok makan)
3. Gula merah yang digerus (aku pakai 3 biji yang kecil tapi)
4. Minyak goreng secukupnya.

Cara membuat :
1. Masukan ubi yang udah dikupas wadah yang disediakan. Boleh ditumbuk boleh diremas, pokoknya biar ubinya jadi lembut. Tapi jangan di blender juga dong.
2. Campurkan tepung kanjinya. Jangan sekaligus. Sedikit demi sedikit aja biar tahu tekturnya udah pas atau belum. Kalau udah pas biasanya jadi lebih padat dan warnanya jadi kuning lembut. 


Ibaratnya tepung kanji ini kayak telor saat membuat perkedel. Menyatukan cinta kita bahan utamanya. Ya itu Ubi, kalau enggak dicampur tepung kanji ya yakinlah ambyar.


3. Ambil adonan secukupnya. Lalu pipihkan dan masukan gula merah yang sudah digerus secukupnya. Tergantung selera. Kalau suka manis, ya isiannya yang banyak aja kayak misro. Lalu bentuk bulat. Enggak bulat juga enggak pa-pa sih. Mau dibentuk lope-lope juga silahkan.


4. Panaskan minyak, masukan lobi-lobi hingga terendam minyak. Masak dengan api sedang atau kecil. Supaya matang merata.
5. Tunggu hingga kecokelatan. Hati-hati gosong. Lalu tiriskan.
6. Tata di piring saji. Dengan bahan secukupnya di atas tadi. Aku bisa membuat dua piring kecil lobi-lobi. Satu piring buatku, satu piring buat bapak dan ibu #pelityaampun.

Dan selamat menikmati lobi-lobi dengan lelehan gula merah di dalamnya. Ini manisnya pas, karena ubinya sendiri udah manis. Cukuplah untuk ganjal perut sebelum menyantap hidangan utama. Sebenarnya agak mirip misro ini. Tapi kalau misro enggak pake tambahan tepung kanji, karena terbuatnya kan dari singkong muehehe.

Kalau ada yang nanya, boleh enggak sih diganti tepung terigu. Wah, aku enggak tahu jadinya kayak gimana kalau pakai tepung terigu. Soalnya disuruhnya pakai tepung kanji. Jadi, luarnya itu agak kenyal. 

Akhir kata, terima kasih udah berkunjung ke blogpost kali ini. Semoga bisa bermanfaat walau aku nulisnya kurang bisa serius. Selamat mencoba dan semoga berhasil untuk kamu yang mau mencoba. Sampai bertemu di blogpost selanjutnya.

5/15/2018

Please be Mine - Eugenia Rakhma

please be mine eugenia rakhma

Judul : Please be Mine
Penulis : Eugenia Rakhma
Ilustrasi : Ratra A. Airawan
Penyunting : Shara Yosevina
Penata letak : Astrid Arastazia
Desain sampul : Yanyan Wijaya
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit : cetakan pertama, 2018
ISBN : 978-602-455-466-8
Jumlah halaman : 184

***
Blurb :

Kalau dia berhak bahagia sama pilihannya, kenapa kamu enggak? - Evan

Tahun pelajaran baru, untuk pertama kalinya Kiara dan Evan tidak sekelas. Celaka dua belas!

Padahal Kiara butuh sahabat sekaligus superhero-nya itu setelah putus dengan Ferdian, mantannya yang lagi-lagi sudah jadian.

Perang antara dirinya dengan Marischa--cewek baru Ferdian, ditambah Cheril yang bersaing dengannya untuk merebut perhatian Evan, membuat Kiara jatuh terpuruk. Masa SMA yang dinanti malah menjadi mimpi buruk.

Terlebih ketika Kiara menemukan rahasia dari cinta yang begitu dekat, namun tersembunyi rapat-rapat.

***
Kiara dan Evan bersahabat sejak umur 3 tahun, rumah mereka bersebelahan, termasuk jendela kamarnya. Mereka juga selalu satu sekolah sejak TK sampai masuk SMA. Dan selalu sekelas. Memiliki rasa kehilangan yang sama membuat mereka saling mengisi satu sama lain. Persahabatan yang bikin banyak orang ngiri deh, apalagi Evan termasuk cowok idola kedua setelah Ferdian.

Evan selalu jadi pelindung, penyelamat dan penghibur Kiara, termasuk saat dia putus dengan Ferdian, cowok idola se SMP. Dan saat itulah perasaan berbeda muncul di hati Evan. Dan Evan yang anak band udah sering menunjukannya lewat berbagai cara termasuk lagu-lagu yang dinyanyikannya.

Ketika Evan menjadikan mereka pusat perhatian karena melihat pengumuman pembagian kelas di hari pertama masuk SMA dan mereka enggak sekelas, mulanya Kiara tertawa. Meskipun dalam hatinya ia pun merasa sedikit kecewa. Ia tetap menyemangati Evan sebelum sahabatnya itu bilang kalau Kiara sekelas dengan Ferdian. Seolah belum cukup penderitaan Kiara yang harus sekelas dengan mantan, ia juga harus sekelas dengan Marischa, cewek yang disukai Ferdian sejak SMP. Dan itu jelas membuat Evan jadi enggak tenang.

Tapi, walaupun enggak sekelas, Evan selalu punya cara dan berusaha untuk selalu ada buat Kiara. Termasuk saat masalah demi masalah datang menghampiri Kiara. Yang berkaitan dengan hilangnya peralatan sekolah milik Marischa yang akhirnya jadian sama Ferdian. Padahal belum ada sebulan dia putus sama Kiara. Kebayang enggak rasanya dituduh atas sesuatu yang enggak kamu lakukan dan jadi bahan gosip kalau kamu dendam sama pacar barunya mantan.

"Buat gue Evan itu kayak udara, gue udah terlalu biasa sama kehadirannya, sampe kadang enggak kerasa." Hal 99

Enggak kerasa karena Kiaranya masih mengharapkan Ferdian kembali padanya. Sekalipun dia udah tahu kalau Ferdian cuma menjadikannya sebagai pelarian. Dan itu bikin Evan kecewa sekaligus marah. Kiara belum juga sadar kalau selama ini ia selalu jadi prioritasnya Evan. Sampai-sampai Cheril yang naksir Evan aja selalu di tak acuhkan.

***

review novel please be mine

Novel teenlit romance ini aku selesaikan dalam waktu satu jam, tapi karena kejutan tak terduga pada endingnya, aku jadi baca dua kali. Kak Rara berhasil mengecoh aku soal dalang dari masalah demi masalah yang menghampiri Kiara. Padahal ada banyak petunjuk yang mengarah ke pelakunya tapi ya itu rapi penyampaian petunjuknya.

Dimulai dengan Prolog, diakhiri dengan epilog, dan alurnya maju, novel ini enggak sekadar menawarkan konflik cinta-cintaan khas remaja dan tema sahabat jadi cinta yang bikin senyam-senyum dan kangen masa sekolah. Lebih dari itu, kamu akan mendapatkan kejutan tak terduga di dalamnya. 

Aku suka cara kak Rara membuat penokohannya. Di mana enggak ada yang sempurna, jadi dibikin benci sekaligus cinta sama kedua tokoh utama, Kiara dan Evan. Penyampaian emosinya juga dapet, terutama buat Evan. Aku juga  suka dengan penggunaan bahasa yang sederhana, bikin nyaman menikmati kisah mereka tanpa perlu buka kamus bahasa. Dan kalimat retoris Evan, kepolosan Kiara di beberapa bagian juga bikin ceritanya jadi tambah gemes.

Gemes deh sama Kiara yang susah move on padahal udah tahu cuma dijadikan pelarian, gemes juga karena enggak sadar sama perasaannya Evan yang udah mati-matian ngodein dia. Tapi enggak nyalahin Kiara juga sih, karena move on emang enggak semudah membalikan tempe di wajan, apalagi hubungannya sama Ferdian cukup lama. Tapi, di endingnya aku salut sama Kiara.

Tokoh-tokoh pendukung kayak Ferdian, Marischa, Tantra, Adit, dan Cheril pun pas sesuai porsinya. Bikin novel ini makin berwarna dan sulit ditebak nasib persahabatan dan peasaan Kiara dan Evan bakal gimana, terutama ending-nya. Kamu bakal dibikin gemas menebak-nebak siapa pelaku yang bikin Kiara kena masalah.

Aku juga suka covernya yang manis. Tapi warnanya berbeda dari kebanyakan novel teenlit. Dan novel ini pun punya banyak pesan moral juga di dalamnya. Dan enggak akan aku bocorin semua. Satu aja ya.  Jadilah orang yang lebih peka sama orang di sekitar kamu.

Terakhir, thanks to Evan, aku jadi kepo sama lagu Kokoro No Tomo.
***
Kutipan Favorit :

1. "Memang, semua orang bisa berubah. Yang tadinya tidak suka, jadi suka. Yang suka, malah jadi tidak suka." Hal 18

2. "Dia tidak pernah mengerti mengapa sebuah kebahagiaan selalu menciptakan luka di tempat lain." Hal 42

3. "Aku ini enggak tahu kamu bodoh atau sangat bodoh." Hal 79

4. "Gue enggak punya kewajiban buat jelasin apapun ke orang yang enggak nanya." Hal 96

5. "Tangan aku jangan dilepas. Kalau kamu ketinggalan gimana?" Hal 102

6. "Kalau suka ya nyatain dulu. Diterima atau ditolak itu bagian dari resiko." Hal 105

7. "Kenangan lampau itu boleh disimpan dan kenangan baru bisa menghampirinya." Hal 116

5/12/2018

Cara Diet Enak Gizi Terpenuhi

cara diet enak gizi terpenuhi

Hai, namaku Gilang, sejak kelas lima sering di bully gendut sampai saat ini. Padahal dulu berat badan masih seimbang sama tinggi badan. Entahlah, mungkin karena teman-teman sekelas tubuhnya pada langsing dan kurus. Inginku langsing selalu, tapi, kadang enggak bisa menolak makanan yang melambai-lambai. Sebelum menceritakan cara diet yang baru-baru ini kucoba. Aku ingin kamu tahu, jika aku paling sebal kalau ketemu orang terus dibilang begini :

"Makin gendut aja nih, pasti bahagia banget ya sekarang?"

Setiap kali ada yang bilang gendut aku itu suka kurang nerima, karena ya aku sendiri merasanya gemuk bukan gendut. Karena dua kata ini berbeda artinya. Coba cek di KBBI. Tapi walaupun begitu, kalau menurut standar BMI ya aku ini termasuk obesitas. Nah kalau ini aku menerimanya dengan berlapang dada, walau kadang suka pengin nangis dipojokkan kamar.

Yang kedua, aku juga suka enggak nerima pemahaman orang lain yang menilai, semakin gemuk seseorang, berarti kadar kebahagiaannya bertambah. Karena enggak begitu lho. Nggak semua yang bertambah gemuk itu karena bahagia. Ada juga yang karena stres. Suer deh.

Serius lho, kalau sebagian besar orang jadi kurusan saat stres, aku justru sebaliknya. Karena apa. Karena saat stres, aku enggak peduli mau makan apa, sebanyak apa dan kapanpun aku mau ya aku makan. Karena dengan makan apa pun, kapanpun, suasana hatiku bisa jadi lebih baik. Beda dengan saat suasana hatiku bahagia. Sebelum makan bakal dipikirin dulu akibatnya, apalagi kalau lewat jam tujuh malam.

Akibatnya ya itu, semakin stres semakin jarum timbangan geser ke kanan, gesernya pun enggak kira-kira. Sebelum akhir tahun lalu, aku sempet shock. Berat sampai angka 74 kg. Dari situlah aku mulai tertarik lagi buat diet. Aku ingin langsing supaya baju pada muat lagi padahal mah nggak punya uang buat beli baju euy. Dan aku sadar olahraga aja enggak cukup buat menurunkan berat badan.


Soalnya, sehabis olahraga itu suka nambah deh lapernya. Porsi makan jadi dobel gitu. Ada yang sama kayak aku enggak? Padahal olahraga 30 menit itu hanya membakar 300-400 kalori doang. Eh porsi makan malah dobel. Bukannya turun malah tambah naik. Bukannya untung malah jadi buntung, Ya kan. Jadilah aku memutuskan untuk tetap olahraga tapi dibarengi diet dengan meminum segelas Slim&Fit.

Iya, walaupun saat ini beredar banyak cara diet dari mulai detox, enggak makan sama sekali (yang ini aku mana tahan sih, soalnya punya penyakit maag), minum jus-jusan aja dan lainnya yang menjanjikan berat badan turun dalam waktu singkat. Bahkan nih, aku pernah minum obat penurun berat badan yang pantangannya enggak boleh tidur siang. Duh, begitu pantangannya dilanggar, berat badan naiknya lebih dari yang diturunkan. Jadi, sekarang Aku lebih memilih diet dengan mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari. Satu gelas di pagi hari sebagai sarapan, dan satu gelas di malam hari sebagai pengganti makan malam. Siangnya tetap bisa makan nasi dong. Asyik kan. Atau, untuk kamu yang pengin jaga berat badan, satu kali sehari juga cukup. Boleh di pagi atau malam hari.

Nih, Buat kamu yang pengin mencobanya juga, coba belinya di www.kalbestore.com. Pake kode maulani20 biar kamu dapat diskon 20% dengan minimum pembelian 3 box varian rasa apa saja. By the way, varian rasanya ada dua, vanila dan cokelat. Satu box isinya 6 sachet (6x54 g). Jadi nggak ribet pake sendok takar. Tinggal seduh aja, pake air hangat atau dishake pake air dingin juga enak. Slim&Fit juga dijamin halal ya gaes. Ada logo halalnya di bagian belakang kemasan.


Eh, udah tahu belum kenapa aku lebih milih diet bareng Slim&Fit daripada cara diet yang lain? Belum? Sini kubisikin. Karena walaupun sedang diet, tubuh kita tetap memerlukan gizi yang seimbang, seperti protein, serat, karbohidrat, kalsium, vitamin dan mineral. Biar badan tetap sehat karena nutrisinya terpenuhi.

Sumber gambar : bloggerperempuan.co.id

Sejak mengonsumsi Slim&Fit selama satu minggu, aku jadi enggak mudah tergoda sama camilan, karena aku jadi kenyang lebih lama berkat kandungan tinggi protein, tinggi, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isolmaltulosa yang ada dalam segelas Slim&Fit. Eh ya, protein tinggi juga bisa buat mengencangkan otot juga lho.
Sumber gambar : bloggerperempuan.co.id

Walaupun rendah lemak dan gula (lebih rendah 50% dari susu diet sejenis, tanpa tambahan gula pasir) tapi tetap tinggi kalsiumnya (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya). Kalorinya juga terkontrol, hanya 220kkal/saji. Paket komplit yang membuatku bahagia. Dan buatku, rasa dari susu Slim&Fit ini tetap enak dan enggak bikin eneg. Tapi biar enggak bosan, dalam sehari aku minum dua rasa. Kalau pagi vanila, malamnya cokelat. Besoknya dibalik. Dan kusuka dua-duanya.


Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan. Tentunya hasil balik lagi ke kondisi masing-masing ya kan. Dan harus dibarengi olahraga juga konsisten. Aku sendiri, dalam seminggu mengonsumsi Slim&Fit dibarengi olahraga sekali karena nggak sempat, udah berhasil turun 1,4 kg Yang awalnya mentok di 68 kg, setelah tiga hari mengonsumsi jadi 67,5 kg dan setelah seminggu jadi 66,4 kg. Lingkar pinggang lebih membahagiakan lagi, tadinya 86 jadi 84. Kelihatan banget bedanya kalau aku dibagian leher. Biasanya berlipat-lipat, sekarang mulai berkurang. Huh, Akhirnya nih, kumenemukan cara diet yang enak dan memenuhi kebutuhan gizi.

Maaf nih efek kamera kurang bagus yang afternya :D

Jadi, tunggu apalagi? Siap langsing tapi tetap sehat? Yuk cobain tantangan 4 minggunya Slim&Fit. Beli dulu Slim&Fit nya di www.kalbestore.com, masukan kode maulani20 biar dapat diskon 20%. Tapi ingat, minimal pembelian 3 box ya. Untuk informasi lebih lanjut dan informasi menarik seputar diet, kamu bisa cek instagram : @slimfitid, facebook : Slim & Fit Diet Solution dan situsnya www.slimandfit.co.id

Selamat jadi pejuang langsing, selamat diet sehat. Sampai jumpa di blogpost selanjutnya.